Minggu, 05 Januari 2020

KEBERKAHAN DI DALAM SUNNAH

*📝Ringkasan Muhadhoroh*
As syaikh Prof. DR Ibrahim bin Amir Ar-Ruhaily hafidhohullahu Ta`ala.

Masjid Agung Karanganyar, Jawa Tengah

Setelah memuji Allah ﷻdan bersholawat kepada Nabi Muhammad ﷺbeserta keluarga dan para sahabat,
Beliau memuji Allah ﷻ atas nikmat bisa berkumpul dengan jamaah dalam pertemuan yang diberkahi karena ikatan aqidah dan agama yang sama, serta ikatan ukhuwwah. Kemudian beliau berterima kasih kepada pihak-pihak yang telah mendukung terlaksananya muhadhoroh ini. Selain itu beliau memohon kepada Allah ﷻ agar mengkaruniakan keikhlasan kepada kita.

Tema kajian ini adalah _Keberkahan Di Dalam Sunnah_, dimana tema ini adalah tema yang sangat penting dan agung, memiliki poin pembahasan yang banyak. Sehingga pada kesempatan ini, beliau hanya membahas pada poin-poin pokoknya saja.

Beliau mengawali dengan definisi _barokah._
Secara bahasa, _barokah_ bermakna kebaikan yang banyak, bertambah dan berkembang
Berkata Imam Al Azhari :
_Barokah_ adalah bertambahnya kebaikan yang banyak.

Adapun makna keberkahan secara istilah, adalah kebaikan yang selalu bertambah dan berkembang, yang Allahﷻ limpahkan kepada sebagian dari makhluk yang Dia kehendaki.
Sehingga dipahami, bahwa keberkahan itu bersumber dari Allah ﷻ.
Dalilnya adalah firman Allah ﷻ :
أَلَا لَهُ ٱلۡخَلۡقُ وَٱلۡأَمۡرُۗ تَبَارَكَ ٱللَّهُ رَبُّ ٱلۡعَـٰلَمِینَ
Ingatlah! Segala penciptaan dan urusan menjadi hak-Nya. Mahasuci (Maha berkah) Allah, Tuhan seluruh alam.
[Surat Al-A'raf 54]

Dalam ayat lainnya :
تَبَـٰرَكَ ٱلَّذِی بِیَدِهِ ٱلۡمُلۡكُ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَیۡءࣲ قَدِیرٌ
Mahasuci (Maha berkah) Allah yang menguasai (segala) kerajaan, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.
[Surat Al-Mulk 1]

Ibnu Abbas memaknai _"tabaroka"_ adalah keberkahan yang banyak, sebagaimana diriwayatkan Imam Atthabrani, Ibnu Katsir, dll.
Pendapat yang lainnya menyebutkan bahwa _tabaroka_ adalah salah satu sifat Allah ﷻ.
Kesimpulannya, bahwa keberkahan itu dari Allah ﷻ, dan akan dilimpahkan kepada sebagian dari makhluknya.

Allahﷻ telah memberikan keberkahan kepada sebagian makhluknya, ada manusia yang diberkahi, tempat atau waktu yang diberkahi.
Sebagai contoh sebagaimana disebutkan dalam firman Allahﷻ :
وَلِسُلَیۡمَـٰنَ ٱلرِّیحَ عَاصِفَةࣰ تَجۡرِی بِأَمۡرِهِۦۤ إِلَى ٱلۡأَرۡضِ ٱلَّتِی بَـٰرَكۡنَا فِیهَاۚ
Dan (Kami tundukkan) untuk Sulaiman angin yang sangat kencang tiupannya yang berhembus dengan perintahnya ke negeri yang Kami beri berkah padanya.
[Surat Al-Anbiya' 81]

Dalil lainnya :
وَأَوۡرَثۡنَا ٱلۡقَوۡمَ ٱلَّذِینَ كَانُوا۟ یُسۡتَضۡعَفُونَ مَشَـٰرِقَ ٱلۡأَرۡضِ وَمَغَـٰرِبَهَا ٱلَّتِی بَـٰرَكۡنَا فِیهَاۖ
Dan Kami wariskan kepada kaum yang tertindas itu, bumi bagian timur dan bagian baratnya yang telah Kami berkahi.
[Surat Al-A'raf 137]

Adapun waktu yang diberkahi, disebutkan dalam firman Allah ﷻ:
إِنَّاۤ أَنزَلۡنَـٰهُ فِی لَیۡلَةࣲ مُّبَـٰرَكَةٍۚ إِنَّا كُنَّا مُنذِرِینَ
sesungguhnya Kami menurunkannya pada malam yang diberkahi. Sungguh, Kamilah yang memberi peringatan.
[Surat Ad-Dukhan 3]

Sementara berkaitan dengan tempat yang diberkahi, disebutkan dalam ayat :

إِنَّ أَوَّلَ بَیۡتࣲ وُضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِی بِبَكَّةَ مُبَارَكࣰا وَهُدࣰى لِّلۡعَـٰلَمِینَ

[Surat Ali Imran 96]

Dari dalil-dalil tersebut, telah jelas bahwa keberkahan adalah berasal dari Allahﷻ, sehingga hendaknya manusia meminta keberkahan hanya kepada Allahﷻ.

Setelah menjelaskan makna barokah, beliau menjelaskan makna sunnah.
Secara bahasa kata sunnah bermakna jalan atau pola.
Adapun secara syariat makna sunnah adalah jalan atau pola hidup Nabi Muhammad ﷺ.
Sebagaimana disebutkan dalam hadits :

عَنْ الْعِرْبَاضِ بْنِ سَارِيَةَ قَالَ
وَعَظَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمًا بَعْدَ صَلَاةِ الْغَدَاةِ مَوْعِظَةً بَلِيغَةً ذَرَفَتْ مِنْهَا الْعُيُونُ وَوَجِلَتْ مِنْهَا الْقُلُوبُ فَقَالَ رَجُلٌ إِنَّ هَذِهِ مَوْعِظَةُ مُوَدِّعٍ فَمَاذَا تَعْهَدُ إِلَيْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ أُوصِيكُمْ بِتَقْوَى اللَّهِ وَالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ وَإِنْ عَبْدٌ حَبَشِيٌّ فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ يَرَى اخْتِلَافًا كَثِيرًا وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الْأُمُورِ فَإِنَّهَا ضَلَالَةٌ فَمَنْ أَدْرَكَ ذَلِكَ مِنْكُمْ فَعَلَيْهِ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ الْمَهْدِيِّينَ عَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ
Dari al 'Irbadh bin Sariyah dia berkata; suatu hari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memberi wejangan kepada kami setelah shalat subuh wejangan yang sangat menyentuh sehingga membuat air mata mengalir dan hati menjadi gemetar. Maka seorang sahabat berkata; 'seakan-akan ini merupakan wejangan perpisahan, lalu apa yang engkau wasiatkan kepada kami ya Rasulullah? ' Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Aku wasiatkan kepada kalian untuk (selalu) bertaqwa kepada Allah, mendengar dan ta'at meskipun terhadap seorang budak habasyi, sesungguhnya siapa saja diantara kalian yang hidup akan melihat perselisihan yang sangat banyak, maka jauhilah oleh kalian perkara-perkara yang dibuat-buat, karena sesungguhnya hal itu merupakan kesesatan. Barangsiapa diantara kalian yang menjumpai hal itu hendaknya dia berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah para Khulafaur Rasyidin yang mendapat petunjuk, gigitlah sunnah-sunnah itu dengan gigi geraham."
(HR Tirmidzi)

Para ulama memiliki definisi yang berbeda-beda. Diantaranya adalah sebagai berikut :
1. Ulama ushul fiqh, memaknai sunnah adalah haditn Nabi Muhammad ﷺ
2. Ulama Fiqih, memaknai sunnah sebagai amalan yang dicintai
3. Ulama Aqidah, makna sunnah adalah agama Islam secara keseluruhan, sebagaimana disebutkan dalam hadits di atas.

