Minggu, 01 November 2026

PENGHAMBAAN SELURUH MAKHLUK KEPADA ALLAH TA'ALA


PENGHAMBAAN SELURUH MAKHLUK KEPADA ALLAH TA'ALA 



Terjemah Khutbah Masjid Nabawi



23 Syawal 1434 H · Syaikh Abdul Muhsin bin Muhammad al-Qasim حفظه الله



 Khutbah Pertama

Segala puji bagi Allah. Kita memuji-Nya, memohon pertolongan dan ampunan kepada-Nya. Kita berlindung kepada Allah dari kejahatan diri kita dan keburukan amal perbuatan kita. Barang siapa diberi petunjuk oleh Allah, tidak ada yang dapat menyesatkannya. Dan barang siapa disesatkan oleh Allah, tidak ada yang dapat memberinya petunjuk.

Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Semoga Allah mencurahkan selawat dan salam yang sebanyak-banyaknya kepada beliau, keluarga, dan para sahabatnya.

Amma ba'du:

Bertakwalah kepada Allah, wahai hamba-hamba Allah, dengan sebenar-benar takwa. Barang siapa bertakwa kepada Rabb-nya, niscaya Allah mengangkat derajatnya dan menjadikan kesudahan hidupnya setelah kematian menjadi baik.

Wahai kaum muslimin!

Allah Ta'ala memiliki sifat-sifat kesempurnaan dan keindahan. Dia Mahasuci dari segala aib dan kekurangan. Dia Mahakaya, tidak membutuhkan sedikit pun makhluk selain-Nya, sedangkan seluruh makhluk membutuhkan-Nya.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

﴿إِنْ تَكْفُرُوا أَنْتُمْ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا فَإِنَّ اللَّهَ لَغَنِيٌّ حَمِيدٌ﴾

"Jika kalian dan seluruh manusia yang ada di bumi mengingkari (nikmat Allah), maka sesungguhnya Allah Mahakaya lagi Maha Terpuji." (QS. Ibrahim: 8).

Allah adalah Pemilik keagungan dan kebesaran. Segala sesuatu tunduk kepada-Nya dan berserah diri kepada-Nya, baik dengan sukarela maupun terpaksa. Seorang mukmin menyerahkan diri kepada-Nya dengan hati dan anggota tubuhnya, sedangkan orang kafir pun tetap tunduk kepada-Nya secara terpaksa melalui ketetapan, penundukan, dan kekuasaan-Nya.

Allah عز وجل berfirman:

﴿وَلَهُ أَسْلَمَ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ طَوْعًا وَكَرْهًا وَإِلَيْهِ يُرْجَعُونَ﴾

"Dan hanya kepada-Nya berserah diri segala sesuatu yang ada di langit dan di bumi, baik dengan sukarela maupun terpaksa, dan hanya kepada-Nyalah mereka dikembalikan." (QS. Ali Imran: 83).

Seluruh makhluk tunduk kepada Allah. Semua yang berada di langit dan bumi, termasuk burung-burung, semuanya melaksanakan salat dan beribadah kepada Allah sesuai dengan keadaan yang layak bagi mereka.

Allah عز وجل berfirman:

﴿أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ يُسَبِّحُ لَهُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَالطَّيْرُ صَافَّاتٍ كُلٌّ قَدْ عَلِمَ صَلَاتَهُ وَتَسْبِيحَهُ﴾

"Tidakkah engkau mengetahui bahwa kepada Allah bertasbih siapa saja yang ada di langit dan di bumi, dan juga burung-burung yang mengembangkan sayapnya? Masing-masing sungguh telah mengetahui cara salat dan tasbihnya." (QS. An-Nur: 41).

Para malaikat setiap hari memasuki Baitul Ma'mur yang berada di langit untuk melaksanakan salat kepada Allah.

Rasulullah ﷺ bersabda dalam hadis tentang peristiwa Isra':

«فَرُفِعَ لِيَ الْبَيْتُ الْمَعْمُورُ، فَسَأَلْتُ جِبْرِيلَ، فَقَالَ: هَذَا الْبَيْتُ الْمَعْمُورُ يُصَلِّي فِيهِ كُلَّ يَوْمٍ سَبْعُونَ أَلْفَ مَلَكٍ، إِذَا خَرَجُوا لَمْ يَعُودُوا إِلَيْهِ آخِرَ مَا عَلَيْهِمْ»

"Lalu diperlihatkan kepadaku Baitul Ma'mur. Aku bertanya kepada Jibril, kemudian ia menjawab, 'Inilah Baitul Ma'mur. Setiap hari tujuh puluh ribu malaikat melaksanakan salat di dalamnya. Apabila mereka telah keluar darinya, mereka tidak akan kembali lagi ke sana untuk selamanya.'"

Muttafaq 'alaih (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Seluruh makhluk bersujud kepada Allah dalam keadaan tunduk dan merendahkan diri.

Allah عز وجل berfirman:

﴿أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ يَسْجُدُ لَهُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ وَالنُّجُومُ وَالْجِبَالُ وَالشَّجَرُ وَالدَّوَابُّ وَكَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ﴾

"Tidakkah engkau mengetahui bahwa kepada Allah bersujud siapa saja yang ada di langit, siapa saja yang ada di bumi, matahari, bulan, bintang-bintang, gunung-gunung, pepohonan, hewan-hewan melata, dan banyak di antara manusia?" (QS. Al-Hajj: 18).

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah رحمه الله berkata:

"Dan tidaklah harus bahwa sujud setiap sesuatu itu sama seperti sujudnya manusia."

Hewan-hewan dan para malaikat bersujud karena takut kepada Allah.

Allah Ta'ala berfirman:

﴿وَلِلَّهِ يَسْجُدُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ مِنْ دَابَّةٍ وَالْمَلَائِكَةُ وَهُمْ لَا يَسْتَكْبِرُونَ ۝ يَخَافُونَ رَبَّهُمْ مِنْ فَوْقِهِمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ﴾

"Dan kepada Allah bersujud segala apa yang ada di langit dan segala apa yang ada di bumi, yaitu semua makhluk bergerak dan juga para malaikat, dan mereka tidak menyombongkan diri. Mereka takut kepada Rabb mereka yang berada di atas mereka dan melaksanakan apa yang diperintahkan kepada mereka." (QS. An-Nahl: 49–50).

Matahari setiap hari pergi ke bawah Arasy dan bersujud kepada Allah.

Rasulullah ﷺ bersabda kepada Abu Dzar ketika matahari terbenam:

«أَتَدْرِي أَيْنَ تَذْهَبُ؟»

"Tahukah engkau ke mana matahari pergi?"

Aku menjawab, "Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui."

Beliau bersabda:

«فَإِنَّهَا تَذْهَبُ حَتَّى تَسْجُدَ تَحْتَ الْعَرْشِ»

"Sesungguhnya matahari pergi hingga bersujud di bawah Arasy."

Muttafaq 'alaih.

Ibnu al-'Arabi رحمه الله berkata:

"Tidak ada sesuatu pun yang menghalangi kekuasaan Allah untuk menjadikan setiap makhluk, baik hewan maupun benda mati, mampu bersujud kepada-Nya."

Bahkan segala sesuatu yang memiliki bayangan di alam semesta bersujud kepada Allah.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

﴿أَوَلَمْ يَرَوْا إِلَى مَا خَلَقَ اللَّهُ مِنْ شَيْءٍ يَتَفَيَّأُ ظِلَالُهُ عَنِ الْيَمِينِ وَالشَّمَائِلِ سُجَّدًا لِلَّهِ وَهُمْ دَاخِرُونَ﴾

"Apakah mereka tidak memperhatikan segala sesuatu yang telah diciptakan Allah, yang bayang-bayangnya berbolak-balik ke kanan dan ke kiri dalam keadaan bersujud kepada Allah, sedangkan mereka merendahkan diri?" (QS. An-Nahl: 48).

Bersamaan dengan salat dan sujud seluruh makhluk kepada Allah, mereka juga bertasbih kepada-Nya.

Allah Ta'ala berfirman:

﴿تُسَبِّحُ لَهُ السَّمَاوَاتُ السَّبْعُ وَالْأَرْضُ وَمَنْ فِيهِنَّ﴾

"Langit yang tujuh, bumi, dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada-Nya." (QS. Al-Isra': 44).

Petir bertasbih dengan memuji Allah disertai rasa takut kepada-Nya. Semut pun menyucikan Allah dan menafikan segala sekutu serta tandingan bagi-Nya.

Rasulullah ﷺ bersabda:

«قَرَصَتْ نَمْلَةٌ نَبِيًّا مِنَ الْأَنْبِيَاءِ، فَأَمَرَ بِقَرْيَةِ النَّمْلِ فَأُحْرِقَتْ، فَأَوْحَى اللَّهُ إِلَيْهِ: أَنْ قَرَصَتْكَ نَمْلَةٌ أَحْرَقْتَ أُمَّةً مِنَ الْأُمَمِ تُسَبِّحُ؟!»

