TIADA YANG MENGANGKAT BENCANA KECUALI DOA
Terjemahan Khutbah Masjid Nabawi
18 Rabiulawal 1433 H —
Karya Syekh Salah al-Budair حفظه الله
Khutbah Pertama
Segala puji bagi Allah Yang Mahabesar dalam kekuasaan-Nya, Mahaperkasa dalam penaklukan-Nya, dan Maha Mengetahui keadaan hamba dalam kesendirian maupun keterang-terangan. Dia mendengar rintihan orang yang dizalimi ketika kesabarannya mulai melemah, dan Dia melimpahkan pertolongan serta kemenangan kepadanya.
Aku memuji-Nya atas takdir-Nya, baik yang baik maupun yang buruk, dan aku bersyukur kepada-Nya atas ketetapan-Nya, baik yang manis maupun yang pahit.
Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Dia memiliki tanda-tanda kekuasaan yang nyata.
Allah Ta'ala berfirman:
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah berdirinya langit dan bumi dengan perintah-Nya.” (QS. Ar-Rum: 25).
Aku bersaksi bahwa Nabi dan pemimpin kita, Muhammad, adalah hamba dan utusan-Nya. Semoga Allah melimpahkan selawat kepada beliau, keluarga, dan para sahabatnya selama awan mencurahkan hujannya dan musim semi menampakkan bunga-bunganya. Semoga Allah melimpahkan salam sebanyak-banyaknya kepada beliau.
Amma ba'du.
Wahai kaum muslimin!
Bertakwalah kepada Allah! Sesungguhnya takwa kepada-Nya merupakan penolong yang paling kuat dan pelindung yang paling setia.
Allah Ta'ala berfirman:
“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim.” (QS. Ali Imran: 102).
Wahai kaum muslimin!
Perjalanan zaman dipenuhi berbagai perubahan dan musibah yang datang silih berganti. Siapa pun yang ditimpa suatu kejadian buruk, dilanda kemalangan, diselimuti bencana, atau didatangi ujian maupun fitnah; siapa pun yang dikuasai oleh seorang zalim atau diserang oleh musuh yang memusuhi, hendaklah ia berlindung kepada Allah Ta'ala, bertawakal kepada-Nya, dan menaruh kepercayaan kepada Rabb-nya.
Hendaklah ia berpegang teguh pada benteng kesabaran, keteguhan hati, dan tekad untuk mengharapkan pahala dari Allah. Hendaklah ia merendahkan diri di hadapan-Nya dengan harapan yang baik, bertobat, kembali kepada-Nya, serta memperbaiki hubungannya dengan Allah Ta'ala.
Barang siapa berlindung kepada Allah Ta'ala, kegelisahannya akan mereda dan kesedihannya akan menjadi tenang. Kepanikan dan keluh kesah tidak akan mengembalikan sesuatu yang telah hilang, tidak pula menolak ketetapan yang telah diputuskan.
Tidak ada penghiburan yang lebih baik selain menerima dan meridai ketetapan Allah, serta bersabar atas apa yang telah Dia takdirkan, putuskan, tetapkan, wajibkan, dan berlakukan.
Wahai kaum muslimin!
Perkataan terbaik dalam mengadukan kesusahan ialah memohon kepada Allah agar menghilangkan penderitaan. Maka, tangkisilah gelombang bencana dengan merendahkan diri di hadapan Allah dan memperbanyak doa.
Tidak ada sesuatu yang lebih mulia di sisi Allah عز وجل daripada doa. Orang yang paling lemah adalah orang yang tidak mampu berdoa.
Tidak ada yang dapat menolak takdir selain doa.
Oleh karena itu, perbanyaklah doa dan munajat kepada Allah. Sesungguhnya Allah mendengar doa orang yang berdoa kepada-Nya dan melihat kerendahan hati orang yang memohon serta menyeru-Nya.
Barang siapa memohon kepada Allah dengan penuh kejujuran dan kerendahan hati, niscaya Allah akan menghilangkan bencananya, melindungi dan menjaganya, mencukupkan kebutuhannya, serta mewujudkan apa yang ia mohonkan dan harapkan.
Tidaklah seorang muslim di muka bumi berdoa kepada Allah dengan suatu doa, melainkan Allah akan memberikan apa yang dimintanya, atau memalingkan darinya keburukan yang sebanding dengannya, atau menyimpan pahala yang sebanding untuknya. Hal itu selama ia tidak berdoa untuk suatu dosa atau memutuskan hubungan kekerabatan.
Wahai kaum muslimin!
Kalian menyaksikan apa yang menimpa sebagian negeri Arab dan negeri-negeri Islam berupa berbagai peristiwa, kekacauan, bentrokan, perselisihan, konfrontasi, fitnah, peperangan, bencana besar, dan keburukan yang sangat dahsyat.
Janganlah kalian lalai untuk menghadap kepada Allah dengan penuh kejujuran dan kembali kepada-Nya melalui tobat. Berdoalah untuk saudara-saudara kalian agar mereka senantiasa dijaga, dipelihara, dilindungi, dan diselamatkan dari berbagai fitnah serta keburukan tersebut.
Ketika kematian dan kebinasaan mengepung kita, perkara yang menakutkan datang, kesusahan semakin berat, dan persoalan semakin besar, tidak ada tempat berlindung bagi kita selain Allah Yang Mahatinggi lagi Mahamulia.
Nabi kita, Muhammad ﷺ, pemimpin seluruh makhluk, pernah berdoa ketika mengalami kesusahan dengan doa berikut:
“Tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi selain Allah Yang Mahaagung lagi Maha Penyantun. Tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi selain Allah Yang Mahaagung lagi Maha Penyantun. Tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi selain Allah, Rabb pemilik Arasy yang agung. Tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi selain Allah, Rabb pemilik langit, Rabb pemilik bumi, dan Rabb pemilik Arasy yang mulia.”
Cukuplah Allah bagi kita, dan Dia adalah sebaik-baik Pelindung.
Nabi Ibrahim عليه السلام mengucapkan kalimat tersebut ketika beliau dilemparkan ke dalam api. Nabi kita, Muhammad ﷺ, juga mengucapkannya ketika orang-orang berkata kepada kaum muslimin:
“Sesungguhnya orang-orang telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kalian, karena itu takutlah kepada mereka.” Namun, perkataan itu justru menambah keimanan mereka, dan mereka menjawab, “Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung.” (QS. Ali Imran: 173).
Maka, angkatlah tangan kalian dengan penuh kerendahan dan ketundukan dalam berdoa. Bertawasullah kepada Allah dengan ketaatan, memohon agar Dia menyelamatkan saudara-saudara kalian yang lemah, tertindas, dan tertimpa bencana di mana pun mereka berada.
Berdoalah seperti orang yang tenggelam dalam kegelapan malam, yang tidak memiliki tempat berlindung selain Allah. Berdoalah dengan penuh keyakinan dan harapan yang jujur agar Allah memberikan jalan keluar kepada kaum muslimin dari setiap kesedihan dan jalan keluar dari setiap kesempitan.
Ya Allah, berikanlah kepada kaum muslimin jalan keluar dari setiap kesedihan dan jalan keluar dari setiap kesempitan.
Wahai kaum muslimin!
Tidak ada jalan keluar dari berbagai krisis yang kita hadapi selain dengan bersungguh-sungguh berlindung kepada Allah Ta'ala.
Dialah Yang Mahaagung, yang tidak ada sesuatu pun lebih agung daripada-Nya. Dialah Yang Mahabesar, yang tidak ada sesuatu pun lebih besar daripada-Nya. Dialah Yang Mahakuasa, yang tidak ada sesuatu pun lebih berkuasa daripada-Nya. Dialah Yang Mahakuat, yang tidak ada sesuatu pun lebih kuat daripada-Nya.
Dia senantiasa Mahaagung dalam hakikat dan kebenaran. Tidak ada yang dapat memaksa-Nya untuk tidak ditaati, dan tidak ada yang dapat menghalangi berlakunya perintah-Nya dengan kekuasaan apa pun.
Barang siapa bersama Allah, maka ia bersama pasukan yang tidak dapat dikalahkan, kekuatan yang tidak dapat ditakuti, tekad yang tidak akan lenyap, dan kemuliaan yang tidak dapat dirampas.
Barang siapa bersama Allah ketika lapang maupun sempit, ketika susah maupun senang, serta dalam keadaan terang-terangan maupun tersembunyi, niscaya ia akan mendapatkan pertolongan dan dukungan. Adapun musuhnya akan kembali dalam keadaan hina, terusir, rendah, kalah, terbelenggu, dan tertawan.
