Sabtu, 24 Oktober 2026

TIPU DAYA MUSUH ISLAM


Terjemahan Khutbah Masjid Nabawi, 8/3/1432 H



 Di antara Tipu Daya Musuh-Musuh Islam

Khatib: Syekh Shalih bin Abdullah al-Budair حفظه الله

 Ringkasan isi khutbah menurut pengantar sumber

Syekh Shalih al-Budair menyampaikan khutbah Jumat tentang berbagai perencanaan dan tipu daya musuh-musuh Islam untuk melemahkan Islam dan kaum muslimin, memecah belah persatuan mereka, serta menyebarkan fitnah di tengah-tengah mereka. Beliau menekankan kewajiban untuk mewaspadai berbagai tipu daya tersebut karena dapat menjerumuskan kaum muslimin ke dalam kehancuran.




 Khutbah pertama

Segala puji bagi Allah, yang menolong kebenaran dan orang-orang yang mengikutinya, serta membantah kebatilan dan para pencetusnya.

Aku memuji-Nya, dan taufik untuk memuji-Nya merupakan salah satu nikmat-Nya. Aku bersyukur kepada-Nya, karena syukur merupakan sebab bertambahnya karunia, kemurahan, dan pemberian-Nya. Aku memohon ampun kepada-Nya dari segala sesuatu yang menyebabkan hilangnya nikmat-nikmat-Nya dan turunnya hukuman-Nya.

Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Nikmat-nikmat-Nya kepada para hamba telah sempurna dan karunia-karunia-Nya kepada seluruh makhluk sangatlah besar.

Aku bersaksi bahwa Nabi dan junjungan kita, Muhammad, adalah hamba dan utusan-Nya. Beliau meninggalkan umatnya di atas jalan yang putih, terang, dan jelas.

Semoga Allah melimpahkan selawat dan salam kepada beliau, keluarga, dan para sahabatnya selama keraguan dapat dihilangkan dengan keyakinan dan hujah-hujah serta bukti-bukti kebenaran ditegakkan. Semoga Allah melimpahkan selawat dan salam yang banyak dan terus bertambah hingga hari pembalasan.

Amma ba‘du.

Wahai kaum muslimin!

Bertakwalah kepada Allah. Sungguh, orang yang bertakwa akan selamat, sedangkan orang yang dipimpin oleh hawa nafsunya akan tersesat.

Allah Ta‘ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا ۝ يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar. Niscaya Allah akan memperbaiki amal-amalmu dan mengampuni dosa-dosamu. Barang siapa menaati Allah dan Rasul-Nya, sungguh, dia telah memperoleh kemenangan yang besar.”

(QS. Al-Ahzab: 70–71)

Wahai kaum muslimin!

Negeri-negeri Islam adalah negeri yang menjadi sasaran kedengkian dan kebencian. Negeri-negeri tersebut tidak pernah lepas dari gangguan musuh yang memusuhi dan menyimpan dendam, serta tindakan berlebihan dari pihak yang menentang dan dengki.

Musuh-musuh umat Islam tidak pernah berhenti melangkah dan tidak pula mundur karena enggan. Mereka terus merancang berbagai upaya untuk menyebarkan kekacauan, menimbulkan kegaduhan, menyebarluaskan keburukan, dan menanamkan benih-benih perpecahan serta fitnah di negeri-negeri Islam.

Mereka menghasut Quraisy agar memusuhi Tamim, mengadu Zaid dengan Amr, dan mempertentangkan sebagian orang dengan sebagian lainnya yang memiliki kelemahan. Semua itu mereka lakukan agar dapat mengukuhkan penguasaan dan memaksakan dominasi, sehingga negeri-negeri Islam menjadi negeri-negeri yang tercerai-berai, kelompok-kelompok yang saling bermusuhan, serta partai-partai yang saling bertikai. Dengan demikian, negeri-negeri itu akan mudah dikendalikan dan gampang dihambat kemajuannya.

Ada permusuhan tersembunyi yang menampakkan bantuan, padahal di baliknya tersimpan kebencian dan pengkhianatan. Ada pula pihak yang mulai membantu suatu bangsa, tetapi di balik bantuan tersebut tersimpan permusuhan dan perlawanan. Ada pula yang memperlihatkan dukungan kepada suatu negeri, padahal di baliknya tersembunyi pengkhianatan, tipu daya, penipuan, dan kejahatan.

Musuh memiliki masa untuk menyerang, dan pihak yang mengintai memiliki kesempatan untuk bergerak. Akan tetapi, serangan itu akan berlalu dan kesempatan tersebut akan berakhir dengan kegagalan.

Kaum muslimin memiliki kesadaran terhadap berbagai akibat dan pemahaman terhadap kesudahan suatu perkara. Dengan pertolongan dan kekuatan Allah, kemudian melalui persatuan, saling menolong, dan dialog di antara mereka, kaum muslimin mampu melindungi negeri-negeri mereka, mengatur urusan mereka, serta menyelesaikan permasalahan mereka sendiri tanpa tunduk kepada tekanan orang-orang yang menyimpan kebencian, campur tangan pihak-pihak yang bergembira atas penderitaan mereka, ataupun ucapan orang-orang yang memusuhi mereka.

Negeri-negeri tidak akan terlindungi kecuali oleh orang-orang yang menjaganya, dan kehormatan serta kepentingannya tidak akan terpelihara kecuali oleh penduduknya sendiri.

Wahai kaum muslimin!

Tidak ada kehidupan yang tenteram bagi orang yang selalu ditemani ketakutan. Tidak ada kehidupan yang tenang bagi orang yang diliputi kepanikan. Tidak ada ketenteraman bagi orang yang diselimuti kecemasan.

Keamanan adalah nikmat yang sangat agung dan karunia yang sangat besar.

Dari Salamah bin Ubaidillah bin Mihshan al-Khathmi, dari ayahnya, ia berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

«مَنْ أَصْبَحَ مِنْكُمْ آمِنًا فِي سِرْبِهِ، مُعَافًى فِي جَسَدِهِ، عِنْدَهُ قُوتُ يَوْمِهِ، فَكَأَنَّمَا حِيزَتْ لَهُ الدُّنْيَا»

“Barang siapa di antara kalian pada pagi hari berada dalam keadaan aman di tengah lingkungan kehidupannya, sehat tubuhnya, dan memiliki makanan untuk hari itu, maka seakan-akan dunia seluruhnya telah dikumpulkan untuknya.”

(HR. At-Tirmidzi)

Tidak ada kehidupan, keberlangsungan, kemuliaan, pembangunan, kekuatan, ataupun pertumbuhan tanpa adanya negeri yang damai dan aman. Ini merupakan ketetapan yang terus berlaku dan kenyataan yang tidak dapat dihindari.

Karena itu, jagalah keamanan dan persatuan kalian! Peliharalah negeri-negeri kalian beserta kestabilannya! Jauhilah tempat-tempat yang menjadi sumber bencana dan malapetaka. Pilihlah keselamatan ketika menghadapi fitnah dan berbagai peristiwa besar.

Tempuhlah jalan-jalan yang bijaksana dan ambillah sikap yang tepat. Perhatikanlah kemaslahatan, pertimbangkanlah peluang keberhasilan, dan bandingkanlah manfaat dari sesuatu yang hendak dicegah dengan keburukan yang diperkirakan akan terjadi.

Carilah pilihan yang paling bermanfaat dan paling tepat. Jagalah darah agar tidak tertumpah, dan cegahlah fitnah sejak awal sebelum membesar.

Sebab, fitnah akan terus merajalela dan bergerak tanpa kendali. Siapa yang memegang kendalinya, ia akan diinjak-injak olehnya. Siapa yang membuka pintunya, ia akan dirobohkan olehnya. Dan siapa yang memutar serta menggerakkannya, ia akan dibinasakan olehnya.

Wahai kaum muslimin!

Tidak ada kemuliaan kecuali dengan syariat. Syariat tidak dapat ditegakkan secara sempurna kecuali dengan kekuasaan dan pemerintahan. Kekuasaan dan pemerintahan tidak dapat berdiri kecuali dengan adanya orang-orang yang menjalankannya. Orang-orang itu tidak dapat menjalankan tugasnya kecuali dengan dukungan harta. Harta diperoleh melalui investasi dan perdagangan. Perdagangan tidak dapat berlangsung tanpa keamanan, dan keamanan tidak akan terwujud tanpa keadilan.

Keadilan adalah timbangan yang ditegakkan di tengah-tengah kehidupan makhluk.

Tidak ada sesuatu yang lebih cepat menghancurkan bumi dan lebih merusak hati nurani manusia daripada kezaliman dan permusuhan. Pembangunan tidak akan berlangsung ketika kezaliman merajalela, sebab kezaliman mendatangkan permusuhan dan menjadi penyebab berbagai cobaan. Ketidakadilan merampas nikmat dan mengundang datangnya hukuman.

Pernah dikatakan:

“Keamanan adalah kehidupan yang paling menyenangkan, sedangkan keadilan adalah pasukan yang paling kuat.”

Barang siapa melakukan apa saja sesuka hatinya, ia akan menjumpai sesuatu yang tidak disukainya. Dan barang siapa memperbaiki kerusakan, ia akan menghancurkan harapan orang yang dengki kepadanya.

Apabila kepentingan pribadi ditempatkan di atas prinsip-prinsip, ambisi di atas nilai-nilai, dan kekerasan didahulukan daripada kasih sayang, niscaya fitnah akan berkobar. Pembangunan akan berubah menjadi kehancuran, dan keamanan hanya akan menjadi fatamorgana.

Wahai kaum muslimin!

Dengan agama, keamanan akan tetap terpelihara. Dan dengan keamanan, agama akan semakin kuat.

Barang siapa mencari petunjuk di luar Islam, ia akan tersesat. Barang siapa mencari perbaikan di luar Islam, ia akan tergelincir. Barang siapa mencari kemuliaan di luar Islam, ia akan menjadi hina. Dan barang siapa mencari keamanan tanpa Islam, keamanan yang dicarinya akan lenyap dan menjadi kacau.

Semoga Allah memberkahi aku dan kalian melalui Al-Qur'an dan Sunnah serta memberikan manfaat kepada kita semua melalui berbagai keterangan, nasihat, dan hikmah yang terkandung di dalam keduanya.

Aku menyampaikan apa yang kalian dengar, dan aku memohon ampun kepada Allah untuk diriku, untuk kalian, dan untuk seluruh kaum muslimin dari setiap dosa dan kesalahan. Maka, mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

### Khutbah kedua

Segala puji bagi Allah, Pencipta segala makhluk yang bernyawa, Yang menghidupkan kembali tulang-belulang yang telah hancur, Yang melimpahkan berbagai pemberian, Yang menciptakan berbagai keajaiban, dan Yang menetapkan berbagai syariat sebagai agama yang diridai serta cahaya yang menerangi.

Aku memuji-Nya karena Dia telah melimpahkan kebajikan yang banyak dan memberikan perlindungan yang indah.

Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Ini adalah kesaksian seorang hamba yang beriman kepada Rabb-nya serta mengharapkan ampunan dan penghapusan dosa-dosanya.

Aku bersaksi bahwa junjungan dan Nabi kita, Muhammad, adalah hamba dan utusan-Nya.

Semoga Allah melimpahkan selawat dan salam kepada beliau, keluarga, para sahabat, para pengikut, dan orang-orang yang menempuh jalannya, dengan selawat dan salam yang terus-menerus hingga hari pembalasan.

Amma ba‘du.

Wahai kaum muslimin!

Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya ketakwaan adalah bekal terbaik yang dapat diperoleh, dan ketaatan kepada-Nya merupakan kemuliaan yang paling tinggi.

Allah Ta‘ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya, dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim.”

(QS. Ali ‘Imran: 102)

Wahai kaum muslimin!

Dengan tekad yang kuat dan benar, fajar keberhasilan akan bersinar. Harapan tidak akan terwujud dengan bermalas-malasan, dan orang yang menjadikan kemalasan sebagai kebiasaannya tidak akan memperoleh apa yang diharapkannya.

Dunia adalah tempat persinggahan yang pada akhirnya akan ditinggalkan. Adapun upaya untuk menjamin keberadaan yang abadi di dunia ini merupakan sesuatu yang mustahil.

Allah Ta‘ala berfirman:

فَلَا تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَلَا يَغُرَّنَّكُمْ بِاللَّهِ الْغَرُورُ

“Maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu, dan janganlah sekali-kali penipu memperdayakan kamu tentang Allah.”

(QS. Luqman: 33)

Berselawatlah dan ucapkanlah salam kepada sebaik-baik manusia. Barang siapa berselawat kepadanya satu kali, Allah akan memberikan sepuluh kali selawat kepadanya.

Ya Allah, limpahkanlah selawat dan salam kepada hamba dan utusan-Mu, Muhammad.

Ya Allah, ridhailah empat khalifah beliau yang mengikuti Sunnah yang dijadikan pedoman, yaitu Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali. Ridhailah pula seluruh keluarga dan sahabat beliau, serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, juga generasi setelah mereka hingga hari Kiamat. Dan ridhailah pula kami bersama mereka, dengan karunia, kemurahan, dan kebaikan-Mu, wahai Zat Yang Maha Penyayang di antara semua yang penyayang.

Ya Allah, muliakanlah Islam dan menangkanlah kaum muslimin. Ya Allah, muliakanlah Islam dan menangkanlah kaum muslimin. Ya Allah, muliakanlah Islam dan menangkanlah kaum muslimin.

Binasakanlah musuh-musuh agama. Tolonglah hamba-hamba-Mu yang bertauhid. Jadilah penolong bagi orang-orang yang lemah dan tertindas. Binasakanlah para penguasa yang zalim dan orang-orang yang melampaui batas, wahai Rabb seluruh alam.

Ya Allah, abadikanlah keamanan dan kemakmuran di negeri Dua Tanah Suci, serta kemuliaan dan kestabilannya. Bimbinglah para pemimpinnya menuju segala sesuatu yang membawa kemuliaan bagi Islam dan kebaikan bagi kaum muslimin, wahai Rabb seluruh alam.

Ya Allah, limpahkanlah keamanan, kemakmuran, dan kestabilan kepada seluruh negeri kaum muslimin. Ya Allah, limpahkanlah keamanan, kemakmuran, dan kestabilan kepada seluruh negeri kaum muslimin dengan rahmat-Mu, wahai Zat Yang Maha Penyayang di antara semua yang penyayang.

Ya Allah, jadikanlah Mesir dan penduduknya berada dalam perlindungan, keamanan, dan kebaikan-Mu, wahai Zat Yang Maha Penyayang di antara semua yang penyayang.

Ya Allah, berikanlah kepada saudara-saudara kami di Mesir jalan keluar dari setiap kesedihan, jalan keluar dari setiap kesempitan, dan keselamatan dari setiap bencana.

Ya Allah, Engkaulah tempat kami berlindung dan tempat kami mencari perlindungan. Hanya kepada-Mu kami bersandar.

Ya Allah, lindungilah saudara-saudara kami di Mesir dari segala keburukan, perkara yang tidak menyenangkan, dan fitnah, wahai Zat Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Ya Allah, cegahlah pertumpahan darah mereka. Jagalah kehormatan mereka, lindungilah harta mereka, dan peliharalah keamanan, kestabilan, serta persatuan mereka, wahai Zat Yang Maha Penyayang di antara semua yang penyayang.

Ya Allah, hilangkanlah kesusahan ini. Ya Allah, hilangkanlah kesusahan ini. Ya Allah, hilangkanlah kesusahan ini.

Padamkanlah bara fitnah, percikan kekacauan, dan api bentrokan, wahai Rabb seluruh alam.

Ya Allah, jadikanlah Mesir negeri yang aman dan tenteram, tenang dan stabil, terjaga dan terlindungi, serta mulia dengan kemuliaan Islam, wahai Zat Yang Maha Penyayang di antara semua yang penyayang.

Ya Allah, sucikanlah Masjidilaqsa dari kotoran dan penguasaan orang-orang Yahudi.

Ya Allah, timpakanlah hukuman-Mu kepada orang-orang Yahudi yang merampas hak, serta kaum Zionis yang berkhianat.

Ya Allah, perangilah orang-orang kafir yang menghalangi jalan-Mu dan memusuhi para wali-Mu. Timpakanlah kepada mereka azab dan hukuman-Mu, wahai Tuhan Yang Maha Benar, Rabb seluruh alam.

Ya Allah, sembuhkanlah orang-orang sakit di antara kami, berikanlah kesehatan kepada mereka yang sedang diuji dengan penyakit dan musibah, bebaskanlah para tawanan kami, rahmatilah orang-orang yang telah meninggal di antara kami, dan menangkanlah kami atas orang-orang yang memusuhi kami, wahai Rabb seluruh alam.

Wahai hamba-hamba Allah!

Allah Ta‘ala berfirman:

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

“Sesungguhnya Allah menyuruh berlaku adil, berbuat kebajikan, dan memberikan bantuan kepada kerabat. Dia melarang perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.”

(QS. An-Nahl: 90)

Maka, ingatlah Allah Yang Mahaagung lagi Mahamulia, niscaya Dia akan mengingat kalian. Bersyukurlah kepada-Nya atas segala nikmat-Nya, niscaya Dia akan menambah nikmat itu kepada kalian. Sungguh, mengingat Allah adalah perkara yang paling besar, dan Allah mengetahui apa yang kalian kerjakan.

والله أعلم بالصواب.

Semoga Allah memberikan manfaat kepada kita melalui khutbah ini, menjaga keamanan negeri-negeri kaum muslimin, menyatukan hati mereka di atas kebenaran, dan melindungi mereka dari segala fitnah yang tampak maupun yang tersembunyi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar