Minggu, 31 Maret 2013

SEORANG MUKMIN DI HADAPAN ALLAH

Allah Ta'ala adalah Dzat yang Maha kasih lagi sayang kepada para hambanya yang mukmin, Allah adalah walinya, mencintai dan melindunginya dari mara bahaya, menerima amalnya, melipat gandakan amal perbuatannya, melimpahkan karunia kepadanya, meliput dan mengampuni dosa-dosanya, menutup kesalahannya, dan memberikan perlindungan disaat hidup dan setelah matinya.

Bisa jadi seorang mukmin yang tidur lelap dipembaringannya, sedang para malaikat menjaga dan melindunginya dari mara bahaya dan memanjatkan ampunan kepada Tuhan Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

 Allah Ta'ala berfirman yang artinya: "Para Malaikat yang memikul 'Arsy dan malaikat sekelilingnya bertasbih memuji Tuhannya dan mereka beriman kepada-Nya serta mereka memintakan ampun bagi orang-orang yang beriman (seraya mengatakan); 'Ya Tuhan kami, rahmat dan ilmu Engkau meliput segala sesuatu, maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertaubat dan mengikuti jalan Engkau dan peliharalah mereka dari siksa neraka yang menyala-nyala". (QS.Al-Mukmin: 7).

KEDUDUKAN HATI

Allah Ta'ala berfirman dalam ayat-Nya: "Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya". (QS. Al-Isra': 36).

Sesungguhnya hati memiliki kedudukan mulia dalam anggota badan. Ia sebagai pengatur, asal dari segala perintah, menggerakkan badan sesuai kehendaknya, semua dibawah kendalinya, disana pula isyarat untuk istiqomah dalam kebenaran atau keluar dari ketaatan. Semua tergantung apa yang diyakini sang hati dan dikehendakinya. Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Ketahuilah, sesungguhnya di dalam anggota badan terdapat segumpal darah, bila ia baik maka seluruh anggota badannya akan berperilaku baik, bila ia buruk, maka anggota badannya akan berperilaku buruk". (HR.Bukhari-Muslim).

Singkat kata, Hati adalah raja dan penguasa, anggota badan bergerak karenanya, dan tidak akan melahirkan pahala di akhirat kelak melainkan bila niat yang di dalam hati lurus. Oleh karena hati yang kelak akan dilihat Allah dan diminta pertanggungjawaban maka perhatian akan bersihnya hati dan terhindar dari noda-noda yang akan merusaknya serta mengobati hati yang berpenyakit, lebih utama untuk kita bersibuk dari amalan selainnya.

Sabtu, 30 Maret 2013

MAHABBAH KEPADA ALLAH

Ibrohim bin Adham berkata: "Andaikata manusia mengetahui nikmatnya cinta kepada Allah, niscaya mereka akan mengurangi makan, minum dan angan-angan dunia. Lihatlah para malaikat yang cinta dan tunduk kepada Allah, hingga mereka merasa cukup dengan berdzikir kepada-Nya dan tidak memerlukan yang lainya".

-- Hilyatul-Auliya' 10/81--