Allah Ta'ala berfirman:
“Allah pasti akan menolong orang yang menolong agama-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Mahakuat lagi Mahaperkasa.” (QS. Al-Hajj: 40).
Semoga Allah memberkahi kita dan kalian melalui Al-Qur'an dan Sunnah, serta memberikan manfaat kepada kita semua melalui keterangan-keterangan yang jelas, ayat-ayat, pelajaran, nasihat, dan hikmah yang terkandung di dalam keduanya.
Aku menyampaikan apa yang kalian dengar ini, dan aku memohon ampun kepada Allah untuk diriku, untuk kalian, dan untuk seluruh kaum muslimin atas setiap dosa dan kesalahan. Maka, mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia Maha Pengampun bagi orang-orang yang senantiasa kembali kepada-Nya.
### Khutbah Kedua
Segala puji bagi Allah, Pencipta jiwa-jiwa, Yang menghidupkan tulang-belulang yang telah hancur, Yang melimpahkan pemberian-pemberian, Yang menciptakan berbagai ciptaan yang menakjubkan, dan Yang menetapkan berbagai syariat sebagai agama yang diridai serta cahaya yang menerangi.
Aku memuji-Nya karena Dia telah melimpahkan kebaikan yang banyak dan memberikan perlindungan yang indah.
Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Ini adalah kesaksian seorang hamba yang beriman kepada Rabb-nya dan mengharapkan ampunan serta penghapusan dosa-dosanya.
Aku bersaksi bahwa Nabi dan pemimpin kita, Muhammad, adalah hamba dan utusan-Nya. Semoga Allah senantiasa melimpahkan selawat dan salam kepada beliau, keluarga, para sahabat, para pengikut, dan orang-orang yang mengikuti jalan beliau, dengan selawat dan salam yang terus berlanjut hingga Hari Kiamat.
Amma ba'du.
Wahai kaum muslimin!
Bertakwalah kepada Allah! Sesungguhnya takwa merupakan bekal terbaik yang dapat diusahakan, dan ketaatan kepada-Nya merupakan kemuliaan yang paling tinggi.
Allah Ta'ala berfirman:
“Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan kepadamu furqan (kemampuan membedakan antara yang hak dan yang batil), menghapus kesalahan-kesalahanmu, dan mengampuni dosa-dosamu. Allah mempunyai karunia yang besar.” (QS. Al-Anfal: 29).
Wahai kaum muslimin!
Wahai orang-orang yang hidup dalam keamanan yang melimpah, kemakmuran yang nyata, kesehatan yang menyeluruh, dan kenikmatan yang baik!
Wahai orang-orang yang Allah telah jauhkan dari mereka berbagai fitnah, keburukan, dan perkara yang dikhawatirkan!
Janganlah kalian menjadi orang-orang yang telah diliputi karunia Rabb-nya, tetapi kemudian berpaling. Janganlah kalian menjadi orang-orang yang dihujani berbagai kenikmatan, tetapi justru menyimpang dari jalan yang lurus.
Janganlah kalian menjadi orang-orang yang lalai dari mengingat dan mengambil pelajaran. Berbuat baiklah dalam menyikapi kenikmatan yang kalian tempati dan rasakan. Sebab, barang siapa meremehkan nikmat, ia dapat mendatangkan kemurkaan dan hukuman Allah.
Mohonlah perlindungan kepada Allah Ta'ala dari hilangnya nikmat-Nya, berubahnya kesehatan dan keselamatan yang telah diberikan-Nya, serta datangnya kemurkaan dan hukuman-Nya.
Bersyukurlah kepada Allah, Pelindung kalian, atas nikmat keamanan, kemakmuran, dan kestabilan yang telah Dia anugerahkan kepada kalian. Jagalah nikmat-nikmat tersebut!
Perhatikanlah keadaan agama kalian!
Betapa banyak di antara kita yang melalaikan perintah-perintah Allah dan terjerumus ke dalam kemaksiatan, perbuatan tercela, dan berbagai kemungkaran!
Perhatikanlah keadaan salat!
Betapa banyak pemuda dan pemudi kita yang meninggalkan salat. Betapa banyak anak laki-laki dan perempuan kita yang mengabaikannya!
Perhatikanlah masjid-masjid ketika salat Subuh!
Betapa banyak orang yang tidur dan tidak menghadiri salat Subuh. Betapa banyak yang meremehkan dan bersikap longgar terhadapnya, hingga keadaan tersebut tidak lagi dianggap sebagai kekurangan atau aib di antara mereka.
Ukurlah keadaan diri kalian dengan perkara-perkara tersebut dan berbagai bentuk kelalaian lainnya, agar kalian mengetahui betapa besar bahaya yang mengancam kita: hukuman yang dapat datang dan keselamatan serta kesejahteraan yang dapat lenyap!
Maka, bertakwalah kepada Allah, wahai kaum muslimin! Segeralah memperbaiki keadaan kalian melalui tobat dan kembali kepada Allah. Saling menasihati di antara kalian, menegakkan amar makruf dan nahi mungkar, serta mengawasi anak-anak kalian dalam urusan salat, agama, perilaku, dan akhlak mereka.
Wahai hamba-hamba Allah!
Sesungguhnya Allah memerintahkan kalian melakukan suatu perkara yang Dia mulai dengan menyebut diri-Nya sendiri, kemudian menyebut para malaikat-Nya yang senantiasa bertasbih menyucikan-Nya, lalu Dia menyerukan hal itu kepada kalian, wahai orang-orang beriman, dari kalangan jin dan manusia.
Allah berfirman dengan firman-Nya yang mulia:
“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya berselawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Berselawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.” (QS. Al-Ahzab: 56).
Ya Allah, limpahkanlah selawat dan salam kepada Nabi pilihan-Mu yang terpilih.
Ya Allah, ridhailah empat khalifah beliau yang mengikuti Sunnah, yaitu Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali. Ridhailah seluruh keluarga dan sahabat beliau, serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, dan orang-orang yang mengikuti para pengikut mereka hingga Hari Kiamat.
Ridhailah pula kami bersama mereka dengan karunia, kemurahan, kedermawanan, dan kebaikan-Mu, wahai Zat Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang.
Ya Allah, muliakanlah Islam dan kaum muslimin!
Ya Allah, muliakanlah Islam dan kaum muslimin!
Ya Allah, muliakanlah Islam dan kaum muslimin!
Hinakanlah kesyirikan dan orang-orang musyrik, serta binasakanlah musuh-musuh agama, wahai Rabb seluruh alam!
Ya Allah, binasakanlah musuh-musuh agama!
Ya Allah, binasakanlah musuh-musuh agama!
Ya Allah, abadikanlah keamanan, kemakmuran, kemuliaan, dan kestabilan di negeri Dua Tanah Suci yang mulia.
Ya Allah, berikanlah taufik kepada pemimpin kami, pemegang urusan kami, pelayan Dua Tanah Suci, agar melakukan perkara-perkara yang Engkau cintai dan ridai. Bimbinglah dirinya menuju kebajikan dan ketakwaan.
Ya Allah, berikanlah taufik kepadanya dan kepada putra mahkotanya untuk melakukan perkara-perkara yang membawa kemuliaan bagi Islam dan kebaikan bagi kaum muslimin, wahai Rabb seluruh alam.
Ya Allah, sucikanlah Masjidil Aqsa dari kotoran dan kejahatan kaum Yahudi.
Ya Allah, sucikanlah Masjidil Aqsa dari kotoran dan kejahatan kaum Yahudi.
Ya Allah, timpakanlah hukuman-Mu kepada kaum Yahudi yang merampas hak orang lain.
Ya Allah, timpakanlah hukuman-Mu kepada kaum Yahudi yang merampas hak orang lain dan kepada kaum Zionis yang berkhianat.
Ya Allah, hadapilah mereka dengan hukuman-Mu, karena sesungguhnya mereka tidak akan mampu melemahkan-Mu.
Ya Allah, hadapilah mereka dengan hukuman-Mu, karena sesungguhnya mereka tidak akan mampu melemahkan-Mu.
Ya Allah, hadapilah mereka dengan hukuman-Mu, karena sesungguhnya mereka tidak akan mampu melemahkan-Mu.
Ya Allah, jagalah saudara-saudara kami di Suriah.
Ya Allah, jagalah saudara-saudara kami di Suriah, Mesir, Yaman, dan Libya. Lindungilah mereka dari setiap keburukan, kejahatan, dan fitnah, wahai Rabb seluruh alam.
Ya Allah, lindungilah darah mereka dari pertumpahan!
Ya Allah, lindungilah darah mereka dari pertumpahan!
Ya Allah, lindungilah darah mereka dari pertumpahan!
Jagalah kehormatan mereka, jagalah harta benda mereka, dan jauhkanlah dari mereka segala keburukan serta fitnah.
Ya Allah, jauhkanlah dari mereka segala keburukan, fitnah, dan cobaan.
Ya Allah, jauhkanlah dari mereka segala keburukan, fitnah, dan cobaan, wahai Zat Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang.
Ya Allah, siapa pun yang menginginkan keburukan terhadap kami, terhadap negeri kami, atau terhadap negeri-negeri perdamaian dan kaum muslimin, maka sibukkanlah ia dengan urusan dirinya sendiri, tahanlah ia dalam tubuhnya, dan timpakanlah kepadanya hukuman pada jasadnya.
Ya Allah, singkapkanlah rahasianya, bukalah kedoknya, gagalkanlah tipu dayanya, cukupkanlah kami dari kejahatannya, dan jadikanlah ia sebagai pelajaran, wahai Rabb seluruh alam.
Ya Allah, timpakanlah hukuman-Mu kepada para penguasa yang melampaui batas dan berbuat kejahatan!
Ya Allah, timpakanlah hukuman-Mu kepada para penguasa yang melampaui batas dan berbuat kejahatan!
Ya Allah, timpakanlah hukuman-Mu kepada para penguasa yang melampaui batas dan berbuat kejahatan, yaitu mereka yang membunuh orang-orang tidak bersalah, menumpahkan darah, serta menyiksa orang-orang tua, anak-anak, dan kaum wanita, wahai Zat Yang Maha Mendengar doa.
Ya Allah, wahai Zat Yang Maha Luas ampunan-Nya, wahai Zat Yang Maha Luas pengampunan-Nya, wahai Zat Yang Dekat rahmat-Nya!
Anugerahkanlah kepada kami ampunan dan rahmat dari sisi-Mu. Bahagiakanlah kami dengan ketakwaan kepada-Mu, dan jadikanlah kami takut kepada-Mu seakan-akan kami melihat-Mu, wahai Zat Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang.
Ya Allah, rahmatilah orang-orang yang telah meninggal dunia di antara kami, berikanlah kesehatan kepada orang-orang yang tertimpa ujian, sembuhkanlah orang-orang yang sakit, dan menangkanlah kami atas orang-orang yang memusuhi kami, wahai Rabb seluruh alam.
Ya Allah, turunkanlah pertolongan dan hujan kepada kami!
Ya Allah, turunkanlah pertolongan dan hujan kepada kami!
Ya Allah, turunkanlah pertolongan dan hujan kepada kami!
Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami dan janganlah Engkau jadikan kami termasuk orang-orang yang berputus asa.
Ya Allah, jadikanlah hujan ini sebagai hujan rahmat.
Ya Allah, jadikanlah hujan ini sebagai hujan rahmat.
Ya Allah, jadikanlah hujan ini sebagai hujan rahmat, bukan hujan azab, bukan hujan yang meruntuhkan bangunan, dan bukan hujan yang menenggelamkan.
Ya Allah, sesungguhnya kami adalah makhluk di antara makhluk-makhluk ciptaan-Mu. Oleh karena itu, janganlah Engkau menghalangi kami dari karunia-Mu akibat dosa-dosa kami.
Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami dan kepada orang-orang yang mengalami kekeringan. Berikanlah kelapangan kepada kami dan kepada seluruh umat Nabi dan pemimpin kami, Muhammad ﷺ.
Wahai hamba-hamba Allah!
Allah Ta'ala berfirman:
“Sesungguhnya Allah menyuruh berlaku adil, berbuat kebajikan, dan memberikan bantuan kepada kerabat. Dia melarang perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.” (QS. An-Nahl: 90).
Maka, ingatlah Allah Yang Mahaagung lagi Mahamulia, niscaya Dia akan mengingat kalian. Bersyukurlah kepada-Nya atas nikmat-nikmat-Nya, niscaya Dia akan menambah nikmat itu kepada kalian.
Sesungguhnya mengingat Allah itu lebih besar keutamaannya. Dan Allah mengetahui apa yang kalian kerjakan.