Kamis, 25 Mei 2017

MENYAMBUT KEDATANGAN BULAN  RAMADHAN 



Oleh : Prof.DR. Umar ibnu Abdillah Al-Muqbil hafidhohullah Ta'ala. 


إنِ الْحَمْدَ لِله، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، ونَعُوذُ بِالله مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. ‪
‬(يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وأَنْتمْ مُسْلِمُونَ)‪
‬(يَاأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا)‪
‬(يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًايُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا).

Amma ba'du : 

Wahai kaum muslimin, sesungguhnya setiap hati orang-orang yang beriman senantiasa menanti kedatangan bulan yang agung ini, yaitu bulan Ramadhan yang menjadi tamu yang mulia, yang kita memandang ini merupakan nikmat yang besar dan hadiah yang sangat agung dari Allah Robb Yang Maha Pemurah, oleh karenanya para generasi Salaf terdahulu radhiyallahu anhum menjadikan masuk nya bulan Sya'ban untuk persiapan menyambut kedatangan bulan Ramadhan, dan telah melatih jiwa-jiwa mereka untuk berbuat ketaatan. 

Dan sungguh terdapat teladan dari Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam dalam amalan menyambut kedatangan Ramadhan, beliau Shallallahu Alaihi wa Sallam memperbanyak puasa pada bulan sya'ban, hingga Ummu Mukminin A'isyah radhiyallahu anha berkata : 

 وما رأيتُ رسول الله صلى الله عليه وسلم استكمل صيام شهر قط إلا رمضان، وما رأيته في شهر أكثر منه صيامًا في شعبان

" Aku tidak pernah melihat Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam berpuasa penuh satu bulan kecuali bulan ramadan, dan aku tidak pernah melihat  beliau banyak berpuasa dalam hari hari nya kecuali pada saat bulan Sya'ban ".

Dan dalam riwayat sunan An-Nasa'i dengan sanad yang dikuatkan oleh sebagian ahli Ilmu, terdapat penjelasan tentang sebab Nabi Sallallahu alaihi wa sallam banyak berpuasa dalam hari hari bulan Sya'ban, dengan Sabdanya :

 ذاك شهر يغفل عنه الناس

" Bulan tersebut, banyak manusia yang melalaikan nya ".

قال ابن رجب رحمه الله: "وفيه دليل على استحباب عمارة أوقات غفلة الناس بالطاعة، وأن ذلك محبوبٌ لله عز وجل...، ولذلك فُضّلَ القيامُ في وسط الليل لشمول الغفلة لأكثر الناس فيه عن الذِّكر"٠

Al-Imam Ibnu Rajab rahimahullah berkata : " Didalam hadist ini terdapat anjuran untuk memakmurkan waktu waktu yang manusia sedang dalam kondisi lalai dari perbuatan taat, dan ini merupakan perbuatan yang dicintai oleh Allah Ta'ala. ....

Oleh karenanya, menunaikan sholat di tengah malam ketika kebanyakan  manusia terlena memiliki keutamaan yang agung ".  

Wahai kaum muslimin. ..

Dikarenakan inilah dahulu para generasi Salaf terdahulu menjadikan bulan Sya'ban menjadi sarana untuk melatih diri sebelum masuk dalam medan perlombaan, pintu gerbang telah terbuka lebar untuk memasuki babak perjuangan, sebagaimana kuda kuda yang tidak terlatih, tidak akan pernah menyelesaikan perlombaan yang baik sebagaimana yang diharapkan, bahkan bisa jadi ia akan berhenti di tengah perjalanan. 

Dan yang demikian banyak di praktik kan oleh kebanyakan manusia, mereka semangat di permulaan bulan Ramadhan, namun terjadi kemunduran pada pertengahan bulan bahkan hingga akhir bulan Ramadhan....!

Demikian juga sebahagian manusia berhari hari pada permulaan bulan Ramadhan hingga tidak terasa telah melewati seperempat, bahkan sepertiga bulan, namun mereka masih dalam kondisi melatih membiasakan diri, hingga mereka kehilangan kebaikan yang sangat banyak. ...

Oleh karena itu, tatkala syariat sholat merupakan ibadah yang agung, maka Allah Ta'ala menjadikan amalan amalan tertentu sebagai pendamping dan pendahulu, seperti disyari’atkan  Adzan, disyari’atkan berjamaah di masjid, disyari’atkan sholat sunnah rowatib, baik sebelum atau sesudah nya, hinggaseorang hamba benar benar terkondisikan untuk mengerjakan ibadah agung ini, yang merupakan kewajiban fardhu yang  yang paling wajib, hingga meminimalkan dari segala dampak kekurangan yang sekiranya terjadi. 

