Sabtu, 24 Oktober 2026

SEBAB KEBINASAAN DUNIA DAN AKHIRAT


 Terjemahan Khutbah Masjid Nabawi



Sebab-Sebab Kebinasaan di Dunia dan Akhirat

Khatib: Syekh Husain bin Abdul Aziz Alusy-Syaikh حفظه الله

Tanggal khutbah: 17 Safar 1432 H


 Ringkasan isi khutbah menurut sumber

Syekh Husain bin Abdul Aziz Alusy-Syaikh menyampaikan khutbah Jumat tentang berbagai ujian, fitnah, musibah, dan perpecahan yang menimpa banyak negeri kaum muslimin. Beliau menjelaskan bahwa di antara sebab utama kebinasaan dan datangnya berbagai bencana adalah berpaling dari petunjuk Allah dan Rasul-Nya ﷺ. Keselamatan dapat diraih dengan kembali kepada Al-Qur'an dan Sunnah serta menerapkannya dalam kehidupan, baik oleh para pemimpin maupun rakyat.



Khutbah Pertama

Segala puji bagi Allah Yang Mahatinggi lagi Mahamulia. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, baik di akhirat maupun di dunia. Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, nabi yang terpilih.

Ya Allah, limpahkanlah selawat, salam, dan keberkahan kepada beliau, keluarga beliau, serta para sahabat beliau yang merupakan orang-orang yang taat dan bertakwa.

Amma ba'du.

Wahai kaum muslimin!

Aku berwasiat kepada kalian dan kepada diriku sendiri agar senantiasa bertakwa kepada Allah عز وجل. Barang siapa berpegang teguh pada ketakwaan, niscaya Allah memberinya jalan keluar dari setiap kesempitan, memberikan kemudahan dalam setiap kesulitan, dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.

 Wahai umat Islam!

Umat kita di banyak negeri sedang mengalami berbagai ujian, fitnah, musibah, perpecahan, dan perselisihan yang sangat memprihatinkan. Semua itu membuat orang-orang beriman bersedih.

Ketahuilah, umat Islam pada hari ini, baik para pemimpin maupun rakyat, sangat membutuhkan sesuatu yang dapat memperbaiki keadaan, menghilangkan penderitaan, menyingkap kesusahan, serta mencegah kerusakan, keburukan, dan fitnah yang datang kepada kita dari berbagai arah.

Seruan untuk mencari sebab-sebab perbaikan yang didengar oleh kaum muslimin memang sangat banyak dan beragam. Akan tetapi, sungguh disayangkan, banyak di antaranya tidak bersumber dari solusi yang benar-benar sesuai dengan hakikat persoalan umat ini, padahal umat Islam memiliki karakteristik, prinsip-prinsip dasar, dan landasan yang khas.

Wahai umat Islam!

Wahai para pemimpin kaum muslimin! Wahai masyarakat orang-orang beriman!

Sungguh, telah tiba saatnya bagi kalian untuk memahami dengan baik manhaj yang benar, yang telah dipilihkan oleh Pencipta kalian dan digariskan oleh Nabi kalian ﷺ.

Imam Ahmad meriwayatkan bahwa Nabi ﷺ bersabda:

> “Jibril datang kepadaku, lalu berkata, ‘Wahai Muhammad! Umatmu akan berselisih setelah kepergianmu.’ Aku pun bertanya, ‘Lalu, apakah jalan keluarnya, wahai Jibril?’ Ia menjawab, ‘Kitabullah….’”

Hadis tersebut masih berlanjut.

Dalam riwayat At-Tirmidzi, dari Ali رضي الله عنه, disebutkan bahwa Nabi ﷺ bersabda:

> “Akan terjadi suatu fitnah.”

Ali bertanya, “Apakah jalan keluar darinya, wahai Rasulullah?”

Beliau menjawab:

> “Kitabullah.”

Sebagian ulama menilai bahwa riwayat ini merupakan perkataan Ali رضي الله عنه yang berhenti padanya, bukan sabda Nabi ﷺ.

### Sebab-sebab turunnya musibah kepada umat

Wahai kaum muslimin!

Sesungguhnya sebab utama musibah yang menimpa masyarakat orang-orang beriman adalah menjauh dari ketaatan kepada Allah عز وجل serta tersebarnya berbagai kemaksiatan dan dosa besar, baik yang tersembunyi maupun yang tampak.

Di antara bentuk nyata berpaling dari manhaj Allah adalah ketika banyak masyarakat menjadikan undang-undang buatan manusia sebagai hukum yang diberlakukan, sementara Al-Qur'an dan Sunnah ditinggalkan.

Demikian pula, ketika banyak media massa turut menyebarkan paham ateisme, kemaksiatan, dan berbagai bentuk perilaku tidak bermoral. Ini merupakan contoh nyata berpaling dari jalan yang lurus.

Contoh-contoh penyimpangan dari manhaj Allah عز وجل sangatlah banyak dan tidak terhitung.

Allah سبحانه وتعالى berfirman:

> “Barang siapa menaati Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah akan memasukkannya ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Akan tetapi, barang siapa berpaling, niscaya Allah akan mengazabnya dengan azab yang pedih.”(QS. Al-Fath: 17)

Azab yang disebutkan dalam ayat ini dapat terjadi di dunia maupun di akhirat, sebagai akibat berpaling dari manhaj Allah سبحانه وتعالى.

Allah عز وجل juga berfirman:

> “Musibah apa pun yang menimpa kalian adalah disebabkan oleh perbuatan tangan kalian sendiri, dan Allah memaafkan banyak dari kesalahan-kesalahan kalian.”(QS. Asy-Syura: 30)

Allah سبحانه وتعالى juga berfirman:

> “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan oleh perbuatan tangan manusia. Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari akibat perbuatan mereka, agar mereka kembali ke jalan yang benar.”(QS. Ar-Rum: 41)

Para ahli tafsir menjelaskan bahwa kerusakan yang dimaksud mencakup rusaknya kehidupan dan berkurangnya kesejahteraan, serta datangnya berbagai bencana yang menimpanya, seperti kekeringan, kebakaran, tenggelam, hilangnya keberkahan, bertambahnya berbagai bahaya, naiknya harga-harga, meluasnya kezaliman, serta merebaknya wabah dan penyakit.

### Peringatan Nabi ﷺ terhadap sebab-sebab kebinasaan

Barang siapa memperhatikan Sunnah penghulu para rasul ﷺ, niscaya ia akan mendapati bahwa beliau telah memperingatkan umatnya dari berbagai sebab yang mendatangkan ujian dan musibah.

Imam Al-Bukhari meriwayatkan dari Abu Malik Al-Asy'ari bahwa ia mendengar Nabi ﷺ bersabda:

> \*\*“Sungguh, akan ada dari umatku sejumlah kaum yang menghalalkan zina, sutra, khamar, dan alat-alat musik. Sungguh, akan ada sejumlah kaum yang tinggal di dekat sebuah gunung. Pada sore hari, penggembala membawa ternak kambing mereka kepada mereka. Kemudian, seseorang datang untuk suatu keperluan, lalu mereka berkata, ‘Kembalilah kepada kami besok.’Maka Allah membinasakan mereka pada malam hari, menimpakan gunung itu kepada mereka, dan mengubah sebagian yang lain menjadi kera dan babi hingga hari Kiamat.”\*\*

Makna hadis tersebut adalah bahwa orang-orang yang menghalalkan kemaksiatan-kemaksiatan itu dan yang semisal dengannya diancam dengan dua bentuk hukuman di dunia.

Pertama, sebagian mereka dibinasakan dengan ditimpakannya gunung kepada mereka. Hal ini menjadi isyarat adanya bencana seperti gempa bumi dan sejenisnya.

Kedua, sebagian yang lain diubah menjadi kera dan babi hingga hari Kiamat.

Dalam hadis lain, Nabi ﷺ bersabda:

> “Apabila zina dan riba telah merajalela di suatu negeri, sungguh mereka telah menghalalkan azab Allah menimpa diri mereka sendiri.”

