Rabu, 24 Juni 2015

MENJAGA WAKTU


MENJAGA WAKTU

As-Syaikh Prof DR Abdurrozak Al-Badr hafidhohullahu Ta'ala.

Alhamdulillah, was sholaatu was salaamu ala Rosulillah, wa ba'du :

Sesungguhnya waktu bagi manusia yang berwujud umurnya, merupakan pokok dasar bagi kehidupan yang kekal abadi yang membawa kebahagiaan selama nya atau kesengsaraan selamanya, dan waktu tersebut bergerak dengan cepat, siang malam berganti tanpa terasa, menggerogoti umur umur manusia, waktu menjadi berdekatan, hampir hampir masa kita segera menyusul umat zaman dahulu dari Nuh, A'ad, Tsamud dan generasi setelah mereka, yang pada akhirnya semua akan menghadap Allah Ta'ala, dan mereka akan mempertanggungjawabkan amalnya, dan siang malam senantiasa bergulir menanti generasi generasi setelah mereka.

Allah Ta'ala berfirman,

وَهُوَ ٱلَّذِى جَعَلَ ٱلَّيْلَ وَٱلنَّهَارَ خِلْفَةً لِّمَنْ أَرَادَ أَن يَذَّكَّرَ أَوْ أَرَادَ شُكُورًا

" Dan Dia (pula) yang menjadikan malam dan siang silih berganti bagi orang yang ingin mengambil pelajaran atau orang yang ingin bersyukur." (Q.S.25 Al Furqon :62)

Sepantasnya bagi setiap muslim agar menjaga waktu mereka, terlebih di bulan ramadan yang penuh berkah ini yang penuh kesucian, agar tidak berlalu waktu dengan begitu saja, akan tetapi hendaknya dapat mengambil pelajaran dan ibroh dari setiap waktunya, betapa banyak berkali kali kita menjumpai bulan ramadan dan berpisah dengan begitu cepat nya, siang malam menjadikan sesuatu yang baru menjadi lusuh, sesuatu yang berjauhan menjadi dekat, menggerus umur, merubah anak kecil menjadi tua beruban, orang yang tua tinggal menjadi kenangan, ini semua mengingatkan kita bahwasanya dunia ini fana tidak kekal dan akan segera berganti dengan kehidupan akhirat yang kekal abadi.

Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu Anhu berkata,

ارْتَحَلَتْ الدُّنْيَا مُدْبِرَةً وَارْتَحَلَتْ الْآخِرَةُ مُقْبِلَةً وَلِكُلِّ وَاحِدَةٍ مِنْهُمَا بَنُونَ ؛ فَكُونُوا مِنْ أَبْنَاءِ الْآخِرَةِ وَلَا تَكُونُوا مِنْ أَبْنَاءِ الدُّنْيَا فَإِنَّ الْيَوْمَ عَمَلٌ وَلَا حِسَابَ وَغَدًا حِسَابٌ وَلَا عَمَلٌ

" Dunia akan segera pergi meninggalkan dan akhirat segera datang mengunjungi, dan dari keduanya terdapat penghuni - penghuninya, maka jadilah kalian para penghuni akhirat, dan jangan menjadi penghuni dunia, ketahuilah bahwasanya sekarang adalah waktu beramal bukan waktu pembalasan, sedangkan kelak adalah waktu pembalasan dan bukan waktu untuk beramal ".

Umar bin Abdul Aziz rahimahullah berkata,

إِنَّ الدُّنْيَا لَيْسَتْ بِدَارِ قَرَارِكُم ، دَارٌ كَتَبَ اللهُ عَلَيْهَا الْفَنَاءَ ، وَكَتَبَ عَلَى أَهْلِهَا مِنْهَا الظَّعن - أي الارتحال - ، فَكَمْ عَامِر موثق عَمَّا قَلِيلٍ يَخْرَبُ ، وَكَمْ مُقِيمٍ مُغْتَبطٍ عَمَّا قَلِيلٍ يَظْعَن ، فَأَحْسِنُوا رَحِمَكُمُ اللهُ مِنْهَا الرِّحْلَةَ بَأَحْسَنِ مَا بِحَضْرَتِكُمْ مِنَ النُّقْلَةِ ، وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى

" Sesungguhnya dunia bukanlah tempat tinggal kalian yang kekal, akan tetapi dunia hanyalah sesuatu yang akan fana dan telah dituliskan bagi penghuninya untuk segera berpindah, betapa banyak yang tadinya kokoh berubah menjadi hancur, betapa banyak yang bertempat tinggal kemudian pergi, maka perjalanan kehidupan ini hendaknya ditempuh dengan sebaik-baik nya dan berbekallah, karena sebaik-baik bekal adalah dengan ketakwaan  ".

Sesungguhnya manusia  senantiasa akan berkurang umurnya, semenjak ia dilahirkan dari perut ibunya, sebagaimana dikatakan oleh Al-Hasan Al-Basry rahimahullah,

أيام مجموعة ؛ فكلما ذهب يوم ذهب بعض الإنسان وجزء منه، اليوم منه يهدم الشهر، والشهر يهدم السنة، والسنة تهدم العمر، وكل ساعة تمضي من العبد فهي مُدْنِيَةٌ له من الأجل

" Hari hari yang terkumpul, tatkala berjalan waktu siang dan malam maka semakin berkurang umur manusia, hari demi hari akan mengurangi jangka satu bulan, bulan demi bulan akan mengurangi kurun waktu satu tahun, satu tahun demi tahun akan mengurangi umur manusia, dan setiap sesaat waktu terlewatkan akan mendekatkan manusia kepada kematian  " .

Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu anhu berkata,

" ما ندمتُ على شيء ندمي على يوم غربت شمسه نقص فيه أجلي ولم يزدد فيه عملي "

" Tiada yang lebih aku sesali terhadap sesuatu yang melebihi dari penyesalanku kepada terbenamnya matahari yang semakin mendekatkan kepada kematian sedangkan amalan ku tidak bertambah ".

Al-Hasan Al-Basry rahimahullah berkata,

"أدركت أقواماً كانوا على أوقاتهم أشد منكم حرصاً على دراهمكم ودنانيركم " .

" Aku menjumpai suatu kaum ( para sahabat radhiyallahu anhum ) yang mereka sangat menjaga waktu waktu mereka melebihi penjagaan kalian terhadap uang dinar dan dirham kalian ".

Dengan demikian, barangsiapa yang menghabiskan waktu luang nya untuk sesuatu yang tidak bermanfaat dan sia-sia, tidak untuk menunaikan kewajiban yang dibebankan kepada dirinya, atau perbuatan mulia yang ia tunaikan, atau kedermawanan yang ia tebarkan, atau ilmu yang ia raih, atau kebajikan yang ia lakukan, sungguh ia telah berbuat aniaya untuk dirinya dan waktunya.

Sesungguhnya siang dan malam merupakan modal utama bagi manusia, jika ia beruntung maka mendapatkan surga dan jika merugi mendapatkan neraka, kehidupan satu tahun ibarat suatu pohon, satu bulan ibarat dahan dan satu hari ibarat ranting nya dan jam jam yang berputar ibarat daun nya dan tarikan tarikan nafas merupakan hasil dan buahnya, dan jika hembusan nafas nya berupa suatu ketaatan maka buah dari pohon tersebut adalah buah yang baik dan barokah, dan sebaliknya jika hembusan nafas nya dipenuhi maksiat maka dapat diketahui buah nya buruk dan pahit.

Telah banyak dalil yang menunjukkan tentang pejalan pentingnya menjaga waktu dan tahdzir serta ancaman bagi mereka yang melewatkan waktu-waktu untuk keburukan.

Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

اغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ: شَبَابَكَ قَبْلَ هِرَمِكَ ، وَصِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ ، وَغِنَاءَكَ قَبْلَ فَقْرِكَ ، وَفَرَاغَكَ قَبْلَ شُغْلِكَ ، وَحَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ

" Gunakan lima kesempatan sebelum berganti dengan lima lainnya, masa mudamu sebelum datang masa tua mu, masa sehatmu sebelum berganti masa sakitmu, masa kaya mu, sebelum datangnya masa fakir mu, masa longgar mu sebelum datang masa sibuk mu, masa hidup mu sebelum datang kematian mu ".

Dari sahabat Ibnu Mas'ud radhiyallahu anhu berkata, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

لَا تَزُولُ قَدَمُ ابْنِ آدَمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ عِنْدِ رَبِّهِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ خَمْسٍ عَنْ عُمُرِهِ فِيمَ أَفْنَاهُ ، وَعَنْ شَبَابِهِ فِيمَ أَبْلَاهُ ، وَمَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ ، وَفِيمَ أَنْفَقَهُ وَمَاذَا عَمِلَ فِيمَا عَلِمَ

" Tidaklah akan bergerak kaki setiap anak cucu Adam pada hari kiamat dihadapan Allah Ta'ala hingga ditanyakan tentang lima perkara, tentang umur nya untuk apa ia habiskan, tentang masa mudanya untuk apa ia gunakan, tentang hartanya, dari mana ia dapatkan dan untuk apa digunakan, dan tentang ilmunya sejauh mana ia amalkan ".

Diriwayatkan dari sahabat Ibnu Abbas Radhiyallahu Anhuma, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنْ النَّاسِ الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ

" Dua nikmat yang kebanyakan manusia tertipu dengan nya, yaitu masa sehat dan waktu luang ".

Para ahli ilmu berkata, " Jika masa sehat dan waktu luang digunakan untuk berbuat ketaatan, maka sungguh ia beruntung, dan jika digunakan untuk kemaksiyatan, maka sungguh ia tertipu dan merugi, karena waktu longgar akan berubah menjadi sibuk dan masa sehat akan berganti dengan sakit ".

Sebagian salaf berkata, " Alamat kemurkaan dan kesengsaraan adalah tidak memanfaatkan waktu ".

Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata, " menelantarkan waktu lebih buruk dari datang nya kematian, dikarenakan menelantarkan waktu hakikat nya adalah memutuskan hubungan antara dirinya dengan Allah Ta'ala dan negri akhirat, sedangkan kematian hanyalah memisahkan dirinya dengan dunia dan penghuninya ".

Selasa, 23 Juni 2015

BULAN RAMADAN

Alhamdulillah, was sholaatu was salaamu ala Rosulillah, wa ba'du :

Sesungguhnya Allah Ta'ala menciptakan makhluknya dengan memberikan kelebihan antara satu dengan lainnya, Allah Ta'ala memilih, memberikan kelebihan, memberikan keutamaan sesuai yang dikehendaki-Nya, tatkala menciptakan manusia, Allah memilih para Nabi sebagai makhluk yang diberikan keutamaan, menciptakan berbagai tempat, maka masjid masjid sebagai tempat yang diberikan keutamaan, menciptakan waktu, maka bulan ramadan merupakan waktu yang diberikan keutamaan, dan Allah Ta'ala Dzat Yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana.

Allah Ta'ala berfirman,

وَرَبُّكَ يَخْلُقُ مَا يَشَآءُ وَيَخْتَارُ ۗ مَا كَانَ لَهُمُ ٱلْخِيَرَةُ ۚ سُبْحَٰنَ ٱللَّهِ وَتَعَٰلَىٰ عَمَّا يُشْرِكُونَ

" Dan Tuhanmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilihnya. Sekali-kali tidak ada pilihan bagi mereka. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan (dengan Dia)." (Q.S.28 Al-Qoshosh :68)

Diantara keutamaan bulan suci ramadan adalah didalam nya diturunkan Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi umat manusia.
Allah Ta'ala berfirman,

شَهْرُ رَمَضَانَ ٱلَّذِىٓ أُنزِلَ فِيهِ ٱلْقُرْءَانُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَٰتٍ مِّنَ ٱلْهُدَىٰ وَٱلْفُرْقَانِ ۚ فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ ٱلشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۖ وَمَن كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۗ يُرِيدُ ٱللَّهُ بِكُمُ ٱلْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ ٱلْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا۟ ٱلْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا۟ ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَىٰكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

" (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur."
(Q.S.2 Al-Baqorah :185)

Allah Ta'ala berfirman,

  إِنَّآ أَنزَلْنَٰهُ فِى لَيْلَةِ ٱلْقَدْر

" Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan." (Q.S.97 Al-Qodar :1)

Sebagaimana diketahui bahwa malam kemuliaan atau lailatul Qodar terjadi di bulan ramadan, maka seyogyanya kita memperbanyak membaca dan tilawah Al-Qur'an dibulan suci ini.

   عن عبد الله بن عباس رضي الله عنهما، قال: "كان رسول الله صلى الله عليه وسلم أجود الناس، وكان أجود ما يكون في رمضان حين يلقاه جبريل، وكان يلقاه في كل ليلة من رمضان، فيدارسه القرآن، فلرسول الله صلى الله عليه وسلم أجود بالخير من الريح المرسلة"، رواه البخاري
.
Dari Abdullah bin Abbas Radhiyallahu Anhuma, berkata: “Rasulullah adalah manusia paling pemurah, dan Beliau lebih pemurah lagi pada bulan Ramadhan, Jibril menemui Beliau setiap malam untuk membacakan Al Qur’an, Rasulullah lebih pemurah dari angin yang berhembus.” ( HR.  Bukhari ).

Diantara keutamaan bulan suci ramadan adalah dibuka nya pintu-pintu surga dan ditutup pintu-pintu neraka.

    عن أبي هريرة أَن َرسولَ الله صلى الله عليه وسلم قَالَ: "إِذا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الجَنَّةِ، وَغُلِّقَتْ أَبْوابُ النَّارِ، وَصُفِّدَتْ الشَّياطينُ". أخرجه مسلمٌ

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu, bahwasanya Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Sallam bersabda: “ Apabila datang bulan Ramadhan, dibukalah pintu-pintu Surga, ditutuplah pintu-pintu Neraka dan Syetan-Syetan dibelenggu. ( HR. Muslim )

    عن أبي هريرة قالَ: كَانَ رسولُ اللهِ صلي الله عليه وسلم يُبَشِّرُ أصْحَابَةُ يقولُ: "قَدْ جَاءَكُمْ شَهْرُ رَمَضانَ شَهْرٌ مُبَارَكٌ فَرَضَ اللهُ عليكم صِيَامَهُ، تُفَتَّحُ فيه أبوابُ الجَنَّةِ وَتغلَّقُ فيه أبوابُ النَّارِ، فيه لَيْلَةُ خَيْرٌ من ألفِ شَهْرٍ، مَن حُرِمَ خَيْرَها فقد حُرِمَ". وهذا لَفْظُ حماد بن زيد. أخرجه النسائيُّ

Dari Abu Hurairah berkata: Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Sallam bersabda: “Telah datang bulan Ramadhan, bulan penuh berkah, telah diwajibkan atas kalian berpuasa, dibukakan pintu-pintu Surga, ditutup pintu-pintu Neraka. Didalam bulan itu ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan, barangsiapa yang terhalang dari kebaikannya sungguh ia rugi.” (HR. Nasai, Lafadz Hammad bin Zaid)

Diantara keutamaan bulan suci ramadan adalah ibadah puasa dan sholat malam yang dapat menghapus dosa dan kekhususan pintu bagi orang-orang yang berpuasa serta memberikan syafaat kelak di hari kiamat.

عن أبي هريرة؛ عن النبي صلى الله عليه وسلم: ((من صام رمضان إيماناً واحتساباً، غفر له ما تقدم من  ذنبه، ومن قام ليلة القدر إيماناً واحتساباً، غفر له ما تقدم من ذنبه))  متفق على صحته

“Dari Abu Hurairah, dari Nabi Shalallahu Alaihi wa Sallam: “ Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan dengan iman dan ihtisaban ( mengharap balasan dari Allah ) akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu, barangsiapa yang shalat pada malam lailatul qadr dengan iman dan mengharap balasan dari Allah akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. ( Mutafaqun Alaih )

   عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ رضي الله عنه عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ: فِي الْجَنَّةِ ثَمَانِيَةُ أَبْوَابٍ، فِيهَا بَابٌ يُسَمَّى الرَّيَّانَ، لاَ يَدْخُلُهُ إِلاَّ الصَّائِمُونَ_  رواه البخاري

Dari Sahl bin Said Radhiyallahu Anhu dari Nabi Shalallahu Alaihi wa Sallam bersabda: “Surga ada delapan pintu, di dalamnya ada pintu yang dinamakan Ar Rayyan, tidak akan masuk dari pintu tersebut melainkan orang-orang yang berpuasa.” ( HR. Bukhari )

عن أبي هريرة رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: (قال الله عزوجل: كل عمل بن آدم له إلا الصيام؛ فإنه لي وأنا أجزي به، والصيام جنّة، وإذا كان يوم صوم أحدكم فلا يرفث، ولا يصخب، فإن سابّه أحد أو قاتله فليقل: إني امرؤ صائم، والذي نفس محمد بيده لخلوف فم الصائم أطيب عند الله من ريح المسك، للصائم فرحتان يفرحهما: إذا أفطر فرح، وإذا لقي ربه فرح بصومه) رواه البخاري ومسلم.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu, bahwasanya Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Sallam bersabda: ( Allah Azza wa Jalla berfirman : “ Setiap amal anak Adam adalah baginya kecuali puasa, sesungguhnya ia untuk –Ku, Aku yang akan membalasnya. Puasa adalah perisai, jika kalian sedang berpuasa janganlah berkata kotor atau menghardik. Apabila seseorang mengumpat atau memusuhinya, katakana: “Aku sedang berpuasa.” Demi Dzat yang jiwa Muhammad ditangan-Nya, bau mulut orang yang berpuasa lebih harum disisi Allah dari pada minyank wangi, bagi orang yang berpuasa ada dua kebahagiaan, ketika berbuka puasa ia bergembira dan ketika bertemu Rabbnya ia gembira dengan pahala puasanya. ( HR. Bukhari Muslim )

عن علي بن أبي طالب رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: (إن في الجنة غرفاً تُرى ظهورها من بطونها، وبطونها من ظهورها)، فقام أعرابي فقال: لمن هي يا رسول الله؟ قال: (لمن أطاب الكلام، وأطعم الطعام، وأدام الصيام، وصلى لله بالليل والناس نيام) رواه الترمذي.

Dari Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu Anhu berkata, Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Sallam bersabda:” Sesungguhnya di dalam Surga ada sebuah kamar yang terlihat bagian luarnya dari dalam dan bagian dalamnya dari luar, lalu seorang Arab Badui berkata: “Untuk siapakan itu wahai Rasulullah?”. Beliau bersabda: “ Untuk orang yang perkataannya baik, suka memberi makan, membiasakan puasa dan shalat malam ketika manusia tidur. ( HR. Tirmidzi )

عن عبد الله بن عمرو رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: (الصيام والقرآن يشفعان للعبد يوم القيامة، يقول الصيام: أي رب، منعته الطعام والشهوات بالنهار، فشفعني فيه، ويقول القرآن: منعته النوم بالليل، فشفعني فيه، فيشفعان) رواه أحمد.

Dari Abdullah bin Amru Radhiyallahu Anhu bahwasanya Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Sallam bersabda: “Puasa dan Al Qur’an akan memberi syafaat bagi hamba pada hari kiamat. Puasa berkata: “ Wahai Rabb, ia telah menahan makan dan syahwatnya pada siang hari karena aku, izinkan aku memberi syafaat kepadanya. Alqur’an berkata: “ Ia telah terjaga pada malam hari karena aku, izinkan aku memberi syafaat kepadanya, maka puasa dan shalat memberi syafaat kepadanya. ( HR. Ahmad)

عن جابر بن سمرة أتاني جبريل فقال : يا محمد ! من أدرك أحد والديه فمات فدخل النار فأبعده الله قل : آمين فقلت : آمين قال : يا محمد من أدرك شهر رمضان فمات فلم يغفر له فأدخل النار فأبعده الله قل : آمين فقلت : آمين قال : و من ذكرت عنده فلم يصل عليك فمات فدخل النار فأبعده الله قل : آمين فقلت : آمين

Dari Jabir bin Samuroh rodhiyallahu’anhu, Rosulullah shalallahu ‘alaihi wa sallambersabda: “Aku menjumpai Jibril, kemudian di berkata wahai Muhammad!, barangsiapa yang menjumpai salah seorang dari kedua orang tuanya kemudian ia meninggal, keudian ia dimasukkan ke neraka, Semoga Allah melaknatnya.” Rosulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Amin”. Jibril berkata,”Wahai Muhammad!, barangsiapa yang menjumpai bulan Romadhon kemudian ia meninggal, hal itu tidak menyebabkan ia diampuni dan ia dimasukkan neraka, Semoga Allah melaknatnya.” Rosulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Amin”.Jibril berkata,”Wahai Muhammad!, barangsiapa yang engkau disebutkan padanya ia tidak bersholawat kemudian meninggal dan dimasukkan ke neraka, semoga Allah melaknatnya.” Rosulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Amin”.
(Al Jami’ush Shoghir wa Ziyadatuhu 75 (1/8) )

عن أبي هريرة : أن النبي صلى الله عليه و سلم رقى المنبر فقال آمين آمين آمين قيل له يا رسول الله ما كنت تصنع هذا فقال قال لي جبريل رغم أنف عبد أدرك أبويه أو أحدهما لم يدخله الجنة قلت آمين ثم قال رغم أنف عبد دخل عليه رمضان لم يغفر له فقلت آمين ثم قال رغم أنف امرئ ذكرت عنده فلم يصل عليك فقلت آمين

Dari Abu Hurairah rodhiyallahu’anhu, Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam menaiki mimbar kemudian bersabda: “Amin, Amin, Amin”. Kemudian dikatakan kepada beliau, “Wahai Rosulullah, Apa (maksud) yang kami dengar ini?. Kemudian beliau bersabda: “Jibril telah mengatakan kepadaku, “Hinalah seorang hamba yang mendapatkan kedua orang tuanya atau salah satunya (masih hdup) namun hal itu tidak membuatnya masuk surga”. Aku berkata, “Amin”. Kemudian Jibril berkata, “Hinalah seorang hamba yang ia telah memasuki bulan Romadhon namun tidak membuat (dosanya) diampuni, kemudian aku berkata, “Amin”. Kemudian Jibril berkata, “Hinalah seseorang yang (namamu) disebutkan padanya namun ia tidak mengucapkan sholawat, kemudian aku berkata, “Amin” (Al ‘Adabul Mufrod 646 (1/225) )

عن جابر بن عبد الله : أن النبي صلى الله عليه و سلم رقى المنبر فلما رقى الدرجة الأولى قال آمين ثم رقى الثانية فقال آمين ثم رقى الثالثة فقال آمين فقالوا يا رسول الله سمعناك تقول آمين ثلاث مرات قال لما رقيت الدرجة الأولى جاءني جبريل صلى الله عليه و سلم فقال شقي عبد أدرك رمضان فانسلخ منه ولم يغفر له فقلت آمين ثم قال شقي عبد أدرك والديه أو أحدهما فلم يدخلاه الجنة فقلت آمين ثم قال شقي عبد ذكرت عنده ولم يصل عليك فقلت آمين

Dari Jabir bin ‘Abdillah rodhiyallahu’anhu, Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam menaiki tangga mimbar. Ketika naik ketingkatan pertama, Beliau mengatakan “Amin”. Kemudian ketika manaiki tingkatan kedua, Beliau mengatakan “Amin”. Kemudian ketika menaiki tingkatan ketiga, Beliau mengatakan “Amin”. Kemudian para shahabat Rosulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, “Wahai Rosulullah, kami mendengar anda mengatakan amin sebanyak tiga kali”.Rosulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Ketika aku menaiki tingkatan tangga pertama, (malaikat) Jibril shalallahu’alaihi wa sallam mendatangiku kemudian berkata, “Celaka seorang hamba yang ia menjumpai bulan Romadhon kemudian Romadhon itu berlalu, dan hal itu tidak membuatnya diampuni”. Kemudian aku mengatakan “Amin”. Kemudian Jibril berkata, “Celaka seorang hamba yang ia mendapati kedua orang tuanya atau salah seorang dari mereka (masih hidup) tapi hal itu tidak memasukkannya kedalam surga”. Kemudian aku mengatakan “Amin”. Kemudian Jibril berkata, “Celaka seorang hamba yang ketika(ia mendengar) aku disebut namun ia tidak bersholawat”. Kemudian aku mengatakan “Amin”. (Al ‘Adabul Mufrod 644 (1/224))

Semoga kita diberikan kekuatan dan taufik untuk melaksanakan ibadah ibadah agung tersebut, dan segala dosa kita diampuni oleh Allah Ta'ala di bulan suci ramadan ini.

Senin, 22 Juni 2015

JAUHILAH SIKAP LALAI


الحمدلله الحي القيوم  ، على مر الدهور و كر العصور  ، احمده سبحانه وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له ، وأشهد أن محمداً عبده ورسوله صلى الله عليه شفيع الموحدين يوم النشور ، صلى الله عليه وعلى آله وصحبه اجمعين.

Berlalu waktu demi waktu dengan tanpa disadari, terisi degan perkara yang sia-sia, tanpa bermanfaat untuk dunia nya atau akhirat nya, sedangkan Allah Ta'ala senantiasa akan menghisap setiap waktu yang telah lewat, sebagaimana firman Allah Ta'ala,

وَٱتَّقُوا۟ يَوْمًا تُرْجَعُونَ فِيهِ إِلَى ٱللَّهِ ۖ ثُمَّ تُوَفَّىٰ كُلُّ نَفْسٍ مَّا كَسَبَتْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ

" Dan peliharalah dirimu dari (azab yang terjadi pada) hari yang pada waktu itu kamu semua dikembalikan kepada Allah. Kemudian masing-masing diri diberi balasan yang sempurna terhadap apa yang telah dikerjakannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan)." (Q.S.2 Al-Baqorah : 281)

Allah Ta'ala berfirman,

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرٌۢ بِمَا تَعْمَلُونَ ﴿١٨﴾ وَلَا تَكُونُوا۟ كَٱلَّذِينَ نَسُوا۟ ٱللَّهَ فَأَنسَىٰهُمْ أَنفُسَهُمْ ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْفَٰسِقُونَ ﴿١٩﴾

"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan."" Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik." (Q.S.59 Al-Hasyr :18-19)

Kholifah Umar bin Abdul Aziz rahimahullah wa radhiyallahu anhu berkhotbah di akhir khotbah yang beliau wafat pada nya :

Wahai sekalian manusia,

“Sesungguhnya tidaklah kalian diciptakan dengan sia-sia, dan kalian tidak akan dibiarkan begitu saja tanpa diperintah dan dilarang. Dan sesungguhnya bagi kalian ada perjanjian yang telah Allah ta’ala turunkan di dalamnya sebagai pemutus perkara dan pembeda di antara kalian. Sungguh telah celaka dan merugi seseorang yang telah keluar dari rahmat Allah yang (padahal) rahmat-Nya itu meliputi segala sesuatu, dan telah celaka dan merugi pula seseorang yang diharamkan baginya al-jannah (surga) yang (padahal) jannah Allah itu seluas langit dan bumi.

Ketahuilah bahwasanya keamanan pada hari esok (hari akhir) adalah bagi orang yang menjaga diri dari adzab Allah dan takut kepada-Nya serta orang yang mau menukar sesuatu yang fana (dunia) dengan sesuatu yang kekal (akhirat), yang mau menukar sesuatu yang sedikit dengan sesuatu yang banyak, dan yang mengganti rasa takut (dengan sebab kemaksiatan) dengan keamanan (menjalankan ketaatan). Tidakkah kalian melihat bahwasanya kalian berada di jalan orang-orang yang akan binasa? Dan kalian akan digantikan oleh orang-orang lain setelah kalian dan seterusnya sampai kalian kembali kepada sebaik-baik pemberi warisan (Allah subhanahu wata’ala)?

Setiap hari kalian berjalan pagi dan petang menuju kepada Allah subhanahu wata’ala. Sebagiannya telah datang kepadanya keputusan dari Allah dan sebagian yang lain masih menunggu keputusan dari-Nya. Kalian akan lelah untuk terus menempuh jalan yang mendaki, kemudian kalian berdo’a kepada-Nya tanpa sandaran dan juga tanpa aturan, berpisah dengan orang-orang tercinta, terputuslah hubungan kekasih, dan kemudian menetap dalam kubur untuk menuju hari perhitungan, kini dia tergadai dengan amalannya, dia butuh terhadap sesuatu yang akan datang dan merasa cukup dengan yang dia tinggalkan.

Maka bertaqwalah kepada Allah sebelum datangnya kematian dan ketetapan dari Allah. Demi Allah, sesungguhnya aku mengatakan perkataan ini kepada kalian dan aku tidak mengetahui seorang pun yang dosanya lebih banyak daripada dosaku.

Dan tidaklah salah seorang dari kalian menyampaikan keperluannya kepadaku kecuali akan aku penuhi kebutuhannya tersebut sebatas kemampuanku. Dan tidaklah salah seorang di antara kalian yang mencukupkan diri dengan apa yang ada pada kami kecuali aku menginginkannya sebagai bagian dari keringat dan dagingku sampai kemudian menjadi sama antara kehidupan kami dengan kehidupan dia.

Dan demi Allah, kalau seandainya aku menginginkan selain hal ini dari kemewahan dan kenikmatan duniawi, maka lisan ini akan merendahkannya dengan sebab-sebab yang telah diketahui. Akan tetapi telah berlaku ketetapan dari Allah dalam kitab-Nya dan Sunnah yang adil, yang membimbing untuk taat kepada-Nya dan melarang dari bermaksiat kepada-Nya.”

Kemudian beliau mengangkat ujung selendangnya dan menangis terisak-isak sampai pingsan yang menyebabkan orang-orang di sekitarnya pun menangis. Kemudian beliau turun dari mimbar dan tidak pernah beliau berkhuthbah lagi setelah itu sampai wafat rahimahullah.

Ini merupakan suatu gambaran yang nyata wahai sekalian para hamba hamba Allah, jalan Kholifah yang mendapatkan petunjuk, didalam segala sesuatu dari mereka memiliki ibroh dan pelajaran, kesempatan umur yang menjadi medan menanam benih benih kebajikan, yang kelak diakhirat akan memanen dan memetik hasilnya.

Al-Hasan Al-Basry rahimahullah berkata, "  Tidaklah seseorang hamba yang ia menjumpai terbitnya fajar pagi hari kecuali disana utusan Allah Ta'ala  menyeru, " Wahai para anak cucu Adam, aku adalah ciptaan yang baru hari ini, aku terhadap amalmu menjadi saksi, berbekallah dengan amalan saleh, sesungguhnya aku tidak akan pernah kembali hingga hari kiamat ".

Marilah kita bertakwa kepada Allah Ta'ala, selagi masih ada kesempatan, dan kita mempersiapkan diri dengan baik, bertaubat kepada Allah dari umur yang telah lewat, dan bersungguh sungguh dalam ketaatan diwaktu yang tersisa, semoga bulan ramadan yang suci dan penuh barokah ini menjadi penyemangat bagi kita untuk memulai kehidupan yang lebih baik, sehingga Allah Ta'ala menutup amalan kita dengan husnul khotimah.