Adapun orang-orang yang cerdik, ia dapat mengetahui nilai keagungan waktu dan nilai kemuliaan hidup nya, serta mengagungkan musim kebajikan untuk akhirat nya, dan mempersiapkan diri untuk nya dari sekarang dan mengkondisikan hati untuk menyambut kemuliaan dari Allah Ta'ala dengan hati yang bersih, meninggalkan ber sibuk dari kelezatan dunia untuk melakukan ketaatan ketaatan. 

Diantara perkara yang dapat membantu seseorang untuk merealisasikan anjuran diatas adalah : 

Senantiasa menyelesaikan urusan dan hajat yang sekiranya menyibukkan ketika bulan Ramadhan dari sekarang, diantaranya yang paling menonjol dari kaum lelaki dan perempuan adalah sibuk menyiapkan hari lebaran dan segala kebutuhannya, hingga di pertengahan bulan Ramadhan ia menyibukkan diri dari perkara ini, seolah olah hari lebaran datang sekonyong konyong.  

Diantara perkara yang dapat membantu memaksimalkan ketika bulan Ramadhan adalah : 

Melatih beramal dari mulai sekarang, seperti berpuasa pada bulan Sya'ban, mengerjakan sholat malam, memperbanyak tilawah Al-Qur'an dan sebagainya. 

Dan membiasakan berpuasa merupakan sarana untuk memudahkan perkara diatas, ketika seseorang bangun sebelum subuh, mengerjakan sholat witir, yang akan membawa perubahan pada hati dan melembutkan nya serta dapat menjauhkan dari segala perbuatan sia sia, demikian pula memudahkan untuk tilawah Al-Qur'an, dan seterusnya, bahwa tiga ibadah ini senantiasa membawa dampak kebaikan Yang lain, dan jika ia belum mampu berpuasa, maka janganlah meninggalkan yang lainnya. 

 

Dan diantara perkara yang membantu untuk mempersiapkan Ramadhan adalah mengingatkan keluarga tentang dekatnya kedatangan tamu yang agung ini, dan melatih keluarga untuk melakukan tiga ibadah diatas atau sebahagian nya.

Allah Ta'ala berfirman : 

﴿وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا لَا نَسْأَلُكَ رِزْقًا نَحْنُ نَرْزُقُكَ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَى﴾.

" Dan perintahkan keluargamu untuk senantiasa mendirikan shalat, dan ajaklah untuk bersabar diatas nya, sesungguhnya Kami  (Allah) tidak meminta kepada mereka rizki, bahkan Kami lah yang menurunkan rizki bagi mereka, dan sesungguhnya akibat yang baik hanyalah bagi orang-orang yang bertakwa ".

Jika engkau telah melakukan tahapan amalan diatas pada bulan Sya'ban ini, maka berusahalah untuk melakukan evaluasi dalam setiap hari nya, hingga mengetahui kekurangan yang masih tersisa, dari mana kekurangan ini datang. ..? 

Dan jika bulan Ramadhan datang maka niscaya engkau telah mengkondisikan diri secara maksimal, dan telah memperoleh jawaban dari mana kekurangan datang, hingga dapat memanfaatkan bulan mulia ini dengan baik. 

Diantara amalan yang hendaknya dipersiapkan menjelang kedatangan bulan suci ini, hendaknya kita memiliki waktu waktu khusus untuk berkholwah berdzikir kepada Allah Ta'ala, guna melembutkan hati dan mengingat perjumpaan dengan Allah Ta'ala, apa yang telah kita persiapkan dari amalan yang terdahulu. ..? Dan apakah perbuatan kita yang sekarang mampu mendatangkan ridho Allah Ta'ala. ..? 

Dengan sarana berdzikir dan ingat akan hal ini merupakan sarana untuk melembutkan hati dan membersihkan jiwa dan mampu membuahkan tetesan air mata, hingga ketika memasuki bulan suci ini hati kita telah Allah berikan kesiapan dan menggolongkan sebagai hamba yang diberikan naungan di hari yang tiada naungan kecuali mereka mereka yang Allah Ta'ala berikan naungan. 

Dan diantara persiapan untuk menyambut kedatangan bulan suci ini adalah tidak banyak berinteraksi dengan manusia kecuali secukupnya sesuai kebutuhan dan tidak banyak mengobrol, seperti ketika dalam pekerjaan atau menyelesaikan tugas tertentu, hendaknya meminimalkan interaktif kecuali yang mendatangkan maslahat, dikarenakan bisa jadi waktu akan terbuang sia sia, sebagaimana kenyataan hanya menimbulkan kerasnya hati, maka hendaknya jangan dilakukan hal tersebut diwaktu bulan kemuliaan telah datang. 

Diantara cara terbaik sebagaimana dilakukan oleh sebagian kita, meminta ijin untuk keluar dari semua bentuk koneksi seperti kumpulan WA atau FB atau Twitter akan bergabung kembali setelah usai lebaran yang penuh berkah.

Dan diantara perkara yang dilakukan untuk menyambut kedatangan bulan suci ini adalah banyak-banyak  memanjatkan do'a agar diberikan keberkahan dalam waktu dan umur nya dan senantiasa diberikan limpahan barokah di bulan Sya'ban dan Ramadhan, dan semoga di bulan Ramadhan ini ia tergolong menjadi orang orang yang bersegera dalam melakukan kebajikan. 

Karena seorang hamba bagaimana pun kondisinya, ia butuh kepada do'a, karena sekiranya tanpa taufiq dan hidayah dari Allah Ta'ala ia takkan mungkin berbuat sekecil apapun. 

Sehingga selain berusaha hendaknya dibarengi dengan iringan do'a, karena Allah Ta'ala Maha Karim dan tidak akan menyia nyiakan orang yang telah berusaha mengetuk pintu kemurahan Nya. 

Sebagai penutup, marilah kita dengarkan untaian nasehat dari Al-Imam Ibnu Rajab rahimahullah : 

" Wahai orang-orang yang telah menyia-nyiakan waktu waktu nya yang mulia - meninggalkan puing puing kenistaan  dan alangkah kejinya ".

" Bulan Rajab telah lewat sedangkan engkau tidak berbuat kebajikan dan ini bulan Sya'ban yang penuh berkah ".

" Wahai orang-orang yang berbuat kebodohan dengan menelantarkan waktunya, hendaklah bangun dari tidurmu dan berhati-hati lah menyambut kerugian mu ".

" Sesungguhnya engkau akan meninggalkan kelezatan dunia secara paksa, dan engkau akan diselimuti kematian dengan penuh kebencian menuju rumah abadi mu ".

" Oleh karena nya bersegeralah merubah hidup mu dengan berusaha menghapus segala kesalahan dengan taubat yang tulus ".

" Bercita citalah menggapai keselamatan dari neraka Jahim, karena sebaik-baik orang yang bersalah adalah berubah ".

اللهم بلغنا رمضان، ووفقنا للاستعداد له وتدارك ما انفرط من الأعمار، اللهم أصلح أحوال المسلمين، وبصّرهم بمواطن الضعف فيهم، اللهم بصّرهم بمكائد أعدائهم، اللهم واخذل أعداء الملة، واحم حوزة الدين، وانصر عبادك المجاهدين في كل مكان.

Ya Allah, sampaikanlah kami hingga bulan Ramadhan, dan berilah kami taufiq untuk memperbaiki segala kesalahan yang terdahulu, Ya Allah, perbaikilah keadaan kaum muslimin dan kuatkanlah segala kelemahan mereka, dan menangkanlah atas musuh-musuh mereka, Ya Allah, lenyapkanlah musuh agama ini, dan lindungilah para pembela agama, dan tolonglah para mujahidin di setiap tempat Ya Robbal Alamin. ..


الـلَّهمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّد، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إبراهيم وعلى آل إبْرَاهِيمَ إنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. وبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّد، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إبراهيم وعلى آل إبْرَاهِيمَ إنَّكَ حميد مجيد.


Jumat, 19 Mei 2017

OBATI ORANG SAKIT MU DENGAN BERSEDEKAH 

🔹هدايات قرآنية🔹

Alhamdulillah, wassholatu wassalamu ala Rosulillah, wa ba'du : 

Allah Ta'ala berfirman : 

وَأَتِمُّوا۟ ٱلْحَجَّ وَٱلْعُمْرَةَ لِلَّهِ ۚ فَإِنْ أُحْصِرْتُمْ فَمَا ٱسْتَيْسَرَ مِنَ ٱلْهَدْىِ ۖ وَلَا تَحْلِقُوا۟ رُءُوسَكُمْ حَتَّىٰ يَبْلُغَ ٱلْهَدْىُ مَحِلَّهُۥ ۚ فَمَن كَانَ مِنكُم مَّرِيضًا أَوْ بِهِۦٓ أَذًى مِّن رَّأْسِهِۦ فَفِدْيَةٌ مِّن صِيَامٍ أَوْ صَدَقَةٍ أَوْ نُسُكٍ ۚ فَإِذَآ أَمِنتُمْ فَمَن تَمَتَّعَ بِٱلْعُمْرَةِ إِلَى ٱلْحَجِّ فَمَا ٱسْتَيْسَرَ مِنَ ٱلْهَدْىِ ۚ فَمَن لَّمْ يَجِدْ فَصِيَامُ ثَلَٰثَةِ أَيَّامٍ فِى ٱلْحَجِّ وَسَبْعَةٍ إِذَا رَجَعْتُمْ ۗ تِلْكَ عَشَرَةٌ كَامِلَةٌ ۗ ذَٰلِكَ لِمَن لَّمْ يَكُنْ أَهْلُهُۥ حَاضِرِى ٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلْعِقَابِ ﴿١٩٦﴾

"Dan sempurnakanlah ibadah haji dan 'umrah karena Allah. Jika kamu terkepung (terhalang oleh musuh atau karena sakit), maka (sembelihlah) korban yang mudah didapat, dan jangan kamu mencukur kepalamu, sebelum korban sampai di tempat penyembelihannya. Jika ada di antaramu yang sakit atau ada gangguan di kepalanya (lalu ia bercukur), maka wajiblah atasnya berfid-yah, yaitu: berpuasa atau bersedekah atau berkorban. Apabila kamu telah (merasa) aman, maka bagi siapa yang ingin mengerjakan 'umrah sebelum haji (di dalam bulan haji), (wajiblah ia menyembelih) korban yang mudah didapat. Tetapi jika ia tidak menemukan (binatang korban atau tidak mampu), maka wajib berpuasa tiga hari dalam masa haji dan tujuh hari (lagi) apabila kamu telah pulang kembali. Itulah sepuluh (hari) yang sempurna. Demikian itu (kewajiban membayar fidyah) bagi orang-orang yang keluarganya tidak berada (di sekitar) Masjidil Haram (orang-orang yang bukan penduduk kota Mekah). Dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksaan-Nya."
(Q.S. Al-Baqorah :196)

Allah Ta'ala berfirman : 

خُذْ مِنْ أَمْوَٰلِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِم بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ ۖ إِنَّ صَلَوٰتَكَ سَكَنٌ لَّهُمْ ۗ وَٱللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ ﴿١٠٣﴾

"Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." ( Q.S. At-Taubah : 103)

🔺وفيها من العلم أن الصدقة سبب للشفاء من المرض حيث جعلها الله مقابل المرض في الآية الأولى وفي الثانية بين أنها طهارة وزكاة وهذا يشمل الطهارة المعنوية والطهارة الحسية ومنها المرض ، وقد روى أبو الشيخ وابوداود في المراسيل وحسنه الألباني حديث " داووا مرضاكم بالصدقة ". وقال ابن مفلح في الفروع " وجماعة من أصحابنا يفعلون هذا وهو حسن ومعناه صحيح ".

Dalam kandungan ayat diatas, diketahui bahwasanya sedekah merupakan sebab untuk mendatangkan kesembuhan bagi orang-orang yang sakit, dimana dalam ayat pertama Allah Ta'ala jadikan sedekah sebagai lawan dari penyakit, dan dalam ayat kedua bahwa sedekah adalah membersihkan dan mensucikan, dan hal ini mencakup mensucikan secara lahiriah dan maknawi, dan diantaranya adalah penyakit-penyakit.

Dan telah diriwayatkan oleh Al-Imam Abu Asy-Syaikh rahimahullah dan Al-Imam Abu Dawud rahimahullah dalam kitab hadist Mursal, dan telah di hasan kan oleh Al-Imam Al-Albani rahimahullah : " Obatilah orang-orang sakit-mu dengan bersedekah ". 

Dan Al-Imam Ibnu Muflih rahimahullah berkata dalam kitab Al-Furu' : " Dan sekelompok dari sahabat sahabat kami mengerjakan perbuatan ini, dan ini merupakan perbuatan yang baik dan secara makna dibenarkan ".

🔺وفي البخاري ومسلم ما يشهد له حيث قال ﷺ في خطبة الكسوف " فإذا رأيتم ذلك فادعوا الله وكبروا وصلوا وتصدقوا " إشارة إلى أن الصدقة تدفع البلاء ، وهي كما قال تعالى في الآية الأولى فدية اي يفتدي بها المرء مما ألم به ويشتري نفسه ، وهذا نافع في الدنيا دون الآخرة.

Dan dalam riwayat Al-Imam Al-Bukhary dan Al-Imam Muslim terdapat hadist yang menguatkan riwayat diatas, sebagaimana dalam khotbah gerhana matahari, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda : " Jika kalian melihat  (gerhana) maka perbanyak lah berdoa kepada Allah Ta'ala dan banyak bertakbir dan kerjakan lah sholat dan perbanyak lah sedekah ".

Dalam hadits ini terdapat isyarat bahwa bersedekah dapat mengusir bala atau bencana, dan hal ini seperti yang telah difirmankan Allah Ta'ala dalam ayat yang pertama, yaitu menunaikan fidyah yaitu memberikan tebusan dan membebaskan diri dari penyakit yang dirasakan nya , dan ini merupakan manfaat ketika di dunia, belum lagi ketika nanti di akhirat ".

              والله أعلم
كتبه عبدالله بن صالح العبيلان
         ١٧-٨-١٤٣٨هـ


Kamis, 11 Mei 2017

PEMBACA AL-QUR'AN 


Alhamdulillah, wassholatu wassalamu ala Rosulillah, wa ba'du : 

عن عبد الملك بن عمير رحمه الله قال : «كَانَ يُقَالُ : إنَّ أَبْقَى النَّاسِ عُقُولاً قَرَأَةُ الْقُرْآنِ» المصنف لابن أبي شيبة 

Diriwayatkan dari Abdul Malik ibnu Umair rahimahullah berkata : " Dahulu sering kali dikatakan, sesungguhnya manusia yang akal nya paling terjaga (dari penyakit pikun) mereka adalah orang-orang yang rajin membaca Al-Qur'an ". ( HR. Ibnu Abi Syaibah dalam kitab mushonaf no : 30577.

Makna dari riwayat ini : bahwasanya jika Allah Ta'ala memberikan kelonggaran dalam waktu kematian dan diberikan panjang umur, maka tidak akan menimpa mereka sebagaimana yang menimpa manusia pada umumnya dari penyakit lupa ingatan dan kepikunan. 

كما قال الشعبي رحمه الله: «من قرأ القرآن لم يخرف» رواه ابن أبي الدنيا 

 Sebagaimana yang diriwayatkan dari Al-Imam As-Sya'biy rahimahullah : " Barangsiapa yang rajin membaca Al-Qur'an maka ia tidak akan pikun ". ( HR. Ibnu Abi Dunya ).

 

Berkata Al-imam Qurtubi rahimahullah :
"Barang siapa yang membaca Al-qur'an,  maka Allah akan menjadikan ingatannya segar meskipun umurnya telah mencapai 100 tahun".

Imam besar Ibrahim al-Maqdisi rahimahullah memberikan wasiat pada muridnya Abbas bin Abdi Daim rahimahullah : 
"Perbanyaklah membaca Al-qur'an jangan pernah kau tinggalkan, kerana sesungguhnya setiap yang kamu inginkan akan di mudahkan setara dengan yang kamu baca".

Berkata Ibnu Solah rahimahullah :
"Bahwasannya para Malaikat tidak diberi keutama'an untuk membaca Al-qur'an,  maka oleh karena itu para Malaikat bersemangat untuk selalu mendengar saja dari baca'an manusia".

Berkata Abu Zanad rahimahullah :
"Di tengah malam,  aku keluar menuju masjid Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam sungguh tidak ada satu rumahpun yang aku lewati melainkan pada nya ada yang membaca Al-qur'an".

Berkata Shaikhul Islam ibnu Taimiyyah rahimahullah : "Tidak ada sesuatu yang lebih bisa memberikan nutrisi otak, kesegaran jiwa, dan kesehatan tubuh serta mencakup segala kebahagiaan melebihi dari orang yang selalu melihat kitabullah ta'ala".

Bergantunglah pada Alqur'an niscaya kau akan mendapatkan keberkahan. 
Allah berfirman: "ini adalah kitab yang kami turunkan kepadamu yang penuh keberkahan agar mereka mau mentadaburi ayat-ayatnya".

Berkata sebagian ahli tafsir rahimahullah  :
"Manakala kita menyibukkan diri dengan Al-qur'an maka kita akan di banjiri oleh sejuta keberkahan dan kebaikan di dunia".

فهنيئا لمن أكرمه الله بأن كان من قرأة القران.

Maka, berbahagialah bagi mereka yang diberikan kemuliaan oleh Allah Ta'ala dijadikan sebagai hamba yang rajin tilawah Al-Qur'an. ......

"Saya memohon kepada Allah agar mberikan taufiqnya kepada saya dan kalian semua untuk selalu membaca Al-Qur'an dan mengamalkan kandungannya".