Hadis ini diriwayatkan oleh Al-Hakim. Ia menilainya sahih, dan Adz-Dzahabi menyetujuinya.

### Meninggalkan hukum Allah dan akibatnya

Wahai kaum muslimin!

Dengarkanlah hadis agung ini, yang membahas suatu persoalan yang sangat sulit diatasi oleh dunia. Persoalan tersebut menjadi sebab terjadinya banyak musibah dan kekacauan.

Nabi ﷺ, yang tidak berbicara berdasarkan hawa nafsunya, telah memberitahukan sebab persoalan ini. Hal tersebut berkaitan dengan firman Allah عز وجل:

> “Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberinya jalan keluar, dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya.”(QS. Ath-Thalaq: 2–3)

Nabi ﷺ bersabda:

> “Tidaklah mereka berhukum dengan selain apa yang diturunkan Allah, melainkan kemiskinan akan menyebar di tengah-tengah mereka.”

Hadis ini diriwayatkan oleh Ath-Thabrani dan dinilai sahih karena adanya jalur-jalur pendukungnya.

Lantas, apakah kaum muslimin, baik para pemimpin maupun rakyat, akan mendengarkan hadis ini dengan penuh penerimaan dan kesediaan untuk mengamalkannya?

Apakah mereka akan menjadikannya sebagai landasan untuk meninggalkan undang-undang buatan manusia dan konstitusi yang disusun oleh manusia, kemudian beralih dengan sepenuh hati dan seluruh keadaan mereka untuk menerapkan Islam dalam setiap urusan kehidupan?

Sesungguhnya nikmat terbesar bagi masyarakat kaum muslimin, bahkan bagi seluruh dunia, adalah bahwa Allah telah menganugerahkan kepada mereka seorang nabi yang penuh kasih sayang.

Beliau menjelaskan kepada mereka segala sesuatu yang dapat memperbaiki keadaan mereka, menegakkan kehidupan mereka, dan mendatangkan kebahagiaan bagi mereka di dunia maupun di akhirat.

Beliau telah menyampaikan risalah, menunaikan amanah, dan meninggalkan kita di atas jalan yang terang benderang.

Lantas, mengapa kita mendapati banyak kaum muslimin dalam berbagai urusan kehidupan justru berpaling dari Sunnah Nabi Muhammad ﷺ, serta menjauh dari manhaj dan jalan yang beliau tempuh?

Bagaimana mungkin mereka memperoleh keselamatan dan kebahagiaan jika demikian keadaannya? Bagaimana mereka akan mendapatkan kestabilan, kemakmuran, dan kehidupan yang baik?

Allah جل وعلا telah memperingatkan kita melalui firman-Nya:

> “Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul-Nya takut akan mendapat cobaan atau ditimpa azab yang pedih.”(QS. An-Nur: 63)

Ibnu Abbas berkata, “Fitnah yang dimaksud adalah pembunuhan.”

Atha berkata, “Fitnah itu berupa gempa bumi dan berbagai kejadian mengerikan.”

Ja'far bin Muhammad berkata, “Fitnah itu berupa penguasa zalim yang ditimpakan kepada mereka.”

Penjelasan-penjelasan tersebut merupakan penafsiran dengan menyebutkan beberapa contoh jenis fitnah. Adapun makna dasarnya, fitnah dalam ayat ini mencakup segala sesuatu yang menyusahkan, membahayakan, dan mendatangkan azab di dunia maupun di akhirat.

Imam Asy-Syaukani رحمه الله berkata:

> “Fitnah dalam ayat ini tidak dibatasi pada satu jenis fitnah tertentu.”

Sebagian ahli tafsir berkata:

> “Maksudnya, menyelisihi perintah Rasulullah ﷺ mengakibatkan salah satu dari dua jenis azab, yaitu azab dunia dan azab akhirat. Hal itu tidak menghalangi kemungkinan Allah menggabungkan kedua jenis azab tersebut bagi seseorang.”

Semoga Allah melindungi kita semua dari hal itu.

Dalam sebuah hadis disebutkan:

> “Kehinaan dan kerendahan dijadikan atas orang yang menyelisihi perintahku.”

Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad dengan sanad yang sahih. Imam Al-Bukhari juga menyebutkannya dalam kitab Ash-Shahih secara mu'allaq.

Semoga Allah memberkahi aku dan kalian melalui Al-Qur'an, serta memberikan manfaat kepada kita melalui petunjuk dan pembeda antara yang benar dan yang batil yang terkandung di dalam Al-Qur'an dan Sunnah.

Aku mengucapkan perkataan ini, dan aku memohon ampun kepada Allah untuk diriku, untuk kalian, serta untuk seluruh kaum muslimin atas setiap dosa. Maka, mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

### Khutbah Kedua

Segala puji bagi Allah, Rabb seluruh alam.

Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, Rabb bagi orang-orang terdahulu dan orang-orang yang datang kemudian.

Aku bersaksi bahwa Nabi kita Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, pemimpin orang-orang yang bertakwa.

Ya Allah, limpahkanlah selawat, salam, dan keberkahan kepada beliau, keluarga beliau, serta seluruh sahabat beliau.

Amma ba'du.

Wahai kaum muslimin!

Ali رضي الله عنه, seorang sahabat yang tumbuh dan dibina di madrasah Muhammad ﷺ, berkata:

> “Tidaklah suatu musibah turun melainkan karena dosa, dan tidaklah musibah itu diangkat melainkan dengan tobat.”

Karena itu, seluruh kaum muslimin, baik para pemimpin maupun rakyat, hendaknya segera bertobat kepada Allah dengan tobat yang tulus sebelum terlambat.

Hendaklah mereka bersikap jujur kepada Allah, memenuhi perintah-Nya, dan menjadikan rasa takut kepada-Nya سبحانه وتعالى sebagai penggerak kehidupan mereka.

Hendaklah manhaj Allah menjadi pedoman utama yang mengarahkan perilaku dan orientasi mereka.

Hendaklah mereka membangun kehidupan berdasarkan prinsip-prinsip Islam, yaitu:

* Keadilan yang sempurna.

* Ihsan dan kebaikan yang menyeluruh.

* Kasih sayang yang timbal balik.

* Kerja sama yang tulus dalam kebaikan dan petunjuk antara para pemimpin dan rakyat.

* Kepatuhan yang menyeluruh terhadap hukum-hukum syariat yang mulia.

Hanya dengan cara itulah kehidupan mereka akan berkembang, keadaan mereka menjadi stabil, dan urusan mereka menjadi baik.

Mereka akan hidup dalam kehidupan yang bahagia, baik, dan tenteram, yang diliputi oleh cinta, persatuan, dan kasih sayang.

Dengan demikian, mereka akan memperoleh keamanan individu dan sosial, keamanan pemikiran dan politik, serta keselamatan di dunia dan akhirat.

Allah سبحانه وتعالى berfirman:

> “Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.”(QS. Al-An'am: 82)

Allah سبحانه وتعالى juga berfirman:

> “Barang siapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan, dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik daripada apa yang telah mereka kerjakan.”(QS. An-Nahl: 97)

### Doa penutup khutbah

Wahai kaum muslimin!

Sesungguhnya di antara amal yang paling utama adalah memperbanyak selawat dan salam kepada Nabi Muhammad ﷺ.

Ya Allah, limpahkanlah selawat, salam, dan keberkahan kepada Nabi dan kekasih kami, Muhammad.

Ya Allah, ridhailah para khalifah yang mendapat petunjuk, para imam yang lurus, seluruh sahabat, keluarga Nabi, serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari Kiamat.

Ya Allah, muliakanlah Islam dan kaum muslimin.

Ya Allah, muliakanlah Islam dan kaum muslimin.

Ya Allah, muliakanlah Islam dan kaum muslimin.

Ya Allah, hinakanlah kesyirikan dan orang-orang musyrik.

Ya Allah, hadapilah musuh-musuh agama-Mu dengan pertolongan dan kekuasaan-Mu.

Ya Allah, hadapilah musuh-musuh agama-Mu dengan pertolongan dan kekuasaan-Mu.

Ya Allah, hadapilah musuh-musuh agama-Mu dengan pertolongan dan kekuasaan-Mu.

Ya Allah, perbaikilah keadaan kami dan keadaan kaum muslimin.

Ya Allah, perbaikilah kondisi kami dan kondisi kaum muslimin di setiap tempat.

Ya Allah, jadikanlah orang-orang terbaik di antara kaum muslimin sebagai pemimpin mereka.

Ya Allah, jadikanlah orang-orang terbaik di antara kaum muslimin sebagai pemimpin mereka.

Ya Allah, serahkanlah urusan kepemimpinan mereka kepada orang-orang yang takut kepada-Mu dan bertakwa kepada-Mu, wahai Rabb Yang memiliki keagungan dan kemuliaan.

Ya Allah, jadikanlah para pemimpin kaum muslimin sebagai rahmat bagi rakyat mereka.

Ya Allah, satukanlah para pemimpin dan rakyat mereka di atas Al-Qur'an dan Sunnah, wahai Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Ya Allah, berilah taufik kepada pemimpin kami untuk melakukan perkara-perkara yang Engkau cintai dan Engkau ridhai.

Ya Allah, karuniakanlah kepadanya kesehatan dan afiat, wahai Rabb Yang memiliki keagungan dan kemuliaan.

Ya Allah, ampunilah kaum mukminin laki-laki dan perempuan, kaum muslimin laki-laki dan perempuan, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal dunia.

Ya Allah, limpahkanlah keamanan dan kemakmuran kepada seluruh negeri kaum muslimin.

Ya Allah, jadikanlah negeri-negeri kaum muslimin di mana pun berada sebagai negeri yang aman, tenteram, makmur, dan penuh kesejahteraan, wahai Yang Maha Penyayang di antara para penyayang.

Ya Allah, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta lindungilah kami dari azab neraka.

Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami.

Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami.

Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami.

Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami.

Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami.

Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami.

Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami, wahai Rabb Yang memiliki keagungan dan kemuliaan.

Ya Allah, janganlah Engkau menghalangi kami dari karunia-Mu.

Ya Allah, janganlah Engkau menghalangi kami dari karunia-Mu.

Ya Allah, janganlah Engkau menghalangi kami dari karunia-Mu.

Ya Allah, wahai Rabb Yang memiliki keagungan dan kemuliaan, kami tidak dapat hidup tanpa keberkahan-Mu.

Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami.

Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami.

Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami.

Ya Allah, jadikanlah hujan itu sebagai hujan rahmat, bukan hujan yang menghancurkan, menenggelamkan, atau mendatangkan bencana, wahai Rabb Yang memiliki keagungan dan kemuliaan.

Wahai hamba-hamba Allah!

Ingatlah Allah dengan zikir yang banyak dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang.

Penutup doa kami adalah segala puji bagi Allah, Rabb seluruh alam.

TIPU DAYA MUSUH ISLAM


Terjemahan Khutbah Masjid Nabawi, 8/3/1432 H



 Di antara Tipu Daya Musuh-Musuh Islam

Khatib: Syekh Shalih bin Abdullah al-Budair حفظه الله

 Ringkasan isi khutbah menurut pengantar sumber

Syekh Shalih al-Budair menyampaikan khutbah Jumat tentang berbagai perencanaan dan tipu daya musuh-musuh Islam untuk melemahkan Islam dan kaum muslimin, memecah belah persatuan mereka, serta menyebarkan fitnah di tengah-tengah mereka. Beliau menekankan kewajiban untuk mewaspadai berbagai tipu daya tersebut karena dapat menjerumuskan kaum muslimin ke dalam kehancuran.




 Khutbah pertama

Segala puji bagi Allah, yang menolong kebenaran dan orang-orang yang mengikutinya, serta membantah kebatilan dan para pencetusnya.

Aku memuji-Nya, dan taufik untuk memuji-Nya merupakan salah satu nikmat-Nya. Aku bersyukur kepada-Nya, karena syukur merupakan sebab bertambahnya karunia, kemurahan, dan pemberian-Nya. Aku memohon ampun kepada-Nya dari segala sesuatu yang menyebabkan hilangnya nikmat-nikmat-Nya dan turunnya hukuman-Nya.

Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Nikmat-nikmat-Nya kepada para hamba telah sempurna dan karunia-karunia-Nya kepada seluruh makhluk sangatlah besar.

Aku bersaksi bahwa Nabi dan junjungan kita, Muhammad, adalah hamba dan utusan-Nya. Beliau meninggalkan umatnya di atas jalan yang putih, terang, dan jelas.

Semoga Allah melimpahkan selawat dan salam kepada beliau, keluarga, dan para sahabatnya selama keraguan dapat dihilangkan dengan keyakinan dan hujah-hujah serta bukti-bukti kebenaran ditegakkan. Semoga Allah melimpahkan selawat dan salam yang banyak dan terus bertambah hingga hari pembalasan.

Amma ba‘du.

Wahai kaum muslimin!

Bertakwalah kepada Allah. Sungguh, orang yang bertakwa akan selamat, sedangkan orang yang dipimpin oleh hawa nafsunya akan tersesat.

Allah Ta‘ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا ۝ يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar. Niscaya Allah akan memperbaiki amal-amalmu dan mengampuni dosa-dosamu. Barang siapa menaati Allah dan Rasul-Nya, sungguh, dia telah memperoleh kemenangan yang besar.”

(QS. Al-Ahzab: 70–71)

Wahai kaum muslimin!

Negeri-negeri Islam adalah negeri yang menjadi sasaran kedengkian dan kebencian. Negeri-negeri tersebut tidak pernah lepas dari gangguan musuh yang memusuhi dan menyimpan dendam, serta tindakan berlebihan dari pihak yang menentang dan dengki.

Musuh-musuh umat Islam tidak pernah berhenti melangkah dan tidak pula mundur karena enggan. Mereka terus merancang berbagai upaya untuk menyebarkan kekacauan, menimbulkan kegaduhan, menyebarluaskan keburukan, dan menanamkan benih-benih perpecahan serta fitnah di negeri-negeri Islam.

Mereka menghasut Quraisy agar memusuhi Tamim, mengadu Zaid dengan Amr, dan mempertentangkan sebagian orang dengan sebagian lainnya yang memiliki kelemahan. Semua itu mereka lakukan agar dapat mengukuhkan penguasaan dan memaksakan dominasi, sehingga negeri-negeri Islam menjadi negeri-negeri yang tercerai-berai, kelompok-kelompok yang saling bermusuhan, serta partai-partai yang saling bertikai. Dengan demikian, negeri-negeri itu akan mudah dikendalikan dan gampang dihambat kemajuannya.

Ada permusuhan tersembunyi yang menampakkan bantuan, padahal di baliknya tersimpan kebencian dan pengkhianatan. Ada pula pihak yang mulai membantu suatu bangsa, tetapi di balik bantuan tersebut tersimpan permusuhan dan perlawanan. Ada pula yang memperlihatkan dukungan kepada suatu negeri, padahal di baliknya tersembunyi pengkhianatan, tipu daya, penipuan, dan kejahatan.

Musuh memiliki masa untuk menyerang, dan pihak yang mengintai memiliki kesempatan untuk bergerak. Akan tetapi, serangan itu akan berlalu dan kesempatan tersebut akan berakhir dengan kegagalan.

Kaum muslimin memiliki kesadaran terhadap berbagai akibat dan pemahaman terhadap kesudahan suatu perkara. Dengan pertolongan dan kekuatan Allah, kemudian melalui persatuan, saling menolong, dan dialog di antara mereka, kaum muslimin mampu melindungi negeri-negeri mereka, mengatur urusan mereka, serta menyelesaikan permasalahan mereka sendiri tanpa tunduk kepada tekanan orang-orang yang menyimpan kebencian, campur tangan pihak-pihak yang bergembira atas penderitaan mereka, ataupun ucapan orang-orang yang memusuhi mereka.

Negeri-negeri tidak akan terlindungi kecuali oleh orang-orang yang menjaganya, dan kehormatan serta kepentingannya tidak akan terpelihara kecuali oleh penduduknya sendiri.

Wahai kaum muslimin!

Tidak ada kehidupan yang tenteram bagi orang yang selalu ditemani ketakutan. Tidak ada kehidupan yang tenang bagi orang yang diliputi kepanikan. Tidak ada ketenteraman bagi orang yang diselimuti kecemasan.

Keamanan adalah nikmat yang sangat agung dan karunia yang sangat besar.

Dari Salamah bin Ubaidillah bin Mihshan al-Khathmi, dari ayahnya, ia berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

«مَنْ أَصْبَحَ مِنْكُمْ آمِنًا فِي سِرْبِهِ، مُعَافًى فِي جَسَدِهِ، عِنْدَهُ قُوتُ يَوْمِهِ، فَكَأَنَّمَا حِيزَتْ لَهُ الدُّنْيَا»

“Barang siapa di antara kalian pada pagi hari berada dalam keadaan aman di tengah lingkungan kehidupannya, sehat tubuhnya, dan memiliki makanan untuk hari itu, maka seakan-akan dunia seluruhnya telah dikumpulkan untuknya.”

(HR. At-Tirmidzi)

Tidak ada kehidupan, keberlangsungan, kemuliaan, pembangunan, kekuatan, ataupun pertumbuhan tanpa adanya negeri yang damai dan aman. Ini merupakan ketetapan yang terus berlaku dan kenyataan yang tidak dapat dihindari.

Karena itu, jagalah keamanan dan persatuan kalian! Peliharalah negeri-negeri kalian beserta kestabilannya! Jauhilah tempat-tempat yang menjadi sumber bencana dan malapetaka. Pilihlah keselamatan ketika menghadapi fitnah dan berbagai peristiwa besar.

Tempuhlah jalan-jalan yang bijaksana dan ambillah sikap yang tepat. Perhatikanlah kemaslahatan, pertimbangkanlah peluang keberhasilan, dan bandingkanlah manfaat dari sesuatu yang hendak dicegah dengan keburukan yang diperkirakan akan terjadi.

Carilah pilihan yang paling bermanfaat dan paling tepat. Jagalah darah agar tidak tertumpah, dan cegahlah fitnah sejak awal sebelum membesar.

Sebab, fitnah akan terus merajalela dan bergerak tanpa kendali. Siapa yang memegang kendalinya, ia akan diinjak-injak olehnya. Siapa yang membuka pintunya, ia akan dirobohkan olehnya. Dan siapa yang memutar serta menggerakkannya, ia akan dibinasakan olehnya.

Wahai kaum muslimin!

Tidak ada kemuliaan kecuali dengan syariat. Syariat tidak dapat ditegakkan secara sempurna kecuali dengan kekuasaan dan pemerintahan. Kekuasaan dan pemerintahan tidak dapat berdiri kecuali dengan adanya orang-orang yang menjalankannya. Orang-orang itu tidak dapat menjalankan tugasnya kecuali dengan dukungan harta. Harta diperoleh melalui investasi dan perdagangan. Perdagangan tidak dapat berlangsung tanpa keamanan, dan keamanan tidak akan terwujud tanpa keadilan.

Keadilan adalah timbangan yang ditegakkan di tengah-tengah kehidupan makhluk.

Tidak ada sesuatu yang lebih cepat menghancurkan bumi dan lebih merusak hati nurani manusia daripada kezaliman dan permusuhan. Pembangunan tidak akan berlangsung ketika kezaliman merajalela, sebab kezaliman mendatangkan permusuhan dan menjadi penyebab berbagai cobaan. Ketidakadilan merampas nikmat dan mengundang datangnya hukuman.

Pernah dikatakan:

“Keamanan adalah kehidupan yang paling menyenangkan, sedangkan keadilan adalah pasukan yang paling kuat.”

Barang siapa melakukan apa saja sesuka hatinya, ia akan menjumpai sesuatu yang tidak disukainya. Dan barang siapa memperbaiki kerusakan, ia akan menghancurkan harapan orang yang dengki kepadanya.

Apabila kepentingan pribadi ditempatkan di atas prinsip-prinsip, ambisi di atas nilai-nilai, dan kekerasan didahulukan daripada kasih sayang, niscaya fitnah akan berkobar. Pembangunan akan berubah menjadi kehancuran, dan keamanan hanya akan menjadi fatamorgana.

Wahai kaum muslimin!

Dengan agama, keamanan akan tetap terpelihara. Dan dengan keamanan, agama akan semakin kuat.

Barang siapa mencari petunjuk di luar Islam, ia akan tersesat. Barang siapa mencari perbaikan di luar Islam, ia akan tergelincir. Barang siapa mencari kemuliaan di luar Islam, ia akan menjadi hina. Dan barang siapa mencari keamanan tanpa Islam, keamanan yang dicarinya akan lenyap dan menjadi kacau.

Semoga Allah memberkahi aku dan kalian melalui Al-Qur'an dan Sunnah serta memberikan manfaat kepada kita semua melalui berbagai keterangan, nasihat, dan hikmah yang terkandung di dalam keduanya.

Aku menyampaikan apa yang kalian dengar, dan aku memohon ampun kepada Allah untuk diriku, untuk kalian, dan untuk seluruh kaum muslimin dari setiap dosa dan kesalahan. Maka, mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

### Khutbah kedua

Segala puji bagi Allah, Pencipta segala makhluk yang bernyawa, Yang menghidupkan kembali tulang-belulang yang telah hancur, Yang melimpahkan berbagai pemberian, Yang menciptakan berbagai keajaiban, dan Yang menetapkan berbagai syariat sebagai agama yang diridai serta cahaya yang menerangi.

Aku memuji-Nya karena Dia telah melimpahkan kebajikan yang banyak dan memberikan perlindungan yang indah.

Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Ini adalah kesaksian seorang hamba yang beriman kepada Rabb-nya serta mengharapkan ampunan dan penghapusan dosa-dosanya.

Aku bersaksi bahwa junjungan dan Nabi kita, Muhammad, adalah hamba dan utusan-Nya.

Semoga Allah melimpahkan selawat dan salam kepada beliau, keluarga, para sahabat, para pengikut, dan orang-orang yang menempuh jalannya, dengan selawat dan salam yang terus-menerus hingga hari pembalasan.

Amma ba‘du.

Wahai kaum muslimin!

Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya ketakwaan adalah bekal terbaik yang dapat diperoleh, dan ketaatan kepada-Nya merupakan kemuliaan yang paling tinggi.

Allah Ta‘ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya, dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim.”

(QS. Ali ‘Imran: 102)

Wahai kaum muslimin!

Dengan tekad yang kuat dan benar, fajar keberhasilan akan bersinar. Harapan tidak akan terwujud dengan bermalas-malasan, dan orang yang menjadikan kemalasan sebagai kebiasaannya tidak akan memperoleh apa yang diharapkannya.

Dunia adalah tempat persinggahan yang pada akhirnya akan ditinggalkan. Adapun upaya untuk menjamin keberadaan yang abadi di dunia ini merupakan sesuatu yang mustahil.

Allah Ta‘ala berfirman:

فَلَا تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَلَا يَغُرَّنَّكُمْ بِاللَّهِ الْغَرُورُ

“Maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu, dan janganlah sekali-kali penipu memperdayakan kamu tentang Allah.”

(QS. Luqman: 33)

Berselawatlah dan ucapkanlah salam kepada sebaik-baik manusia. Barang siapa berselawat kepadanya satu kali, Allah akan memberikan sepuluh kali selawat kepadanya.

Ya Allah, limpahkanlah selawat dan salam kepada hamba dan utusan-Mu, Muhammad.

Ya Allah, ridhailah empat khalifah beliau yang mengikuti Sunnah yang dijadikan pedoman, yaitu Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali. Ridhailah pula seluruh keluarga dan sahabat beliau, serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, juga generasi setelah mereka hingga hari Kiamat. Dan ridhailah pula kami bersama mereka, dengan karunia, kemurahan, dan kebaikan-Mu, wahai Zat Yang Maha Penyayang di antara semua yang penyayang.

Ya Allah, muliakanlah Islam dan menangkanlah kaum muslimin. Ya Allah, muliakanlah Islam dan menangkanlah kaum muslimin. Ya Allah, muliakanlah Islam dan menangkanlah kaum muslimin.

Binasakanlah musuh-musuh agama. Tolonglah hamba-hamba-Mu yang bertauhid. Jadilah penolong bagi orang-orang yang lemah dan tertindas. Binasakanlah para penguasa yang zalim dan orang-orang yang melampaui batas, wahai Rabb seluruh alam.

Ya Allah, abadikanlah keamanan dan kemakmuran di negeri Dua Tanah Suci, serta kemuliaan dan kestabilannya. Bimbinglah para pemimpinnya menuju segala sesuatu yang membawa kemuliaan bagi Islam dan kebaikan bagi kaum muslimin, wahai Rabb seluruh alam.

Ya Allah, limpahkanlah keamanan, kemakmuran, dan kestabilan kepada seluruh negeri kaum muslimin. Ya Allah, limpahkanlah keamanan, kemakmuran, dan kestabilan kepada seluruh negeri kaum muslimin dengan rahmat-Mu, wahai Zat Yang Maha Penyayang di antara semua yang penyayang.

Ya Allah, jadikanlah Mesir dan penduduknya berada dalam perlindungan, keamanan, dan kebaikan-Mu, wahai Zat Yang Maha Penyayang di antara semua yang penyayang.

Ya Allah, berikanlah kepada saudara-saudara kami di Mesir jalan keluar dari setiap kesedihan, jalan keluar dari setiap kesempitan, dan keselamatan dari setiap bencana.

Ya Allah, Engkaulah tempat kami berlindung dan tempat kami mencari perlindungan. Hanya kepada-Mu kami bersandar.

Ya Allah, lindungilah saudara-saudara kami di Mesir dari segala keburukan, perkara yang tidak menyenangkan, dan fitnah, wahai Zat Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Ya Allah, cegahlah pertumpahan darah mereka. Jagalah kehormatan mereka, lindungilah harta mereka, dan peliharalah keamanan, kestabilan, serta persatuan mereka, wahai Zat Yang Maha Penyayang di antara semua yang penyayang.

Ya Allah, hilangkanlah kesusahan ini. Ya Allah, hilangkanlah kesusahan ini. Ya Allah, hilangkanlah kesusahan ini.

Padamkanlah bara fitnah, percikan kekacauan, dan api bentrokan, wahai Rabb seluruh alam.

Ya Allah, jadikanlah Mesir negeri yang aman dan tenteram, tenang dan stabil, terjaga dan terlindungi, serta mulia dengan kemuliaan Islam, wahai Zat Yang Maha Penyayang di antara semua yang penyayang.

Ya Allah, sucikanlah Masjidilaqsa dari kotoran dan penguasaan orang-orang Yahudi.

Ya Allah, timpakanlah hukuman-Mu kepada orang-orang Yahudi yang merampas hak, serta kaum Zionis yang berkhianat.

Ya Allah, perangilah orang-orang kafir yang menghalangi jalan-Mu dan memusuhi para wali-Mu. Timpakanlah kepada mereka azab dan hukuman-Mu, wahai Tuhan Yang Maha Benar, Rabb seluruh alam.

Ya Allah, sembuhkanlah orang-orang sakit di antara kami, berikanlah kesehatan kepada mereka yang sedang diuji dengan penyakit dan musibah, bebaskanlah para tawanan kami, rahmatilah orang-orang yang telah meninggal di antara kami, dan menangkanlah kami atas orang-orang yang memusuhi kami, wahai Rabb seluruh alam.

Wahai hamba-hamba Allah!

Allah Ta‘ala berfirman:

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

“Sesungguhnya Allah menyuruh berlaku adil, berbuat kebajikan, dan memberikan bantuan kepada kerabat. Dia melarang perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.”

(QS. An-Nahl: 90)

Maka, ingatlah Allah Yang Mahaagung lagi Mahamulia, niscaya Dia akan mengingat kalian. Bersyukurlah kepada-Nya atas segala nikmat-Nya, niscaya Dia akan menambah nikmat itu kepada kalian. Sungguh, mengingat Allah adalah perkara yang paling besar, dan Allah mengetahui apa yang kalian kerjakan.

والله أعلم بالصواب.

Semoga Allah memberikan manfaat kepada kita melalui khutbah ini, menjaga keamanan negeri-negeri kaum muslimin, menyatukan hati mereka di atas kebenaran, dan melindungi mereka dari segala fitnah yang tampak maupun yang tersembunyi.

Jumat, 23 Oktober 2026

AKIBAT BERBUAT DHOLIM


Terjemahan Khutbah Masjid Nabawi


 Kisah-kisah tentang Akibat Buruk Kezaliman

Khatib: Syekh Husain bin Abdul Aziz Alusy-Syaikh Tanggal khutbah: 23 Rabiul Akhir 1433 H



Khutbah Pertama

Segala puji bagi Allah semata. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Aku juga bersaksi bahwa junjungan dan Nabi kita, Muhammad, adalah hamba dan utusan-Nya. Ya Allah, limpahkanlah selawat, salam, dan keberkahan kepada beliau, keluarga, serta para sahabatnya.

Amma ba’du.

Wahai kaum Muslimin!

Sesungguhnya kehidupan yang baik tidak akan terwujud kecuali dengan ketakwaan kepada Allah Yang Mahamulia lagi Mahatinggi. Kebahagiaan di dunia dan akhirat juga tidak akan diperoleh kecuali dengan berpegang teguh pada ketakwaan tersebut. Oleh karena itu, berpegang teguhlah pada ketakwaan kepada Allah, baik pada malam maupun siang hari, dalam keadaan tersembunyi maupun terang-terangan.

Wahai saudara-saudara seiman!

Di antara prinsip dasar Islam adalah memerangi kezaliman dalam segala bentuk dan macamnya. Siapa pun yang memperhatikan keadaan manusia, terutama ketika kecintaan terhadap dunia semakin tampak dan menguasai hati, akan mendapati berbagai tindakan zalim terhadap orang lain, baik yang menyangkut jiwa, kehormatan, maupun harta mereka.

Sesungguhnya hal terbesar yang dapat melindungi seseorang dari kezaliman dan mencegahnya terjerumus ke dalamnya adalah mengingat akibat buruk kezaliman di dunia dan kesudahan yang mengerikan di akhirat.

Wahai saudara-saudara seiman!

Kita harus mengetahui bahwa bertindak sewenang-wenang terhadap manusia dan menzalimi mereka merupakan jalan yang akan mengantarkan pelakunya kepada keadaan yang paling buruk dan kesudahan yang paling mengerikan. Ini merupakan ketetapan yang tidak berubah dan tidak berganti.

Kebinasaan orang-orang zalim, baik pada masa dahulu maupun masa sekarang, merupakan bukti paling nyata dan penjelasan paling kuat bagi orang yang memiliki hati atau mau mendengarkan dengan sungguh-sungguh.

### 1\. Doa orang yang dizalimi tidak memiliki penghalang dari Allah

Wahai kaum Muslimin!

Sesungguhnya doa orang yang dizalimi adalah anak panah yang tidak pernah meleset. Doa itu merupakan senjata yang membinasakan orang zalim, sekalipun waktu telah berlalu cukup lama.

Rasulullah ﷺ bersabda kepada Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu ketika mengutusnya ke Yaman:

> «وَاتَّقِ دَعْوَةَ الْمَظْلُومِ، فَإِنَّهُ لَيْسَ بَيْنَهَا وَبَيْنَ اللَّهِ حِجَابٌ»

“Takutlah terhadap doa orang yang dizalimi, karena sesungguhnya tidak ada penghalang antara doa tersebut dan Allah.”

(HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Dalam kitab-kitab Sunan, dengan sanad yang dinilai hasan, disebutkan bahwa Nabi ﷺ bersabda:

> «دَعْوَةُ الْمَظْلُومِ تُحْمَلُ عَلَى الْغَمَامِ، وَتُفْتَحُ لَهَا أَبْوَابُ السَّمَاوَاتِ، وَيَقُولُ الرَّبُّ عَزَّ وَجَلَّ: وَعِزَّتِي لَأَنْصُرَنَّكِ وَلَوْ بَعْدَ حِينٍ»

“Doa orang yang dizalimi dibawa ke atas awan, lalu pintu-pintu langit dibukakan untuknya. Rabb Yang Mahamulia lagi Mahaagung berfirman, ‘Demi kemuliaan-Ku, sungguh Aku pasti akan menolongmu, meskipun setelah beberapa waktu.’”

Di antara akibat buruk kezaliman adalah bahwa doa orang yang dizalimi dapat dikabulkan, bahkan jika orang tersebut seorang yang fasik atau kafir.

Imam Ahmad meriwayatkan dalam Musnad-nya dengan sanad yang dinilai hasan bahwa Nabi ﷺ bersabda:

> «لَا تُرَدُّ دَعْوَةُ الْمَظْلُومِ وَلَوْ كَانَ فَاجِرًا، فَفُجُورُهُ عَلَى نَفْسِهِ»

“Doa orang yang dizalimi tidak ditolak, meskipun ia seorang yang fasik, karena kefasikannya merupakan tanggungannya sendiri.”

Dalam riwayat lain yang juga dinilai hasan oleh Imam Ahmad, disebutkan bahwa Nabi ﷺ bersabda:

> «اتَّقُوا دَعْوَةَ الْمَظْلُومِ وَإِنْ كَانَ كَافِرًا، فَإِنَّهُ لَيْسَ بَيْنَهَا وَبَيْنَ اللَّهِ حِجَابٌ»

“Takutlah terhadap doa orang yang dizalimi, meskipun ia seorang kafir, karena sesungguhnya tidak ada penghalang antara doa tersebut dan Allah.”

Benarlah perkataan seorang penyair:

> Janganlah engkau menzalimi ketika engkau memiliki kekuasaan, sebab akibat kezaliman akan kembali kepadamu dengan penyesalan.Matamu tertidur, sementara orang yang dizalimi tetap terjaga, ia berdoa agar keburukan menimpamu, sedangkan mata Allah tidak pernah tidur.

Maka bertakwalah kepada Allah, wahai orang yang tidak menghormati darah kaum Muslimin, tidak menjaga kehormatan mereka, serta tidak menghargai dan melindungi harta mereka!

### 2\. Kisah Khalid bin Abdullah Al-Barmaki dan anaknya

Di antara kisah sejarah yang paling memberikan peringatan adalah kisah Khalid bin Abdullah Al-Barmaki bersama anaknya ketika mereka berbincang di dalam penjara.

Anaknya berkata kepadanya:

“Wahai Ayahku! Dahulu kita hidup dalam kemuliaan dan kekuasaan, tetapi sekarang kita justru berada dalam belenggu dan penjara.”

Sang ayah menjawab:

“Wahai anakku! Ini disebabkan oleh doa seseorang yang dizalimi. Doa itu melesat pada malam hari ketika kita lalai terhadapnya, sedangkan Allah tidak pernah lalai terhadapnya.”

### 3\. Kisah Malik bin Dinar dan orang yang menzaliminya

Para ulama rahimahumullah menyebutkan bahwa Malik bin Dinar, seorang ahli ibadah dan zuhud, pernah mengalami demam selama beberapa hari. Kemudian ia merasa tubuhnya sedikit lebih ringan, lalu keluar untuk memenuhi suatu keperluan.

Di hadapannya, sekelompok orang dari aparat kepolisian sedang lewat. Malik berkata, “Mereka membuatku tergesa-gesa sehingga aku menghalangi jalan.”

Kemudian seorang anggota aparat menyusulnya dan menghujaninya dengan beberapa cambukan. Pukulan itu terasa lebih menyakitkan baginya daripada demam yang sebelumnya ia derita.

Malik pun berkata, “Semoga Allah memotong tanganmu!”

Keesokan harinya, Malik pergi ke jembatan untuk suatu keperluan. Ternyata ia bertemu dengan orang yang sama dalam keadaan tangannya telah terpotong dan ia membawanya di lehernya.

Maka, wahai orang yang menzalimi dan bertindak sewenang-wenang terhadap manusia! Ingatlah saat engkau berdiri di hadapan Allah Yang Mahamulia lagi Mahatinggi. Takutlah terhadap dirimu sendiri dari doa seorang hamba yang saleh, yang dipanjatkan pada malam hari ketika orang-orang sedang tidur.

Jika engkau tidak takut terhadap kedudukanmu di hadapan Allah, setidaknya renungkanlah akibat buruk yang dapat menimpamu di dunia.

### 4\. Kisah Sa’ad bin Abi Waqqash dan orang yang mencela Ali

Sebagian orang hanya takut terhadap akibat buruk yang menimpa dirinya di dunia. Oleh karena itu, Allah terkadang menjadikan hukuman di dunia sebagai peringatan bagi mereka sebelum hukuman di akhirat.

Ath-Thabrani meriwayatkan dengan sanad yang para perawinya merupakan perawi kitab-kitab hadis sahih bahwa seseorang pernah mencela Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu.

Sa’ad bin Abi Waqqash melarangnya, tetapi orang itu tidak mau berhenti. Sa’ad lalu berkata, “Aku akan berdoa kepada Allah agar engkau mendapatkan hukuman.”

Sa’ad pun berdoa untuk keburukan orang tersebut. Tidak lama kemudian, seekor unta yang lepas kendali datang menyeruduknya hingga ia meninggal dunia.

Abu Nu’aim menyebutkan dalam Hilyatul Auliya’, dan Ibnu Al-Jauzi juga menyebutkan dalam sebagian kitabnya, bahwa Sulaiman At-Taimi, seorang ahli ibadah dan penghafal hadis, pernah berselisih dengan seseorang.

Dalam perselisihan tersebut, orang itu menyerang Sulaiman dan menekan perutnya dengan keras. Sulaiman pun berdoa agar orang tersebut mendapatkan hukuman, lalu tangan orang itu menjadi kering dan tidak berfungsi.

### 5\. Kisah orang yang menampar Utsman bin Affan

Wahai saudaraku Muslim, dengarkanlah pelajaran ini, ambillah nasihat darinya, dan jadikanlah ia sebagai peringatan!

Ibnu Abi Ad-Dunya menceritakan bahwa seseorang dari kalangan orang-orang yang memusuhi Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu pernah bersumpah bahwa ia akan menampar wajah mulia Utsman.

Dalam kisah tersebut, orang itu berkata:

“Aku masuk bersama temanku. Ternyata kepala Utsman berada di pangkuan istrinya.”

Temanku berkata kepada istri Utsman, “Singkaplah wajahnya!”

Istrinya bertanya, “Untuk apa?”

Ia menjawab, “Aku ingin menampar wajahnya yang mulia.”

Istri Utsman berkata, “Tidakkah engkau ingat apa yang pernah disabdakan Rasulullah ﷺ tentang dirinya?” Kemudian ia menyebutkan berbagai keutamaan Utsman yang agung sebagaimana telah disampaikan oleh Rasulullah ﷺ.

Setelah mendengar penjelasan tersebut, temanku merasa malu, lalu mengurungkan niatnya dan pergi.

Namun, aku sendiri berkata kepada istri Utsman, “Singkaplah wajahnya!”

Istri Utsman kemudian pergi untuk berdoa agar keburukan menimpaku. Meskipun demikian, aku tetap menampar wajah Utsman.

Istri Utsman pun berkata:

“Semoga Allah membuat tanganmu kaku, membutakan penglihatanmu, dan tidak mengampuni dosamu!”

Orang tersebut berkata:

“Demi Allah, aku belum sempat keluar dari pintu rumah itu, tangan saya sudah menjadi kaku dan penglihatanku menjadi buta. Aku merasa Allah tidak akan mengampuni dosaku.”

Kemudian, orang tersebut terlihat sedang tawaf mengelilingi Ka’bah. Dalam keadaan buta, ia memohon ampun kepada Allah, tetapi sekaligus merasa putus asa terhadap ampunan-Nya. Ia berkata:

“Ya Allah, ampunilah aku, tetapi aku tidak melihat Engkau akan melakukannya!”

Kisah ini disebutkan sebagai peringatan tentang akibat buruk permusuhan dan tindakan zalim terhadap orang lain.

### 6\. Kisah Sa’ad bin Abi Waqqash dan Abu Sa’dah

Di antara kisah yang mengandung peringatan keras terhadap kezaliman adalah kisah yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dari Jabir bin Samurah.

Ia menceritakan bahwa penduduk Kufah mengadukan Sa’ad bin Abi Waqqash kepada Umar bin Khaththab. Bahkan, mereka sampai mengatakan bahwa Sa’ad tidak mampu melaksanakan salat dengan baik.

Sa’ad kemudian berkata:

“Adapun aku, sesungguhnya aku mengimami mereka dengan salat sebagaimana salat Rasulullah ﷺ. Aku tidak mengurangi sedikit pun darinya. Aku memanjangkan bacaan dan pelaksanaan salat pada dua rakaat pertama, serta meringankannya pada dua rakaat terakhir.”

Umar berkata:

“Demi Allah, memang demikianlah prasangkaku terhadapmu, wahai Abu Ishaq!”

Kemudian Umar, sebagai khalifah yang adil dan tidak membiarkan perasaan menghalanginya dari meneliti kebenaran, mengutus beberapa orang untuk menanyakan keadaan Sa’ad kepada masyarakat Kufah.

Mereka tidak mendatangi suatu majelis pun melainkan orang-orang memuji Sa’ad dan menyebutkan kebaikannya.

Sampai akhirnya mereka mendatangi salah satu masjid di Kufah. Di sana, seorang laki-laki yang dikenal dengan nama Abu Sa’dah berkata:

“Jika kalian memang bertanya kepada kami, maka sesungguhnya Sa’ad tidak berlaku adil dalam memutuskan perkara, tidak membagi dengan sama rata, dan tidak memimpin pasukan dengan baik!”

Demikianlah keadaan orang zalim ketika mengikuti hawa nafsunya. Lisannya akan berbicara sesuai dengan apa yang disukainya, dan anggota tubuhnya akan bertindak mengikuti keinginan jiwa yang memerintah kepada keburukan.

Sa’ad kemudian berdoa:

> “Ya Allah, jika orang ini berdusta, maka butakanlah penglihatannya, panjangkanlah kemiskinannya, dan hadapkanlah ia pada berbagai fitnah.”

Abdul Malik, perawi hadis tersebut, berkata:

“Aku melihat orang itu kemudian menjadi tua dalam keadaan buta dan miskin. Ia juga sering mengganggu para perempuan budak di jalan-jalan.”

Ketika orang-orang menegurnya dengan berkata, “Berhentilah, wahai Abu Sa’dah!”, ia menjawab:

“Aku ini orang tua yang miskin dan tertimpa fitnah. Aku telah terkena doa Sa’ad.”

Wahai orang yang melupakan doa orang yang dizalimi! Jadikanlah kisah-kisah ini sebagai peringatan yang mencegah dirimu dari menzalimi orang lain, baik terhadap jiwa, harta, maupun kehormatan mereka.

### 7\. Kisah orang yang membunuh Al-Husain bin Ali

Diceritakan bahwa salah seorang pembunuh Al-Husain bin Ali radhiyallahu ‘anhuma—semoga Allah meridai beliau, ayahnya, ibunya, dan seluruh keluarga Nabi—pernah melepaskan anak panah ke arah Al-Husain.

Al-Husain berkata kepadanya:

“Wahai orang ini, bawakanlah air untukku agar aku dapat meminumnya!”

Namun, ketika orang tersebut melepaskan anak panahnya, ia juga menghalangi Al-Husain untuk mendapatkan air.

Al-Husain pun berdoa:

“Ya Allah, jadikanlah ia kehausan!”

Dikisahkan bahwa ketika orang tersebut sedang menghadapi kematian, ia terlihat berteriak karena panas yang membakar perutnya dan dingin yang menyiksa punggungnya.

Di hadapannya terdapat kipas-kipas dan salju, sementara di belakangnya terdapat tempat perapian untuk menghangatkan tubuh. Meskipun demikian, ia terus berteriak:

“Berilah aku minum! Kehausan telah membinasakanku!”

Kemudian dibawakan kepadanya sebuah wadah besar berisi sawiq, yaitu minuman yang disebut dalam kisah tersebut sebagai campuran air dan susu. Jumlahnya begitu banyak sehingga seandainya lima orang meminumnya, niscaya sudah cukup bagi mereka.

Ia meminum seluruh isi wadah itu, tetapi kemudian kembali berteriak:

“Berilah aku minum! Kehausan telah membinasakanku!”

Keadaan itu terus berulang hingga akhirnya perutnya terbelah seperti perut unta yang robek.

Wahai orang yang menzalimi manusia!

Allah Mahabesar! Orang zalim akan mengalami pergiliran keadaan yang menyakitkan, dan berbagai hukuman dapat menimpanya meskipun waktu telah berlalu lama.

Rasulullah ﷺ bersabda:

> «إِنَّ اللَّهَ لَيُمْلِي لِلظَّالِمِ حَتَّى إِذَا أَخَذَهُ لَمْ يُفْلِتْهُ»

“Sesungguhnya Allah benar-benar memberikan tenggang waktu kepada orang zalim. Namun, ketika Dia menghukumnya, Dia tidak akan melepaskannya.”

Kemudian beliau membaca firman Allah Ta’ala:

> ﴿وَكَذَٰلِكَ أَخْذُ رَبِّكَ إِذَا أَخَذَ الْقُرَىٰ وَهِيَ ظَالِمَةٌ ۚ إِنَّ أَخْذَهُ أَلِيمٌ شَدِيدٌ﴾“Demikianlah azab Tuhanmu apabila Dia mengazab penduduk negeri-negeri yang berbuat zalim. Sesungguhnya azab-Nya sangat pedih dan sangat keras.”(QS. Hud: 102).

Oleh karena itu, wahai kaum Muslimin, jauhilah kezaliman terhadap sesama manusia. Berhati-hatilah agar tidak menyakiti mereka melalui perkataan, perbuatan, maupun dengan membantu orang lain melakukan kezaliman.

Demikianlah yang aku sampaikan. Aku memohon ampun kepada Allah untuk diriku, untuk kalian, dan untuk seluruh kaum Muslimin dari segala dosa. Maka, mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

### Khutbah Kedua

Segala puji bagi Rabb-ku, dan aku bersyukur kepada-Nya. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Aku juga bersaksi bahwa Nabi kita, Muhammad, adalah hamba dan utusan-Nya.

Ya Allah, limpahkanlah selawat, salam, dan keberkahan kepada beliau, keluarga, serta para sahabatnya.

Amma ba’du.

Wahai kaum Muslimin!

Wasiat Allah kepada kita semua adalah wasiat yang juga diberikan kepada orang-orang terdahulu dan orang-orang yang datang kemudian, yaitu bertakwa kepada-Nya, senantiasa menaati-Nya, dan menjauhi segala kemaksiatan kepada-Nya.

### 1\. Peringatan bagi orang yang menzalimi harta orang lain

Wahai orang yang menzalimi manusia dalam urusan harta mereka, lalu mengambilnya secara paksa!

Wahai orang yang menahan pembayaran utang, menghalangi hak orang lain, atau sengaja menunda-nunda pembayaran harta yang menjadi hak mereka!

Dengarkanlah nasihat ini dan jadilah penasihat terbaik bagi dirimu sendiri sebelum doa orang-orang yang engkau zalimi menimpamu, dan sebelum akibat buruk dari doa-doa yang mereka panjatkan kepada Pencipta mereka meliputi tubuhmu, hartamu, atau anak-anakmu.

Dalam sebuah hadis qudsi, Allah Ta’ala berfirman:

> «يَا عِبَادِي، إِنِّي حَرَّمْتُ الظُّلْمَ عَلَى نَفْسِي، وَجَعَلْتُهُ بَيْنَكُمْ مُحَرَّمًا، فَلَا تَظَالَمُوا»

“Wahai hamba-hamba-Ku! Sesungguhnya Aku mengharamkan kezaliman atas diri-Ku sendiri, dan Aku menjadikannya haram di antara kalian. Oleh karena itu, janganlah kalian saling menzalimi.”

(HR. Muslim).

### 2\. Anjuran memperbanyak selawat kepada Nabi ﷺ

Selanjutnya, sesungguhnya Allah Yang Mahamulia lagi Mahatinggi memerintahkan kita kepada sesuatu yang dapat menyucikan kehidupan kita dan mendatangkan kebahagiaan bagi kehidupan akhirat kita, yaitu memperbanyak selawat dan salam kepada Nabi yang tercinta.

Ya Allah, limpahkanlah selawat, salam, dan keberkahan kepada junjungan kami, Nabi kami, kekasih kami, dan penyejuk pandangan kami, Nabi Muhammad.

Ya Allah, ridhailah para khalifah yang mendapat petunjuk dan para imam yang diberi bimbingan: Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali. Ridhailah pula seluruh keluarga Nabi, semua sahabat, serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik hingga Hari Kiamat.

### 3\. Doa untuk kaum Muslimin di seluruh dunia

Ya Allah, wahai Zat Yang Mahahidup lagi terus-menerus mengurus seluruh makhluk, wahai Zat yang memiliki keagungan dan kemuliaan!

Kami memohon kepada-Mu agar Engkau menjaga kaum Muslimin di mana pun mereka berada.

Ya Allah, jagalah kaum Muslimin di seluruh penjuru dunia.

Ya Allah, turunkanlah perlindungan dan penjagaan-Mu kepada kaum Muslimin. Jagalah mereka dengan penjagaan-Mu dan lindungilah mereka dengan pemeliharaan-Mu.

Ya Allah, tolonglah mereka menghadapi orang-orang yang melampaui batas terhadap mereka.

Ya Allah, tolonglah mereka menghadapi orang-orang yang melampaui batas terhadap mereka.

Ya Allah, tolonglah mereka menghadapi orang-orang yang melampaui batas terhadap mereka, wahai Zat Yang Mahakuat lagi Mahaperkasa.

Ya Allah, hadapilah musuh-musuh kaum Muslimin. Gagalkanlah tipu daya mereka. Jadikanlah akibat buruk dan kekalahan itu kembali kepada mereka.

Ya Allah, jadikanlah akibat buruk dan kekalahan itu kembali kepada mereka.

### 4\. Doa bagi kaum Muslimin di berbagai negeri

Ya Allah, wahai Zat Yang Mahahidup lagi terus-menerus mengurus seluruh makhluk, wahai Zat yang memiliki keagungan dan kemuliaan!

Jagalah kaum Muslimin di negeri Syam.

Jagalah kaum Muslimin di Afghanistan.

Jagalah kaum Muslimin di Irak.

Jagalah kaum Muslimin di Palestina.

Jagalah kaum Muslimin di Libya.

Jagalah kaum Muslimin di Mesir.

Jagalah kaum Muslimin di Tunisia.

Dan jagalah kaum Muslimin di setiap tempat, wahai Zat Yang Mahahidup lagi terus-menerus mengurus seluruh makhluk, wahai Zat yang memiliki keagungan dan kemuliaan!

Ya Allah, hilangkanlah kesulitan dan penderitaan mereka.

Ya Allah, lapangkanlah kesedihan mereka.

Ya Allah, lapangkanlah kesedihan mereka.

Ya Allah, anugerahkanlah keamanan kepada mereka.

Ya Allah, wujudkanlah keamanan dan ketenteraman bagi mereka.

Ya Allah, wujudkanlah keamanan dan ketenteraman bagi mereka.

Ya Allah, wujudkanlah keamanan dan ketenteraman yang mereka harapkan, wahai Zat Yang Mahahidup lagi terus-menerus mengurus seluruh makhluk.

### 5\. Doa agar negeri-negeri kaum Muslimin terjaga

Ya Allah, jagalah negeri-negeri kaum Muslimin dari segala keburukan dan hal-hal yang tidak diinginkan.

Ya Allah, jagalah kaum Muslimin di negeri Dua Tanah Suci dari segala keburukan dan hal-hal yang tidak diinginkan.

Ya Allah, jadikanlah negeri-negeri kaum Muslimin kuat, mulia, dan kokoh sehingga tidak mudah ditundukkan oleh musuh-musuh mereka, wahai Zat yang memiliki keagungan dan kemuliaan.

Ya Allah, jagalah pelayan Dua Tanah Suci.

Ya Allah, kuatkanlah ia dengan pertolongan-Mu.

Ya Allah, panjangkanlah umurnya, wahai Zat Yang Mahahidup lagi terus-menerus mengurus seluruh makhluk, dalam ketaatan dan ketakwaan kepada-Mu.

Ya Allah, jadikanlah ia sebagai sarana untuk menolong agama-Mu dan meninggikan kalimat-Mu.

### 6\. Doa agar kaum Muslimin dipimpin oleh orang-orang terbaik

Ya Allah, jadikanlah orang-orang terbaik di antara kaum Muslimin sebagai pemimpin mereka.

Ya Allah, jadikanlah orang-orang terbaik di antara kaum Muslimin sebagai pemimpin mereka.

Ya Allah, jadikanlah orang-orang terbaik di antara kaum Muslimin sebagai pemimpin mereka, wahai Zat Yang Mahahidup lagi terus-menerus mengurus seluruh makhluk.

Ya Allah, turunkanlah hujan pertolongan kepada kami.

Ya Allah, turunkanlah hujan pertolongan kepada kami.

Ya Allah, turunkanlah hujan pertolongan kepada kami.

### 7\. Doa untuk kebahagiaan, ampunan, dan surga

Ya Allah, bahagiakanlah kami dengan ketakwaan kepada-Mu.

Ya Allah, bahagiakanlah kami dengan ketakwaan kepada-Mu.

Ya Allah, limpahkanlah karunia-Mu kepada kami.

Ya Allah, ampunilah dosa-dosa kami.

Ya Allah, hapuskanlah kesalahan-kesalahan kami.

Ya Allah, hapuskanlah kesalahan-kesalahan kami.

Ya Allah, hapuskanlah kesalahan-kesalahan kami.

Masukkanlah kami ke dalam surga bersama orang-orang yang berbakti dan saleh, wahai Zat Yang Mahaperkasa lagi Maha Pengampun.

Sebagai penutup perkataanku, aku menyampaikan selawat dan salam kepada junjunganku dan Nabi Muhammad.

Ya Allah, limpahkanlah selawat, salam, dan keberkahan kepada Nabi dan Rasul kami, Muhammad.

والله أعلم.

Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang menjauhi kezaliman, menunaikan hak sesama manusia, dan senantiasa bertakwa kepada-Nya. آمين.