Minggu, 01 November 2026

MUSIBAH DUNYAWI ANTARA PENYAKIT DAN PENAWARAN NYA.


MUSIBAH DUNYAWI ANTARA 
PENYAKIT DAN PENAWARAN NYA. 



 Terjemahan Khutbah Masjid Nabawi

Tanggal 2 Rabiulakhir 1433 H 

Syekh Husain bin Abdul Aziz Alusy-Syaikh hafizhahullah



 Khutbah pertama

Segala puji bagi Allah dengan pujian yang sesuai dengan keagungan wajah-Nya dan kebesaran kekuasaan-Nya. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya dalam uluhiyah-Nya, rububiyah-Nya, serta nama-nama dan sifat-sifat-Nya. Aku bersaksi bahwa Nabi kita Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, kekasih Allah dan manusia pilihan-Nya. Ya Allah, limpahkanlah selawat, salam, dan keberkahan kepada beliau, keluarga, serta para sahabatnya.

Amma ba‘du.

Wahai kaum muslimin, perkara terbaik yang hendaknya senantiasa kita saling wasiatkan adalah ketakwaan kepada Allah Yang Mahatinggi lagi Mahaagung, menaati-Nya, dan menaati Rasul-Nya ﷺ. Hanya dengan itulah keberuntungan, kebaikan, kemaslahatan, dan kesuksesan dapat diraih di dunia maupun di akhirat.

Wahai kaum muslimin!

Banyak di antara kita yang bertanya-tanya tentang keadaan kita: Apa yang telah menimpa kita? Bagaimana keberkahan dalam rezeki itu menghilang? Di manakah musim-musim yang dahulu tanah menumbuhkan berbagai macam hasil bumi dan segala kebaikan?

Banyak di antara kita bertanya-tanya tentang penyebab berubahnya jiwa manusia. Mengapa kedengkian dan kebencian semakin banyak? Di manakah kasih sayang, kejernihan hati, kerja sama, dan kesetiaan yang dahulu dikenal di antara manusia?

Kita semua bertanya, baik melalui keadaan maupun ucapan: Apa penyebab berkurangnya hujan dan mengeringnya sumur-sumur?

Kita merasa heran melihat debu yang menyelimuti cakrawala dan berlangsung tanpa henti, sesuatu yang tidak dikenal oleh para pendahulu kita. Kita juga merasa heran melihat keserakahan sebagian pedagang dan perilaku buruk orang-orang jahat yang menimpa kaum muslimin.

Belum lagi pertanyaan tentang penguasaan musuh terhadap kaum muslimin dan berbagai tipu daya mereka. Keadaan ini sungguh semakin mengherankan. Permusuhan mereka memiliki beragam bentuk, kerugian yang mereka timbulkan semakin banyak, dan keburukan mereka semakin meluas. Hingga kaum muslimin menjadi santapan yang mudah bagi musuh-musuh mereka. Musuh-musuh itu mengarahkan kaum muslimin sesuka hati mereka dan mengatur urusan serta kehidupan dunia mereka sesuai dengan kehendaknya.

Jika kita hendak berbicara tentang berbagai kejadian yang aneh, maka bicarakanlah tentang munculnya wabah-wabah yang luar biasa, yang sebelumnya tidak dikenal, yang menyerang manusia pada zaman ini dan menyebar di kalangan hewan.

Itulah sebagian musibah yang menimpa kehidupan dunia manusia. Lantas, apa sebenarnya penyebab terjadinya semua itu? Bagaimana cara melindungi diri darinya dan mengobati berbagai penyakit yang ditimbulkannya?

Wahai kaum muslimin!

Kita adalah umat yang terikat dengan sebuah risalah yang agung. Karena itu, jawaban mengenai hakikat penyebab semua ini dan cara melepaskan diri dari berbagai keburukan, kerusakan, serta bahaya tidak boleh diambil kecuali dari Zat yang paling mengetahui manusia dan apa yang memperbaiki serta meluruskan kehidupan mereka.

Allah Ta‘ala berfirman:

أَلَا يَعْلَمُ مَنْ خَلَقَ وَهُوَ اللَّطِيفُ الْخَبِيرُ

“Apakah Allah yang menciptakan itu tidak mengetahui, padahal Dia Maha Lembut lagi Maha Mengetahui?” (QS. Al-Mulk: 14).

Sesungguhnya berbagai musibah dengan segala bentuknya dan berbagai ujian dengan segala macam rupanya menimpa kaum muslimin karena tersebarnya dosa-dosa, perbuatan maksiat yang dilakukan secara terang-terangan, serta berbagai perbuatan keji.

Ada satu ayat dari Kitabullah—dan sungguh banyak ayat semacam ini—yang menjelaskan penyakit sekaligus obatnya serta menunjukkan jalan keluar dari berbagai musibah tersebut. Ayat itu adalah firman Allah Yang Mahatinggi lagi Mahaagung:

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan oleh perbuatan tangan manusia, agar Allah merasakan kepada mereka sebagian dari akibat perbuatan mereka, supaya mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS. Ar-Rum: 41).

Ayat ini menyingkap kepada manusia hubungan antara keadaan dan kondisi kehidupan dengan perbuatan mereka. Kerusakan dan bahaya terjadi di bumi, memenuhi daratan, lautan, dan udara sebagai akibat dari dosa-dosa yang mereka lakukan secara terang-terangan dan mereka nyatakan secara terbuka.

Ketika mereka merasakan panasnya kerusakan tersebut dan menderita akibat berbagai musibah yang menimpa kehidupan mereka, mudah-mudahan pada saat itulah mereka bertekad untuk melawan kerusakan tersebut, kembali kepada Allah Yang Mahatinggi lagi Mahaagung, beralih kepada amal-amal saleh, menempuh jalan yang lurus, dan melakukan tobat dengan sebenar-benarnya.

Benar, wahai kaum muslimin!

Perbuatan keji dan tindakan terang-terangan dalam melakukannya dapat mendatangkan kebinasaan dan kehancuran bagi negeri serta penduduknya.

Allah Ta‘ala berfirman:

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا إِلَى أُمَمٍ مِنْ قَبْلِكَ فَأَخَذْنَاهُمْ بِالْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ لَعَلَّهُمْ يَتَضَرَّعُونَ

“Dan sungguh, Kami telah mengutus (para rasul) kepada umat-umat sebelum engkau, kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kemelaratan dan kesengsaraan, agar mereka memohon (kepada Allah) dengan kerendahan hati.” (QS. Al-An‘am: 42).

Berbagai ketakutan dan musibah dengan beragam bentuknya merupakan akibat dari perbuatan maksiat dan dosa yang dilakukan secara terang-terangan, serta berbagai perbuatan keji dan kemungkaran.

Rabb kita Yang Mahatinggi lagi Mahaagung berfirman:

وَضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا قَرْيَةً كَانَتْ آمِنَةً مُطْمَئِنَّةً يَأْتِيهَا رِزْقُهَا رَغَدًا مِنْ كُلِّ مَكَانٍ فَكَفَرَتْ بِأَنْعُمِ اللَّهِ فَأَذَاقَهَا اللَّهُ لِبَاسَ الْجُوعِ وَالْخَوْفِ بِمَا كَانُوا يَصْنَعُونَ

“Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan dengan sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezekinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduknya) mengingkari nikmat-nikmat Allah. Karena itu, Allah menimpakan kepada mereka bencana kelaparan dan ketakutan disebabkan apa yang mereka perbuat.” (QS. An-Nahl: 112).

Dalam Shahih Al-Bukhari, dari Nabi ﷺ, beliau bersabda:

إِنَّ الْفَاجِرَ إِذَا مَاتَ تَسْتَرِيحُ مِنْهُ الْعِبَادُ وَالْبِلَادُ وَالشَّجَرُ وَالدَّوَابُّ

“Sesungguhnya apabila orang yang durhaka meninggal dunia, para hamba, negeri, pepohonan, dan hewan-hewan pun merasa lega darinya.”

Karena itu, kaum muslimin wajib memerangi berbagai kemaksiatan dan kemungkaran serta mencegah orang-orang yang tidak bijaksana, yang hendak menenggelamkan bahtera kehidupan yang baik dan suci.

Bukankah Allah Yang Mahatinggi lagi Mahaagung telah berfirman?

لُعِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ عَلَى لِسَانِ دَاوُودَ وَعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ ذَلِكَ بِمَا عَصَوْا وَكَانُوا يَعْتَدُونَ

“Orang-orang kafir dari Bani Israil telah dilaknat melalui lisan (ucapan) Dawud dan Isa putra Maryam. Yang demikian itu karena mereka durhaka dan selalu melampaui batas.” (QS. Al-Ma’idah: 78).

Nabi kita ﷺ juga bersabda dalam hadis yang diriwayatkan dari Hudzaifah:

لَتَأْمُرُنَّ بِالْمَعْرُوفِ، وَلَتَنْهَوُنَّ عَنِ الْمُنْكَرِ، أَوْ لَيُوشِكَنَّ اللَّهُ أَنْ يَعُمَّكُمْ بِعَذَابٍ مِنْ عِنْدِهِ، ثُمَّ تَدْعُونَهُ فَلَا يُسْتَجَابُ لَكُمْ

“Sungguh, kalian harus benar-benar memerintahkan kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar. Jika tidak, hampir saja Allah menimpakan kepada kalian azab dari sisi-Nya. Kemudian kalian berdoa kepada-Nya, tetapi doa kalian tidak dikabulkan.”

Hadis ini diriwayatkan oleh At-Tirmidzi. Beliau menilainya sebagai hadis hasan dan menyebutkan bahwa hadis ini memiliki sejumlah penguat.

Dalam hadis lain yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, An-Nasa’i, dan At-Tirmidzi dengan sanad-sanad yang baik, Nabi ﷺ bersabda:

إِنَّ النَّاسَ إِذَا رَأَوُا الظَّالِمَ فَلَمْ يَأْخُذُوا عَلَى يَدَيْهِ أَوْشَكَ اللَّهُ أَنْ يَعُمَّهُمْ بِعِقَابٍ مِنْ عِنْدِهِ

“Sesungguhnya apabila manusia melihat orang zalim, tetapi mereka tidak mencegahnya, hampir saja Allah menimpakan hukuman dari sisi-Nya kepada mereka semua.”

Maka bertakwalah kepada Allah, wahai hamba-hamba Allah! Nyatakanlah perlawanan terhadap setiap bentuk kerusakan, perbuatan keji, dan kemungkaran di negeri-negeri kaum muslimin.

Aku cukupkan perkataanku ini, dan aku memohon ampun kepada Allah untuk diriku, kalian, serta seluruh kaum muslimin dari setiap dosa. Maka mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

### Khutbah kedua

Segala puji bagi Allah semata. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Aku bersaksi bahwa Nabi kita Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Ya Allah, limpahkanlah selawat, salam, dan keberkahan kepada beliau, keluarga, serta para sahabatnya.

Amma ba‘du.

Wahai kaum muslimin!

Sesungguhnya merupakan kewajiban kita semua untuk memerangi setiap sarana media yang menyebarkan paham ateisme dan kerusakan di negeri-negeri kaum muslimin. Kita semua berkewajiban untuk saling menasihati agar menaati Allah Yang Mahatinggi lagi Mahaagung, serta menegakkan amar makruf dan nahi mungkar.

Rabb kita Yang Mahatinggi lagi Mahaagung mengaitkan rahmat-Nya kepada kita dengan sifat-sifat tersebut. Allah Ta‘ala berfirman:

وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَيُطِيعُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ أُولَئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللَّهُ

“Orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan, sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh (berbuat) yang makruf dan mencegah dari yang mungkar, melaksanakan salat, menunaikan zakat, dan menaati Allah serta Rasul-Nya. Mereka akan diberi rahmat oleh Allah.” (QS. At-Taubah: 71).

Wahai kaum muslimin!

Kita berdoa kepada Allah Yang Mahatinggi lagi Mahaagung, tetapi dalam sebagian keadaan kita tidak melihat pengabulan doa. Hal itu disebabkan oleh tersebarnya dosa-dosa dan kemaksiatan.

Dikisahkan bahwa Ibrahim bin Adham pernah melewati sekelompok orang di pasar Bashrah. Mereka berkata kepadanya:

“Wahai Abu Ishaq! Sesungguhnya Allah Yang Mahatinggi lagi Mahaagung telah memerintahkan kita untuk berdoa. Kita pun berdoa, tetapi doa kita tidak dikabulkan.”

Ibrahim bin Adham menjawab:

“Hal itu karena hati kalian telah mati akibat beberapa perkara:

Kalian telah mengenal Allah Yang Mahatinggi lagi Mahaagung, tetapi kalian tidak menunaikan hak-Nya.

Kalian telah membaca Al-Qur’an, tetapi kalian tidak mengamalkannya.

Kalian mengaku mencintai Rasulullah ﷺ, tetapi kalian tidak mengikuti sunah beliau.

Kalian mengatakan bahwa kalian merindukan surga, tetapi kalian tidak beramal untuk meraihnya.

Kalian mengatakan bahwa kalian takut terhadap neraka, tetapi kalian tidak berusaha menjauh darinya.

Kalian meyakini bahwa kematian itu benar-benar akan terjadi, tetapi kalian tidak mempersiapkan diri untuk menghadapinya.

Kalian sibuk memperhatikan aib orang lain dan meninggalkan aib kalian sendiri.

Kalian menikmati nikmat-nikmat Allah Yang Mahatinggi lagi Mahaagung, tetapi kalian tidak bersyukur kepada-Nya.

Kalian telah menguburkan orang-orang yang meninggal di antara kalian, tetapi kalian tidak mengambil pelajaran dari mereka.

Lalu, bagaimana mungkin doa kalian akan dikabulkan?”

Wahai kaum muslimin!

Marilah kita semua saling menasihati untuk melakukan segala hal yang dapat memperbaiki keadaan kita yang rusak dan meluruskan jalan hidup kita yang menyimpang.

Semua itu hanya dapat diwujudkan dengan mengikatkan diri kepada Allah Yang Mahatinggi lagi Mahaagung serta menjadikan tuntunan Rasulullah ﷺ sebagai pedoman yang menguasai kehidupan kita, sehingga kita tidak menyimpang darinya ke kanan maupun ke kiri.

Kemudian, sesungguhnya Allah Yang Mahatinggi lagi Mahaagung telah memerintahkan kepada kita suatu perkara yang agung, yaitu berselawat dan mengucapkan salam kepada Nabi yang mulia.

### Doa penutup khutbah

Ya Allah, limpahkanlah selawat, salam, dan keberkahan kepada Nabi, pemimpin, kekasih, dan penyejuk hati kami, Nabi Muhammad.

Ya Allah, ridhailah para khalifah yang lurus dan para imam yang mendapat petunjuk: Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali. Ridhailah seluruh keluarga Rasulullah ﷺ, seluruh sahabat, para tabi'in, serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari kiamat.

Ya Allah, perbaikilah keadaan kami dengan ketakwaan kepada-Mu.

Ya Allah, perbaikilah keadaan kami dengan ketakwaan kepada-Mu.

Ya Allah, perbaikilah keadaan kami dengan ketakwaan kepada-Mu.

Ya Allah, luruskanlah kehidupan kami dengan mengikuti sunah Nabi-Mu, Muhammad ﷺ.

Ya Allah, luruskanlah kehidupan kami dengan mengikuti sunah Nabi-Mu, Muhammad ﷺ.

Ya Allah, jagalah kaum muslimin di Suriah dan di setiap tempat.

Ya Allah, hilangkanlah kesedihan dan kesusahan mereka.

Ya Allah, hilangkanlah kesedihan dan kesusahan kami serta kesedihan dan kesusahan mereka. Singkapkanlah segala kesulitan kami semua.

Ya Allah, mudahkanlah bagi mereka segala kebaikan. Angkatlah dari mereka setiap bahaya.

Ya Allah, angkatlah dari mereka setiap bahaya.

Ya Allah, angkatlah dari mereka setiap bahaya, wahai Zat Yang Mahahidup lagi Maha Mengurus seluruh makhluk-Nya.

Ya Allah, sejukkanlah mata kami dengan tegaknya penerapan agama ini di setiap tempat.

Ya Allah, hadapilah musuh-musuh kaum muslimin, karena sesungguhnya mereka telah melampaui batas dan berbuat sewenang-wenang.

Ya Allah, hadapilah musuh-musuh kaum muslimin.

Ya Allah, siapa pun yang menghendaki keburukan terhadap negeri-negeri kaum muslimin, sibukkanlah dia dengan dirinya sendiri.

Ya Allah, siapa pun yang menghendaki keburukan terhadap kami dan kaum muslimin, maka hadapilah dia.

Ya Allah, siapa pun yang hendak mencelakakan agama kami, akhlak kami, negeri kami, atau diri kami, maka timpakanlah pembalasan-Mu kepadanya.

Ya Allah, timpakanlah pembalasan-Mu kepadanya.

Ya Allah, timpakanlah pembalasan-Mu kepadanya.

Ya Allah, hadapilah setiap orang yang melampaui batas dan menyebarkan paham ateisme serta kerusakan.

Ya Allah, hadapilah setiap orang yang melampaui batas dan menyebarkan paham ateisme serta kerusakan.

Ya Allah, jadikanlah orang-orang terbaik di antara kaum muslimin sebagai pemimpin mereka.

Ya Allah, jadikanlah orang-orang terbaik di antara kaum muslimin sebagai pemimpin mereka.

Ya Allah, tegakkanlah hukum syariat-Mu di tengah-tengah mereka.

Ya Allah, tegakkanlah di tengah-tengah mereka amar makruf dan nahi mungkar.

Ya Allah, jadikanlah syiar ini tampak nyata dan memperoleh pertolongan.

Ya Allah, jadikanlah syiar ini tampak nyata dan memperoleh pertolongan, wahai Zat Yang Mahahidup lagi Maha Mengurus seluruh makhluk-Nya.

Ya Allah, siapa pun yang menghendaki keburukan terhadap syiar ini, sibukkanlah dia dengan dirinya sendiri dan lindungilah kaum muslimin dari kejahatan mereka, wahai Zat Yang memiliki keagungan dan kemuliaan.

Ya Allah, berilah taufik kepada pemimpin kami, Pelayan Dua Tanah Suci, agar melakukan perkara-perkara yang Engkau cintai dan ridhai.

Ya Allah, jadikanlah dia sebagai kekuatan yang menghalangi musuh-musuh Islam dan kaum muslimin.

Ya Allah, menangkanlah agama-Mu melalui dirinya dan tinggikanlah kalimat-Mu dengannya.

Ya Allah, menangkanlah agama ini melalui dirinya dan putra mahkotanya. Menangkanlah pula melalui mereka syiar amar makruf dan nahi mungkar, wahai Zat Yang Mahahidup lagi Maha Mengurus seluruh makhluk-Nya.

Ya Allah, ampunilah setiap muslim laki-laki dan perempuan.

Ya Allah, mudahkanlah urusan mereka dan lindungilah mereka dari kejahatan, wahai Zat Yang memiliki keagungan dan kemuliaan.

Ya Allah, lindungilah mereka dari segala keburukan, wahai Zat Yang Mahahidup lagi Maha Mengurus seluruh makhluk-Nya.

Karuniakanlah kepada mereka kehidupan yang baik dan membahagiakan di kedua negeri, dunia dan akhirat.

Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami.

Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami.

Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami, wahai Zat Yang Mahahidup lagi Maha Mengurus seluruh makhluk-Nya, wahai Zat Yang memiliki keagungan dan kemuliaan.

Wahai Zat Yang Mahakaya lagi Maha Terpuji!

Tanah-tanah kami telah mengering, tubuh-tubuh kami melemah, dan sebagian hewan ternak kami telah mati. Maka rahmatilah kami, wahai Zat Yang memiliki keagungan dan kemuliaan.

Ya Allah, rahmatilah kami dengan rahmat yang membuat kami tidak membutuhkan rahmat selain dari-Mu.

Ya Allah, rahmatilah kami dengan rahmat yang membuat kami tidak membutuhkan siapa pun selain Engkau.

Ya Allah, siramilah kami dengan hujan.

Ya Allah, siramilah kami dengan hujan.

Ya Allah, siramilah kami dengan hujan, wahai Zat Yang Mahahidup lagi Maha Mengurus seluruh makhluk-Nya.

Kami memohon kepada-Mu agar Engkau merahmati kami karena keberadaan orang-orang lemah di antara kami.

Kami memohon kepada-Mu agar Engkau merahmati kami karena keberadaan hewan-hewan ternak kami.

Kami memohon kepada-Mu agar Engkau tidak menghukum kami disebabkan perbuatan orang-orang yang tidak bijaksana di antara kami, wahai Zat Yang Mahahidup lagi Maha Mengurus seluruh makhluk-Nya, wahai Zat Yang Mahakaya, Maha Terpuji, dan Maha Pemurah.

Wahai hamba-hamba Allah!

Ingatlah Allah dengan sebanyak-banyaknya zikir dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar