Terjemahan Khutbah Masjid Nabawi
Kisah-kisah tentang Akibat Buruk Kezaliman
Khatib: Syekh Husain bin Abdul Aziz Alusy-Syaikh Tanggal khutbah: 23 Rabiul Akhir 1433 H
Khutbah Pertama
Segala puji bagi Allah semata. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Aku juga bersaksi bahwa junjungan dan Nabi kita, Muhammad, adalah hamba dan utusan-Nya. Ya Allah, limpahkanlah selawat, salam, dan keberkahan kepada beliau, keluarga, serta para sahabatnya.
Amma ba’du.
Wahai kaum Muslimin!
Sesungguhnya kehidupan yang baik tidak akan terwujud kecuali dengan ketakwaan kepada Allah Yang Mahamulia lagi Mahatinggi. Kebahagiaan di dunia dan akhirat juga tidak akan diperoleh kecuali dengan berpegang teguh pada ketakwaan tersebut. Oleh karena itu, berpegang teguhlah pada ketakwaan kepada Allah, baik pada malam maupun siang hari, dalam keadaan tersembunyi maupun terang-terangan.
Wahai saudara-saudara seiman!
Di antara prinsip dasar Islam adalah memerangi kezaliman dalam segala bentuk dan macamnya. Siapa pun yang memperhatikan keadaan manusia, terutama ketika kecintaan terhadap dunia semakin tampak dan menguasai hati, akan mendapati berbagai tindakan zalim terhadap orang lain, baik yang menyangkut jiwa, kehormatan, maupun harta mereka.
Sesungguhnya hal terbesar yang dapat melindungi seseorang dari kezaliman dan mencegahnya terjerumus ke dalamnya adalah mengingat akibat buruk kezaliman di dunia dan kesudahan yang mengerikan di akhirat.
Wahai saudara-saudara seiman!
Kita harus mengetahui bahwa bertindak sewenang-wenang terhadap manusia dan menzalimi mereka merupakan jalan yang akan mengantarkan pelakunya kepada keadaan yang paling buruk dan kesudahan yang paling mengerikan. Ini merupakan ketetapan yang tidak berubah dan tidak berganti.
Kebinasaan orang-orang zalim, baik pada masa dahulu maupun masa sekarang, merupakan bukti paling nyata dan penjelasan paling kuat bagi orang yang memiliki hati atau mau mendengarkan dengan sungguh-sungguh.
### 1\. Doa orang yang dizalimi tidak memiliki penghalang dari Allah
Wahai kaum Muslimin!
Sesungguhnya doa orang yang dizalimi adalah anak panah yang tidak pernah meleset. Doa itu merupakan senjata yang membinasakan orang zalim, sekalipun waktu telah berlalu cukup lama.
Rasulullah ﷺ bersabda kepada Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu ketika mengutusnya ke Yaman:
> «وَاتَّقِ دَعْوَةَ الْمَظْلُومِ، فَإِنَّهُ لَيْسَ بَيْنَهَا وَبَيْنَ اللَّهِ حِجَابٌ»
“Takutlah terhadap doa orang yang dizalimi, karena sesungguhnya tidak ada penghalang antara doa tersebut dan Allah.”
(HR. Al-Bukhari dan Muslim).
Dalam kitab-kitab Sunan, dengan sanad yang dinilai hasan, disebutkan bahwa Nabi ﷺ bersabda:
> «دَعْوَةُ الْمَظْلُومِ تُحْمَلُ عَلَى الْغَمَامِ، وَتُفْتَحُ لَهَا أَبْوَابُ السَّمَاوَاتِ، وَيَقُولُ الرَّبُّ عَزَّ وَجَلَّ: وَعِزَّتِي لَأَنْصُرَنَّكِ وَلَوْ بَعْدَ حِينٍ»
“Doa orang yang dizalimi dibawa ke atas awan, lalu pintu-pintu langit dibukakan untuknya. Rabb Yang Mahamulia lagi Mahaagung berfirman, ‘Demi kemuliaan-Ku, sungguh Aku pasti akan menolongmu, meskipun setelah beberapa waktu.’”
Di antara akibat buruk kezaliman adalah bahwa doa orang yang dizalimi dapat dikabulkan, bahkan jika orang tersebut seorang yang fasik atau kafir.
Imam Ahmad meriwayatkan dalam Musnad-nya dengan sanad yang dinilai hasan bahwa Nabi ﷺ bersabda:
> «لَا تُرَدُّ دَعْوَةُ الْمَظْلُومِ وَلَوْ كَانَ فَاجِرًا، فَفُجُورُهُ عَلَى نَفْسِهِ»
“Doa orang yang dizalimi tidak ditolak, meskipun ia seorang yang fasik, karena kefasikannya merupakan tanggungannya sendiri.”
Dalam riwayat lain yang juga dinilai hasan oleh Imam Ahmad, disebutkan bahwa Nabi ﷺ bersabda:
> «اتَّقُوا دَعْوَةَ الْمَظْلُومِ وَإِنْ كَانَ كَافِرًا، فَإِنَّهُ لَيْسَ بَيْنَهَا وَبَيْنَ اللَّهِ حِجَابٌ»
“Takutlah terhadap doa orang yang dizalimi, meskipun ia seorang kafir, karena sesungguhnya tidak ada penghalang antara doa tersebut dan Allah.”
Benarlah perkataan seorang penyair:
> Janganlah engkau menzalimi ketika engkau memiliki kekuasaan, sebab akibat kezaliman akan kembali kepadamu dengan penyesalan.Matamu tertidur, sementara orang yang dizalimi tetap terjaga, ia berdoa agar keburukan menimpamu, sedangkan mata Allah tidak pernah tidur.
Maka bertakwalah kepada Allah, wahai orang yang tidak menghormati darah kaum Muslimin, tidak menjaga kehormatan mereka, serta tidak menghargai dan melindungi harta mereka!
### 2\. Kisah Khalid bin Abdullah Al-Barmaki dan anaknya
Di antara kisah sejarah yang paling memberikan peringatan adalah kisah Khalid bin Abdullah Al-Barmaki bersama anaknya ketika mereka berbincang di dalam penjara.
Anaknya berkata kepadanya:
“Wahai Ayahku! Dahulu kita hidup dalam kemuliaan dan kekuasaan, tetapi sekarang kita justru berada dalam belenggu dan penjara.”
Sang ayah menjawab:
“Wahai anakku! Ini disebabkan oleh doa seseorang yang dizalimi. Doa itu melesat pada malam hari ketika kita lalai terhadapnya, sedangkan Allah tidak pernah lalai terhadapnya.”
### 3\. Kisah Malik bin Dinar dan orang yang menzaliminya
Para ulama rahimahumullah menyebutkan bahwa Malik bin Dinar, seorang ahli ibadah dan zuhud, pernah mengalami demam selama beberapa hari. Kemudian ia merasa tubuhnya sedikit lebih ringan, lalu keluar untuk memenuhi suatu keperluan.
Di hadapannya, sekelompok orang dari aparat kepolisian sedang lewat. Malik berkata, “Mereka membuatku tergesa-gesa sehingga aku menghalangi jalan.”
Kemudian seorang anggota aparat menyusulnya dan menghujaninya dengan beberapa cambukan. Pukulan itu terasa lebih menyakitkan baginya daripada demam yang sebelumnya ia derita.
Malik pun berkata, “Semoga Allah memotong tanganmu!”
Keesokan harinya, Malik pergi ke jembatan untuk suatu keperluan. Ternyata ia bertemu dengan orang yang sama dalam keadaan tangannya telah terpotong dan ia membawanya di lehernya.
Maka, wahai orang yang menzalimi dan bertindak sewenang-wenang terhadap manusia! Ingatlah saat engkau berdiri di hadapan Allah Yang Mahamulia lagi Mahatinggi. Takutlah terhadap dirimu sendiri dari doa seorang hamba yang saleh, yang dipanjatkan pada malam hari ketika orang-orang sedang tidur.
Jika engkau tidak takut terhadap kedudukanmu di hadapan Allah, setidaknya renungkanlah akibat buruk yang dapat menimpamu di dunia.
### 4\. Kisah Sa’ad bin Abi Waqqash dan orang yang mencela Ali
Sebagian orang hanya takut terhadap akibat buruk yang menimpa dirinya di dunia. Oleh karena itu, Allah terkadang menjadikan hukuman di dunia sebagai peringatan bagi mereka sebelum hukuman di akhirat.
Ath-Thabrani meriwayatkan dengan sanad yang para perawinya merupakan perawi kitab-kitab hadis sahih bahwa seseorang pernah mencela Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu.
Sa’ad bin Abi Waqqash melarangnya, tetapi orang itu tidak mau berhenti. Sa’ad lalu berkata, “Aku akan berdoa kepada Allah agar engkau mendapatkan hukuman.”
Sa’ad pun berdoa untuk keburukan orang tersebut. Tidak lama kemudian, seekor unta yang lepas kendali datang menyeruduknya hingga ia meninggal dunia.
Abu Nu’aim menyebutkan dalam Hilyatul Auliya’, dan Ibnu Al-Jauzi juga menyebutkan dalam sebagian kitabnya, bahwa Sulaiman At-Taimi, seorang ahli ibadah dan penghafal hadis, pernah berselisih dengan seseorang.
Dalam perselisihan tersebut, orang itu menyerang Sulaiman dan menekan perutnya dengan keras. Sulaiman pun berdoa agar orang tersebut mendapatkan hukuman, lalu tangan orang itu menjadi kering dan tidak berfungsi.
### 5\. Kisah orang yang menampar Utsman bin Affan
Wahai saudaraku Muslim, dengarkanlah pelajaran ini, ambillah nasihat darinya, dan jadikanlah ia sebagai peringatan!
Ibnu Abi Ad-Dunya menceritakan bahwa seseorang dari kalangan orang-orang yang memusuhi Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu pernah bersumpah bahwa ia akan menampar wajah mulia Utsman.
Dalam kisah tersebut, orang itu berkata:
“Aku masuk bersama temanku. Ternyata kepala Utsman berada di pangkuan istrinya.”
Temanku berkata kepada istri Utsman, “Singkaplah wajahnya!”
Istrinya bertanya, “Untuk apa?”
Ia menjawab, “Aku ingin menampar wajahnya yang mulia.”
Istri Utsman berkata, “Tidakkah engkau ingat apa yang pernah disabdakan Rasulullah ﷺ tentang dirinya?” Kemudian ia menyebutkan berbagai keutamaan Utsman yang agung sebagaimana telah disampaikan oleh Rasulullah ﷺ.
Setelah mendengar penjelasan tersebut, temanku merasa malu, lalu mengurungkan niatnya dan pergi.
Namun, aku sendiri berkata kepada istri Utsman, “Singkaplah wajahnya!”
Istri Utsman kemudian pergi untuk berdoa agar keburukan menimpaku. Meskipun demikian, aku tetap menampar wajah Utsman.
Istri Utsman pun berkata:
“Semoga Allah membuat tanganmu kaku, membutakan penglihatanmu, dan tidak mengampuni dosamu!”
Orang tersebut berkata:
“Demi Allah, aku belum sempat keluar dari pintu rumah itu, tangan saya sudah menjadi kaku dan penglihatanku menjadi buta. Aku merasa Allah tidak akan mengampuni dosaku.”
Kemudian, orang tersebut terlihat sedang tawaf mengelilingi Ka’bah. Dalam keadaan buta, ia memohon ampun kepada Allah, tetapi sekaligus merasa putus asa terhadap ampunan-Nya. Ia berkata:
“Ya Allah, ampunilah aku, tetapi aku tidak melihat Engkau akan melakukannya!”
Kisah ini disebutkan sebagai peringatan tentang akibat buruk permusuhan dan tindakan zalim terhadap orang lain.
### 6\. Kisah Sa’ad bin Abi Waqqash dan Abu Sa’dah
Di antara kisah yang mengandung peringatan keras terhadap kezaliman adalah kisah yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dari Jabir bin Samurah.
Ia menceritakan bahwa penduduk Kufah mengadukan Sa’ad bin Abi Waqqash kepada Umar bin Khaththab. Bahkan, mereka sampai mengatakan bahwa Sa’ad tidak mampu melaksanakan salat dengan baik.
Sa’ad kemudian berkata:
“Adapun aku, sesungguhnya aku mengimami mereka dengan salat sebagaimana salat Rasulullah ﷺ. Aku tidak mengurangi sedikit pun darinya. Aku memanjangkan bacaan dan pelaksanaan salat pada dua rakaat pertama, serta meringankannya pada dua rakaat terakhir.”
Umar berkata:
“Demi Allah, memang demikianlah prasangkaku terhadapmu, wahai Abu Ishaq!”
Kemudian Umar, sebagai khalifah yang adil dan tidak membiarkan perasaan menghalanginya dari meneliti kebenaran, mengutus beberapa orang untuk menanyakan keadaan Sa’ad kepada masyarakat Kufah.
Mereka tidak mendatangi suatu majelis pun melainkan orang-orang memuji Sa’ad dan menyebutkan kebaikannya.