"Seekor semut menggigit salah seorang nabi dari kalangan para nabi. Kemudian nabi tersebut memerintahkan agar sarang semut itu dibakar. Maka Allah mewahyukan kepadanya, 'Hanya karena seekor semut menggigitmu, engkau membakar suatu umat dari umat-umat yang bertasbih kepada-Ku?!'"

Muttafaq 'alaih.

Tumbuh-tumbuhan pun bertasbih kepada Allah semata.

Ibnu al-Qayyim رحمه الله berkata:

"Maha Berkah Allah, Rabb seluruh alam, yang mengetahui tempat jatuhnya daun-daun dan tempat tumbuhnya. Tidaklah sehelai daun keluar melainkan dengan izin-Nya, dan tidak pula gugur melainkan dengan pengetahuan-Nya.

Meskipun demikian, seandainya para hamba menyaksikan dedaunan itu dengan jumlahnya yang begitu banyak dan jenisnya yang beraneka ragam, sementara semuanya bertasbih memuji Rabb-nya bersama buah-buahan, ranting-ranting, dan pepohonan, niscaya mereka akan menyaksikan keindahan yang lain darinya. Mereka akan memandang penciptaannya dengan pandangan yang berbeda dan mengetahui bahwa semua itu diciptakan untuk suatu perkara yang agung."

Para sahabat رضي الله عنهم ketika bersama Nabi ﷺ pernah mendengar makanan bertasbih.

Abdullah bin Mas'ud رضي الله عنه berkata:

«وَلَقَدْ كُنَّا نَسْمَعُ تَسْبِيحَ الطَّعَامِ وَهُوَ يُؤْكَلُ»

"Sungguh, dahulu kami pernah mendengar makanan bertasbih ketika sedang dimakan."

(HR. Al-Bukhari).

Setiap partikel di alam semesta mengesakan Allah.

Allah Ta'ala berfirman:

﴿وَإِنْ مِنْ شَيْءٍ إِلَّا يُسَبِّحُ بِحَمْدِهِ﴾

"Dan tidak ada sesuatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya." (QS. Al-Isra': 44).

Ibnu Katsir رحمه الله berkata:

"Ayat ini bersifat umum, mencakup hewan-hewan, benda-benda mati, dan tumbuh-tumbuhan."

Adapun bagaimana tata cara tasbih tersebut, tidak ada yang mengetahuinya selain Allah.

Allah عز وجل berfirman:

﴿وَلَكِنْ لَا تَفْقَهُونَ تَسْبِيحَهُمْ﴾

"Tetapi kalian tidak memahami tasbih mereka." (QS. Al-Isra': 44).

Bersamaan dengan tasbih bebatuan kepada Allah, sebagian batu juga turun dari tempat yang tinggi karena takut kepada Allah, dalam keadaan tunduk dan merendahkan diri kepada-Nya.

Allah عز وجل berfirman:

﴿وَإِنَّ مِنْهَا لَمَا يَهْبِطُ مِنْ خَشْيَةِ اللَّهِ﴾

"Dan sesungguhnya di antara batu-batu itu ada yang jatuh karena takut kepada Allah." (QS. Al-Baqarah: 74).

Langit dan bumi taat kepada Allah serta melaksanakan perintah-Nya. Allah berfirman kepada keduanya, "Tunduklah kalian kepada perintah-Ku dengan sukarela atau terpaksa."

Keduanya menjawab:

﴿قَالَتَا أَتَيْنَا طَائِعِينَ﴾

"Keduanya berkata, 'Kami datang dengan penuh ketaatan.'" (QS. Fussilat: 11).

Ketika amanah ditawarkan kepada langit, bumi, dan gunung-gunung, yaitu berupa beban kewajiban syariat yang apabila dilaksanakan akan memperoleh pahala dan apabila tidak dilaksanakan akan mendapatkan hukuman, semuanya enggan memikulnya karena takut tidak mampu menunaikan tanggung jawab yang dibebankan kepada mereka, bukan karena bermaksiat kepada Rabb mereka.

Benda-benda mati pun mencintai Rasulullah ﷺ. Bahkan benda-benda tersebut dahulu memberikan salam kepada beliau semasa hidupnya.

Rasulullah ﷺ bersabda:

«إِنِّي لَأَعْرِفُ حَجَرًا بِمَكَّةَ كَانَ يُسَلِّمُ عَلَيَّ قَبْلَ أَنْ أُبْعَثَ، إِنِّي لَأَعْرِفُهُ الْآنَ»

"Sesungguhnya aku mengetahui sebuah batu di Makkah yang dahulu mengucapkan salam kepadaku sebelum aku diutus menjadi nabi. Sungguh, aku masih mengenalinya sekarang."

(HR. Muslim).

Demikian pula batang pohon kurma yang ditinggalkan oleh Nabi ﷺ. Batang pohon itu merindukan beliau dan menangis.

Jabir رضي الله عنه berkata:

"Masjid dahulu beratapkan batang-batang pohon kurma. Apabila Nabi ﷺ berkhutbah, beliau berdiri bersandar pada salah satu batang pohon tersebut. Ketika mimbar dibuat untuk beliau, lalu beliau berdiri di atas mimbar itu dan meninggalkan batang pohon tersebut, kami mendengar suara dari batang pohon itu seperti suara unta betina yang sedang bunting, hingga Nabi ﷺ datang dan meletakkan tangannya di atasnya, maka batang pohon itu pun menjadi tenang."

(HR. Al-Bukhari).

Al-Hasan al-Bashri رحمه الله apabila menyampaikan hadis ini, beliau berkata:

"Wahai kaum muslimin! Sebatang kayu saja merindukan Rasulullah ﷺ karena kerinduannya untuk bertemu dengan beliau. Maka kalian lebih berhak untuk merindukan beliau."

Mengikuti petunjuk Nabi ﷺ tanpa berlebih-lebihan dan tanpa meremehkan merupakan bukti ketulusan cinta kepada beliau.

Sebuah batu besar juga pernah bergerak ketika Nabi ﷺ naik ke atasnya bersama para sahabat senior beliau.

Abu Hurairah رضي الله عنه berkata:

"Rasulullah ﷺ berada di atas Gunung Hira bersama Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali, Thalhah, dan az-Zubair. Kemudian batu itu bergerak. Maka Rasulullah ﷺ bersabda:

«اهْدَأْ فَمَا عَلَيْكَ إِلَّا نَبِيٌّ أَوْ صِدِّيقٌ أَوْ شَهِيدٌ»

'Tenanglah! Tidak ada di atasmu selain seorang nabi, seorang shiddiq, atau seorang syahid.'"

(HR. Muslim).

Bahkan sebuah gunung secara keseluruhan pernah berguncang ketika Nabi ﷺ naik ke atasnya bersama para khalifah yang mendapat petunjuk.

Anas رضي الله عنه berkata:

"Nabi ﷺ naik ke Gunung Uhud bersama Abu Bakar, Umar, dan Utsman. Kemudian gunung itu berguncang. Maka beliau menghentakkannya dengan kaki beliau seraya bersabda:

«اثْبُتْ أُحُدُ، فَمَا عَلَيْكَ إِلَّا نَبِيٌّ أَوْ صِدِّيقٌ أَوْ شَهِيدَانِ»

'Tetaplah tenang, wahai Uhud! Sesungguhnya di atasmu tidak ada selain seorang nabi, seorang shiddiq, dan dua orang syahid.'"

(HR. Al-Bukhari).

Ibnu al-Munir رحمه الله berkata:

"Ini merupakan getaran kegembiraan. Oleh karena itu, Nabi ﷺ menyebutkan kedudukan kenabian, shiddiqiyah, dan kesyahidan yang menyebabkan kegembiraan bagi sesuatu yang berkaitan dengannya."

Barang siapa menaati Allah dan Rasul-Nya dalam keadaan beriman, maka Gunung Uhud mencintainya.

Rasulullah ﷺ bersabda:

«أُحُدٌ جَبَلٌ يُحِبُّنَا وَنُحِبُّهُ»

"Uhud adalah gunung yang mencintai kita dan kita pun mencintainya."

(HR. Al-Bukhari).

Imam an-Nawawi رحمه الله berkata:

"Uhud benar-benar mencintai kita. Allah Ta'ala telah menjadikan padanya kemampuan untuk membedakan sehingga ia dapat mencintai."

Di rumah keluarga Rasulullah ﷺ juga pernah terdapat seekor hewan liar. Apabila Nabi ﷺ memasuki rumah, hewan tersebut tidak bergerak agar tidak mengganggu beliau.

Aisyah رضي الله عنها berkata:

«كَانَ لِآلِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَحْشٌ، فَإِذَا خَرَجَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَعِبَ وَاشْتَدَّ وَأَقْبَلَ وَأَدْبَرَ، فَإِذَا أَحَسَّ بِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ دَخَلَ رَبَضَ - أَيْ: جَلَسَ - فَلَمْ يَتَرَمْرَمْ - أَيْ: لَمْ يَتَحَرَّكْ - مَا دَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْبَيْتِ كَرَاهِيَةَ أَنْ يُؤْذِيَهُ»

"Keluarga Rasulullah ﷺ dahulu memiliki seekor hewan liar. Apabila Rasulullah ﷺ keluar dari rumah, hewan itu bermain, berlari dengan kencang, bergerak ke sana kemari, dan mondar-mandir. Namun, apabila hewan itu merasakan bahwa Rasulullah ﷺ telah masuk rumah, ia segera duduk dan tidak bergerak selama Rasulullah ﷺ berada di dalam rumah, karena tidak ingin mengganggu beliau."

(HR. Ahmad).

Seluruh makhluk selain manusia dan jin yang durhaka mengetahui bahwa Muhammad adalah utusan Allah.

Jabir رضي الله عنه berkata:

"Kami pernah datang bersama Rasulullah ﷺ dari suatu perjalanan. Ketika kami sampai di sebuah kebun milik Bani an-Najjar, ternyata di dalamnya terdapat seekor unta yang tidak membiarkan seorang pun memasuki kebun tersebut melainkan ia akan menyerangnya."

Kemudian hal itu disampaikan kepada Nabi ﷺ. Beliau pun datang hingga memasuki kebun tersebut. Lalu beliau memanggil unta itu. Unta tersebut datang dengan meletakkan kedua bibirnya ke tanah hingga berlutut di hadapan Nabi ﷺ.

Nabi ﷺ kemudian bersabda:

«هَاتُوا خِطَامَهُ»

"Bawakan tali kekangnya!"

Beliau lalu memasang tali kekang pada unta itu dan menyerahkannya kepada pemiliknya.

Kemudian Nabi ﷺ berpaling kepada orang-orang dan bersabda:

«إِنَّهُ لَيْسَ شَيْءٌ بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ إِلَّا يَعْلَمُ أَنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَّا عَاصِيَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ»

"Sesungguhnya tidak ada sesuatu pun antara langit dan bumi melainkan mengetahui bahwa aku adalah utusan Allah, kecuali jin dan manusia yang durhaka."

(HR. Ahmad).

Barang siapa termasuk ulama Islam, maka seluruh penghuni langit dan bumi, bahkan ikan-ikan di dalam air, memohonkan ampunan baginya.

Rasulullah ﷺ bersabda:

«وَإِنَّ الْعَالِمَ لَيَسْتَغْفِرُ لَهُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ، وَالْحِيتَانُ فِي جَوْفِ الْمَاءِ»

"Sesungguhnya seorang alim benar-benar dimohonkan ampunan oleh makhluk yang berada di langit dan di bumi, bahkan ikan-ikan yang berada di dalam air."

(HR. Abu Dawud).

Pohon gharqad berpihak kepada kaum mukminin dan memberikan pertolongan kepada mereka.

Rasulullah ﷺ bersabda:

«تُقَاتِلُونَ الْيَهُودَ حَتَّى يَخْتَبِئَ أَحَدُهُمْ وَرَاءَ الْحَجَرِ، فَيَقُولَ: يَا عَبْدَ اللَّهِ! هَذَا يَهُودِيٌّ وَرَائِي فَاقْتُلْهُ»

"Kalian akan memerangi orang-orang Yahudi hingga salah seorang dari mereka bersembunyi di balik batu. Kemudian batu itu berkata, 'Wahai hamba Allah! Ini ada seorang Yahudi di belakangku, maka bunuhlah dia.'"

Muttafaq 'alaih.

Sebagian makhluk ikut mengucapkan talbiyah sebagaimana talbiyah seorang muslim.

Rasulullah ﷺ bersabda:

«مَا مِنْ مُسْلِمٍ يُلَبِّي - أَيْ: فِي الْحَجِّ أَوِ الْعُمْرَةِ - إِلَّا لَبَّى مَنْ عَنْ يَمِينِهِ أَوْ عَنْ شِمَالِهِ مِنْ حَجَرٍ أَوْ شَجَرٍ أَوْ مَدَرٍ - أَيْ: طِينٍ - حَتَّى تَنْقَطِعَ الْأَرْضُ مِنْ هَاهُنَا وَهَاهُنَا»

"Tidaklah seorang muslim mengucapkan talbiyah—yakni dalam ibadah haji atau umrah—melainkan segala sesuatu yang berada di sebelah kanan dan kirinya, baik batu, pohon, maupun tanah liat, turut mengucapkan talbiyah bersamanya hingga seluruh penjuru bumi di sisi kanan dan kirinya dipenuhi dengannya."

(HR. At-Tirmidzi).

Langit dan bumi menangis karena berpisah dengan seorang mukmin.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman tentang kaum Fir'aun:

﴿فَمَا بَكَتْ عَلَيْهِمُ السَّمَاءُ وَالْأَرْضُ وَمَا كَانُوا مُنْظَرِينَ﴾

"Maka langit dan bumi tidak menangisi mereka dan mereka pun tidak diberi penangguhan waktu." (QS. Ad-Dukhan: 29).

Ibnu Abbas رضي الله عنهما berkata:

"Apabila seorang mukmin meninggal dunia, tempat di bumi yang dahulu menjadi tempat ia melaksanakan salat dan berzikir kepada Allah akan merasa kehilangan dan menangisinya. Demikian pula langit."

Adapun orang-orang yang durhaka, sesungguhnya makhluk-makhluk merasa terganggu oleh mereka. Ketika mereka meninggal dunia, makhluk-makhluk tersebut merasa lega karena terbebas dari gangguan mereka.

Pernah dibawa melewati Nabi ﷺ sebuah jenazah, kemudian beliau bersabda:

«مُسْتَرِيحٌ وَمُسْتَرَاحٌ مِنْهُ»

"Ada yang beristirahat dan ada pula yang membuat orang lain beristirahat darinya."

Para sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah, siapakah yang dimaksud dengan orang yang beristirahat dan orang yang membuat orang lain beristirahat darinya?"

Beliau menjawab:

«الْعَبْدُ الْمُؤْمِنُ يَسْتَرِيحُ مِنْ نَصَبِ الدُّنْيَا وَأَذَاهَا إِلَى رَحْمَةِ اللَّهِ، وَالْعَبْدُ الْفَاجِرُ يَسْتَرِيحُ مِنْهُ الْبِلَادُ وَالْعِبَادُ وَالشَّجَرُ وَالدَّوَابُّ»

"Seorang hamba yang beriman beristirahat dari keletihan dan gangguan dunia menuju rahmat Allah. Sedangkan seorang hamba yang durhaka, negeri, para hamba, pepohonan, dan hewan-hewan beristirahat dari gangguannya."

Muttafaq 'alaih.

Syirik kepada Allah merupakan dosa yang paling besar. Apabila benda-benda mati mendengar perbuatan syirik kepada Allah Ta'ala, semuanya merasa takut dan gentar karena mengagungkan Allah, disebabkan hak Allah dalam uluhiyah-Nya telah direndahkan.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

﴿وَقَالُوا اتَّخَذَ الرَّحْمَنُ وَلَدًا ۝ لَقَدْ جِئْتُمْ شَيْئًا إِدًّا ۝ تَكَادُ السَّمَاوَاتُ يَتَفَطَّرْنَ مِنْهُ وَتَنْشَقُّ الْأَرْضُ وَتَخِرُّ الْجِبَالُ هَدًّا﴾

"Dan mereka berkata, 'Tuhan Yang Maha Pengasih mempunyai anak.' Sungguh, kalian telah membawa sesuatu perkara yang sangat mungkar. Hampir saja langit pecah karena ucapan itu, bumi terbelah, dan gunung-gunung runtuh berkeping-keping." (QS. Maryam: 88–90).

Ibnu Katsir رحمه الله berkata:

"Yakni, hampir saja hal itu terjadi ketika langit mendengar perkataan tersebut dari orang-orang durhaka di antara anak Adam, sebagai bentuk pengagungan dan penghormatan kepada Rabb. Sebab, langit dan seluruh makhluk diciptakan dan ditegakkan di atas prinsip mengesakan-Nya."

Seekor burung pun pernah berbicara mengingkari perbuatan kaum musyrikin dari kalangan manusia karena kesyirikan mereka kepada Allah. Burung itu menyeru mereka agar bertauhid.

Burung hud-hud berkata kepada Nabi Sulaiman عليه السلام:

﴿وَجِئْتُكَ مِنْ سَبَإٍ بِنَبَإٍ يَقِينٍ ۝ إِنِّي وَجَدْتُ امْرَأَةً تَمْلِكُهُمْ وَأُوتِيَتْ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ وَلَهَا عَرْشٌ عَظِيمٌ ۝ وَجَدْتُهَا وَقَوْمَهَا يَسْجُدُونَ لِلشَّمْسِ مِنْ دُونِ اللَّهِ وَزَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطَانُ أَعْمَالَهُمْ فَصَدَّهُمْ عَنِ السَّبِيلِ فَهُمْ لَا يَهْتَدُونَ ۝ أَلَّا يَسْجُدُوا لِلَّهِ الَّذِي يُخْرِجُ الْخَبْءَ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَيَعْلَمُ مَا تُخْفُونَ وَمَا تُعْلِنُونَ﴾

"Dan aku datang kepadamu dari negeri Saba' dengan membawa suatu berita yang meyakinkan. Sesungguhnya aku mendapati seorang perempuan yang memerintah mereka dan dia dianugerahi segala sesuatu serta mempunyai singgasana yang besar. Aku mendapati dia dan kaumnya menyembah matahari, bukan Allah. Setan telah menjadikan terasa indah bagi mereka perbuatan-perbuatan mereka, sehingga menghalangi mereka dari jalan Allah, maka mereka tidak mendapat petunjuk. Mereka tidak menyembah Allah yang mengeluarkan apa yang terpendam di langit dan di bumi serta mengetahui apa yang kalian sembunyikan dan apa yang kalian nyatakan." (QS. An-Naml: 22–25).

Karena burung hud-hud menyeru kepada kebaikan, mengajak beribadah hanya kepada Allah, dan bersujud kepada-Nya, maka burung tersebut dilarang untuk dibunuh.

(HR. Ahmad).

Amma ba'du, wahai kaum muslimin!

Seluruh makhluk, baik malaikat, benda-benda mati, tumbuh-tumbuhan, maupun hewan, telah menyatakan kesucian Allah dan mengesakan-Nya. Mereka bersujud kepada Allah dan menaati-Nya. Maka manusia lebih pantas untuk melakukan hal yang sama.

Apabila manusia merealisasikan penghambaan kepada Allah, niscaya ia menjadi makhluk yang paling mulia. Namun, barang siapa berbuat syirik kepada-Nya, maka hewan-hewan lebih sempurna keadaannya daripada dirinya.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

﴿أُولَئِكَ كَالْأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ﴾

"Mereka itu seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat lagi." (QS. Al-A'raf: 179).

Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk.

Allah Ta'ala berfirman:

﴿وَمَا قَدَرُوا اللَّهَ حَقَّ قَدْرِهِ وَالْأَرْضُ جَمِيعًا قَبْضَتُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَالسَّمَاوَاتُ مَطْوِيَّاتٌ بِيَمِينِهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى عَمَّا يُشْرِكُونَ﴾

"Dan mereka tidak mengagungkan Allah sebagaimana mestinya, padahal bumi seluruhnya berada dalam genggaman-Nya pada hari Kiamat dan langit digulung dengan tangan kanan-Nya. Mahasuci Dia dan Mahatinggi dari apa yang mereka persekutukan." (QS. Az-Zumar: 67).

Semoga Allah memberkahiku dan kalian melalui Al-Qur'an yang agung. Semoga Allah memberikan manfaat kepadaku dan kepada kalian melalui ayat-ayat dan peringatan yang penuh hikmah di dalamnya.

Aku menyampaikan apa yang kalian dengarkan ini, dan aku memohon ampun kepada Allah untuk diriku, untuk kalian, dan untuk seluruh kaum muslimin dari setiap dosa. Maka mohonlah ampun kepada-Nya.

### Khutbah Kedua

Segala puji bagi Allah atas segala kebaikan-Nya. Segala syukur hanya milik-Nya atas taufik dan karunia-Nya.

Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, sebagai bentuk pengagungan terhadap keagungan-Nya.

Dan aku bersaksi bahwa Nabi kita Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Semoga Allah mencurahkan selawat dan salam yang lebih banyak kepada beliau, keluarga, dan seluruh sahabatnya.

Wahai kaum muslimin!

Seluruh makhluk tunduk dan patuh kepada Allah.

Diharamkan untuk berdoa dan memohon kepada sesuatu pun dari kalangan makhluk selain Allah.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

﴿لَا تَسْجُدُوا لِلشَّمْسِ وَلَا لِلْقَمَرِ وَاسْجُدُوا لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَهُنَّ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ﴾

"Janganlah kalian bersujud kepada matahari dan jangan pula kepada bulan, tetapi bersujudlah kepada Allah yang menciptakannya, jika memang hanya kepada-Nya kalian beribadah." (QS. Fussilat: 37).

Bersamaan dengan ketundukan seluruh makhluk kepada Allah, mereka juga ditundukkan untuk kepentingan kita agar kita dapat memanfaatkannya sebagai sarana untuk menaati-Nya.

Allah عز وجل berfirman:

﴿وَسَخَّرَ لَكُمْ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا مِنْهُ﴾

"Dan Dia telah menundukkan untuk kalian apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi semuanya sebagai karunia dari-Nya." (QS. Al-Jatsiyah: 13).

Barang siapa menaati Rabb-nya, niscaya Allah akan mengangkat derajatnya dan meninggikan kedudukannya.

Kemudian ketahuilah bahwa Allah telah memerintahkan kalian agar berselawat dan mengucapkan salam kepada Nabi-Nya.

Allah berfirman dalam kitab-Nya yang mulia:

﴿إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا﴾

"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya berselawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Berselawatlah kalian untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya." (QS. Al-Ahzab: 56).

Ya Allah, limpahkanlah selawat, salam, tambahan keberkahan, dan kemuliaan kepada Nabi kami Muhammad.

Ya Allah, ridhailah para khalifah beliau yang mendapat petunjuk, yang menetapkan hukum dengan kebenaran dan senantiasa berlaku adil dengannya: Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali.

Ridhailah pula seluruh sahabat beliau, dan jadikanlah kami bersama mereka dengan kemurahan dan karunia-Mu, wahai Zat Yang Maha Pemurah di antara semua yang pemurah.

Ya Allah, muliakanlah Islam dan kaum muslimin. Hinakanlah kesyirikan dan orang-orang musyrik. Binasakanlah musuh-musuh agama.

Ya Allah, jadikanlah negeri ini negeri yang aman, tenteram, dan penuh kemakmuran, demikian pula seluruh negeri kaum muslimin.

Ya Allah, perbaikilah keadaan kaum muslimin di mana pun mereka berada.

Ya Allah, lindungilah darah mereka dan jauhkanlah mereka dari berbagai fitnah, baik yang tampak maupun yang tersembunyi.

Ya Allah, jadikanlah orang-orang terbaik di antara mereka sebagai pemimpin mereka, jauhkanlah mereka dari keburukan orang-orang yang paling jahat di antara mereka, dan jadikanlah negeri-negeri mereka sebagai negeri yang penuh keamanan dan keimanan, wahai Zat Yang Mahakuat lagi Mahaperkasa.

Ya Allah, barang siapa yang menghendaki keburukan terhadap kami, atau terhadap Islam dan kaum muslimin, maka sibukkanlah dia dengan dirinya sendiri. Jadikanlah tipu dayanya berbalik menimpa dirinya sendiri dan tanamkanlah rasa takut ke dalam hatinya.

Allah Ta'ala berfirman:

﴿رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ﴾

"Ya Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta lindungilah kami dari azab neraka." (QS. Al-Baqarah: 201).

Ya Allah, berikanlah taufik kepada pemimpin kami untuk mengikuti petunjuk-Mu dan jadikanlah amal perbuatannya berada dalam keridaan-Mu.

Berikanlah taufik kepada seluruh pemimpin kaum muslimin agar senantiasa mengamalkan Kitab-Mu dan menerapkan syariat-Mu, wahai Zat Yang memiliki keagungan dan kemuliaan.

Wahai hamba-hamba Allah!

Allah berfirman:

﴿إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ﴾

"Sesungguhnya Allah menyuruh (kalian) berlaku adil, berbuat kebajikan, dan memberikan bantuan kepada kerabat. Dia melarang perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepada kalian agar kalian dapat mengambil pelajaran." (QS. An-Nahl: 90).

Maka ingatlah Allah Yang Mahaagung lagi Mahamulia, niscaya Dia akan mengingat kalian.

Bersyukurlah kepada-Nya atas segala karunia dan nikmat-Nya, niscaya Dia akan menambah nikmat-Nya kepada kalian.

Dan sungguh, mengingat Allah itu lebih besar keutamaannya. Allah mengetahui apa yang kalian kerjakan.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar