Terjemahan Khutbah Masjid Nabawi
Sebab-Sebab Kebinasaan di Dunia dan Akhirat
Khatib: Syekh Husain bin Abdul Aziz Alusy-Syaikh حفظه الله
Tanggal khutbah: 17 Safar 1432 H
Ringkasan isi khutbah menurut sumber
Syekh Husain bin Abdul Aziz Alusy-Syaikh menyampaikan khutbah Jumat tentang berbagai ujian, fitnah, musibah, dan perpecahan yang menimpa banyak negeri kaum muslimin. Beliau menjelaskan bahwa di antara sebab utama kebinasaan dan datangnya berbagai bencana adalah berpaling dari petunjuk Allah dan Rasul-Nya ﷺ. Keselamatan dapat diraih dengan kembali kepada Al-Qur'an dan Sunnah serta menerapkannya dalam kehidupan, baik oleh para pemimpin maupun rakyat.
Khutbah Pertama
Segala puji bagi Allah Yang Mahatinggi lagi Mahamulia. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, baik di akhirat maupun di dunia. Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, nabi yang terpilih.
Ya Allah, limpahkanlah selawat, salam, dan keberkahan kepada beliau, keluarga beliau, serta para sahabat beliau yang merupakan orang-orang yang taat dan bertakwa.
Amma ba'du.
Wahai kaum muslimin!
Aku berwasiat kepada kalian dan kepada diriku sendiri agar senantiasa bertakwa kepada Allah عز وجل. Barang siapa berpegang teguh pada ketakwaan, niscaya Allah memberinya jalan keluar dari setiap kesempitan, memberikan kemudahan dalam setiap kesulitan, dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.
Wahai umat Islam!
Umat kita di banyak negeri sedang mengalami berbagai ujian, fitnah, musibah, perpecahan, dan perselisihan yang sangat memprihatinkan. Semua itu membuat orang-orang beriman bersedih.
Ketahuilah, umat Islam pada hari ini, baik para pemimpin maupun rakyat, sangat membutuhkan sesuatu yang dapat memperbaiki keadaan, menghilangkan penderitaan, menyingkap kesusahan, serta mencegah kerusakan, keburukan, dan fitnah yang datang kepada kita dari berbagai arah.
Seruan untuk mencari sebab-sebab perbaikan yang didengar oleh kaum muslimin memang sangat banyak dan beragam. Akan tetapi, sungguh disayangkan, banyak di antaranya tidak bersumber dari solusi yang benar-benar sesuai dengan hakikat persoalan umat ini, padahal umat Islam memiliki karakteristik, prinsip-prinsip dasar, dan landasan yang khas.
Wahai umat Islam!
Wahai para pemimpin kaum muslimin! Wahai masyarakat orang-orang beriman!
Sungguh, telah tiba saatnya bagi kalian untuk memahami dengan baik manhaj yang benar, yang telah dipilihkan oleh Pencipta kalian dan digariskan oleh Nabi kalian ﷺ.
Imam Ahmad meriwayatkan bahwa Nabi ﷺ bersabda:
> “Jibril datang kepadaku, lalu berkata, ‘Wahai Muhammad! Umatmu akan berselisih setelah kepergianmu.’ Aku pun bertanya, ‘Lalu, apakah jalan keluarnya, wahai Jibril?’ Ia menjawab, ‘Kitabullah….’”
Hadis tersebut masih berlanjut.
Dalam riwayat At-Tirmidzi, dari Ali رضي الله عنه, disebutkan bahwa Nabi ﷺ bersabda:
> “Akan terjadi suatu fitnah.”
Ali bertanya, “Apakah jalan keluar darinya, wahai Rasulullah?”
Beliau menjawab:
> “Kitabullah.”
Sebagian ulama menilai bahwa riwayat ini merupakan perkataan Ali رضي الله عنه yang berhenti padanya, bukan sabda Nabi ﷺ.
### Sebab-sebab turunnya musibah kepada umat
Wahai kaum muslimin!
Sesungguhnya sebab utama musibah yang menimpa masyarakat orang-orang beriman adalah menjauh dari ketaatan kepada Allah عز وجل serta tersebarnya berbagai kemaksiatan dan dosa besar, baik yang tersembunyi maupun yang tampak.
Di antara bentuk nyata berpaling dari manhaj Allah adalah ketika banyak masyarakat menjadikan undang-undang buatan manusia sebagai hukum yang diberlakukan, sementara Al-Qur'an dan Sunnah ditinggalkan.
Demikian pula, ketika banyak media massa turut menyebarkan paham ateisme, kemaksiatan, dan berbagai bentuk perilaku tidak bermoral. Ini merupakan contoh nyata berpaling dari jalan yang lurus.
Contoh-contoh penyimpangan dari manhaj Allah عز وجل sangatlah banyak dan tidak terhitung.
Allah سبحانه وتعالى berfirman:
> “Barang siapa menaati Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah akan memasukkannya ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Akan tetapi, barang siapa berpaling, niscaya Allah akan mengazabnya dengan azab yang pedih.”(QS. Al-Fath: 17)
Azab yang disebutkan dalam ayat ini dapat terjadi di dunia maupun di akhirat, sebagai akibat berpaling dari manhaj Allah سبحانه وتعالى.
Allah عز وجل juga berfirman:
> “Musibah apa pun yang menimpa kalian adalah disebabkan oleh perbuatan tangan kalian sendiri, dan Allah memaafkan banyak dari kesalahan-kesalahan kalian.”(QS. Asy-Syura: 30)
Allah سبحانه وتعالى juga berfirman:
> “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan oleh perbuatan tangan manusia. Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari akibat perbuatan mereka, agar mereka kembali ke jalan yang benar.”(QS. Ar-Rum: 41)
Para ahli tafsir menjelaskan bahwa kerusakan yang dimaksud mencakup rusaknya kehidupan dan berkurangnya kesejahteraan, serta datangnya berbagai bencana yang menimpanya, seperti kekeringan, kebakaran, tenggelam, hilangnya keberkahan, bertambahnya berbagai bahaya, naiknya harga-harga, meluasnya kezaliman, serta merebaknya wabah dan penyakit.
### Peringatan Nabi ﷺ terhadap sebab-sebab kebinasaan
Barang siapa memperhatikan Sunnah penghulu para rasul ﷺ, niscaya ia akan mendapati bahwa beliau telah memperingatkan umatnya dari berbagai sebab yang mendatangkan ujian dan musibah.
Imam Al-Bukhari meriwayatkan dari Abu Malik Al-Asy'ari bahwa ia mendengar Nabi ﷺ bersabda:
> \*\*“Sungguh, akan ada dari umatku sejumlah kaum yang menghalalkan zina, sutra, khamar, dan alat-alat musik. Sungguh, akan ada sejumlah kaum yang tinggal di dekat sebuah gunung. Pada sore hari, penggembala membawa ternak kambing mereka kepada mereka. Kemudian, seseorang datang untuk suatu keperluan, lalu mereka berkata, ‘Kembalilah kepada kami besok.’Maka Allah membinasakan mereka pada malam hari, menimpakan gunung itu kepada mereka, dan mengubah sebagian yang lain menjadi kera dan babi hingga hari Kiamat.”\*\*
Makna hadis tersebut adalah bahwa orang-orang yang menghalalkan kemaksiatan-kemaksiatan itu dan yang semisal dengannya diancam dengan dua bentuk hukuman di dunia.
Pertama, sebagian mereka dibinasakan dengan ditimpakannya gunung kepada mereka. Hal ini menjadi isyarat adanya bencana seperti gempa bumi dan sejenisnya.
Kedua, sebagian yang lain diubah menjadi kera dan babi hingga hari Kiamat.
Dalam hadis lain, Nabi ﷺ bersabda:
> “Apabila zina dan riba telah merajalela di suatu negeri, sungguh mereka telah menghalalkan azab Allah menimpa diri mereka sendiri.”
Hadis ini diriwayatkan oleh Al-Hakim. Ia menilainya sahih, dan Adz-Dzahabi menyetujuinya.
### Meninggalkan hukum Allah dan akibatnya
Wahai kaum muslimin!
Dengarkanlah hadis agung ini, yang membahas suatu persoalan yang sangat sulit diatasi oleh dunia. Persoalan tersebut menjadi sebab terjadinya banyak musibah dan kekacauan.
Nabi ﷺ, yang tidak berbicara berdasarkan hawa nafsunya, telah memberitahukan sebab persoalan ini. Hal tersebut berkaitan dengan firman Allah عز وجل:
> “Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberinya jalan keluar, dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya.”(QS. Ath-Thalaq: 2–3)
Nabi ﷺ bersabda:
> “Tidaklah mereka berhukum dengan selain apa yang diturunkan Allah, melainkan kemiskinan akan menyebar di tengah-tengah mereka.”
Hadis ini diriwayatkan oleh Ath-Thabrani dan dinilai sahih karena adanya jalur-jalur pendukungnya.
Lantas, apakah kaum muslimin, baik para pemimpin maupun rakyat, akan mendengarkan hadis ini dengan penuh penerimaan dan kesediaan untuk mengamalkannya?
Apakah mereka akan menjadikannya sebagai landasan untuk meninggalkan undang-undang buatan manusia dan konstitusi yang disusun oleh manusia, kemudian beralih dengan sepenuh hati dan seluruh keadaan mereka untuk menerapkan Islam dalam setiap urusan kehidupan?
Sesungguhnya nikmat terbesar bagi masyarakat kaum muslimin, bahkan bagi seluruh dunia, adalah bahwa Allah telah menganugerahkan kepada mereka seorang nabi yang penuh kasih sayang.
Beliau menjelaskan kepada mereka segala sesuatu yang dapat memperbaiki keadaan mereka, menegakkan kehidupan mereka, dan mendatangkan kebahagiaan bagi mereka di dunia maupun di akhirat.
Beliau telah menyampaikan risalah, menunaikan amanah, dan meninggalkan kita di atas jalan yang terang benderang.
Lantas, mengapa kita mendapati banyak kaum muslimin dalam berbagai urusan kehidupan justru berpaling dari Sunnah Nabi Muhammad ﷺ, serta menjauh dari manhaj dan jalan yang beliau tempuh?
Bagaimana mungkin mereka memperoleh keselamatan dan kebahagiaan jika demikian keadaannya? Bagaimana mereka akan mendapatkan kestabilan, kemakmuran, dan kehidupan yang baik?
Allah جل وعلا telah memperingatkan kita melalui firman-Nya:
> “Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul-Nya takut akan mendapat cobaan atau ditimpa azab yang pedih.”(QS. An-Nur: 63)
Ibnu Abbas berkata, “Fitnah yang dimaksud adalah pembunuhan.”
Atha berkata, “Fitnah itu berupa gempa bumi dan berbagai kejadian mengerikan.”
Ja'far bin Muhammad berkata, “Fitnah itu berupa penguasa zalim yang ditimpakan kepada mereka.”
Penjelasan-penjelasan tersebut merupakan penafsiran dengan menyebutkan beberapa contoh jenis fitnah. Adapun makna dasarnya, fitnah dalam ayat ini mencakup segala sesuatu yang menyusahkan, membahayakan, dan mendatangkan azab di dunia maupun di akhirat.
Imam Asy-Syaukani رحمه الله berkata:
> “Fitnah dalam ayat ini tidak dibatasi pada satu jenis fitnah tertentu.”
Sebagian ahli tafsir berkata:
> “Maksudnya, menyelisihi perintah Rasulullah ﷺ mengakibatkan salah satu dari dua jenis azab, yaitu azab dunia dan azab akhirat. Hal itu tidak menghalangi kemungkinan Allah menggabungkan kedua jenis azab tersebut bagi seseorang.”
Semoga Allah melindungi kita semua dari hal itu.
Dalam sebuah hadis disebutkan:
> “Kehinaan dan kerendahan dijadikan atas orang yang menyelisihi perintahku.”
Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad dengan sanad yang sahih. Imam Al-Bukhari juga menyebutkannya dalam kitab Ash-Shahih secara mu'allaq.
Semoga Allah memberkahi aku dan kalian melalui Al-Qur'an, serta memberikan manfaat kepada kita melalui petunjuk dan pembeda antara yang benar dan yang batil yang terkandung di dalam Al-Qur'an dan Sunnah.
Aku mengucapkan perkataan ini, dan aku memohon ampun kepada Allah untuk diriku, untuk kalian, serta untuk seluruh kaum muslimin atas setiap dosa. Maka, mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
### Khutbah Kedua
Segala puji bagi Allah, Rabb seluruh alam.
Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, Rabb bagi orang-orang terdahulu dan orang-orang yang datang kemudian.
Aku bersaksi bahwa Nabi kita Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, pemimpin orang-orang yang bertakwa.
Ya Allah, limpahkanlah selawat, salam, dan keberkahan kepada beliau, keluarga beliau, serta seluruh sahabat beliau.
Amma ba'du.
Wahai kaum muslimin!
Ali رضي الله عنه, seorang sahabat yang tumbuh dan dibina di madrasah Muhammad ﷺ, berkata:
> “Tidaklah suatu musibah turun melainkan karena dosa, dan tidaklah musibah itu diangkat melainkan dengan tobat.”
Karena itu, seluruh kaum muslimin, baik para pemimpin maupun rakyat, hendaknya segera bertobat kepada Allah dengan tobat yang tulus sebelum terlambat.
Hendaklah mereka bersikap jujur kepada Allah, memenuhi perintah-Nya, dan menjadikan rasa takut kepada-Nya سبحانه وتعالى sebagai penggerak kehidupan mereka.
Hendaklah manhaj Allah menjadi pedoman utama yang mengarahkan perilaku dan orientasi mereka.
Hendaklah mereka membangun kehidupan berdasarkan prinsip-prinsip Islam, yaitu:
* Keadilan yang sempurna.
* Ihsan dan kebaikan yang menyeluruh.
* Kasih sayang yang timbal balik.
* Kerja sama yang tulus dalam kebaikan dan petunjuk antara para pemimpin dan rakyat.
* Kepatuhan yang menyeluruh terhadap hukum-hukum syariat yang mulia.
Hanya dengan cara itulah kehidupan mereka akan berkembang, keadaan mereka menjadi stabil, dan urusan mereka menjadi baik.
Mereka akan hidup dalam kehidupan yang bahagia, baik, dan tenteram, yang diliputi oleh cinta, persatuan, dan kasih sayang.
Dengan demikian, mereka akan memperoleh keamanan individu dan sosial, keamanan pemikiran dan politik, serta keselamatan di dunia dan akhirat.
Allah سبحانه وتعالى berfirman:
> “Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.”(QS. Al-An'am: 82)
Allah سبحانه وتعالى juga berfirman:
> “Barang siapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan, dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik daripada apa yang telah mereka kerjakan.”(QS. An-Nahl: 97)
### Doa penutup khutbah
Wahai kaum muslimin!
Sesungguhnya di antara amal yang paling utama adalah memperbanyak selawat dan salam kepada Nabi Muhammad ﷺ.
Ya Allah, limpahkanlah selawat, salam, dan keberkahan kepada Nabi dan kekasih kami, Muhammad.
Ya Allah, ridhailah para khalifah yang mendapat petunjuk, para imam yang lurus, seluruh sahabat, keluarga Nabi, serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari Kiamat.
Ya Allah, muliakanlah Islam dan kaum muslimin.
Ya Allah, muliakanlah Islam dan kaum muslimin.
Ya Allah, muliakanlah Islam dan kaum muslimin.
Ya Allah, hinakanlah kesyirikan dan orang-orang musyrik.
Ya Allah, hadapilah musuh-musuh agama-Mu dengan pertolongan dan kekuasaan-Mu.
Ya Allah, hadapilah musuh-musuh agama-Mu dengan pertolongan dan kekuasaan-Mu.
Ya Allah, hadapilah musuh-musuh agama-Mu dengan pertolongan dan kekuasaan-Mu.
Ya Allah, perbaikilah keadaan kami dan keadaan kaum muslimin.
Ya Allah, perbaikilah kondisi kami dan kondisi kaum muslimin di setiap tempat.
Ya Allah, jadikanlah orang-orang terbaik di antara kaum muslimin sebagai pemimpin mereka.
Ya Allah, jadikanlah orang-orang terbaik di antara kaum muslimin sebagai pemimpin mereka.
Ya Allah, serahkanlah urusan kepemimpinan mereka kepada orang-orang yang takut kepada-Mu dan bertakwa kepada-Mu, wahai Rabb Yang memiliki keagungan dan kemuliaan.
Ya Allah, jadikanlah para pemimpin kaum muslimin sebagai rahmat bagi rakyat mereka.
Ya Allah, satukanlah para pemimpin dan rakyat mereka di atas Al-Qur'an dan Sunnah, wahai Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Ya Allah, berilah taufik kepada pemimpin kami untuk melakukan perkara-perkara yang Engkau cintai dan Engkau ridhai.
Ya Allah, karuniakanlah kepadanya kesehatan dan afiat, wahai Rabb Yang memiliki keagungan dan kemuliaan.
Ya Allah, ampunilah kaum mukminin laki-laki dan perempuan, kaum muslimin laki-laki dan perempuan, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal dunia.
Ya Allah, limpahkanlah keamanan dan kemakmuran kepada seluruh negeri kaum muslimin.
Ya Allah, jadikanlah negeri-negeri kaum muslimin di mana pun berada sebagai negeri yang aman, tenteram, makmur, dan penuh kesejahteraan, wahai Yang Maha Penyayang di antara para penyayang.
Ya Allah, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta lindungilah kami dari azab neraka.
Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami.
Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami.
Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami.
Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami.
Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami.
Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami.
Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami, wahai Rabb Yang memiliki keagungan dan kemuliaan.
Ya Allah, janganlah Engkau menghalangi kami dari karunia-Mu.
Ya Allah, janganlah Engkau menghalangi kami dari karunia-Mu.
Ya Allah, janganlah Engkau menghalangi kami dari karunia-Mu.
Ya Allah, wahai Rabb Yang memiliki keagungan dan kemuliaan, kami tidak dapat hidup tanpa keberkahan-Mu.
Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami.
Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami.
Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami.
Ya Allah, jadikanlah hujan itu sebagai hujan rahmat, bukan hujan yang menghancurkan, menenggelamkan, atau mendatangkan bencana, wahai Rabb Yang memiliki keagungan dan kemuliaan.
Wahai hamba-hamba Allah!
Ingatlah Allah dengan zikir yang banyak dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang.
Penutup doa kami adalah segala puji bagi Allah, Rabb seluruh alam.