Sampai akhirnya mereka mendatangi salah satu masjid di Kufah. Di sana, seorang laki-laki yang dikenal dengan nama Abu Sa’dah berkata:
“Jika kalian memang bertanya kepada kami, maka sesungguhnya Sa’ad tidak berlaku adil dalam memutuskan perkara, tidak membagi dengan sama rata, dan tidak memimpin pasukan dengan baik!”
Demikianlah keadaan orang zalim ketika mengikuti hawa nafsunya. Lisannya akan berbicara sesuai dengan apa yang disukainya, dan anggota tubuhnya akan bertindak mengikuti keinginan jiwa yang memerintah kepada keburukan.
Sa’ad kemudian berdoa:
> “Ya Allah, jika orang ini berdusta, maka butakanlah penglihatannya, panjangkanlah kemiskinannya, dan hadapkanlah ia pada berbagai fitnah.”
Abdul Malik, perawi hadis tersebut, berkata:
“Aku melihat orang itu kemudian menjadi tua dalam keadaan buta dan miskin. Ia juga sering mengganggu para perempuan budak di jalan-jalan.”
Ketika orang-orang menegurnya dengan berkata, “Berhentilah, wahai Abu Sa’dah!”, ia menjawab:
“Aku ini orang tua yang miskin dan tertimpa fitnah. Aku telah terkena doa Sa’ad.”
Wahai orang yang melupakan doa orang yang dizalimi! Jadikanlah kisah-kisah ini sebagai peringatan yang mencegah dirimu dari menzalimi orang lain, baik terhadap jiwa, harta, maupun kehormatan mereka.
### 7\. Kisah orang yang membunuh Al-Husain bin Ali
Diceritakan bahwa salah seorang pembunuh Al-Husain bin Ali radhiyallahu ‘anhuma—semoga Allah meridai beliau, ayahnya, ibunya, dan seluruh keluarga Nabi—pernah melepaskan anak panah ke arah Al-Husain.
Al-Husain berkata kepadanya:
“Wahai orang ini, bawakanlah air untukku agar aku dapat meminumnya!”
Namun, ketika orang tersebut melepaskan anak panahnya, ia juga menghalangi Al-Husain untuk mendapatkan air.
Al-Husain pun berdoa:
“Ya Allah, jadikanlah ia kehausan!”
Dikisahkan bahwa ketika orang tersebut sedang menghadapi kematian, ia terlihat berteriak karena panas yang membakar perutnya dan dingin yang menyiksa punggungnya.
Di hadapannya terdapat kipas-kipas dan salju, sementara di belakangnya terdapat tempat perapian untuk menghangatkan tubuh. Meskipun demikian, ia terus berteriak:
“Berilah aku minum! Kehausan telah membinasakanku!”
Kemudian dibawakan kepadanya sebuah wadah besar berisi sawiq, yaitu minuman yang disebut dalam kisah tersebut sebagai campuran air dan susu. Jumlahnya begitu banyak sehingga seandainya lima orang meminumnya, niscaya sudah cukup bagi mereka.
Ia meminum seluruh isi wadah itu, tetapi kemudian kembali berteriak:
“Berilah aku minum! Kehausan telah membinasakanku!”
Keadaan itu terus berulang hingga akhirnya perutnya terbelah seperti perut unta yang robek.
Wahai orang yang menzalimi manusia!
Allah Mahabesar! Orang zalim akan mengalami pergiliran keadaan yang menyakitkan, dan berbagai hukuman dapat menimpanya meskipun waktu telah berlalu lama.
Rasulullah ﷺ bersabda:
> «إِنَّ اللَّهَ لَيُمْلِي لِلظَّالِمِ حَتَّى إِذَا أَخَذَهُ لَمْ يُفْلِتْهُ»
“Sesungguhnya Allah benar-benar memberikan tenggang waktu kepada orang zalim. Namun, ketika Dia menghukumnya, Dia tidak akan melepaskannya.”
Kemudian beliau membaca firman Allah Ta’ala:
> ﴿وَكَذَٰلِكَ أَخْذُ رَبِّكَ إِذَا أَخَذَ الْقُرَىٰ وَهِيَ ظَالِمَةٌ ۚ إِنَّ أَخْذَهُ أَلِيمٌ شَدِيدٌ﴾“Demikianlah azab Tuhanmu apabila Dia mengazab penduduk negeri-negeri yang berbuat zalim. Sesungguhnya azab-Nya sangat pedih dan sangat keras.”(QS. Hud: 102).