Sementara sunnah pada pembahasan kajian ini adalah agama Islam secara keseluruhan. Sehingga makna keberkahan dalam sunnah, bermakna keberkahan dalam agama Islam secara keseluruhan, yang meliputi aqidah, ibadah dan akhlak. Sehingga jika ingin mendapatkan keberkahan dari Allahﷻ, maka wajib baginya untuk berpegang kepada sunnah Rasulullahﷺ, yang dengannya mereka akan mendapatkan keberkahan umur, rizki, keturunan dan yang lainnya.

Dalil-dalil akan keberkahan sunnah Rasulullah ﷺsangat banyak.
Diantara keberkahan-keberkahan itu adalah :

_*🔰Keberkahan Dalam Al Qur'an*_
Hal ini dikarenakan bahwa sunnah diambil dari Al Qur'an. Dimana Allahﷻ berfirman :
وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِیمࣲ
Dan sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang luhur.
[Surat Al-Qalam 4]

Hal tersebut dikuatkan dalam sebuah hadits, bahwa Aisyah radhiyallahu anha berkata :
كان خلقه القرأن
Akhlaq Rasulullah adalah Al Quran. (HR. Bukhari)

Dalil tentang keberkahan Al Qur'an, Allahﷻ berfirman :
وَهَـٰذَا كِتَـٰبٌ أَنزَلۡنَـٰهُ مُبَارَكࣱ مُّصَدِّقُ ٱلَّذِی بَیۡنَ یَدَیۡهِ
Dan ini (Al-Qur'an), Kitab yang telah Kami turunkan dengan penuh berkah; membenarkan kitab-kitab yang (diturunkan) sebelumnya
[Surat Al-An'am 92]

Dalil lainnya, Allahﷻ berfirman :
كِتَـٰبٌ أَنزَلۡنَـٰهُ إِلَیۡكَ مُبَـٰرَكࣱ لِّیَدَّبَّرُوۤا۟ ءَایَـٰتِهِۦ وَلِیَتَذَكَّرَ أُو۟لُوا۟ ٱلۡأَلۡبَـٰبِ
Kitab (Al-Qur'an) yang Kami turunkan kepadamu penuh berkah agar mereka menghayati ayat-ayatnya dan agar orang-orang yang berakal sehat mendapat pelajaran.
[Surat Sad 29]

Berdasarkan ayat ini, agar mendapatkan keberkahan hendaknya kita mentadaburi ayat-ayat Al Qur'an.

_*🔰 Keberkahan dalam diri Nabi Muhammad ﷺ.*_
Allah telah melimpahkan keberkahan kepada Nabi sejak beliauﷺ masih bayi. Sebagaimana kisah yang telah masyhur tentang ibu persusuan beliauﷺ, Halimatus-Sa'diyah. Dimana Allah﷽ memberkahi Halimah karena telah menjadi ibu persusuannya.

Adapun contoh keberkahan Nabi Muhammad ﷺsaat sudah diangkat menjadi Nabiﷺ. Sebagaimana kisah yang diriwayatkan oleh Jabir.
Disebutkan :
عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ
خَرَجْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي غَزَاةٍ فَأَبْطَأَ بِي جَمَلِي فَأَتَى عَلَيَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ لِي يَا جَابِرُ قُلْتُ نَعَمْ قَالَ مَا شَأْنُكَ قُلْتُ أَبْطَأَ بِي جَمَلِي وَأَعْيَا فَتَخَلَّفْتُ فَنَزَلَ فَحَجَنَهُ بِمِحْجَنِهِ ثُمَّ قَالَ ارْكَبْ فَرَكِبْتُ فَلَقَدْ رَأَيْتُنِي أَكُفُّهُ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Dari Jabir bin Abdullah dia berkata; Saya pernah keluar bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dalam suatu peperangan, saya menaiki untaku yang jalannya sangat lamban, lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mendatangiku, dan memanggilku: "Wahai Jabir?" Saya menjawab; "Ya." beliau melanjutkan: "Kenapa denganmu?" Saya menjawab; "Untaku sangat lamban jalannya hingga saya ketinggalan." Kemudian beliau turun dan memukul unta tersebut dengan tongkatnya, kemudian beliau bersabda: "Naiklah." Lalu saya menaikinya -sungguh saya ingat, ketika itu saya menahan unta tersebut jangan sampai ia mendahului Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam- (HR Muslim)

Kemudian setelah itu, Nabiﷺ bertanya kepada Jabir tentang untanya, maka Jabir pun berkata : "Untaku dalam keadaan baik, karena telah mendapatkan kerbekahan dari doa engkau"

Dari kisah ini, menunjukkan bahwa dzat Nabiﷺ adalah berkah, apalagi sunnah beliau ﷺ.

Diantara dalil lain yang menunjukkan keberkahan Nabiﷺ adalah keberkahan dakwah beliauﷺ. Telah dipahami bahwa beliauﷺ berdakwah hanya selama 23 tahun, ternyata dakwah beliauﷺ telah menyampaikan ilmu agama ini dengan sempurna.
Tidak sebagaimana manusia lainnya, yang tentu tidaklah mampu untuk menguasai semua ilmu agama selama 23 tahun saja. Sebagai contoh, Imam Bukhari ketika menulia Kitab Shahih Bukhari beliau menghabiskan waktu hingga bertahun-tahun. Demikian juga dengan para Ulama lainnya, seperti Imam Al Qurthubi yang memerlukan waktu 35 tahun untuk menulis kitab tafsirnya.
Hal ini menunjukkan bahwa Nabi adalah seorang yang diberkahi.

Diantara dalil bahwa Nabiﷺ adalah seorang yang diberkahi adalah diberkahinya Kota Madinah.
Sebagaimana dalam hadits :
عَنْ أَبِي سَعِيدٍ مَوْلَى الْمَهْرِيِّ
أَنَّهُ أَصَابَهُمْ بِالْمَدِينَةِ جَهْدٌ وَشِدَّةٌ وَأَنَّهُ أَتَى أَبَا سَعِيدٍ الْخُدْرِيَّ فَقَالَ لَهُ إِنِّي كَثِيرُ الْعِيَالِ وَقَدْ أَصَابَتْنَا شِدَّةٌ فَأَرَدْتُ أَنْ أَنْقُلَ عِيَالِي إِلَى بَعْضِ الرِّيفِ فَقَالَ أَبُو سَعِيدٍ لَا تَفْعَلْ الْزَمْ الْمَدِينَةَ فَإِنَّا خَرَجْنَا مَعَ نَبِيِّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَظُنُّ أَنَّهُ قَالَ حَتَّى قَدِمْنَا عُسْفَانَ فَأَقَامَ بِهَا لَيَالِيَ فَقَالَ النَّاسُ وَاللَّهِ مَا نَحْنُ هَا هُنَا فِي شَيْءٍ وَإِنَّ عِيَالَنَا لَخُلُوفٌ مَا نَأْمَنُ عَلَيْهِمْ فَبَلَغَ ذَلِكَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ مَا هَذَا الَّذِي بَلَغَنِي مِنْ حَدِيثِكُمْ مَا أَدْرِي كَيْفَ قَالَ وَالَّذِي أَحْلِفُ بِهِ أَوْ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَقَدْ هَمَمْتُ أَوْ إِنْ شِئْتُمْ لَا أَدْرِي أَيَّتَهُمَا قَالَ لَآمُرَنَّ بِنَاقَتِي تُرْحَلُ ثُمَّ لَا أَحُلُّ لَهَا عُقْدَةً حَتَّى أَقْدَمَ الْمَدِينَةَ
وَقَالَ اللَّهُمَّ إِنَّ إِبْرَاهِيمَ حَرَّمَ مَكَّةَ فَجَعَلَهَا حَرَمًا وَإِنِّي حَرَّمْتُ الْمَدِينَةَ حَرَامًا مَا بَيْنَ مَأْزِمَيْهَا أَنْ لَا يُهْرَاقَ فِيهَا دَمٌ وَلَا يُحْمَلَ فِيهَا سِلَاحٌ لِقِتَالٍ وَلَا تُخْبَطَ فِيهَا شَجَرَةٌ إِلَّا لِعَلْفٍ اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي مَدِينَتِنَا اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي صَاعِنَا اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي مُدِّنَا اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي صَاعِنَا اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي مُدِّنَا اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي مَدِينَتِنَا اللَّهُمَّ اجْعَلْ مَعَ الْبَرَكَةِ بَرَكَتَيْنِ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ مَا مِنْ الْمَدِينَةِ شِعْبٌ وَلَا نَقْبٌ إِلَّا عَلَيْهِ مَلَكَانِ يَحْرُسَانِهَا حَتَّى تَقْدَمُوا إِلَيْهَا ثُمَّ قَالَ لِلنَّاسِ ارْتَحِلُوا فَارْتَحَلْنَا فَأَقْبَلْنَا إِلَى الْمَدِينَةِ فَوَالَّذِي نَحْلِفُ بِهِ أَوْ يُحْلَفُ بِهِ الشَّكُّ مِنْ حَمَّادٍ مَا وَضَعْنَا رِحَالَنَا حِينَ دَخَلْنَا الْمَدِينَةَ حَتَّى أَغَارَ عَلَيْنَا بَنُو عَبْدِ اللَّهِ بْنِ غَطَفَانَ وَمَا يَهِيجُهُمْ قَبْلَ ذَلِكَ شَيْءٌ
Dari Abu Sa'id, Maula Al Mahri, Di Madinah ia mendapatkan kesusahan dan kepayahan, sehingga ia utarakan keluh kesahnya kepada Abu Sa'id AL-khudzri. Kata Abu Sa'id maula Mahri; "Keluarga saya banyak, dan kami tertimpa kesusahan yang sedemikian rupa, maka saya berinisiatif untuk mengungsikan keluargaku ke sebuah dusun. Abu Sa'id alkhudzri memberi pesan; " Hei, jangan kau lakukan, tetaplah engkau di Madinah, sebab kami pernah bepergian bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam shallallahu 'alaihi wasallam --setahuku ia katakan "hingga kami tiba di 'Usfan-- dan beliau berdiam disana beberapa malam, lantas penduduk Usfan berkeuh juga "Disini kami tak bisa mendapat apa-apa, padahal keluarga kami tak punya lagi pelindung dan harta yang menjaga kelangsungan hidup mereka" Lantas keluah kesah penduudk Usfan ini didengar Nabi sehingga beliau berujar "Oh begitu berita yang sampai kepadaku tentang keluh kesah kalian! -saya tidak tahu persis berita apa yang beliau sampaikan-Demi Dzat yang kepada-Nya aku bersumpah, - atau dengan redaksi "Demi Dzat yang diriku berada di tangan-Nya, sungguh aku berkeinginan -atau dengan redaksi jika kalian berkenan-saya tidak ingat kepastiannya-untuk kusuruh untaku dikendarakan kemudian aku tidak melepas kalungnya, hingga aku tiba di Madinah,
Kata Nabi selanjutnya "Sesungguhnya Ibrahim telah mengharamkan Makkah sehingga dijadikannya tanah haram, maka sekarang aku haramkan Madinah apa yang diantara dua jalannya, disana darah tak boeh ditumpahkan, senjata tak boleh dihunus untuk peperangan, pohon tak boleh ditebang kecuali untuk makanan ternak, Ya Allah, berilah kami barakah kami pada Madinah kami, Ya Allah, berilah kami Barakah pada takaran sha' kami, Ya Allah, berilah kami barakah pada takaran mud kami, Ya Allah, berilah kami Barakah pada takaran sha' kami, Ya Alalh, berilah kami barakah pada takaran mud kami, Ya Allah berilah kami pada Madinah kami, Ya Allah jadikanlah bersama keberkahan ini dua keberkatan lain, demi Dzat yang diriku berada di tangan-Nya, tidaklah ada lereng gunung atau jalan di gunung Madinah, selain ada dua malaikat yang selalu menjaganya hingga kalian mendatangi Madinah. (HR Muslim)

Dari seluruh keterangan ini, menunjukkan bahwa Rasulullahﷺ adalah seorang yang diberkahi. Namun yang harus dipahami, bahwa keberkahan itu berasal dari Allahﷻ, sehingga jika ingin minta keberkahan hendaklah memintanya kepada Allahﷻ.
Bahkan Rasulullahﷺ menegaskan :
البركة من الله
Keberkahan itu berasal dari Allahﷻ.

Kemudian, di dalam sunnah Nabi ﷺ terdapat keberkahan, diantaranya pada amalan-amalan yang disunnahkan beliauﷺ, antara lain :

_🔰Keberkahan Membaca Al Qur'an._
Sebelumnya telah disampaikan tentang firman Allah ﷻ:
كِتَـٰبٌ أَنزَلۡنَـٰهُ إِلَیۡكَ مُبَـٰرَكࣱ لِّیَدَّبَّرُوۤا۟ ءَایَـٰتِهِۦ وَلِیَتَذَكَّرَ أُو۟لُوا۟ ٱلۡأَلۡبَـٰبِ
Kitab (Al-Qur'an) yang Kami turunkan kepadamu penuh berkah agar mereka menghayati ayat-ayatnya dan agar orang-orang yang berakal sehat mendapat pelajaran.
[Surat Sad 29]
Maka siapa saja yang ingin mendapatkan keberkahan, hendaklah ia mentadaburi Al Quran.
Sementara dalil dari hadits, adalah :
أَبُو أُمَامَةَ الْبَاهِلِيُّ قَالَ
سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ اقْرَءُوا الزَّهْرَاوَيْنِ الْبَقَرَةَ وَسُورَةَ آلِ عِمْرَانَ فَإِنَّهُمَا تَأْتِيَانِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ كَأَنَّهُمَا غَمَامَتَانِ أَوْ كَأَنَّهُمَا غَيَايَتَانِ أَوْ كَأَنَّهُمَا فِرْقَانِ مِنْ طَيْرٍ صَوَافَّ تُحَاجَّانِ عَنْ أَصْحَابِهِمَا اقْرَءُوا سُورَةَ الْبَقَرَةِ فَإِنَّ أَخْذَهَا بَرَكَةٌ وَتَرْكَهَا حَسْرَةٌ وَلَا تَسْتَطِيعُهَا الْبَطَلَةُ
قَالَ مُعَاوِيَةُ بَلَغَنِي أَنَّ الْبَطَلَةَ السَّحَرَةُ و حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الدَّارِمِيُّ أَخْبَرَنَا يَحْيَى يَعْنِي ابْنَ حَسَّانَ حَدَّثَنَا مُعَاوِيَةُ بِهَذَا الْإِسْنَادِ مِثْلَهُ غَيْرَ أَنَّهُ قَالَ وَكَأَنَّهُمَا فِي كِلَيْهِمَا وَلَمْ يَذْكُرْ قَوْلَ مُعَاوِيَةَ بَلَغَنِي

Abu Umamah Al Bahili ia berkata; Saya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Bacalah Al Qur`an, karena ia akan datang memberi syafa'at kepada para pembacanya pada hari kiamat nanti. Bacalah Zahrawain, yakni surat Al Baqarah dan Ali Imran, karena keduanya akan datang pada hari kiamat nanti, seperti dua tumpuk awan menaungi pembacanya, atau seperti dua kelompok burung yang sedang terbang dalam formasi hendak membela pembacanya. Bacalah Al Baqarah, karena dengan membacanya akan memperoleh barokah, dan dengan tidak membacanya akan menyebabkan penyesalan, dan pembacanya tidak dapat dikuasai (dikalahkan) oleh tukang-tukang sihir." Mu'awiyah berkata; "Telah sampai (khabar) kepadaku bahwa, Al Bathalah adalah tukang-tukang sihir." Dan telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Abdurrahman Ad Darimi telah mengabarkan kepada kami Yahya yakni Ibnu Hassan, Telah menceritakan kepada kami Mu'awiyah dengan isnad ini, hanya saja ia mentatakan; "Wa Ka`annahumaa fii Kilaihimaa." dan ia tidak menyebutkan ungkapan Mu'awiyah, "Telah sampai (khabar) padaku." (HR Bukhari)

_🔰Keberkahan Dalam Menjalankan Sholat._
Umat Nabi ﷺdiperintahkan untuk mendirikan sholat sebanyak 5 kali dalam satu hari, akan tetapi pahalanya sebanding dengan 50x sholat dalam satu hari.

Selain itu, dengan sholat akan dapat mencegah perkara yang keji dan mungkar.
Allahﷻ berfirman :
ٱتۡلُ مَاۤ أُوحِیَ إِلَیۡكَ مِنَ ٱلۡكِتَـٰبِ وَأَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَۖ إِنَّ ٱلصَّلَوٰةَ تَنۡهَىٰ عَنِ ٱلۡفَحۡشَاۤءِ وَٱلۡمُنكَرِۗ وَلَذِكۡرُ ٱللَّهِ أَكۡبَرُۗ وَٱللَّهُ یَعۡلَمُ مَا تَصۡنَعُونَ
Bacalah Kitab (Al-Qur'an) yang telah diwahyukan kepadamu (Muhammad) dan laksanakanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar. Dan (ketahuilah) mengingat Allah (shalat) itu lebih besar (keutamaannya dari ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.
[Surat Al-Ankabut 45]
Dengan sholat, manusia akan bisa menggapai istiqomah, serta dapat melihat seseorang yang sholih yang layak untuk dijadikan teman.

_🔰Keberkahan Dalam Dzikir_
Dalilnya adalah dalam riwayat Ahmad :
و قَالَ مُعَاذٌ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِخَيْرِ أَعْمَالِكُمْ وَأَزْكَاهَا عِنْدَ مَلِيكِكُمْ وَأَرْفَعِهَا فِي دَرَجَاتِكُمْ وَخَيْرٍ لَكُمْ مِنْ تَعَاطِي الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَمِنْ أَنْ تَلْقَوْا عَدُوَّكُمْ غَدًا فَتَضْرِبُوا أَعْنَاقَهُمْ وَيَضْرِبُوا أَعْنَاقَكُمْ قَالُوا بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ ذِكْرُ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ
Mu'adz bin Jabal berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda; "Maukah kalian aku tunjukkan amal yang paling baik, paling membersihkan harta, paling mengangkat derajat dan lebih baik bagi kalian dari pada memiliki emas dan perak dan lebih baik dari berhadapan dengan musuh kalian esok hari lalu kau penggal leher-leher mereka dan mereka juga memenggal leher-leher kalian?" mereka menjawab; Ya wahai Rasulullah. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda; "Mengingat Allah AzzaWaJalla." (HR. Ahmad)

Dari hadits ini, para ulama menyimpulkan bahwa amalan yang paling utama setelah amalan wajib adalah berdzikir. Sebagaimana dalam hadits :
عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَسِيرُ فِي طَرِيقِ مَكَّةَ فَمَرَّ عَلَى جَبَلٍ يُقَالُ لَهُ جُمْدَانُ فَقَالَ سِيرُوا هَذَا جُمْدَانُ سَبَقَ الْمُفَرِّدُونَ قَالُوا وَمَا الْمُفَرِّدُونَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ الذَّاكِرُونَ اللَّهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتُ

"Pada suatu ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pergi ke Makkah melewati sebuah gunung yang bernama Jumdan. Kemudian beIiau bersabda: 'Ayo jalanlah! Inilah Jumdan. Telah menang para mufarridun.' Para sahabat bertanya; 'Ya Rasulullah, apakah yang dimaksud dengan mufarridun? ' Beliau menjawab: 'Yaitu orang-orang (laki-laki/perempuan) yang banyak berdzikir kepada Allah.' (HR. Muslim)

_🔰Keberkahan Dalam Ucapan Salam._
Sebagaimana disebutkan bahwa hak atas muslim dengan muslim yang lain adalah mengucapkan salam.
Dalil atas keberkahan salam adalah pada firman Allah ﷻ:

فَسَلِّمُوا۟ عَلَىٰۤ أَنفُسِكُمۡ تَحِیَّةࣰ مِّنۡ عِندِ ٱللَّهِ مُبَـٰرَكَةࣰ طَیِّبَةࣰۚ كَذَ ٰ⁠لِكَ یُبَیِّنُ ٱللَّهُ لَكُمُ ٱلۡـَٔایَـٰتِ لَعَلَّكُمۡ تَعۡقِلُونَ

[Surat An-Nur 61]

Imam As Sam'ani menjelaskan bahwa keberkahan dalam ayat ini adalah pahala.

_🔰Keberkahan Dalam Shodaqoh_
Disebutkan dalam hadits Bukhari dan Muslim, Nabiﷺ bersabda :
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَتَصَدَّقُ أَحَدٌ بِتَمْرَةٍ مِنْ كَسْبٍ طَيِّبٍ إِلَّا أَخَذَهَا اللَّهُ بِيَمِينِهِ فَيُرَبِّيهَا كَمَا يُرَبِّي أَحَدُكُمْ فَلُوَّهُ أَوْ قَلُوصَهُ حَتَّى تَكُونَ مِثْلَ الْجَبَلِ أَوْ أَعْظَمَ
Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Siapa yang bersedekah dengan sebutir kurma dari usaha yang halal, maka Allah akan menerimanya dengan tangan kanan-Nya, lalu diperlihara-Nya seperti kamu memelihara anak kambing atau anak unta, sehingga sedekahmu itu bertambah besar sebesar gunung atau lebih besar dari itu."

_🔰Keberkahan Beramal Di Malam Qadar_
Allah ﷻ berfirman :
إِنَّاۤ أَنزَلۡنَـٰهُ فِی لَیۡلَةࣲ مُّبَـٰرَكَةٍۚ إِنَّا كُنَّا مُنذِرِینَ
sesungguhnya Kami menurunkannya pada malam yang diberkahi. Sungguh, Kamilah yang memberi peringatan.
[Surat Ad-Dukhan 3]

Maka siapa saja yang beramal pada malam qadar, mereka akan mendapatkan keberkahan.
Allahﷻ juga berfirman :
إِنَّاۤ أَنزَلۡنَـٰهُ فِی لَیۡلَةِ ٱلۡقَدۡرِ
Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada malam qadar.
[Surat Al-Qadr 1]

_🔰Keberkahan Dalam Ibadah Puasa_
Terkait dengan ibadah puasa, Nabi ﷺmenjelaskan tentang keberkahan dalam makan sahur. Rasulullahﷺ bersabda :

تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِي السُّحُورِ بَرَكَةً
"Makan sahurlah kalian, karena (makan) di waktu sahur itu mengandung barakah." (HR Bukhari & Muslim)

Kesimpulannya, bahwa dari penjelasan di atas menunjukkan akan keberkahan berada di dalam sunnah, yang merupakan ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad ﷺ.

والله أعلم بالصواب
_✍ Al Faqir Ibnu Achmadi_

Jumat, 17 Mei 2019

KEUTAMAAN BULAN RAMADAN



Segala puji bagi Allah Ta'ala yang telah menciptakan makhluk melata, yang menciptakan air dan tanah, dan menyempurnakan segala sesuatu pada puncaknya, tiada sesuatu yang luput dari pandangan Nya walaupun sekecil langkah semut di kegelapan malam, dan tidak ada yang terlepas dari ilmu  Nya sesuatu yang ada di langit dan di bumi, bagi Nya kerajaan yang di langit dan di bumi, dan Dzat Yang Maha Mengetahui segala rahasia dan tersembunyi, Dialah Allah Ta'ala, tiada ilah yang berhak diibadahi kecuali hanya Dia Yang Memiliki Nama-Nama Yang Indah, Yang menciptakan Adam kemudian menguji nya kemudian menjadikannya manusia pilihan dan menerima taubatnya dan memberikan hidayah padanya. 

Dan semoga sholawat dan salam terlimpah kepada jujungan Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam. 

Wahai saudaraku.......

Telah menghampiri kita suatu bulan yang suci, musim yang agung, Allah Ta'ala senantiasa memberikan lipat-ganda pahala, membuka pintu-pintu kebajikan, bulan yang penuh kebaikan dan berkah, bulan limpahan karunia dan nikmat, bulan ramadan yang diturunkan pada nya Al-Qur'an sebagai  petunjuk, hidayah, pembeda dan penjelasan bagi umat manusia, bulan yang diliputi oleh rahmat dan ampunan serta pembebasan dari siksa api neraka, bulan yang awalnya adalah rahmat dan pertengahan nya adalah ampunan dan akhirnya adalah pembebasan dari neraka, yang telah terdapat banyak berita tentang keutamaannya yang bersumber dari atsar. ....diantara nya diriwayatkan oleh Al-Imam Al-Bukhari dan Muslim dari kitab shohih keduanya: Dari sahabat Abu Hurairah radiyallahu anhu berkata, Nabi Sallallahu alaihi wa sallam bersabda : "Bila datang bulan ramadan maka dibuka pintu - pintu surga dan ditutup pintu-pintu neraka dan setan-setan dibelenggu". 

Dibukanya pintu-pintu Surga pada bulan ini dikarenakan sangat banyaknya amal-amal sholih yang dikerjakan sebagai bentuk penyemangat untuk mereka. 

Dan ditutup nya pintu-pintu neraka dikarenakan sangat sedikit nya kemaksiatan yang dilakukan oleh orang yang beriman, sedangkan dibelenggu nya para setan, sesungguhnya mereka diborgol sehingga tidak bebas mengganggu manusia sebagai mana hari hari biasa. 

Diriwayatkan oleh Al-Imam Ahmad rahimahullah, dari sahabat Abu Hurairah radiyallahu anhu bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Umatku diberikan lima perkara dalam bulan ramadan yang tidak pernah diberikan kepada umat lainnya : 'Aroma bau mulut orang yang berpuasa lebih wangi disisi Allah Ta'ala dari minyak kasturi, Para malaikat mengucapkan istigfar (permohonan ampunan) kepada orang-orang yang berpuasa hingga berbuka, Dan setiap hari Allah Ta'ala menghiasi surga seraya berfirman: "Hampir saja para hamba ku yang sholih menjumpai rintangan dan gangguan dan bersabar untuk mu (surga)".

Dan para setan yang jahat dibelenggu hingga tidak bebas memberikan gangguan sebagai mana waktu lainnya, 

Dan diberikan ampunan di akhir malam".

Para sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah, apakah ampunan tersebut pada malam lailatul qodar?", maka dijawab: "Bukan, akan tetapi sesungguhnya orang yang beramal akan mendapatkan kesempurnaan pahala jika ia telah usai mengerjakannya".

Wahai saudaraku. ....

Lima keutamaan ini diberikan secara khusus untuk umat ini tidak diberikan kepada umat manusia selainnya. ....

Betapa banyak nikmat yang diberikan khusus untuk umat ini seperti dijadikannya umat ini sebagai umat terbaik yang diperuntukkan bagi umat manusia guna menegakkan amar ma'ruf nahi mungkar dan beriman kepada Allah Ta'ala....

Perangai pertama: 

Bahwasanya aroma bau mulut orang yang berpuasa lebih wangi daripada aroma minyak kasturi disisi Allah Ta'ala.

Bau mulut terjadi karena lambung kosong dari makanan, bau tersebut tidak mengenakan menurut penciuman hidung manusia, akan tetapi sesungguhnya oroma tersebut lebih wangi bila dibandingkan dengan minyak wangi yang sangat terkenal oleh manusia yaitu kasturi, dikarenakan oroma tersebut muncul disebabkan melakukan ketaatan dan ibadah kepada Allah Ta'ala sehingga lebih berharga bagi Allah Ta'ala dan lebih dicintai. 

Sebagai contoh orang yang mati syahid dalam peperangan di jalan Allah Ta'ala yang menghendaki kalimat Allah Ta'ala tegak diatas, maka pada hari kiamat darah yang mengalir dari tubuhnya lebih wangi dari pada minyak kasturi. ...

Dan dalam ibadah haji, Allah Ta'ala berbangga kepada orang-orang yang wuquf di padang Arofah dihadapan seluruh para malaikat, seraya berfirman: "Lihatlah kepada para hamba-Ku....Mereka mendatangi-Ku dalam keadaan kumal dan berdebu. ....". (HR. Ahmad dan Ibnu Hibban )

Kondisi mereka berdebu dan kumal yang lebih dicintai oleh Allah Ta'ala dikarenakan tumbuh dari ibadah dan ketaatan serta menghindari larangan larangan ihram dan meninggalkan bermegahan. 

Perangai kedua:

Para malaikat memohonkan ampunan bagi orang-orang yang berpuasa hingga mereka berbuka, kita mengetahui bahwa malaikat merupakan ciptaan Allah Ta'ala yang sangat mulia disisi Allah Ta'ala, tidak pernah bermaksiat kepada perintah selalu melakukan yang ditugaskan untuk mereka, maka makhluk yang sedemikian rupa keadaan nya sangat mungkin sekali permohonan mereka dikabulkan oleh Allah Ta'ala, dan ini merupakan keutamaan yang sangat besar untuk umat ini dan keistimewaan puasa bagi umat ini. 

Permohonan ampunan adalah penghapusan dosa didunia dan akhirat dan menutup nya sehingga ini merupakan tujuan puncak dari setiap manusia, dikarenakan setiap manusia pasti melakukan dosa dan kesalahan dan aniaya terhadap dirinya, sehingga sangat membutuhkan ampunan kepada Allah Ta'ala. 

Perangai ketiga :

Bahwasanya Allah Ta'ala menghias surga setiap hari nya seraya berfirman:

"Hampir saja para hamba ku yang sholih menjumpai rintangan dan gangguan dan bersabar untuk mu (surga)". Hingga Allah Ta'ala menghias surga untuk mempersiapkan para hamba yang sholih dan sebagai targib agar bersabar dan imbalan mereka adalah surga .

Dan menunjukkan pula bahwasanya amalan sholih banyak mendapat kendala, rintangan dan gangguan yang membutuhkan kesabaran yang pada akhirnya membuahkan kesenangan surga yang kekal abadi. 

Perangai keempat :

Bahwasanya para dedengkot setan pada bulan ramadan mereka dibelenggu, diborgol dan diikat hingga tidak dapat memberikan gangguan pada orang orang sholih seperti menyesatkan dari jalan kebenaran atau mengganggu dari jalan kebajikan dan ini merupakan pertolongan Allah Ta'ala kepada orang yang beriman di mana memberikan penjagaan dari gangguan setan hingga terjerumus ke dalam jurang neraka dan hal ini kita dapat merasakan ringan nya berbuat kebajikan dan mudah menahan keburukan lebih mudah bila dibandingkan dengan bulan lainnya. 

Perangai kelima : 

Bahwasanya Allah Ta'ala memberikan limpahan ampunan kepada umat Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam di akhir setiap malam nya di bulan suci ini,  jika mereka melakukan apa yang seharusnya dilakukan dari ibadah puasa, sholat dan seterusnya sebagai limpahan nikmat kepada hamba ketika menyelesaikan amal ibadahnya. 

Limpahan karunia pahala kepada para hamba ini terdiri dari tiga sisi :

Pertama: Allah Ta'ala menurunkan syariat amal sholih ini sebagai sarana untuk menghapus dosa-dosa dan mengangkat derajat mereka, sekiranya tidak diturunkan syariat ini niscaya tidak akan dijadikan ibadah untuk Allah Ta'ala, karena ibadah bersumber dari wahyu yang Allah Ta'ala turunkan kepada Rasul-Nya, sehingga Allah Ta'ala mengingkari kepada mereka yang membikin syariat dalam ritual ibadah selain dari syariat Nya dan di golongan sebagai perbuatan syirik.

 Allah Ta'ala berfirman : 

أَمْ لَهُمْ شُرَكَٰٓؤُا۟ شَرَعُوا۟ لَهُم مِّنَ ٱلدِّينِ مَا لَمْ يَأْذَنۢ بِهِ ٱللَّهُ ۚ وَلَوْلَا كَلِمَةُ ٱلْفَصْلِ لَقُضِىَ بَيْنَهُمْ ۗ وَإِنَّ ٱلظَّٰلِمِينَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ ﴿٢١﴾

"Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah? Sekiranya tak ada ketetapan yang menentukan (dari Allah) tentulah mereka telah dibinasakan. Dan sesungguhnya orang-orang yang zalim itu akan memperoleh azab yang amat pedih." (Q.S.As-Syuraa :21)

Kedua : Allah Ta'ala memberikan taufiq untuk beramal sholih sedangkan dalam satu sisi banyak manusia yang meninggalkan amalan tersebut, sekiranya bukan pertolongan dari Allah Ta'ala dan taufik nya, niscaya mereka tidak akan mampu mengerjakannya. 

Allah Ta'ala berfirman : 

يَمُنُّونَ عَلَيْكَ أَنْ أَسْلَمُوا۟ ۖ قُل لَّا تَمُنُّوا۟ عَلَىَّ إِسْلَٰمَكُم ۖ بَلِ ٱللَّهُ يَمُنُّ عَلَيْكُمْ أَنْ هَدَىٰكُمْ لِلْإِيمَٰنِ إِن كُنتُمْ صَٰدِقِينَ ﴿١٧﴾

"Mereka merasa telah memberi nikmat kepadamu dengan keislaman mereka. Katakanlah: "Janganlah kamu merasa telah memberi nikmat kepadaku dengan keislamanmu, sebenarnya Allah, Dialah yang melimpahkan nikmat kepadamu dengan menunjuki kamu kepada keimanan jika kamu adalah orang-orang yang benar". (Q.S. Al-Hujurat :17)

Ketiga : Bahwasannya Allah Ta'ala memberikan limpahan pahala yang berlipat ganda, satu kebajikan diberikan sepuluh lipat pahala kebaikan hingga tujuratus kelipatan bahkan hingga lebih. 

Maka semua ini murni limpahan karunia dari Allah Ta'ala semata dan segala puji bagi Allah Ta'ala. 

Wahai saudaraku. ....

Sesungguhnya menjumpai bulan suci ramadan merupakan suatu nikmat yang tiada tara. ....Maka seyogyanya bagi yang diberikan kesempatan menjumpai nya, hendaknya berusaha menegakkan hak hak nya sebagaimana mestinya dengan senantiasa kembali dan rujuk kepada Allah Ta'ala dengan menjauhi segala bentuk kemaksiatan dan kelalaian menuju ketaatan dan selalu ingat kepada Nya dan ber inabah.

Dalam sya'ir dikatakan : 

Wahai orang-orang yang tidak berhenti melakukan dosa di bulan Rojab. ...........

Hingga berani menerjang dosa pada bulan Sya'ban..........

Sungguh engkau telah memasuki bulan puasa. ......

Maka jangan engkau jadikan sebagai bulan kemaksiatan. .......

Bacalah Al-Qur'an dan ber tasbihlah dengan penuh kesungguhan. .............

Sesungguhnya ini merupakan bulan bertasbih dan tilawah Al-Qur'an. .................

Betapa banyak engkau ketahui dari orang-orang yang dahulu ikut berpuasa.........

Diantara para tetangga , sanak dan saudara.......

Mereka telah terpanggil kematian dan menjadikanmu setelah mereka.......

Hidup, maka alangkah dekatnya kehidupan dengan kematian. ...............

Ya Allah. ...bangkitkan kami dari kelalaian dan berikan taufiq kepada kami agar berbekal takwa sebelum kematian menjemput kami.....

Berikanlah kami rizki kekuatan untuk selalu memanfaatkan waktu kami untuk beribadah kepada-Mu.....

Berikanlah kami ampunan dan kepada orang tua kami dan segenap kaum muslimin...... dengan rahmat-Mu Ya Arhamu Rohimiiiin. ....wa shollallahu 'ala Nabiyina Muhammadin wa 'ala 'alihi wa sohbihi ajmaiiiiiin. 






Jumat, 08 Maret 2019

NIKMAT AMAN DAN BAGAIMANA CARA MENJAGANYA



خطبة : نعمة الأمن وكيف نحافظ عليها ؟؟
8/7/1429هـ

الشيخ/ محمد بن إبراهيم السبر*

Oleh : As-Saikh Muhammad ibn Ibrahim As-Sibr hafidhohullah Ta'ala.  


الحمد لله الولي الحميد أمر بالشكر ووعد بالمزيد , وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له يفعل ما يشاء ويحكم ما يريد, وأشهد أن محمداً عبده ورسوله أشرف الخلق وسيد العبيد صلى الله عليه وعلى آله وأصحابه ومن اهتدى بهديه واستن بسنته إلى يوم المزيد ،، 

Amma ba'du : Bertakwalah kalian wahai hamba Allah dengan sebenar benar takwa, sesungguhnya orang yang bertakwa kepada Tuhannya niscaya ia akan mendapatkan petunjuk, dan barangsiapa yang berpaling dari Tuhannya ia akan hidup dalam penuh kesengsaraan. 

Allah Ta'ala berfirman :

  ۖ فَإِمَّا يَأْتِيَنَّكُم مِّنِّى هُدًى فَمَنِ ٱتَّبَعَ هُدَاىَ فَلَا يَضِلُّ وَلَا يَشْقَىٰ ﴿١٢٣﴾وَمَنْ أَعْرَضَ عَن ذِكْرِى فَإِنَّ لَهُۥ مَعِيشَةً ضَنكًا وَنَحْشُرُهُۥ يَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ أَعْمَىٰ ﴿١٢٤﴾ قَالَ رَبِّ لِمَ حَشَرْتَنِىٓ أَعْمَىٰ وَقَدْ كُنتُ بَصِيرًا ﴿١٢٥﴾قَالَ كَذَٰلِكَ أَتَتْكَ ءَايَٰتُنَا فَنَسِيتَهَا ۖ وَكَذَٰلِكَ ٱلْيَوْمَ تُنسَىٰ ﴿١٢٦﴾

" Maka jika datang kepadamu petunjuk daripada-Ku, lalu barangsiapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka."
"Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta"."
"Berkatalah ia: "Ya Tuhanku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta, padahal aku dahulunya adalah seorang yang melihat?""
"Allah berfirman: "Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, maka kamu melupakannya, dan begitu (pula) pada hari ini kamupun dilupakan". (Q.S. Thaahaa : 123-126)

Wahai saudaraku seiman, pada kesempatan jum'at yang penuh barokah ini aku akan mengingatkan kepada kalian tentang suatu nikmat yang sangat agung .... karunia yang tiada tara .....Nikmat ini merupakan dambaan setiap umat .....tujuan dan cita-cita setiap negri. ....

Nikmat aman, sejahtera, dan santosa...

Yang merupakan doa dan permohonan Nabi Ibrahim alaihi salam yang diabadikan dalam firman Allah Ta'ala : 

وَإِذْ قَالَ إِبْرَٰهِۦمُ رَبِّ ٱجْعَلْ هَٰذَا بَلَدًا ءَامِنًا وَٱرْزُقْ أَهْلَهُۥ مِنَ ٱلثَّمَرَٰتِ مَنْ ءَامَنَ مِنْهُم بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلاخِرَ ﴿١٢٦﴾

"Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa: "Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini, negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezeki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman diantara mereka kepada Allah dan hari kemudian. 
(Q.S. Al-Baqorah :126)

Nabi Ibrahim alaihi salam mendahulukan memohon kepada Allah Ta'ala nikmat aman dan sentosa daripada nikmat limpahan makanan dan rizki, dikarenakan betapa agung nya dan betapa dahsyat nya ketika tercabut nikmat tersebut. 

Demi Allah dan demi Allah, sesungguhnya makanan selezat dan senikmat apapun tidak akan terasa jika terjadi  kekacauan, bencana, kondisi mencekam, sehingga tidak seorangpun merasa tidak butuh terhadap nikmat aman, walaupun kuat dan tanguh apapun  suatu negri, walaupun sekaya dan semelimpah apapun. 

 

Sesungguhnya nikmat aman merupakan limpahan karunia dari Allah Ta'ala semata untuk umat yang barokah dan tercinta ini, sebagaimana firman Allah Ta'ala :

وَٱذْكُرُوٓا۟ إِذْ أَنتُمْ قَلِيلٌ مُّسْتَضْعَفُونَ فِى ٱلْأَرْضِ تَخَافُونَ أَن يَتَخَطَّفَكُمُ ٱلنَّاسُ فَـَٔاوَىٰكُمْ وَأَيَّدَكُم بِنَصْرِهِۦ وَرَزَقَكُم مِّنَ ٱلطَّيِّبَٰتِ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ ﴿٢٦﴾

"Dan ingatlah (hai para muhajirin) ketika kamu masih berjumlah sedikit, lagi tertindas di muka bumi (Mekah), kamu takut orang-orang (Mekah) akan menculik kamu, maka Allah memberi kamu tempat menetap (Madinah) dan dijadikan-Nya kamu kuat dengan pertolongan-Nya dan diberi-Nya kamu rezeki dari yang baik-baik agar kamu bersyukur."
(Q.S. Al-Anfaal :26)

 

Allah Ta'ala berfirman : 

أَوَلَمْ يَرَوْا۟ أَنَّا جَعَلْنَا حَرَمًا ءَامِنًا وَيُتَخَطَّفُ ٱلنَّاسُ مِنْ حَوْلِهِمْ ۚ أَفَبِٱلْبَٰطِلِ يُؤْمِنُونَ وَبِنِعْمَةِ ٱللَّهِ يَكْفُرُونَ ﴿٦٧﴾

"Dan apakah mereka tidak memperhatikan, bahwa sesungguhnya Kami telah menjadikan (negeri mereka) tanah suci yang aman, sedang manusia sekitarnya rampok-merampok. Maka mengapa (sesudah nyata kebenaran) mereka masih percaya kepada yang bathil dan ingkar kepada nikmat Allah?"
(Q.S. Al-Ankabut :67)

Jika seseorang mendapatkan nikmat aman bersanding dengan kesehatan dan limpahan rizki, sesungguhnya ia telah menggapai puncak kenikmatan dunia ini secara hakiki. 

Diriwayatkan dari Sahabat Ubaidillah ibn Muhson Al-Anshari radhiyallahu anhu, dari Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabda :  

(من أصبح منكم آمنا في سربه ، معافى في جسده ، عنده قوت يومه ، فكأنما حيزت له الدنيا بحذافيرها ) . رواه الترمذي وابن ماجه بسند حسن

" Barangsiapa diantara kalian yang pada  waktu pagi menjumpai rasa aman di tempat tinggalnya dan diberikan kesehatan pada jasmani nya dan dia memiliki makanan untuk sehari nya, maka sungguh ia telah mendapatkan kenikmatan dunia dengan segala bentuknya ". ( HR At-Tirmidzi dan Ibnu Majah ) 

Sesungguhnya negri yang kehilangan rasa aman pada hakikatnya adalah gurun pasir yang tandus, walaupun terdapat kebun-kebun yang rindang,...

Dan sebaliknya, suatu negeri yang diberikan limpahan nikmat aman, niscaya akan menentramkan hati dan memberikan keteduhan jiwa, walaupun dalam kondisi tandus dan kering. .....

Dalam naungan aman, maka para manusia dapat merasakan kenyamanan dan rasa aman pada harta, keluarga dan martabat mereka serta terlindungi, mereka dapat beribadah dengan nyaman dan khusyu' serta dapat menjalankan syariat secara kafah bahkan dapat mendakwahkan nya secara leluasa di jalan Allah Ta'ala.

Dalam naungan keamanan, jiwa dapat merasakan ketentraman dan kenyamanan dan kewajiban - kewajiban dapat ditunaikan dengan tenang tanpa ada rasa khawatir atau kecemasan.  

Sekiranya tercabut rasa aman walaupun sesaat niscaya akan bergejolak, terjadi kekacauan, banyak manusia gugur menjadi korban, maslahat terabaikan, dan kita dapat melihat negri-negri sekitar menjadi saksi bisu, tanyakan kepada penduduk Irak dan selain Irak, niscaya fakta yang terjadi menjadi saksi. 

Jika kenyataannya seperti ini, dan dampak nikmat ini sangat luar biasa, maka seyogyanya kita berjuang sekuat tenaga dan berkorban semampu mungkin untuk mempertahankan nikmat aman ini agar tidak goyah atau terongrong oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. 

Wahai para hamba Allah Ta'ala. ....

Sesungguhnya aman dan iman adalah berdampingan, tidak akan teraih aman kecuali dengan iman. ....

Allah Ta'ala berfirman : 

ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَلَمْ يَلْبِسُوٓا۟ إِيمَٰنَهُم بِظُلْمٍ أُو۟لَٰٓئِكَ لَهُمُ ٱلْأَمْنُ وَهُم مُّهْتَدُونَ ﴿٨٢﴾

"Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk."
(Q.S. Al - An ' am :82)

Dalam sya'ir dikatakan : 

إذا الإيمان ضاع فلا أمان 000 ولا دنيا لمـــن لم يحي دينا 
ومن رضي الحياة بغير دين 000 فقد جــعل الفناء لها قرينـا

Jika iman lenyap maka tiada aman  

Dan dunia tidak akan tegak tanpa agama 

Barangsiapa yang ridho kehidupan tanpa agama 

Sesungguhnya ia menjadikan kehancuran menjadi pendamping nya 

Sekiranya penduduk negeri menjauh dari agama dan ingkar terhadap nikmat-nikmat Tuhannya, maka niscaya akan diliput rasa takut, merebak kejahatan,  roboh benteng aman dan berganti dengan naungan kekacauan, ketakutan dan ini merupakan sunnah Allah Ta'ala yang tidak akan berubah pada makhluknya. 

Allah Ta'ala berfirman :

 وَضَرَبَ ٱللَّهُ مَثَلًا قَرْيَةً كَانَتْ ءَامِنَةً مُّطْمَئِنَّةً يَأْتِيهَا رِزْقُهَا رَغَدًا مِّن كُلِّ مَكَانٍ فَكَفَرَتْ بِأَنْعُمِ ٱللَّهِ فَأَذَٰقَهَا ٱللَّهُ لِبَاسَ ٱلْجُوعِ وَٱلْخَوْفِ بِمَا كَانُوا۟ يَصْنَعُونَ ﴿١١٢﴾

"Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezekinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Allah; karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat."
( Q.S. An-Nahl : 112 )

Sesungguhnya rasa aman yang kita nikmati ini dan kita bernaung didalam nya, merupakan limpahan karunia dari Allah Ta'ala semata, anugerah ilahiyah yang senantiasa berkaitan dengan sebab-musabab dan yang paling agung adalah menegakkan syariat Allah Ta'ala, menunaikan batasan-batasannya, merealisasikan Akidah Tauhid, dan  mendakwahkan nya. 

Allah Ta'ala berfirman : 

فَلْيَعْبُدُوا۟ رَبَّ هَٰذَا ٱلْبَيْتِ ﴿٣﴾ ٱلَّذِىٓ أَطْعَمَهُم مِّن جُوعٍ وَءَامَنَهُم مِّنْ خَوْفٍۭ ﴿٤﴾

"Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan Pemilik rumah ini (Ka'bah)."
Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan."
(Q.S. Quraisy : 3-4)

Wahai para hamba Allah Ta'ala. .....

Hendaknya kita jaga dan kawal nikmat aman ini, dan hal ini tidak akan terwujud kecuali dengan menjalankan sebab-musabab nya, yang paling agung adalah mengesakan Allah Ta'ala dan memurnikan akidah serta steril dari syirik, bid'ah dan kurofat. 

Agar kita mampu menjaga aman negri ini, maka sudah semestinya kita didik umat ini diatas ketaatan kepada Allah Ta'ala, istiqomah diatas syariat dan jauh dari kemaksiatan. ....

Kita menjaga keamanan negri ini degan berpegang teguh pada Al-Qur'an dan As-Sunnah serta memperhatikan ilmu syar'i, karena dengan ilmu, kita dapat membentengi diri fitnah dan ilmu syar'i merupakan asas dan pondasi keamanan dan kenyamanan. 

Al-Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata : 

 "وإذا ظهر العلمُ في بلدٍ أو محلّة قلّ الشر في أهلها، وإذا خفي العلمُ هناك ظهَر الشرّ والفساد".

" Dan jika ilmu nampak dalam suatu negeri atau kawasan, niscaya akan redup keburukan pada penduduknya, namun jika ilmu samar, niscaya akan nampak keburukan dan kerusakan ".

Ulama Robbani dan para da'i yang ikhlas, merekalah ahli waris dari para Nabi, sehingga dalam mulazamah, menuntut ilmu dan bertanya kepada mereka adalah jalan menuju kebenaran dan menjaga diri dari keburukan. 

Melanggengkan nikmat aman dicapai  dengan menegakkan syiar amar makruf nahi mungkar secara individual, masyarakat dan lembaga resmi negara, karena dengan ini akan mencegah terjadinya keburukan dan kezaliman dalam suatu negri dan menjadikan umat berwibawa dan mendatangkan kemenangan. 

Allah Ta'ala berfirman : 

 وَلَيَنصُرَنَّ ٱللَّهُ مَن يَنصُرُهُۥٓ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَقَوِىٌّ عَزِيزٌ ﴿٤٠﴾ ٱلَّذِينَ إِن مَّكَّنَّٰهُمْ فِى ٱلْأَرْضِ أَقَامُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتَوُا۟ ٱلزَّكَوٰةَ وَأَمَرُوا۟ بِٱلْمَعْرُوفِ وَنَهَوْا۟ عَنِ ٱلْمُنكَرِ ۗ وَلِلَّهِ عَٰقِبَةُ ٱلْأُمُورِ ﴿٤١﴾

Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa,"
"(yaitu) orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi niscaya mereka mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, menyuruh berbuat ma'ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan." (Q.S. Al-Hajj :40-41)

بارك الله لي ولكم في القرآن العظيم، ونفعني وإياكم بما فيه من الآيات والذكر الحكيم، أقول ما تسمعون، وأستغفر الله لي ولكم ولجميع المسلمين من كل ذنب فاستغفروه، إنه هو الغفور الرحيم.

الخطبة الثانية : 

الحمدُ لله على إحسانه، والشّكر له على توفيقه وامتنانِه، وأشهد أن لا إله إلاَّ الله وحدَه لا شريك له تعظيمًا لشأنه، وأشهد أنَّ نبيَّنا محمّدًا عبده ورسوله، صلى الله عليه وعلى آله وأصحابه، وسلَّم تسليمًا مزيدًا.

Amma ba'du : 

Wahai para hamba. ....

Sesungguhnya mengesakan Allah Ta'ala dalam peribadatan dengan tidak menyekutukan sesuatu apapun, dalam rububiyah, Uluhiyah dan Nama serta Sifat-sifat-Nya merupakan faktor terbesar dalam meraih rasa aman secara sempurna dan menjaganya serta memeliharanya. 

Allah Ta'ala berfirman : 

ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَلَمْ يَلْبِسُوٓا۟ إِيمَٰنَهُم بِظُلْمٍ أُو۟لَٰٓئِكَ لَهُمُ ٱلْأَمْنُ وَهُم مُّهْتَدُونَ ﴿٨٢﴾

"Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk."
(Q.S. Al - An ' am :82)

Syirik merupakan kezaliman yang paling besar. 

Allah Ta'ala berfirman : 

وَإِذْ قَالَ لُقْمَٰنُ لِٱبْنِهِۦ وَهُوَ يَعِظُهُۥ يَٰبُنَىَّ لَا تُشْرِكْ بِٱللَّهِ ۖ إِنَّ ٱلشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ ﴿١٣﴾

"Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar"."
(Q.S. Luqman :13)

Wahai para hamba Allah Ta'ala, sesungguhnya rasa aman yang sempurna terdapat dalam mengesakan Allah Ta'ala dan taat kepada  Nya, senantiasa syukur, ingat akan limpahan nikmat  Nya serta beribadah dengan sebaik baiknya. 

Allah Ta'ala berfirman : 

ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ ٱللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ ٱللَّهِ تَطْمَئِنُّ ٱلْقُلُوبُ ﴿٢٨﴾

"(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram."
(Q.S. Ar-Ra’d :28)

Kemaksiatan dan rasa aman tidak akan berkumpul menjadi satu, dosa merupakan penghapus nikmat dan akan berganti menjadi petaka. 

Allah Ta'ala berfirman : 

ذَٰلِكَ بِأَنَّ ٱللَّهَ لَمْ يَكُ مُغَيِّرًا نِّعْمَةً أَنْعَمَهَا عَلَىٰ قَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا۟ مَا بِأَنفُسِهِمْ ۙ وَأَنَّ ٱللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ ﴿٥٣﴾

"(Siksaan) yang demikian itu adalah karena sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan meubah sesuatu nikmat yang telah dianugerahkan-Nya kepada suatu kaum, hingga kaum itu meubah apa-apa yang ada pada diri mereka sendiri, dan sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."
(Q.S. Al-Anfaal :53)

Tidaklah suatu bala' atau bencana yang turun kecuali disebabkan dosa-dosa, dan tidak akan terangkat bencana tersebut kecuali dengan bertaubat. 

Dan ketaatan merupakan benteng Allah Ta'ala yang paling kokoh, siapa saja yang masuk kedalam nya niscaya akan mendapatkan jaminan aman. 

Dengan menumbuhkan rasa takut dan merasa diawasi oleh Allah Ta'ala, akan mendatangkan rasa aman dan nyaman, sebagaimana Habil enggan mencelakai saudara nya Qobil dikarenakan rasa takut kepada Allah Ta'ala. 

Allah Ta'ala berfirman : 

لَئِنۢ بَسَطتَ إِلَىَّ يَدَكَ لِتَقْتُلَنِى مَآ أَنَا۠ بِبَاسِطٍ يَدِىَ إِلَيْكَ لِأَقْتُلَكَ ۖ إِنِّىٓ أَخَافُ ٱللَّهَ رَبَّ ٱلْعَٰلَمِينَ ﴿٢٨﴾

""Sungguh kalau kamu menggerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, aku sekali-kali tidak akan menggerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu. Sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan seru sekalian alam"."
(Q.S. Al-Maidah :28)

Allah Ta'ala berfirman : 

وَعَدَ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمْ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِى ٱلْأَرْضِ كَمَا ٱسْتَخْلَفَ ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ ٱلَّذِى ٱرْتَضَىٰ لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُم مِّنۢ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا ۚ يَعْبُدُونَنِى لَا يُشْرِكُونَ بِى شَيْـًٔا ۚ وَمَن كَفَرَ بَعْدَ ذَٰلِكَ فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْفَٰسِقُونَ ﴿٥٥﴾

"Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik."
(Q.S. An-Nuur :55)


اللَّهُمَّ صلِّ وسلِّم على عبدِك ورسولِك نبينا محمد ، وارضَ اللَّهُمَّ عن خُلفائِه الراشدين الأئمةِ المَهدِيِّين  أبي بكر، وعمرَ، وعثمانَ ، وعليٍّ ، وعَن الصحابة أجمعين ، وعن التابِعين ، ومن تبعهم بإحسانٍ إلى يومِ الدين، اللهم أعِزَّ الإسلامَ والمسلمين، وأذِلَّ الشركَ والمُشرِكين، ودمِّرْ أعداءَ الدين، واجعل هذا البلد آمنا مستقراً وسائر بلاد المسلمين عامة يا رب العالمين اللهم من أراد الإسلام والمسلمين بسوء فأشغله بنفسه وأردد كيده في نحره واجعل تدميره في تدبيره إنك على كل شيء قدير، اللهم آمنا في أوطاننا وأصلح سلطاننا أصلح ولاة أمورنا واجعلهم هداة مهتدين غير ضالين ولا مضلين اللهم أصلح بطانتهم وأبعد عنهم بطانة السوء والمفسدين اللهم اكفنا شر دعاة الضلال ودعاة السوء الذين استفحل أمرهم في هذا الزمان اللهم اكفنا شرهم بما شئت اللهم إنا نجعلك في نحورهم ونعوذ بك من شرورهم ربنا تقبل منا إنك أنت السميع العليم .

اللهم آمنا في أوطاننا وأصلح أئمتنا وولاة أمورنا , وول علينا خيارنا واكفنا شرارنا واجعل ولايتنا فيمن خافك واتقاك يارب العالمين .. 

                        🔵🔵🔵🌟🌟🌟🔵🔵🔵