Senin, 29 Juni 2015

TAAT KEPADA RASULULLAH SHALLALLAHU ALAIHI WA SALLAM

Alhamdulillah, was sholaatu was salaamu ala Rosulillah, wa ba'du :

Allah Ta'ala berfirman,

وَمَن يُطِعِ ٱللَّهَ وَٱلرَّسُولَ فَأُو۟لَٰٓئِكَ مَعَ ٱلَّذِينَ أَنْعَمَ ٱللَّهُ عَلَيْهِم مِّنَ ٱلنَّبِيِّۦنَ وَٱلصِّدِّيقِينَ وَٱلشُّهَدَآءِ وَٱلصَّٰلِحِينَ ۚ وَحَسُنَ أُو۟لَٰٓئِكَ رَفِيقًا

" Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya."
(Q.S.4 An-Nisaa : 69)

Diriwayatkan oleh imam At-Thobrony dalam Al-Mu ' jam As-Shoghir, yang dibawakan oleh Ummul Mukminin A'isyah radhiyallahu anhuma berkata, " Datang seseorang kepada Nabi shallallahu alaihi wa sallam dan berkata, wahai Rasulullah, sesungguhnya dirimu merupakan sosok yang sangat aku cintai melebihi cinta terhadap diriku sendiri, dan engkau lebih aku cintai dari keluargaku dan hartaku, lebih aku cintai dari anak anakku, dan aku ketika berada di dalam rumah dan mengingat mu, aku tidak sabar untuk segera berjumpa dan melihat diri mu, dan ketika aku mengingat kematian diri ku dan dirimu Aku sadar bahwa engkau akan masuk ke dalam surga di angkat bersama dengan para nabi, adapun diri ku jika masuk dalam surga, aku kawatir tidak akan berjumpa dan melihat mu lagi, kemudian Nabi shallallahu alaihi wa sallam terdiam tidak memberikan jawaban sedikit pun, hingga malaikat Jibril turun membawa ayat ini,

وَمَن يُطِعِ ٱللَّهَ وَٱلرَّسُولَ فَأُو۟لَٰٓئِكَ مَعَ ٱلَّذِينَ أَنْعَمَ ٱللَّهُ عَلَيْهِم مِّنَ ٱلنَّبِيِّۦنَ وَٱلصِّدِّيقِينَ وَٱلشُّهَدَآءِ وَٱلصَّٰلِحِينَ .....".
( HR. At-Thobrony, Abu Nuaim ).

Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata, " Barangsiapa yang beramal sesuai dengan perintah Allah Ta'ala dan Rasul-Nya, dan meninggalkan segala yang dilarang oleh Allah Ta'ala serta Rasul-Nya, maka niscaya Allah Ta'ala akan memberikan balasan tempat kemuliaan yaitu surga dan berdampingan bersama para Nabi, dan berikutnya berdampingan bersama sidikiin, kemudian syuhada ' dan berikutnya bersama keumuman kaum mukminin yaitu orang-orang saleh yang baik dhohir dan batin mereka, kemudian Allah Ta'ala memberikan sanjungan kepada mereka dalam firman Nya,

وَمَن يُطِعِ ٱللَّهَ وَٱلرَّسُولَ فَأُو۟لَٰٓئِكَ مَعَ ٱلَّذِينَ أَنْعَمَ ٱللَّهُ عَلَيْهِم مِّنَ ٱلنَّبِيِّۦنَ وَٱلصِّدِّيقِينَ وَٱلشُّهَدَآءِ وَٱلصَّٰلِحِينَ ۚ وَحَسُنَ أُو۟لَٰٓئِكَ رَفِيقًا  " .

Diriwayatkan oleh imam Al-Bukhary dan Muslim dalam shohih mereka, dari hadist Ummul Mukminin A'isyah radhiyallahu anhuma berkata, Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Sallam bersabda, "  Tidaklah seseorang Nabi pun tatkala arwah nya hendak di cabut kecuali ia diperlihatkan tempat nya di dalam surga kemudian ia diberikan pilihan, dan tatkala Rosulillah shallallahu alaihi wa sallam sakit keras di akhir hayatnya, beliau pingsan dan tatkala sadar beliau mengangkat pandangan ke langit dan mengucapkan,

َ مَعَ ٱلَّذِينَ أَنْعَمَ ٱللَّهُ عَلَيْهِم مِّنَ ٱلنَّبِيِّۦنَ وَٱلصِّدِّيقِينَ وَٱلشُّهَدَآءِ وَٱلصَّٰلِحِينَ ۚ وَحَسُنَ أُو۟لَٰٓئِكَ رَفِيقًا , اللهم اغفر لي وارحمني  الحقني بالرفيق الأعلى  

  " Bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya, Ya Allah, ampunilah dosaku dan sayangilah diri ku dan pertemukan diriku dengan teman - teman yang berada di atas ".

Berkata A'isyah radhiyallahu anhuma, " Aku baru sadar bahwa beliau shallallahu alaihi wa sallam sedang diberikan pilihan ". ( HR Al-Bukhary dan Muslim )

Diriwayatkan oleh imam Ahmad dalam Musnad nya, dari sahabat Amru ibnu Murroh Al-Juhany radhiyallahu anhu berkata, " Datang seseorang kepada Nabi shallallahu alaihi wa sallam dan berkata, wahai Rasulullah, sesungguhnya aku telah bersyahadat Lha ilaha illallah, dan telah menegakkan sholat lima waktu, menunaikan zakat dari harta ku dan puasa di bulan ramadan ", maka Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "  Barangsiapa yang meninggal dunia dan mengerjakan ini semua, sungguh ia akan masuk surga bersama para Nabi, shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, selama tidak berbuat durhaka kepada orang tua ". ( HR Ahmad )

Diriwayatkan oleh imam Muslim dari sahabat Rubaiah ibnu Ka'ab Al-Aslamiyah radhiyallahu anhum, berkata, " Aku bermalam bersama Nabi shallallahu alaihi wa sallam dan aku yang menyiapkan air wudhu' dan air untuk hajat beliau, kemudian beliau bersabda, mintalah sesuatu, maka aku berkata, wahai Rasulullah, aku meminta agar dapat mendampingi mu di dalam surga, kemudian Nabi berkata, apakah ada permintaan yang lainnya?  , aku berkata, hanya itu wahai Rasulullah, maka Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "  Bantulah aku untuk dapat masuk surga bersama mu dengan engkau memperbanyak sujud ". ( HR Muslim )

Semoga bulan suci ramadan ini menjadi kesempatan bagi kita semua untuk menghapus segala dosa - dosa kita, dan dituliskan disisi Allah Ta'ala sebagai penghuni surga bersama para Nabi, shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang yang saleh.

Minggu, 28 Juni 2015

BULAN RAMADAN BULAN BERTAKWA

As-Syaikh Prof DR Abdurrozak Al-Badr hafidhohullahu Ta'ala.

Alhamdulillah, was sholaatu was salaamu ala Rosulillah, wa ba'du :

Sesungguhnya Allah Ta'ala adalah Dzat Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang telah memerintahkan kepada para hamba agar bertakwa kepada Nya, agar mencapai kebahagiaan dan ketenteraman di dunia dan akhirat serta meraih ridho Nya dan di masukkan ke dalam surga Nya yang kekal abadi dan selamat dari siksa api neraka.

Takwa ini merupakan wasiat Allah Ta'ala kepada orang-orang terdahulu dan terakhir, sebagaimana firman Allah Ta'ala,

وَلِلَّهِ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ ۗ وَلَقَدْ وَصَّيْنَا ٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْكِتَٰبَ مِن قَبْلِكُمْ وَإِيَّاكُمْ أَنِ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۚ

"  Dan kepunyaan Allah-lah apa yang di langit dan yang di bumi, dan sungguh Kami telah memerintahkan kepada orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan (juga) kepada kamu; bertakwalah kepada Allah ". (Q.S.4 An-Nisaa 131)

Dan Allah Ta'ala mensyari'atkan ibadah puasa memiliki hikmah agar meraih takwa.
Allah Ta'ala berfirman,

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

" Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,"
(Q.S.2 Al-Baqorah :183)

Ibadah puasa merupakan salah satu wasilah atau sarana untuk meraih takwa, dikarenakan didalam nya mengandung pengendalian jiwa dan syahwat untuk ketaatan kepada Allah Ta'ala, dan tidak di syariat kan ibadah di bulan suci ini kecuali untuk merealisasikan takwa, sebagaimana dikatakan oleh Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah,

: (( وللصوم تأثيرٌ عجيب فى حفظ الجوارح الظاهرة والقوى الباطنة وحِميتها عن التخليط الجالب لها المواد الفاسدة التي إذا استولت عليها أفسدتها ، واستفراغ المواد الرديئة المانعة لها من صحتها ؛ فالصومُ يحفظ على القلب والجوارح صحتها ، ويُعيد إليها ما استلبته منها أيدى الشهوات، فهو من أكبر العونِ على التقوى كما قال تعالى: { يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ }

" Didalam ibadah puasa memiliki pengaruh yang sangat luar biasa untuk menjaga anggota badan yang nampak dan yang tersembunyi, yang diantaranya adalah menjaga dari menimbunnya dzat dzat yang berbahaya di dalam tubuh yang  akan merusak anggota tubuh, dan membersihkan dzat bahaya tersebut merupakan bagian untuk menyehatkan nya, maka puasa dapat menjadikan hati dan anggota badan sehat, dan mengendalikan diri dari pengaruh syahwat, dan ini merupakan faktor untuk meraih takwa,  sebagaimana firman Allah Ta'ala, " Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa ".

Berkata Al-Ala'mah As-Sa'di dalam tafsirnya, dalam firman Allah Ta'ala,

لقوله{ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ }: (( فإن الصيام من أكبر أسباب التقوى، لأن فيه امتثال أمر الله واجتناب نهيه ))

" ( Agar kamu bertakwa ) , Sesungguhnya puasa merupakan salah satu sebab terbesar untuk meraih takwa, dikarenakan terkandung dalam nya  melaksanakan perintah dan menjauhi larangan ".

Adapun penjelasan secara rinci bahwa ibadah puasa merupakan sarana meraih ketakwaan, sebagai berikut :

*  Orang yang berpuasa meninggalkan makan, minum, berhubungan pasutri, dan sebagai nya yang nafsu ini condong untuk mengerjakan nya dalam rangka menjaga perintah Allah Ta'ala, mengharapkan pahala di sisi Nya, dan ini merupakan ketakwaan.

* Orang yang berpuasa adalah melatih diri dari muroqobah atau merasa di awasi oleh Allah, di mana ia meninggalkan segala sesuatu yang disukai nafsu, walaupun secara nyata ia mampu melakukan, dan ia meninggalkan karena pengetahuannya bahwasanya Allah Ta'ala melihat dirinya.

* Ibadah puasa dapat mempersempit ruang gerak setan, karena ia berjalan dengan jalan nya darah, dengan puasa melemahkan gerakan nya dan mencegah dari perbuatan maksiat.

* Ibadah puasa secara umum, mengokohkan untuk berbuat ketaatan, sedangkan ketaatan merupakan perangai orang yang bertakwa.

* Orang-orang yang memiliki kecukupan jika merasakan perih nya rasa lapar, akan mendorong dirinya untuk saling berbagi kepada yang miskin, dan ini adalah perbuatan takwa.

Takwa kepada Allah Ta'ala adalah berbuat taat dengan menjalankan perintah dan menjauhi larangan, yaitu menjadikan batasan antara dirinya dengan yang ia takutkan, yaitu dengan menjadikan batasan antara dirinya dengan kemurkaan dan kemarahan Allah Ta'ala dengan menjalankan perintah dan menjauhi larangan.

Allah Ta'ala terkadang memerintahkan kepada para hamba agar bertakwa kepada Nya, dan terkadang memerintahkan agar kita menjaga diri dari siksa api neraka, sebagaimana firman Allah Ta'ala,

:{ فَاتَّقُوا النَّارَ الَّتِي وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ }

" Dan berlindung lah dari siksa api neraka yang bahan bakar nya adalah manusia dan bebatuan ".
( Q.S.2 Al-Baqorah : 24 )

Allah Ta'ala berfirman,

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ قُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا ٱلنَّاسُ وَٱلْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَٰٓئِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُونَ ٱللَّهَ مَآ أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

" Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan." (Q.S.66 At-Tahriim :6)

Dan terkadang Allah Ta'ala memerintahkan diri kita dari siksa hari kiamat, sebagaimana firman Allah Ta'ala,

وَٱتَّقُوا۟ يَوْمًا تُرْجَعُونَ فِيهِ إِلَى ٱللَّهِ ۖ ثُمَّ تُوَفَّىٰ كُلُّ نَفْسٍ مَّا كَسَبَتْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ

" Dan peliharalah dirimu dari (azab yang terjadi pada) hari yang pada waktu itu kamu semua dikembalikan kepada Allah. Kemudian masing-masing diri diberi balasan yang sempurna terhadap apa yang telah dikerjakannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan)."
( Q.S.2 Al-Baqorah : 281)

Rosulillah shallallahu alaihi wa sallam dahulu senantiasa ber wasiat kepada para sahabat radhiyallahu anhum agar mereka bertakwa kepada Allah Ta'ala, demikian pula tatkala mengutus utusan untuk berperang di jalan Allah senantiasa mengingat kan kepada pemimpin nya secara khusus agar bertakwa kepada Allah Ta'ala, dan kepada para pasukan nya, demikian pula tatkala menunaikan haji wada' beliau senantiasa memberikan wasiat agar bertakwa kepada Allah Ta'ala.

Para generasi sahabat juga senantiasa memberikan perhatian yang besar dalam urusan bertakwa kepada Allah Ta'ala, merealisasikan, dan saling ber wasiat diantara mereka serta memberikan penjelasan tentang hakikat takwa, sebagaimana sahabat Ibnu Abbas Radhiyallahu Anhuma berkata,

الْمُتَّقَونَ : الَّذِينَ يَحْذَرُونَ مِنَ اللهِ عُقُوبَتَهُ فِي تَرْكِ مَا يَعْرِفُونَ مِنَ الْهُدَى ، وَيَرْجُونَ رَحْمَتَهُ فِي التَّصْدِيقِ بِمَا جَاءَ بِهِ "

" Orang-orang yang bertakwa adalah orang-orang yang takut terhadap siksa Allah Ta'ala tatkala  meninggalkan apa yang mereka ketahui dari petunjuk kebenaran, dan mereka senantiasa berharap akan rahmat Nya dengan mengimani tentang apa yang diberitakan kepada nya  ".

Al-Hasan Al-Basry rahimahullah berkata,

" الْمُتَّقُونَ اتَّقَوْا مَا حُرِّمَ عَلَيْهِمْ ، وَأَدَّوْا مَا افْتُرِضَ عَلَيْهِمْ " .

" Orang-orang yang bertakwa adalah orang-orang yang menjauhi apa yang dilarang bagi mereka, dan melaksanakan segala yang di wajibkan kepada mereka ".

Umar bin Abdul Aziz rahimahullah berkata,

" لَيْسَ تَقْوَى اللهِ بِصِيَامِ النَّهَارِ وَلاَ بِقِيَامِ اللَّيْلِ وَالتَّخْلِيطِ فِيمَا بَيْنَ ذَلِكَ ، وَلَكِنَّ

تَقْوَى اللهِ: تَرْكُ مَا حَرَّمَ اللهُ ، وَأَدَاءُ مَا افْتَرَضَ الله " .

" Takwa bukan sekadar berpuasa di siang hari dan melakukan sholat tarawih di malam hari dan mengerjakan keduanya, akan tetapi takwa adalah meninggalkan segala larangan dan melakukan segala kewajiban ".

Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu anhu berkata,

في قوله تعالى{ اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ }[آل عمران:102] قال : " أَنْ يُطَاعَ فَلَا

يُعْصَى ، وَيُذْكَرَ فَلَا يُنْسَى ، وَأَنْ يُشْكَرَ فَلَا يُكْفَرَ "

Menafsirkan firman Allah Ta'ala, " Bertakwalah kepada Allah Ta'ala dengan sebenar takwa ", Hendaknya menaati-Nya dan tidak bermaksiat, senantiasa mengingat dan tidak melupakan, serta senantiasa bersyukur dan tidak mengkufuri ".

Tholk ibnu Habib berkata,

" التَّقْوَى أَنْ تَعْمَلَ بِطَاعَةِ اللهِ عَلَى نُورٍ مِنَ اللهِ تَرْجُو ثَوَابَ اللهِ ، وَأَنْ تَتْرُكَ

مَعْصِيَةَ اللهِ عَلَى نُورٍ مِنَ اللهِ تَخَافُ عِقَابَ الله "

" Takwa adalah engkau melakukan ketaatan atas dasar petunjuk dari Allah Ta'ala dan berharap pahala Nya, dan meninggalkan maksiat kepada Allah Ta'ala atas dasar petunjuk dari Allah dan engkau takut akan siksa Nya ".

Tatkala seseorang berkata kepada sahabat Umar bin Khottab radhiyallahu anhu, " Bertakwalah engkau kepada Allah ", maka Umar berkata,

: " لَا خَيْرَ فِيكُمْ إِنْ لَمْ تَقُولُوهَا، وَلَا خَيْرَ فِينَا إِذَا لَمْ نَقْبَلْهَا ".

" Tiada kebajikan pada diri mu jika tidak mengatakan nya, dan tidak ada kebijakan pada diriku jika aku tidak menerima nya ".

Takwa tempatnya di dalam hati, sebagaimana riwayat imam Muslim dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu anhu , bahwasanya Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

(التَّقْوَى هَاهُنَا وَيُشِيرُ إِلَى صَدْرِهِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ )

" Takwa disini, dan menunjukkan kepada dada beliau  tiga kali ".

Imam Ibnu Rojab rahimahullah berkata,

" وإذا كان أصلُ التَّقوى في القُلوب ، فلا يطَّلعُ أحدٌ على حقيقتها إلا الله عز وجل ، كما قال صلى الله عليه وسلم : ((إِنَّ اللَّهَ لَا يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ ، وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ))

" Jika asal usul takwa didalam hati, maka tidak seorangpun melihat hakikat nya kecuali hanya Allah Ta'ala semata, sebagaimana yang di ungkapkan Nabi shallallahu alaihi wa sallam, " Sesungguhnya Allah Ta'ala tidak melihat kepada rupa-rupa kalian dan harta kalian akan tetapi melihat kepada hati dan amal kalian ".

- وحينئذٍ فقد يكون كثيرٌ ممن له صورة حسنة أو مال أو جاه أو رياسة في الدنيا قلبه خراباً من التقوى ، ويكون من ليس له شيء من ذلك قلبُه مملوءاً من التقوى، فيكون أكرم عند الله عز وجل ، بل ذلك هو الأكثر وقوعاً "

Dan dari sana, bisa jadi seseorang yang memiliki paras yang elok dan harta melimpah, memiliki kedudukan, pangkat, di dunia akan tetapi hatinya busuk, dan sebaliknya jika seseorang tidak memiliki apapun akan tetapi hatinya dipenuhi oleh takwa, maka ia lebih mulia disisi Allah Ta'ala dan ini biasa yang sering terjadi ".

Takwa memiliki buah dan faedah di dunia dan akhirat, diantaranya :

* Mendapatkan ilmu yang bermanfaat, sebagaimana firman Allah Ta'ala,

: { وَاتَّقُوا اللَّهَ وَيُعَلِّمُكُمُ اللَّهُ } [البقرة: 282]،

" Bertakwalah kepadaAllah Ta'ala dan niscaya Dia akan memberikan ilmu kepadamu ".

وقال سبحانه: { إِنْ تَتَّقُوا اللَّهَ يَجْعَلْ لَكُمْ فُرْقَانًا } [الأنفال: 29].

" Jika sekiranya engkau bertakwa kepada Allah niscaya akan memberikan kepada mu Furqon ".

* Diantara faedah dari bertakwa adalah mendapatkan kemudahan dan jalan keluar dan limpahan rizki yang tidak disangka sangka.

قال تعالى: { وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا [2] وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ } [الطلاق:2-3] .

" Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya akan diberikan jalan keluar. Dan diberikan rizki dari sisi yang tidak disangka sangka ".

* Diantara faedah dari bertakwa dalam urusan akhirat adalah mendapatkan keberuntungan dengan masuk ke dalam surga dan tempat yang tinggi di sisi Allah Ta'ala.

قال تعالى: { إِنَّ لِلْمُتَّقِينَ عِنْدَ رَبِّهِمْ جَنَّاتِ النَّعِيمِ } [القلم:34] ،

" Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa mereka disisi Allah mendapatkan surga yang penuh dengan kenikmatan ".

* Diantara faedah yang paling agung adalah mendapatkan kesempatan untuk berjumpa dan melihat Allah Ta'ala.

إِنَّ ٱلْمُتَّقِينَ فِى جَنَّٰتٍ وَنَهَرٍ ﴿٥٤﴾  فِى مَقْعَدِ صِدْقٍ عِندَ مَلِيكٍ مُّقْتَدِرٍۭ ﴿٥٥﴾

"  Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu di dalam taman-taman dan sungai-sungai "."Di tempat yang disenangi di sisi Tuhan Yang Berkuasa." (Q.S.54: Al Qomar : 55)

Marilah kita memohon kepada Allah Ta'ala Dzat Penguasa Arsy Adhim, dimana kita sedang berada di bulan ramadan yang penuh berkah agar kita diberikan ketakwaan dalam hati hati kita yang menjadi bekal bagi kita di dunia ini dan kelak di akhirat. 

Sabtu, 27 Juni 2015

MENTADABURI DAN MENGAMALKAN AL QUR'AN

As-Syaikh Prof DR Abdurrozak Al-Badr hafidhohullahu Ta'ala.

Alhamdulillah, was sholaatu was salaamu ala Rosulillah, wa ba'du :

Allah Ta'ala berfirman, 

شَهْرُ رَمَضَانَ ٱلَّذِىٓ أُنزِلَ فِيهِ ٱلْقُرْءَانُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَٰتٍ مِّنَ ٱلْهُدَىٰ وَٱلْفُرْقَانِ ۚ

" (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). (Q.S.2 Al-Baqorah :185)

Allah Ta'ala berfirman,

كِتَٰبٌ أَنزَلْنَٰهُ إِلَيْكَ مُبَٰرَكٌ لِّيَدَّبَّرُوٓا۟ ءَايَٰتِهِۦ وَلِيَتَذَكَّرَ أُو۟لُوا۟ ٱلْأَلْبَٰبِ

"  Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran." (Q.S.38 Saad : 29)

Sesungguhnya membaca Al-Qur'an dan mentadaburi nya merupakan sebab terbesar untuk mendapatkan hidayah, yaitu hidayah menuju ke jalan yang lurus, dari perbuatan yang saleh dan mencegah dari perbuatan yang mungkar, yang selanjutnya akan memenuhi hati dengan keimanan dan makrifat kepada Allah Ta'ala, mendorong untuk meraih keberuntungan akhirat tempat yang kekal abadi dan memperingatkan dari kesengsaraan jurang api neraka, dan didalam kandungan isi Al-Qur'an terdapat banyak ibroh dan pelajaran serta permisalan bagi umat zaman dahulu, dan tidak akan dapat mengambil pelajaran dari nya kecuali orang-orang yang berakal lagi cerdas.
Membaca Al-Qur'an jika dilakukan secara tadabur dan merenungkan niscaya akan menjadikan diri seseorang untuk menerima dan menaati perintah Allah Ta'ala dan Rasul-Nya shallallahu alaihi wa sallam, mengagungkan Allah, mengesakan Nya, menjalankan sholat, zakat, haji yang wajib, puasa di bulan yang wajib, serta segala kewajiban kewajiban dan perkara sunnah dan senantiasa berlomba-lomba dalam kebijakan untuk meraih ridho Allah Ta'ala .

Allah Ta'ala berfirman,

إِنَّ هَٰذَا ٱلْقُرْءَانَ يَهْدِى لِلَّتِى هِىَ أَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ ٱلْمُؤْمِنِينَ ٱلَّذِينَ يَعْمَلُونَ ٱلصَّٰلِحَٰتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا كَبِيرًا

" Sesungguhnya Al Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu'min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar," (Q.S.17 Al Isra ' : 9)

Allah Ta'ala berfirman,

إِنَّ ٱلَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَٰبَ ٱللَّهِ وَأَقَامُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَأَنفَقُوا۟ مِمَّا رَزَقْنَٰهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجَٰرَةً لَّن تَبُورَ ﴿٢٩﴾
لِيُوَفِّيَهُمْ أُجُورَهُمْ وَيَزِيدَهُم مِّن فَضْلِهِۦٓ ۚ إِنَّهُۥ غَفُورٌ شَكُورٌ ﴿٣٠﴾

" Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi ". " Agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri." (Q.S.35 Fa'thir : 29-30 )

Tilawah dan mentadaburi Al-Qur'an serta mengamalkan nya merupakan kewajiban setiap mukmin dan sifat-sifat dari kekasih Allah Ta'ala, serta merupakan jalan hidayah hamba yang dekat dengan Nya, dan sebaliknya, meninggalkan tilawah, tadabur, tafakur ayat ayat Al-Qur'an merupakan jalan kesesatan, jalan orang-orang yang bermaksiat dan orang-orang yang sombong.

Allah Ta'ala berfirman dalam rangka mengingkari mereka dengan firman Nya,

أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ ٱلْقُرْءَانَ أَمْ عَلَىٰ قُلُوبٍ أَقْفَالُهَآ

" Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran ataukah hati mereka terkunci?" (Q.S.47 Muhammad : 24)

Allah Ta'ala berfirman,

أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ ٱلْقُرْءَانَ ۚ وَلَوْ كَانَ مِنْ عِندِ غَيْرِ ٱللَّهِ لَوَجَدُوا۟ فِيهِ ٱخْتِلَٰفًا كَثِيرًا

" Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran? Kalau kiranya Al Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya." (Q.S.4 An-Nisaa : 82)

Allah Ta'ala berfirman,

قَدْ كَانَتْ ءَايَٰتِى تُتْلَىٰ عَلَيْكُمْ فَكُنتُمْ عَلَىٰٓ أَعْقَٰبِكُمْ تَنكِصُونَ ﴿٦٦﴾
مُسْتَكْبِرِينَ بِهِۦ سَٰمِرًا تَهْجُرُونَ ﴿٦٧﴾
أَفَلَمْ يَدَّبَّرُوا۟ ٱلْقَوْلَ أَمْ جَآءَهُم مَّا لَمْ يَأْتِ ءَابَآءَهُمُ ٱلْأَوَّلِينَ ﴿٦٨﴾

" Sesungguhnya ayat-ayat-Ku (Al Quran) selalu dibacakan kepada kamu sekalian, maka kamu selalu berpaling ke belakang," " Dengan menyombongkan diri terhadap Al Quran itu dan mengucapkan perkataan-perkataan keji terhadapnya di waktu kamu bercakap-cakap di malam hari." "Maka apakah mereka tidak memperhatikan perkataan (Kami), atau apakah telah datang kepada mereka apa yang tidak pernah datang kepada nenek moyang mereka dahulu?"
(Q.S.23 Mukminun : 66-68)

Maksud ayat diatas, bahwasanya mentadaburi Al-Qur'an akan menjadikan mereka beriman dan mencegah dari kekufuran dan kemaksiyatan, dan menunjukkan kepada jalan kebenaran dan kemuliaan.

Allah Ta'ala berfirman,

ٱللَّهُ نَزَّلَ أَحْسَنَ ٱلْحَدِيثِ كِتَٰبًا مُّتَشَٰبِهًا مَّثَانِىَ تَقْشَعِرُّ مِنْهُ جُلُودُ ٱلَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ ثُمَّ تَلِينُ جُلُودُهُمْ وَقُلُوبُهُمْ إِلَىٰ ذِكْرِ ٱللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ هُدَى ٱللَّهِ يَهْدِى بِهِۦ مَن يَشَآءُ ۚ وَمَن يُضْلِلِ ٱللَّهُ فَمَا لَهُۥ مِنْ هَادٍ

" Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al Quran yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, niscaya tak ada baginya seorang pemimpinpun. " (Q.S.39 Azzumar :23)

Allah Ta'ala berfirman mengisahkan keadaan orang saleh dari ahli kitab tatkala dibacakan kepada mereka Al-Qur'an diantara mereka sujud dan beriman,

قُلْ ءَامِنُوا۟ بِهِۦٓ أَوْ لَا تُؤْمِنُوٓا۟ ۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ مِن قَبْلِهِۦٓ إِذَا يُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ يَخِرُّونَ لِلْأَذْقَانِ سُجَّدًا ﴿١٠٧﴾
وَيَقُولُونَ سُبْحَٰنَ رَبِّنَآ إِن كَانَ وَعْدُ رَبِّنَا لَمَفْعُولًا ﴿١٠٨﴾
وَيَخِرُّونَ لِلْأَذْقَانِ يَبْكُونَ وَيَزِيدُهُمْ خُشُوعًا ۩ ﴿١٠٩﴾

"  Katakanlah: "Berimanlah kamu kepadanya atau tidak usah beriman (sama saja bagi Allah). Sesungguhnya orang-orang yang diberi pengetahuan sebelumnya apabila Al Quran dibacakan kepada mereka, mereka menyungkur atas muka mereka sambil bersujud." " Dan mereka berkata: "Maha Suci Tuhan kami, sesungguhnya janji Tuhan kami pasti dipenuhi"." Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyu'." (Q.S.17 Al Isra ' :107-109)

Dan Allah Ta'ala telah memperingatkan dari  sikap berpaling dari Al-Qur'an dengan peringatan yang keras dan akan menanggung segala beban kelak hari kiamat.

Allah Ta'ala berfirman,

كَذَٰلِكَ نَقُصُّ عَلَيْكَ مِنْ أَنۢبَآءِ مَا قَدْ سَبَقَ ۚ وَقَدْ ءَاتَيْنَٰكَ مِن لَّدُنَّا ذِكْرًا ﴿٩٩﴾
مَّنْ أَعْرَضَ عَنْهُ فَإِنَّهُۥ يَحْمِلُ يَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ وِزْرًا ﴿١٠٠﴾
خَٰلِدِينَ فِيهِ ۖ وَسَآءَ لَهُمْ يَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ حِمْلًا ﴿١٠١﴾

"  Demikianlah kami kisahkan kepadamu (Muhammad) sebagian kisah umat yang telah lalu, dan sesungguhnya telah Kami berikan kepadamu dari sisi Kami suatu peringatan (Al Quran)." "Barangsiapa berpaling dari pada Al qur'an maka sesungguhnya ia akan memikul dosa yang besar di hari kiamat," " mereka kekal di dalam keadaan itu. Dan amat buruklah dosa itu sebagai beban bagi mereka di hari kiamat ".(Q.S.20 Tahaa :99-101)

Jika Al-Qur'an merupakan dzikra bagi Nabi shallallahu alaihi wa sallam dan pengikut nya, maka wajib bagi kita umat islam untuk tunduk dan patuh dan mengikuti petunjuk siroth Al-Mustakim dan kita mengambil ilmu dan pelajaran sehingga menggapai kebaikan dan kebahagiaan di dunia ini dan terbebas dari kesengsaraan yang kekal abadi di dunia dan akhirat.

Allah Ta'ala berfirman,

ٌّ ۖ فَإِمَّا يَأْتِيَنَّكُم مِّنِّى هُدًى فَمَنِ ٱتَّبَعَ هُدَاىَ فَلَا يَضِلُّ وَلَا يَشْقَىٰ ﴿١٢٣﴾
وَمَنْ أَعْرَضَ عَن ذِكْرِى فَإِنَّ لَهُۥ مَعِيشَةً ضَنكًا وَنَحْشُرُهُۥ يَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ أَعْمَىٰ ﴿١٢٤﴾
قَالَ رَبِّ لِمَ حَشَرْتَنِىٓ أَعْمَىٰ وَقَدْ كُنتُ بَصِيرًا ﴿١٢٥﴾
قَالَ كَذَٰلِكَ أَتَتْكَ ءَايَٰتُنَا فَنَسِيتَهَا ۖ وَكَذَٰلِكَ ٱلْيَوْمَ تُنسَىٰ ﴿١٢٦﴾

" Maka jika datang kepadamu petunjuk daripada-Ku, lalu barangsiapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka." "Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta". " Berkatalah ia: "Ya Tuhanku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta, padahal aku dahulunya adalah seorang yang melihat?" " Allah berfirman: "Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, maka kamu melupakannya, dan begitu (pula) pada hari ini kamupun dilupakan"." (Q.S.20 Tahaa :123-126)

Maka sepantasnya bagi seorang mukmin agar memberikan perhatian yang besar terhadap Al-Qur'an dengan membaca, tilawah, tadabur dan merenungkan kandungan isi nya serta mengambil pelajaran, terlebih di bulan ramadan yang merupakan bulan khusus untuk mengagungkan Al-Qur'an .

Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata,

((فلا شيء أنفع للقلب من قراءة القرآن بالتدبر والتفكر فإنه جامعٌ لجميع منازل السائرين وأحوال العاملين ومقامات العارفين، وهو الذي يورث المحبة والشوق والخوف والرجاء والإنابة والتوكل والرضا والتفويض والشكر والصبر وسائر الأحوال التي بها حياة القلب وكماله ، وكذلك يزجر عن جميع الصفات والأفعال المذمومة التي بها فساد القلب وهلاكه ، فلو علم الناس ما في قراءة القرآن بالتدبر لاشتغلوا بها عن كل ما سواها ، فإذا قرأه بتفكر حتى مر بآية وهو محتاج إليها في شفاء قلبه كررها ولو مائة مرة ولو ليلة ، فقراءة آية بتفكر وتفهم خير من قراءة ختمةٍ بغير تدبر وتفهم ، وأنفع للقلب وأدعى إلى حصول الإيمان وذوق حلاوة القرآن))

" Tiada yang lebih bermanfaat bagi hati seorang hamba dari tilawah Al-Qur'an dengan tadabur dan tafakur, sesungguhnya perkara ini merupakan kedudukan yang tinggi dari seluruh kedudukan dan maqom Al-A'rifiin, dan ini yang mendatangkan mahabbah, kecintaan, khouf, roja' , inabah, tawakal, ridho, syukur, sabar, dan seluruh keadaan yang dengan nya menghidupkan hati dan demikian pula mencegah dari segala perangai dan perbuatan tercela yang akan mendatangkan kebinasaan, sekiranya manusia mengetahui bahwasanya tilawah Al-Qur'an dengan tadabur akan menyibukkan dari perkara lain nya, dan membaca dengan tafakur satu ayat satu ayat dan ini sangat dibutuhkan untuk mengobati penyakit hati, walaupun diulang ulang, walaupun seratus ayat, walaupun semalam, dan membaca dengan tafakur dan di fahami lebih baik dan utama dari pada tilawah tanpa tafakur, dan ini lebih bermanfaat untuk hati dan lebih mendatangkan iman dan merasakan manisnya Al-Qur'an  ".

Ungkapan rahimahullah ini menunjukkan atas besar dan agungnya faedah dari membaca Al-Qur'an dengan penuh tadabur, yang membawa dampak dan pengaruh yang sangat luar biasa, dan demikian itu ia tergolong menjadi orang yang diberikan ilmu dan iman yang kokoh, dan ini merupakan tujuan dari diturunkan nya Al-Qur'an, dan berkata syaikhul islam Ibnu Taimiyah rahimahullah,

((وَالْمَطْلُوبُ مِنْ الْقُرْآنِ هُوَ فَهْمُ مَعَانِيهِ وَالْعَمَلُ بِهِ ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ هَذِهِ هِمَّةَ حَافِظِهِ لَمْ يَكُنْ مِنْ أَهْلِ الْعِلْمِ وَالدِّينِ))

" Dan tujuan dari membaca Al-Qur'an adalah memahami makna dan beramal dengan nya, jika ini tidak menjadi tujuan dalam tilawah nya, sungguh ia tidak tergolong ahli ilmu dan agama ".

اللهم اجعل القرآن الكريم ربيع قلوبنا ونور صدورنا وجلاء أحزاننا وذهاب همومنا وغمومنا ، وعلِّمْنا منه ما جهلنا وانفعنا بما علَّمْتنا ، وارزقنا حسن تلاوته وتدبره ووفقنا للعمل به واتباع أمره واجتناب نهيه ، وارفع به درجاتنا يوم العرض عليك ، وأعذنا اللهم من الغفلة والإعراض عنه.

Jumat, 26 Juni 2015

KESALAHAN YANG TERJADI DI BULAN RAMADHAN

Alhamdulillah, was sholaatu was salaamu ala Rosulillah, wa ba'du :

Umat islam di seluruh penjuru dunia sedang menjalani ibadah yang agung yang menjadi syiar agama islam yang telah diperintahkan oleh Allah Ta'ala dalam firman Nya;

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

" Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,"
(Q.S.2 Al-Baqorah : 183)

Akan tetapi disana dijumpai beberapa perkara yang wajib diperhatikan agar tidak terjerumus dalam kesalahan sehingga dapat mengurangi pahala ibadah puasa, demikian pula dalam rangka nasihat, sebagaimana Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

رب صائم ليس له من صيامه إلا الجوع  ورب قائم ليس له من قيامه إلا السهر

" Bisa jadi bagi mereka yang berpuasa tidak mendapatkan suatu pahala kecuali hanya kelaparan, dan bisa jadi bagi mereka yang menunaikan sholat malam tidak mendapatkan suatu pahala kecuali hanya begadang  ". (HR. Ibnu Majah)

Dalam hadist diatas Nabi shallallahu alaihi wa sallam menjelaskan bahwa sekelompok manusia yang menjalankan ibadah puasa bulan ramadan akan tetapi ia tidak meraih pahala puasa disisi Allah Ta'ala, akan tetapi sekedar haus dan dahaga serta rasa lapar, hal ini dikarenakan anggota badan nya tidak berpuasa dari perbuatan yang dilarang oleh Allah Ta'ala dan Rasul-Nya, seperti mata memandang sesuatu yang diharamkan syariat, telinga mendengarkan sesuatu yang dilarang agama, sedangkan lisannya senantiasa berbicara dengan kemurkaan Allah Ta'ala.

Adapun kelompok lainnya adalah orang-orang yang menunaikan sholat malam yang mana pahala ini sangat besar, akan tetapi ia tidak meraih pahala disisi Allah Ta'ala, bisa jadi dikarenakan ia tidak ikhlas atau mengerjakan ibadah tidak sesuai tuntunan yang diajarkan oleh Nabi shallallahu alaihi wa sallam.

Diantara kesalahan yang terjadi bagi orang yang menuaikan ibadah puasa adalah menunda sholat dari waktu yang telah ditentukan oleh syariat, sebagaimana dijumpai sebagian orang tatkala setelah makan sahur mereka tidur dan tidak bangun untuk menunaikan sholat subuh kecuali setelah terbit matahari, sebagian lainnya tidur setelah dhuhur dan tidak bangun kecuali menjelang magrib dan terlewatkan sholat asar dari waktu yang telah ditentukan.

Allah Ta'ala berfirman,

فَإِذَا قَضَيْتُمُ ٱلصَّلَوٰةَ فَٱذْكُرُوا۟ ٱللَّهَ قِيَٰمًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِكُمْ ۚ فَإِذَا ٱطْمَأْنَنتُمْ فَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ ۚ إِنَّ ٱلصَّلَوٰةَ كَانَتْ عَلَى ٱلْمُؤْمِنِينَ كِتَٰبًا مَّوْقُوتًا

" Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman." (Q.S.4 An-Nisaa :103)

Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

من ترك صلاة العصر فقد حبط عمله

" Barangsiapa yang meninggalkan sholat asar, sungguh telah gugur amalan nya ". (HR Al-Bukhari)

Diantara kesalahan yang terjadi di saat bulan ramadan adalah tidak menuaikan sholat lima waktu ber jamah di masjid-masjid.

Allah Ta'ala berfirman memberikan syariat tentang sholat ber jamah tatkala terjadi peperangan,

وَإِذَا كُنتَ فِيهِمْ فَأَقَمْتَ لَهُمُ ٱلصَّلَوٰةَ فَلْتَقُمْ طَآئِفَةٌ مِّنْهُم مَّعَكَ وَلْيَأْخُذُوٓا۟ أَسْلِحَتَهُمْ فَإِذَا سَجَدُوا۟ فَلْيَكُونُوا۟ مِن وَرَآئِكُمْ وَلْتَأْتِ طَآئِفَةٌ أُخْرَىٰ لَمْ يُصَلُّوا۟ فَلْيُصَلُّوا۟ مَعَكَ وَلْيَأْخُذُوا۟ حِذْرَهُمْ وَأَسْلِحَتَهُمْ ۗ وَدَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ لَوْ تَغْفُلُونَ عَنْ أَسْلِحَتِكُمْ وَأَمْتِعَتِكُمْ فَيَمِيلُونَ عَلَيْكُم مَّيْلَةً وَٰحِدَةً ۚ وَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ إِن كَانَ بِكُمْ أَذًى مِّن مَّطَرٍ أَوْ كُنتُم مَّرْضَىٰٓ أَن تَضَعُوٓا۟ أَسْلِحَتَكُمْ ۖ وَخُذُوا۟ حِذْرَكُمْ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ أَعَدَّ لِلْكَٰفِرِينَ عَذَابًا مُّهِينًا

" Dan apabila kamu berada di tengah-tengah mereka (sahabatmu) lalu kamu hendak mendirikan shalat bersama-sama mereka, maka hendaklah segolongan dari mereka berdiri (shalat) besertamu dan menyandang senjata, kemudian apabila mereka (yang shalat besertamu) sujud (telah menyempurnakan serakaat), maka hendaklah mereka pindah dari belakangmu (untuk menghadapi musuh) dan hendaklah datang golongan yang kedua yang belum bersembahyang, lalu bersembahyanglah mereka denganmu], dan hendaklah mereka bersiap siaga dan menyandang senjata. Orang-orang kafir ingin supaya kamu lengah terhadap senjatamu dan harta bendamu, lalu mereka menyerbu kamu dengan sekaligus. Dan tidak ada dosa atasmu meletakkan senjata-senjatamu, jika kamu mendapat sesuatu kesusahan karena hujan atau karena kamu memang sakit; dan siap siagalah kamu. Sesungguhnya Allah telah menyediakan azab yang menghinakan bagi orang-orang kafir itu."
(Q.S.4 An-Nisaa :102)

Ini merupakan syariat sholat ber jamah tatkala terjadi pertempuran dalam perang melawan musuh, bagaimana jika kondisi nya aman. ...?!?

Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ أَثْقَلَ صَلَاةٍ عَلَى الْمُنَافِقِينَ صَلَاةُ الْعِشَاءِ وَصَلَاةُ الْفَجْرِ وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِيهِمَا لَأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا وَلَقَدْ هَمَمْتُ أَنْ آمُرَ بِالصَّلَاةِ فَتُقَامَ ثُمَّ آمُرَ رَجُلًا فَيُصَلِّيَ بِالنَّاسِ ثُمَّ أَنْطَلِقَ مَعِي بِرِجَالٍ مَعَهُمْ حُزَمٌ مِنْ حَطَبٍ إِلَى قَوْمٍ لَا يَشْهَدُونَ الصَّلَاةَ فَأُحَرِّقَ عَلَيْهِمْ بُيُوتَهُمْ بِالنَّارِ

“Shalat yang dirasakan paling berat bagi orang-orang munafik adalah shalat isya dan shalat subuh. Sekiranya mereka mengetahui keutamaannya, niscaya mereka akan mendatanginya sekalipun dengan merangkak. Sungguh aku berkeinginan untuk menyuruh seseorang sehingga shalat didirikan, kemudian kusuruh seseorang mengimami manusia, lalu aku bersama beberapa orang membawa kayu bakar mendatangi suatu kaum yang tidak menghadiri shalat, lantas aku bakar rumah-rumah mereka.” ( HR Al-Bukhary dan Muslim )

Ibnu Mundzir rahimahullah berkata,

وفي اهتمامه بأن يحرق على قوم تخلفوا عن الصلاة بيوتهم أبين البيان على وجوب فرض الجماعة

“keinginan beliau (membakar rumah) orang yang tidak ikut shalat berjamaah di masjid merupakan dalil yang sangat jelas akan wajib ainnya shalat berjamaah di masjid”.

Tatkala seseorang tidak shalat berjamaah di masjid di anggap “munafik” oleh para sahabat.

Dari Abdullah bin Mas’ud radhiallahu anhu dia berkata:

وَلَقَدْ رَأَيْتُنَا وَمَا يَتَخَلَّفُ عَنْهَا إِلَّا مُنَافِقٌ مَعْلُومُ النِّفَاقِ وَلَقَدْ كَانَ الرَّجُلُ يُؤْتَى بِهِ يُهَادَى بَيْنَ الرَّجُلَيْنِ حَتَّى يُقَامَ فِي الصَّفِّ

“Menurut pendapat kami (para sahabat), tidaklah seseorang itu tidak hadir shalat jamaah, melainkan dia seorang munafik yang sudah jelas kemunafikannya. Sungguh dahulu seseorang dari kami harus dipapah di antara dua orang hingga diberdirikan si shaff (barisan) shalat yang ada.”

Diantara kesalahan yang terjadi tatkala bulan ramadan adalah melakukan begadang di malam hari bukan untuk melakukan sesuatu ibadah akan tetapi untuk urusan duniawi bahkan untuk perkara yang tidak penting seperti menonton televisi dan semisalnya .

Diantara kesalahan yang terjadi bagi orang yang menuaikan ibadah puasa, mereka pada malam hari merokok, sebagaimana dirinya mampu menahan dari merokok di siang hari maka hendaklah ia meninggalkan juga di malam hari, karena bulan ramadan merupakan momen yang tepat untuk berlepas diri dari merokok yang ini merupakan perbuatan yang dilarang agama dikarenakan rokok termasuk khoba'its atau sesuatu yang keji dan buruk yang haram.

Allah Ta'ala berfirman,

ٱلَّذِينَ يَتَّبِعُونَ ٱلرَّسُولَ ٱلنَّبِىَّ ٱلْأُمِّىَّ ٱلَّذِى يَجِدُونَهُۥ مَكْتُوبًا عِندَهُمْ فِى ٱلتَّوْرَىٰةِ وَٱلْإِنجِيلِ يَأْمُرُهُم بِٱلْمَعْرُوفِ وَيَنْهَىٰهُمْ عَنِ ٱلْمُنكَرِ وَيُحِلُّ لَهُمُ ٱلطَّيِّبَٰتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ ٱلْخَبَٰٓئِثَ وَيَضَعُ عَنْهُمْ إِصْرَهُمْ وَٱلْأَغْلَٰلَ ٱلَّتِى كَانَتْ عَلَيْهِمْ ۚ فَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ بِهِۦ وَعَزَّرُوهُ وَنَصَرُوهُ وَٱتَّبَعُوا۟ ٱلنُّورَ ٱلَّذِىٓ أُنزِلَ مَعَهُۥٓ ۙ أُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ

" (Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma'ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya. memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Quran), mereka itulah orang-orang yang beruntung." (Q.S.7 Al-A'raaf :157)

Diantara kesalahan yang terjadi pada bulan ramadan adalah berkata kata dengan kebohongan, kebodohan dan berucap kotor.

Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

من لم يدع قول الزور والعمل به  فليس لله حاجة في أن يدع طعامه و شرابه

" Barangsiapa yang tidak mampu untuk meninggalkan ucapan dusta dan berbuat dusta, maka Allah Ta'ala tidak merasa butuh dari ibadah orang tersebut yang sekedar meninggalkan makan dan minumnya ".

Semoga ulasan ini bermanfaat bagi kita semua dan semoga Allah Ta'ala memberikan taufik dan hidayah agar kita meraih ampunan dari segala dosa - dosa dan digolongkan sebagai hamba yang dibebaskan dari api neraka serta masuk ke dalam surga Nya.

Kamis, 25 Juni 2015

KEUTAMAAN DZIKIR

Alhamdulillah, was sholaatu was salaamu ala Rosulillah, wa ba'du :

Telah diriwayatkan oleh Al-Imam Ahmad dan At-Thobrony dari hadist Sahl ibnu Mu'adz ibnu Anas Al-Juhany dari ayahnya dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

أَنَّ رَجُلًا سَأَلَهُ فَقَالَ أَيُّ الْمُجَاهِدِينَ أَعْظَمُ أَجْرًا يَا رَسُولُ اللَّه ؟ قَالَ أَكْثَرُهُمْ لِلَّهِ تَعَالَى ذِكْرًا ، قَالَ فَأَيُّ الصَّائِمِينَ أَعْظَمُ أَجْرًا ؟ قَالَ أَكْثَرُهُمْ لِلَّهِ ذِكْرًا ، ثُمَّ ذَكَرَ لَهُ الصَّلَاةَ وَالزَّكَاةَ وَالْحَجَّ وَالصَّدَقَةَ كُلُّ ذَلِكَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ : أَكْثَرُهُمْ لِلَّهِ ذِكْرًا ، فَقَالَ أَبُو بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ لِعُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ : ذَهَبَ الذَّاكِرُونَ بِكُلِّ خَيْرٍ !! ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : أَجَلْ

" Bahwasanya seseorang bertanya kepada Rosulillah shallallahu alaihi wa sallam tentang mujahid yang paling banyak mendapatkan pahala, maka Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, " Mujahid yang paling banyak berdzikir kepada Allah Ta'ala ". Kemudian seseorang tersebut bertanya tentang orang-orang puasa yang paling banyak mendapatkan pahala, maka dijawab, " Orang yang berpuasa yang paling banyak berdzikir kepada Allah Ta'ala ". Dan ditanyakan pula tentang orang yang mengerjakan sholat, zakat, haji, sedekah yang paling banyak mendapatkan pahala, dan semuanya dijawab, " Mereka yang paling banyak berdzikir kepada Allah Ta'ala ". Maka sahabat Abu Bakar radhiyallahu anhu berkata kepada sahabat Umar, " Orang-orang yang rajin berdzikir kepada Allah Ta'ala telah mendapatkan kebaikan yang sangat banyak sekali ". Kemudian Rosulillah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, " Iya benar ".

Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata, "  Sesungguhnya orang yang paling afdal dari segala amalan adalah mereka yang paling banyak berdzikir kepada Allah Ta'ala, seperti halnya orang yang berpuasa yang paling utama diantara mereka adalah yang paling banyak berdzikir kepada Allah Ta'ala, demikian pula seorang yang bersedekah yang paling utama adalah yang paling banyak berdzikir kepada Allah Ta'ala, dan mereka yang menunaikan ibadah haji, yang paling agung diantara mereka adalah yang paling banyak berdzikir kepada Allah Ta'ala, demikian seluruh amalan manusia ".

Allah Ta'ala tidak memerintahkan untuk memperbanyak suatu ibadah kecuali disana dijumpai banyak faedah dan hikmah yang besar dan luar biasa, demikian pula dalam ibadah berdzikir kepada Allah Ta'ala memiliki banyak kelebihan dan faedah yang tidak terhitung, dan pada kesempatan ini kita sebutkan beberapa keutamaan berdzikir agar memberikan semangat bagi orang yang menuaikan puasa, diantaranya sebagai berikut :

* Diantara nya adalah membentengi diri dari gangguan setan dan mengusir nya. Allah Ta'ala berfirman menerangkan keadaan orang yang lalai dari berdzikir dalam firman Nya,

وَمَن يَعْشُ عَن ذِكْرِ ٱلرَّحْمَٰنِ نُقَيِّضْ لَهُۥ شَيْطَٰنًا فَهُوَ لَهُۥ قَرِينٌ

" Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (Al Quran), kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkan) maka syaitan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya." (Q.S.43 Az-Zhukhruf :36)

Adapun orang yang mukmin tatkala diganggu oleh setan maka ia segera berdzikir kepada Allah Ta'ala, sebagaimana firman Allah Ta'ala,

إِنَّ ٱلَّذِينَ ٱتَّقَوْا۟ إِذَا مَسَّهُمْ طَٰٓئِفٌ مِّنَ ٱلشَّيْطَٰنِ تَذَكَّرُوا۟ فَإِذَا هُم مُّبْصِرُونَ

" Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari syaitan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya." (Q.S.7 Al-A'raaf :201)

Telah tetap riwayat yang sah tentang wasiat Yahya ibnu Zakaria kepada orang-orang bani Israel dengan sabdanya,

وَآمُرُكُمْ أَنْ تَذْكُرُوا اللَّهَ ، فَإِنَّ مَثَلَ ذَلِكَ كَمَثَلِ رَجُلٍ خَرَجَ الْعَدُوُّ فِي أَثَرِهِ سِرَاعًا حَتَّى إِذَا أَتَى عَلَى حِصْنٍ حَصِينٍ فَأَحْرَزَ نَفْسَهُ مِنْهُمْ ؛ كَذَلِكَ الْعَبْدُ لَا يُحْرِزُ نَفْسَهُ مِنْ الشَّيْطَانِ إِلَّا بِذِكْرِ اللَّهِ

" Aku memerintahkan kalian agar berdzikir kepada Allah Ta'ala, sesungguhnya perumpamaan orang yang berdzikir sebagai halnya seseorang yang bepergian kemudian ia diikuti oleh musuh hingga tatkala dijumpai suatu benteng yang kokoh ia segera masuk kedalam benteng tersebut untuk menjaga diri dari para musuh, demikian pula seorang hamba tidak akan terlepas dari gangguan setan kecuali dengan berdzikir kepada Allah Ta'ala " . (HR. At-Tirmidzy )

* Diantara faedah dari berdzikir kepada Allah Ta'ala adalah mendatangkan ketenteraman dan ketenangan jiwa dan hatinya, sebagaimana firman Allah Ta'ala,

ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ ٱللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ ٱللَّهِ تَطْمَئِنُّ ٱلْقُلُوبُ

" (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram." (Q.S.13 Ar-Ra'du :28)

Sepantasnya hati seseorang mukmin dan seyogyanya agar tidak merasa tenang kecuali hanya dengan berdzikir dan mengingat Allah Ta'ala, bukan dengan selainnya.

Dzikir merupakan makanan dan kehidupan hati, sebagaimana dikatakan oleh Imam Ibnu Taimiyah rahimahullah,

الذكر للقلب مثل الماء للسمك، فكيف يكون حال السمك إذا فارق الماء!!

"Dzikir untuk hati manusia ibarat air bagi sebuah ikan, bagaimana keadaan ikan jika ia terpisah dari air yang menjadi habitatnya !! "

* Diantara faedah dari berdzikir kepada Allah Ta'ala adalah mendapatkan penjagaan dan perlindungan dari Allah Ta'ala dan Allah senantiasa mengingat nya.

Allah Ta'ala berfirman,

فَٱذْكُرُونِىٓ أَذْكُرْكُمْ وَٱشْكُرُوا۟ لِى وَلَا تَكْفُرُونِ

" Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku." (Q.S.2 Al-Baqorah : 152 )

* Diantara faedah dari berdzikir kepada Allah Ta'ala adalah menghapuskan dosa dan menyelamatkannya dari adzab, sebagaimana dibawakan dalam Al Musnad, dari sahabat Mu'adz ibnu Jabal radhiyallahu anhuma, dari Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

مَا عَمِلَ آدَمِيٌّ عَمَلًا قَطُّ أَنْجَى لَهُ مِنْ عَذَابِ اللَّهِ مِنْ ذِكْرِ اللَّهِ

" Tiada amalan bagi anak cucu Adam yang lebih menyelamatkan diri dari adzab Allah Ta'ala dari berdzikir kepada Allah Ta'ala " .

* Diantara faedah dari berdzikir kepada Allah Ta'ala adalah mendapatkan pahala dan ganjaran yang sangat besar walaupun amalan tersebut sederhana. Sebagaimana telah tetap dalam Shohihain dari riwayat Abu Hurairah radhiyallahu anhu, dari Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ فِي يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ كَانَتْ لَهُ عَدْلَ عَشْرِ رِقَابٍ ، وَكُتِبَتْ لَهُ مِائَةُ حَسَنَةٍ ، وَمُحِيَتْ عَنْهُ مِائَةُ سَيِّئَةٍ ، وَكَانَتْ لَهُ حِرْزًا مِنْ الشَّيْطَانِ يَوْمَهُ ذَلِكَ حَتَّى يُمْسِيَ ، وَلَمْ يَأْتِ أَحَدٌ بِأَفْضَلَ مِمَّا جَاءَ بِهِ إِلَّا أَحَدٌ عَمِلَ أَكْثَرَ مِنْ ذَلِكَ

" Barangsiapa yang mengucapkan kalimat :

  لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
setiap hari seratus kali maka baginya pahala membebaskan budak sejumlah sepuluh budak, dan ia mendapatkan seratus kebajikan dan dihapus untuk nya seratus dosa dan ia mendapatkan jaminan penjagaan dari setan pada hari tersebut hingga sore dan tiada amalan yang lebih utama dari nya kecuali seseorang yang beramal lebih banyak dari hal itu  ".

* Diantara faedah dari berdzikir kepada Allah Ta'ala, bahwasanya dzikir merupakan tanaman yang ditanamkan didalam surga. Diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzy dari sahabat Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu anhu, dari Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

لَقِيتُ إِبْرَاهِيمَ لَيْلَةَ أُسْرِيَ بِي فَقَالَ يَا مُحَمَّدُ أَقْرِئْ أُمَّتَكَ مِنِّي السَّلَامَ وَأَخْبِرْهُمْ : أَنَّ الْجَنَّةَ طَيِّبَةُ التُّرْبَةِ عَذْبَةُ الْمَاءِ وَأَنَّهَا قِيعَانٌ ، وَأَنَّ غِرَاسَهَا : سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ

" Aku berjumpa dengan Nabi Ibrahim tatkala perjalanan isra' , maka ia berkata, " Wahai Muhammad, sampaikan salam untuk ku kepada umatmu, dan berikan kabar bahwasanya surga memiliki tanah yang sangat subur dan air nya sangat tawar dan didalam nya sangat elok, dan tanaman nya adalah ucapan  :

سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ  "

* Diantara faedah dari berdzikir kepada Allah Ta'ala adalah mendapatkan cahaya yang terang yang senantiasa menerangi kehidupan nya hingga di alam kubur bahkan di akhirat kelak, sebagaimana Allah Ta'ala berfirman,

۞ ٱللَّهُ نُورُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۚ مَثَلُ نُورِهِۦ كَمِشْكَوٰةٍ فِيهَا مِصْبَاحٌ ۖ ٱلْمِصْبَاحُ فِى زُجَاجَةٍ ۖ ٱلزُّجَاجَةُ كَأَنَّهَا كَوْكَبٌ دُرِّىٌّ يُوقَدُ مِن شَجَرَةٍ مُّبَٰرَكَةٍ زَيْتُونَةٍ لَّا شَرْقِيَّةٍ وَلَا غَرْبِيَّةٍ يَكَادُ زَيْتُهَا يُضِىٓءُ وَلَوْ لَمْ تَمْسَسْهُ نَارٌ ۚ نُّورٌ عَلَىٰ نُورٍ ۗ يَهْدِى ٱللَّهُ لِنُورِهِۦ مَن يَشَآءُ ۚ وَيَضْرِبُ ٱللَّهُ ٱلْأَمْثَٰلَ لِلنَّاسِ ۗ وَٱللَّهُ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمٌ ﴿٣٥﴾
فِى بُيُوتٍ أَذِنَ ٱللَّهُ أَن تُرْفَعَ وَيُذْكَرَ فِيهَا ٱسْمُهُۥ يُسَبِّحُ لَهُۥ فِيهَا بِٱلْغُدُوِّ وَٱلْءَاصَالِ ﴿٣٦}
رِجَالٌ لَّا تُلْهِيهِمْ تِجَٰرَةٌ وَلَا بَيْعٌ عَن ذِكْرِ ٱللَّهِ وَإِقَامِ ٱلصَّلَوٰةِ وَإِيتَآءِ ٱلزَّكَوٰةِ ۙ يَخَافُونَ يَوْمًا تَتَقَلَّبُ فِيهِ ٱلْقُلُوبُ وَٱلْأَبْصَٰرُ ﴿٣٧﴾

" Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu." "Bertasbih kepada Allah di masjid-masjid yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya, pada waktu pagi dan waktu". " laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingati Allah, dan (dari) mendirikan sembahyang, dan (dari) membayarkan zakat. Mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang."(Q.S.24 An-Nuur: 35-37)

Sepantasnya bagi seorang mukmin agar menyinari diri dengan cahaya iman kepada Allah Ta'ala dan berdzikir kepada Nya, dan tatkala lalai dan melupakan adalah kegelapan diatas kegelapan, dan keberuntungan serta kebahagiaan adalah mendapatkan cahaya sedang kerugian dan kesengsaraan adalah terharamkan dari cahaya tersebut, oleh karenanya Nabi shallallahu alaihi wa sallam senantiasa meminta dan memohon kepada Allah Ta'ala agar diberikan cahaya di seluruh penjuru anggota badan nya dan seluruh keluarganya terliput dari segala sisi.

* Diantara faedah dari berdzikir kepada Allah Ta'ala adalah mendapatkan doa, sanjungan dan pujian dari Allah Ta'ala dan malaikat, sebagaimana firman Allah Ta'ala,

هُوَ ٱلَّذِى يُصَلِّى عَلَيْكُمْ وَمَلَٰٓئِكَتُهُۥ لِيُخْرِجَكُم مِّنَ ٱلظُّلُمَٰتِ إِلَى ٱلنُّورِ ۚ وَكَانَ بِٱلْمُؤْمِنِينَ رَحِيمًا

" Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman." (Q.S.33 Al-Ahzaab :43)

* Diantara faedah dari berdzikir kepada Allah Ta'ala adalah mengobati penyakit hati dan terbebas dari jeratan kemunafikan. Allah Ta'ala berfirman,

إِنَّ ٱلْمُنَٰفِقِينَ يُخَٰدِعُونَ ٱللَّهَ وَهُوَ خَٰدِعُهُمْ وَإِذَا قَامُوٓا۟ إِلَى ٱلصَّلَوٰةِ قَامُوا۟ كُسَالَىٰ يُرَآءُونَ ٱلنَّاسَ وَلَا يَذْكُرُونَ ٱللَّهَ إِلَّا قَلِيلًا

" Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali." (Q.S.4 An-Nisaa':142)

* Diantara faedah dari berdzikir kepada Allah Ta'ala adalah mendapatkan pahala ketaatan dari anggota badan atau yang bersifat harta benda. Sebagaimana yang telah sah riwayat dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam tatkala didatangi oleh kaum fakir yang mengeluhkan tidak memiliki harta benda yang dapat di sedekahkan sebagai mana yang dilakukan oleh orang-orang kaya, maka Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

أَفَلَا أُعَلِّمُكُمْ شَيْئًا تُدْرِكُونَ بِهِ مَنْ سَبَقَكُمْ وَتَسْبِقُونَ بِهِ مَنْ بَعْدَكُمْ وَلَا يَكُونُ أَحَدٌ أَفْضَلَ مِنْكُمْ إِلَّا مَنْ صَنَعَ مِثْلَ مَا صَنَعْتُمْ ؟ قَالُوا بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ ، قَالَ تُسَبِّحُونَ وَتُكَبِّرُونَ وَتَحْمَدُونَ دُبُرَ كُلِّ صَلَاةٍ ثَلَاثًا وثلاثين مرة

" Maukah kalian aku ajarkan sesuatu yang dapat melampaui amalan mereka yang telah mengungguli kalian dan tidak dapat seorang pun menyamai kalian kecuali mengerjakan seperti yang kalian lakukan ? ", mereka menjawab, iya wahai Rasulullah , Beliau bersabda,  "  Engkau mengucapkan tasbih, tahmid dan takbir tiga puluh tiga kali setiap selesai sholat ".

Diriwayatkan oleh imam At-Tirmidzy dari sahabat Abdullah bin Bisyr radhiyallahu anhu berkata,

أَنَّ رَجُلًا قَالَ : يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ شَرَائِعَ الْإِسْلَامِ قَدْ كَثُرَتْ عَلَيَّ فَأَخْبِرْنِي بِشَيْءٍ أَتَشَبَّثُ بِهِ ؟ قَالَ لَا يَزَالُ لِسَانُكَ رَطْبًا مِنْ ذِكْرِ اللَّهِ

Bahwasanya seseorang datang kepada Nabi shallallahu alaihi wa sallam bertanya, wahai Rasulullah, syariat islam sangat banyak untuk saya kerjakan, tunjukkan kepada ku yang sekiranya aku mampu ber istiqomah dengan nya? , Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "  hendaknya lisanmu senantiasa basah untuk berdzikir kepada Allah Ta'ala ".

Ini sebagian dari keutamaan berdzikir kepada Allah Ta'ala, sekiranya seorang muslim banyak berdzikir kepada Allah terlebih di bulan suci ramadan ini yang merupakan bulan dzikir, bulan tilawah Al-Qur'an, musim ketaatan dan ihsan, semoga Allah Ta'ala menyinari hati hati kita dengan ibadah dzikir dan memberikan taufik untuk dapat menggunakan waktu waktu kita untuk berbuat ketaatan dan menjadikan lisan kita basah untuk berdzikir kepada Allah Ta'ala .