Oleh karena itu, wahai kaum Muslimin, jauhilah kezaliman terhadap sesama manusia. Berhati-hatilah agar tidak menyakiti mereka melalui perkataan, perbuatan, maupun dengan membantu orang lain melakukan kezaliman.
Demikianlah yang aku sampaikan. Aku memohon ampun kepada Allah untuk diriku, untuk kalian, dan untuk seluruh kaum Muslimin dari segala dosa. Maka, mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
### Khutbah Kedua
Segala puji bagi Rabb-ku, dan aku bersyukur kepada-Nya. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Aku juga bersaksi bahwa Nabi kita, Muhammad, adalah hamba dan utusan-Nya.
Ya Allah, limpahkanlah selawat, salam, dan keberkahan kepada beliau, keluarga, serta para sahabatnya.
Amma ba’du.
Wahai kaum Muslimin!
Wasiat Allah kepada kita semua adalah wasiat yang juga diberikan kepada orang-orang terdahulu dan orang-orang yang datang kemudian, yaitu bertakwa kepada-Nya, senantiasa menaati-Nya, dan menjauhi segala kemaksiatan kepada-Nya.
### 1\. Peringatan bagi orang yang menzalimi harta orang lain
Wahai orang yang menzalimi manusia dalam urusan harta mereka, lalu mengambilnya secara paksa!
Wahai orang yang menahan pembayaran utang, menghalangi hak orang lain, atau sengaja menunda-nunda pembayaran harta yang menjadi hak mereka!
Dengarkanlah nasihat ini dan jadilah penasihat terbaik bagi dirimu sendiri sebelum doa orang-orang yang engkau zalimi menimpamu, dan sebelum akibat buruk dari doa-doa yang mereka panjatkan kepada Pencipta mereka meliputi tubuhmu, hartamu, atau anak-anakmu.
Dalam sebuah hadis qudsi, Allah Ta’ala berfirman:
> «يَا عِبَادِي، إِنِّي حَرَّمْتُ الظُّلْمَ عَلَى نَفْسِي، وَجَعَلْتُهُ بَيْنَكُمْ مُحَرَّمًا، فَلَا تَظَالَمُوا»
“Wahai hamba-hamba-Ku! Sesungguhnya Aku mengharamkan kezaliman atas diri-Ku sendiri, dan Aku menjadikannya haram di antara kalian. Oleh karena itu, janganlah kalian saling menzalimi.”
(HR. Muslim).
### 2\. Anjuran memperbanyak selawat kepada Nabi ﷺ
Selanjutnya, sesungguhnya Allah Yang Mahamulia lagi Mahatinggi memerintahkan kita kepada sesuatu yang dapat menyucikan kehidupan kita dan mendatangkan kebahagiaan bagi kehidupan akhirat kita, yaitu memperbanyak selawat dan salam kepada Nabi yang tercinta.
Ya Allah, limpahkanlah selawat, salam, dan keberkahan kepada junjungan kami, Nabi kami, kekasih kami, dan penyejuk pandangan kami, Nabi Muhammad.
Ya Allah, ridhailah para khalifah yang mendapat petunjuk dan para imam yang diberi bimbingan: Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali. Ridhailah pula seluruh keluarga Nabi, semua sahabat, serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik hingga Hari Kiamat.
### 3\. Doa untuk kaum Muslimin di seluruh dunia
Ya Allah, wahai Zat Yang Mahahidup lagi terus-menerus mengurus seluruh makhluk, wahai Zat yang memiliki keagungan dan kemuliaan!
Kami memohon kepada-Mu agar Engkau menjaga kaum Muslimin di mana pun mereka berada.
Ya Allah, jagalah kaum Muslimin di seluruh penjuru dunia.
Ya Allah, turunkanlah perlindungan dan penjagaan-Mu kepada kaum Muslimin. Jagalah mereka dengan penjagaan-Mu dan lindungilah mereka dengan pemeliharaan-Mu.
Ya Allah, tolonglah mereka menghadapi orang-orang yang melampaui batas terhadap mereka.
Ya Allah, tolonglah mereka menghadapi orang-orang yang melampaui batas terhadap mereka.
Ya Allah, tolonglah mereka menghadapi orang-orang yang melampaui batas terhadap mereka, wahai Zat Yang Mahakuat lagi Mahaperkasa.
Ya Allah, hadapilah musuh-musuh kaum Muslimin. Gagalkanlah tipu daya mereka. Jadikanlah akibat buruk dan kekalahan itu kembali kepada mereka.
Ya Allah, jadikanlah akibat buruk dan kekalahan itu kembali kepada mereka.
### 4\. Doa bagi kaum Muslimin di berbagai negeri
Ya Allah, wahai Zat Yang Mahahidup lagi terus-menerus mengurus seluruh makhluk, wahai Zat yang memiliki keagungan dan kemuliaan!
Jagalah kaum Muslimin di negeri Syam.
Jagalah kaum Muslimin di Afghanistan.
Jagalah kaum Muslimin di Irak.
Jagalah kaum Muslimin di Palestina.
Jagalah kaum Muslimin di Libya.
Jagalah kaum Muslimin di Mesir.
Jagalah kaum Muslimin di Tunisia.
Dan jagalah kaum Muslimin di setiap tempat, wahai Zat Yang Mahahidup lagi terus-menerus mengurus seluruh makhluk, wahai Zat yang memiliki keagungan dan kemuliaan!
Ya Allah, hilangkanlah kesulitan dan penderitaan mereka.
Ya Allah, lapangkanlah kesedihan mereka.
Ya Allah, lapangkanlah kesedihan mereka.
Ya Allah, anugerahkanlah keamanan kepada mereka.
Ya Allah, wujudkanlah keamanan dan ketenteraman bagi mereka.
Ya Allah, wujudkanlah keamanan dan ketenteraman bagi mereka.
Ya Allah, wujudkanlah keamanan dan ketenteraman yang mereka harapkan, wahai Zat Yang Mahahidup lagi terus-menerus mengurus seluruh makhluk.
### 5\. Doa agar negeri-negeri kaum Muslimin terjaga
Ya Allah, jagalah negeri-negeri kaum Muslimin dari segala keburukan dan hal-hal yang tidak diinginkan.
Ya Allah, jagalah kaum Muslimin di negeri Dua Tanah Suci dari segala keburukan dan hal-hal yang tidak diinginkan.
Ya Allah, jadikanlah negeri-negeri kaum Muslimin kuat, mulia, dan kokoh sehingga tidak mudah ditundukkan oleh musuh-musuh mereka, wahai Zat yang memiliki keagungan dan kemuliaan.
Ya Allah, jagalah pelayan Dua Tanah Suci.
Ya Allah, kuatkanlah ia dengan pertolongan-Mu.
Ya Allah, panjangkanlah umurnya, wahai Zat Yang Mahahidup lagi terus-menerus mengurus seluruh makhluk, dalam ketaatan dan ketakwaan kepada-Mu.
Ya Allah, jadikanlah ia sebagai sarana untuk menolong agama-Mu dan meninggikan kalimat-Mu.
### 6\. Doa agar kaum Muslimin dipimpin oleh orang-orang terbaik
Ya Allah, jadikanlah orang-orang terbaik di antara kaum Muslimin sebagai pemimpin mereka.
Ya Allah, jadikanlah orang-orang terbaik di antara kaum Muslimin sebagai pemimpin mereka.
Ya Allah, jadikanlah orang-orang terbaik di antara kaum Muslimin sebagai pemimpin mereka, wahai Zat Yang Mahahidup lagi terus-menerus mengurus seluruh makhluk.
Ya Allah, turunkanlah hujan pertolongan kepada kami.
Ya Allah, turunkanlah hujan pertolongan kepada kami.
Ya Allah, turunkanlah hujan pertolongan kepada kami.
### 7\. Doa untuk kebahagiaan, ampunan, dan surga
Ya Allah, bahagiakanlah kami dengan ketakwaan kepada-Mu.
Ya Allah, bahagiakanlah kami dengan ketakwaan kepada-Mu.
Ya Allah, limpahkanlah karunia-Mu kepada kami.
Ya Allah, ampunilah dosa-dosa kami.
Ya Allah, hapuskanlah kesalahan-kesalahan kami.
Ya Allah, hapuskanlah kesalahan-kesalahan kami.
Ya Allah, hapuskanlah kesalahan-kesalahan kami.
Masukkanlah kami ke dalam surga bersama orang-orang yang berbakti dan saleh, wahai Zat Yang Mahaperkasa lagi Maha Pengampun.
Sebagai penutup perkataanku, aku menyampaikan selawat dan salam kepada junjunganku dan Nabi Muhammad.
Ya Allah, limpahkanlah selawat, salam, dan keberkahan kepada Nabi dan Rasul kami, Muhammad.
والله أعلم.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang menjauhi kezaliman, menunaikan hak sesama manusia, dan senantiasa bertakwa kepada-Nya. آمين.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar