Senin, 18 Agustus 2014

PARA NABI DAN PARA RASUL


Alhamdulillah, was sholatu was salamu ala Rosulillah, wa ba`du;

Allah Ta`ala telah mengutus para nabi dan rasul pada setiap umat dan kaum agar memberikan petunjuk hidayah hingga mengentaskan mereka dari kesesatan menuju jalan keselamatan, kebahagiaan, dan jalan kebenaran.

Tiada jalan yang dapat menghantarkan kepada keselamatan melainkan hanya dengan cara mengikuti petunjuk para nabi dan rasul serta mengimani mereka.

Allah Ta`ala telah menyebutkan di dalam Al Qur`an dua puluh lima nabi dan rasul.

Dan disebutkan dalam As Sunnah, berkata abu Dzar Al Ghifari, ia bertanya kepada nabi sallallahu alaihi wa sallam, Wahai Rasulullah, berapakah jumlah para rasul?, maka Nabi sallallahu alaihi wa sallam menjawab, " Tiga ratus sekian belas rasul, jumlah yang amat banyak ".(HR. Ahmad).

Para nabi dan rasul merupakan manusia yang paling baik hatinya, amal perbuatannya, akhlaknya, paling banyak ilmunya, paling santun tingkah laku nya dan paling sempurna ibadah nya.

Allah Ta`ala berfirman mensifati akhlak para nabi, " Hai Yahya, ambillah Al Kitab (Taurat) itu dengan sungguh-sungguh. Dan kami berikan kepadanya hikmah selagi ia masih kanak-kanak. Dan rasa belas kasihan yang mendalam dari sisi Kami dan kesucian (dan dosa). Dan ia adalah seorang yang bertakwa. Dan seorang yang berbakti kepada kedua orang tuanya, dan bukanlah ia orang yang sombong lagi durhaka. Kesejahteraan atas dirinya pada hari ia dilahirkan dan pada hari ia meninggal dan pada hari ia dibangkitkan hidup kembali ". (QS. Maryam 12~15).

Allah Ta`ala berfirman, "Berkata Isa: "Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi. Dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup. Dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka. Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali". (QS. Maryam 30~33).

Allah Ta`ala berfirman, "Ceritakanlah (Hai Muhammad) kisah Ibrahim di dalam Al Kitab (Al Quran) ini. Sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat membenarkan lagi seorang Nabi.  Ingatlah ketika ia berkata kepada bapaknya; "Wahai bapakku, mengapa kamu menyembah sesuatu yang tidak mendengar, tidak melihat dan tidak dapat menolong kamu sedikitpun?. Wahai bapakku, sesungguhnya telah datang kepadaku sebahagian ilmu pengetahuan yang tidak datang kepadamu, maka ikutilah aku, niscaya aku akan menunjukkan kepadamu jalan yang lurus. Wahai bapakku, janganlah kamu menyembah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu durhaka kepada Tuhan Yang Maha Pemurah. Wahai bapakku, sesungguhnya aku khawatir bahwa kamu akan ditimpa azab dari Tuhan Yang Maha Pemurah, maka kamu menjadi kawan bagi syaitan".(QS Maryam 41~45).

Allah Ta`ala berfirman, "Dan ceritakanlah (hai Muhammad kepada mereka), kisah Musa di dalam Al Kitab (Al Quran) ini. Sesungguhnya ia adalah seorang yang dipilih dan seorang rasul dan nabi. Dan Kami telah memanggilnya dari sebelah kanan gunung Thur dan Kami telah mendekatkannya kepada Kami di waktu dia munajat (kepada Kami). Dan Kami telah menganugerahkan kepadanya sebagian rahmat Kami, yaitu saudaranya, Harun menjadi seorang nabi.(QS. Maryam 51~53).

Allah Ta`ala berfirman, " Dan ceritakanlah (hai Muhammad kepada mereka) kisah Ismail (yang tersebut) di dalam Al Quran. Sesungguhnya ia adalah seorang yang benar janjinya, dan dia adalah seorang rasul dan nabi. Dan ia menyuruh ahlinya untuk bersembahyang dan menunaikan zakat, dan ia adalah seorang yang diridhai di sisi Tuhannya.(QS. Maryam 54~55).

Allah Ta`ala berfirman, " Dan ceritakanlah (hai Muhammad kepada mereka, kisah) Idris (yang tersebut) di dalam Al Quran. Sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat membenarkan dan seorang nabi. Dan Kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi.(QS. Maryam 56~57).

Allah Ta`ala berfirman, " Dan demikianlah Kami memberi kedudukan kepada Yusuf di negeri Mesir; (dia berkuasa penuh) pergi menuju kemana saja ia kehendaki di bumi Mesir itu. Kami melimpahkan rahmat Kami kepada siapa yang Kami kehendaki dan Kami tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik.(QS. Yusuf 56).

Allah Ta`ala berfirman, " Dan kepada Luth, Kami telah berikan hikmah dan ilmu, dan telah Kami selamatkan dia dari (azab yang telah menimpa penduduk) kota yang mengerjakan perbuatan keji. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang jahat lagi fasik. Dan Kami masukkan dia ke dalam rahmat Kami; karena sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang saleh ". (QS Al Anbiya` 74~75).

Allah Ta`ala berfirman, " Dan (ingatlah kisah) Nuh, sebelum itu ketika dia berdoa, dan Kami memperkenankan doanya, lalu Kami selamatkan dia beserta keluarganya dari bencana yang besar. Dan Kami telah menolongnya dari kaum yang telah mendustakan ayat-ayat Kami. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang jahat, maka Kami tenggelamkan mereka semuanya. (QS. AL Anbiya` 76~77).

Allah Ta`ala berfirman, " Dan (ingatlah kisah) Daud dan Sulaiman, di waktu keduanya memberikan keputusan mengenai tanaman, karena tanaman itu dirusak oleh kambing-kambing kepunyaan kaumnya. Dan adalah Kami menyaksikan keputusan yang diberikan oleh mereka itu. Maka Kami telah memberikan pengertian kepada Sulaiman tentang hukum (yang lebih tepat); dan kepada masing-masing mereka telah Kami berikan hikmah dan ilmu dan telah Kami tundukkan gunung-gunung dan burung-burung, semua bertasbih bersama Daud. Dan kamilah yang melakukannya. Dan telah Kami ajarkan kepada Daud membuat baju besi untuk kamu, guna memelihara kamu dalam peperanganmu; Maka hendaklah kamu bersyukur (kepada Allah). Dan (telah Kami tundukkan) untuk Sulaiman angin yang sangat kencang tiupannya yang berhembus dengan perintahnya ke negeri yang kami telah memberkatinya. Dan adalah Kami Maha Mengetahui segala sesuatu.  Dan Kami telah tundukkan (pula kepada Sulaiman) segolongan syaitan-syaitan yang menyelam (ke dalam laut) untuknya dan mengerjakan pekerjaan selain daripada itu, dan adalah Kami memelihara mereka itu ".(QS. AL Anbiya` 78~82).

Allah Ta`ala berfirman, " Dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika ia menyeru Tuhannya: "(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang". Maka Kamipun memperkenankan seruannya itu, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan Kami lipat gandakan bilangan mereka, sebagai suatu rahmat dari sisi Kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Allah ".(QS Al Anbiya` 83~84).

Allah Ta`ala berfirman, "Dan (ingatlah kisah) Ismail, Idris dan Dzulkifli. Semua mereka termasuk orang-orang yang sabar. Kami telah memasukkan mereka kedalam rahmat Kami. Sesungguhnya mereka termasuk orang-orang yang saleh. (QS Al Anbiya` 85~86).

Allah Ta`ala berfirman, "Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap: "Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim". Maka Kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya dari pada kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman. (QS. Al Anbiya`87~88).

Allah Ta`ala berfirman, "Dan (ingatlah kisah) Zakaria, tatkala ia menyeru Tuhannya: "Ya Tuhanku janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri dan Engkaulah Waris Yang Paling Baik. Maka Kami memperkenankan doanya, dan Kami anugerahkan kepada nya Yahya dan Kami jadikan isterinya dapat mengandung. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu' kepada Kami ".(QS Al Anbiya` 89~90).

Sepantasnya bagi orang muslim untuk mengikuti petunjuk nabi dan menelusuri jejak mereka, karena dengan petunjuk mereka kita dapat meraih keutamaan.

Allah Ta`ala berfirman, " Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya " (QS. An Nisa` 69).

Seluruh nabi dan rasul sepakat untuk mendakwahkan kalimat tauhid dan memperingatkan dari syirik.

Allah Ta`ala berfirman, " Dan Kami tidak mengutus seorang rasulpun sebelum kamu melainkan Kami wahyukan kepadanya: "Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian hanya kepada Aku". (QS Al Anbiya` 25).

Minggu, 17 Agustus 2014

AL~ QUR`AN AL~ADHIM

Alhamdulillah, was sholatu was salamu ala Rosulillah, wa ba`du;

Allah Ta`ala telah mengutus Nabi muhammad sallallahu alaihi wa sallam dengan membawa Al~Qur`an yang di jadikan hujjah bagi seluruh umat manusia.
Sehingga orang orang arab yang ahli dalam bahasa arab mengakui bahwa Al~Qur`an merupakan mukjizat yang di berikan Allah Ta`ala.

Berkata Al~Walid Ibnul Mughiroh, " Sungguh demi Allah, didalam bacaan Al Qur`an terdapat rasa manis lagi menenangkan jiwa, menentramkan hati, alangkah indahnya apa yang di lantunkan oleh Nabi ini ".

Al~Qur`an merupakan cahaya yang menerangi kegelapan, memberikan hidayah bagi kesesatan, obat bagi jiwa yang sakit, menghidupkan hati yang mati, barang siapa yang berpegang teguh dengan nya pasti akan mendapatkan penjagaan, barang siapa yang berkata dengan nya pasti akan benar, dan barang siapa yang berhukum dengan nya akan adil, akan menuntun kedalam jalan yang lurus.

Allah Ta`ala mengkisahkan para jin yang mendengarkan bacaan Al Qur`an, " Katakanlah (hai Muhammad): "Telah diwahyukan kepadamu bahwasanya: telah mendengarkan sekumpulan jin (akan Al Quran), lalu mereka berkata: Sesungguhnya kami telah mendengarkan Al Quran yang menakjubkan.  (yang) memberi petunjuk kapada jalan yang benar, lalu kami beriman kepadanya. Dan kami sekali-kali tidak akan mempersekutukan seseorangpun dengan Tuhan kami ". (QS Al Jinn 1~2).

Membaca Al Qur`an dan mentadaburi isi dan kandungan didalamnya serta mengamalkan nya akan memberikan pencerahan dan kemuliaan.

Abu Dzar radhiyallahu`anhu berkata, " Wahai Rasulullah, berikan wasiat kepada kami, maka Nabi sallallahu alaihi wa sallam bersabda, " Hendaknya engkau memperbanyak membaca Al Qur`an, sesungguhnya Al Qur`an merupakan cahaya bagimu dimuka bumi dan simpanan pahala untukmu di langit ". (HR. Ibnu Hibban).

Sebaik baik manusia adalah seorang yang membaca Al Qur`an dan mengajarkan nya, sebagai mana yang dilakukan oleh Abu Abdurrahman As~Sulamy selama tujuh puluh tahun mengajarkan kitab Allah dalam rangka mencari pahala kebaikan.

Dan barang siapa yang mempelajari Al Qur`an niscaya akan turun kepada nya ketentraman jiwa, diliputi rahmat, hingga para malaikat menundukkan sayap nya dalam rangka menghormati nya, dan barang siapa membaca Al Qur`an dengan mahir sungguh ia bersama para malaikat yang mulia, setiap huruf bagi nya akan mendapatkan pahala  kebaikan dan akan dilipat ganda kan, dan kedudukan bagi nya di akhirat kelak sejauh mana ayat yang telah ia baca dan akhir yang ia baca, serta keutamaan membaca nya adalah lebih baik dari pada mendapatkan harta dunia.

Nabi sallallahu alaihi wa sallam bersabda, " Siapakah diantara kalian yang yang menghendaki pergi menuju wadi Akik atau wadi Bathan, kemudian ia mengambil dua onta yang paling mahal dan istimewa?...kemudian para sahabat menjawab: " Kami semua menginginkan wahai Rasulullah..".Kemudian Nabi berkata, " Sungguh jikalau sekiranya kalian pergi menuju masjid setiap hari dan mempelajari satu ayat dari Al Qur`an niscaya lebih utama dari mendapatkan dua ekor onta, tiga ekor dan seterusnya sejumlah ayat yang kalian pelajari ". (HR. Muslim).

Al Qur`an merupakan mukjizat yang senantiasa kekal hingga hari kiamat, Allah Ta`ala berfirman, "Dan apakah tidak cukup bagi mereka bahwasanya Kami telah menurunkan kepadamu Al Kitab (Al Quran) sedang dia dibacakan kepada mereka? Sesungguhnya dalam (Al Quran) itu terdapat rahmat yang besar dan pelajaran bagi orang-orang yang beriman ".(QS. AL Ankabut 51).

Allah Ta`ala berfirman, "Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?..".(QS. AL Qomar 17).

Allah Ta`ala berfirman, "Dan katakanlah: "Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap". Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap. Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian ".(QS. AL Isra` 81~82).

Allah Ta`ala berfirman, " Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran ".(QS. Shaad 29).

Berkata Fudhail ibnu Iyadh, " Sesungguhnya penghafal Al Qur`an adalah pembawa panji islam, tidak sepantasnya ia berbuat sia sia bersama orang orang yang berbuat sia sia, lalai bersama orang orang yang lalai, berbuat alpa bersama orang orang yang alpa ".

Nabi sallallahu alaihi wa sallam bersabda, " Perumpamaan rumah yang dibacakan didalamnya Al Qur`an atau berdzikir kepada Allah dan rumah yang tidak di bacakan di dalam nya Al Qur`an atau berdzikir kepada Allah adalah perumpamaan antara yang hidup dan yang mati ".(HR. Muslim).

Sekiranya umat islam melalaikan Al Qur`an dan meninggalkan nya dan tidak mengamalkan kitab Tuhannya, niscaya akan tertimpa kehinaan dan fitnah serta kehancuran, dan ini merupakan angan angan musuh musuh kafirin, munafikin dan ahli kitab.

Allah Ta`ala berfirman,"Sebahagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran ".(QS. Al Baqarah 109).

Nabi sallallahu alaihi wa sallam memberikan pesan kepada umat ini dengan sabda nya, " Aku tinggalkan bagi kalian dua perkara sekiranya kalian berpegang teguh dengan nya niscaya tidak akan tersesat sepeninggal ku, yaitu Kitab Allah dan Sunnah ku ".

Senin, 11 Agustus 2014

IMAN KEPADA MALAIKAT

Alhamdulillah, was sholatu was salamu ala Rosulillah, wa ba`du;

Iman kepada malaikat merupakan pokok dasar akidah seorang muslim, tidak akan sempurna iman kecuali dengan iman kepada nya. Malaikat merupakan ciptaan Allah yang wajib di imani baik secara global dan terperinci sebagai mana disebutkan dalam Al Qur`an dan As Sunnah.

Allah Ta`ala menciptakan malaikat dari cahaya yang mampu merubah wujud sesuai kehendak Allah, dan memiliki tugas tugas dan senantiasa taat dan beribadah kepada Allah serta tidak pernah berbuat maksiat.

Jibril merupakan malaikat yang paling utama, yang memiliki enam ratus sayap, setiap sayap memenuhi langit dan bumi.

Allah Ta`ala berfirman, " (Jibril) yang sangat kuat. Yang mempunyai akal yang cerdas; dan (Jibril itu) menampakkan diri dengan rupa yang asli.  Sedang dia berada di ufuk yang tinggi ".(QS An Najm 5~7).

Nabi sallallahu alaihi wa sallam bersabda, " Aku telah melihat jibril dalam wujud aslinya, ia memiliki enam ratus sayap ".(HR. Ahmad).

Malaikat memiliki tugas tugas dalam ibadah, diantaranya diberikan amanah wahyu, menurunkan hujan, meniupkan arwah pada janin, mencabut nyawa, menjaga surga dan neraka, menjaga gunung, daratan, lautan, menjaga manusia, peniup sangkakala, membangkitkan manusia dari alam kubur, berdiri bertasbih untuk Allah, rukuk, sujud dihadapan Allah dan sebagai nya.

Nabi sallallahu alaihi wa sallam bersabda, " Langit mengeluarkan suara rintihan, dan sepantasnya untuk merintih, tidaklah didapatkan sejauh empat jemari melainkan disana terdapat malaikat sujud kepada Allah ".(HR. Ahmad).

Nabi sallallahu alaihi wa sallam mengkhabarkan tentang baitul makmur yang berada di langit ketujuh, " Setiap hari didatangi oleh para malaikat sejumlah tujuh puluh ribu malaikat, jika telah masuk maka tidak pernah kembali lagi ". (HR. Bukhari dan Muslim).

Malaikat mencintai orang yang soleh dan perbuatan soleh, senantiasa mendoakan orang orang yang berbuat kebaikan dan mengajarkan kebajikan, setiap hari senantiasa mendoakan kebaikan.

Allah Ta`ala berfirman, " (Malaikat-malaikat) yang memikul 'Arsy dan malaikat yang berada di sekelilingnya bertasbih memuji Tuhannya dan mereka beriman kepada-Nya serta memintakan ampun bagi orang-orang yang beriman (seraya mengucapkan): "Ya Tuhan kami, rahmat dan ilmu Engkau meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertaubat dan mengikuti jalan Engkau dan peliharalah mereka dari siksaan neraka yang menyala-nyala.  Ya Tuhan kami, dan masukkanlah mereka ke dalam surga 'Adn yang telah Engkau janjikan kepada mereka dan orang-orang yang saleh di antara bapak-bapak mereka, dan isteri-isteri mereka, dan keturunan mereka semua. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.  Dan peliharalah mereka dari (balasan) kejahatan. Dan orang-orang yang Engkau pelihara dari (pembalasan) kejahatan pada hari itu maka sesungguhnya telah Engkau anugerahkan rahmat kepadanya dan itulah kemenangan yang besar". (QS. Ghafir 7~9).

Malaikat turun bersamaan dengan turunnya barokah dan rahmat, sebagaimana turun pada malam lailatul qadar, demikian juga ketika dibacakan Al Qur`an dan majlis ilmu dan dzikir.

Nabi sallallahu alaihi wa sallam bersabda, " Tidaklah suatu kaum yang berkumpul di rumah dari rumah Allah, membaca kitab Allah, saling mempelajari di antara mereka, kecuali turun kepada mereka ketentraman, dan diliputi rahmat, dikelilingi oleh para malaikat, dan Allah senantiasa menyebut nama nama mereka di hadapan para malaikat Nya ".