Sabtu, 22 Juni 2013

PERBAIKI DIRI DI BULAN PUASA

Allah Ta'la berfirman: "Wahai orang-orang yang beriman telah diwajibkan atas kalian puasa sebagaimana telah diwajibkan pada umat sebelum kalian agar kalian menjadi orang yang bertaqwa"(QS.Al Baqaroh: 183).

Hikmah difardhukan shoum pada umat ini tidak lain dan bukan agar umat ini meraih ketaqwaan dalam arti menjalankan ajaran islam dengan kafah/ sempurna. Taqwa berarti menjalankan segala perintah Allah dan Rasul-Nya, sekaligus menjahui larangan Allah dan Rasul-Nya. Taqwa dalam artian menjalankan seluruh bentuk ketaatan berdasarkan cahaya ilmu dari Allah, hanya mencari ridha Allah dan menjahui segala maksiat kepada Allah berdasarkan cahaya ilmu dari Allah dan takut atas siksa Allah. Dengan berpuasa seorang mukmin mampu merperbaiki diri dan tingkah laku yang selama ini ia biasa kerjakan.

Segala bentuk keburukan hendaknya ia harus tinggalkan, bila tidak ia hanya mendapat haus dan lapar dari puasanya. Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Barangsiapa yang tidak dapat meninggalkan ucapan kebohongan dan amalan dusta, serta kejahilan/ tindakan pandir yang tidak berdasar kebenaran, maka Allah tidak butuh atas puasanya dari makan dan minumnya".

Oleh karena itu disaat sekaranglah kita harus merubah sikap-sikap kita yang jahil dan berusaha menuju kesempurnaan islam secara kafah. Semoga kita diberikan taufik dan hidayah-Nya dalam menjalankan rukun islam ini. Amin

Jumat, 21 Juni 2013

MENYAMBUT SYAHRUSH SHAUM ROMADLON

Kaum muslimin hendaknya menyambut bulan muliya ini dengan penuh semangat kegembiraan tentunya, karena bulan ini adalah penuh ghonimah/ kebahagiaan/ bulan yg penuh ampunan/ kemuliyaan/ perlombaan dalam kebaikan, yang tujuannya adalah meraih ketaqwaan. Sehingga sebagian salaf berkata, "Aku menangis karena orang-orang berpuasa karena Allah, sholat karena Allah, sedang aku bukan termasuk mereka".

Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Bila datang Ramadhon, maka dibukalah pintu-pintu surga". Dalam riwayat lain, "Dibuka pintu-pintu Rahmat, dan ditutup pintu-pintu neraka". Maka barangsiapa menghendaki kebahagiaan abadi, hendaknya berpegang erat dengan ubudiyah(penghambaan diri kepada Allah). Dan hendaknya dilakukan dengan penuh ikhlas dan tulus mencari wajah Allah.

Dan diantara bentuk ubudiyah seorang mukmin adalah Qiyamul-Lail, Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Dan sebaik-baik sholat setelah sholat fardhu adalah sholat malam".

Allah jadikan sholat malam sebagai perangai orang sholih. Allah berfirman, "Dahulu mereka sedikit berbaring di malam hari"(QS.Adz Dzariyaat: 17). Berkata Hasan Al-Basry, "Tidaklah seorang mukmin meninggalkan sholat malam, melainkan lantaran dosa yang ia lakukan di siang harinya".

Kamis, 20 Juni 2013

SALAF DAN KHOUF

Allah Ta'ala berfirman, "Sungguh, orang-orang yang takut akan(adzab) Tuhannya, mereka berhati-hati. Dan mereka yang beriman dengan ayat-ayat Tuhannya. Dan mereka tidak mempersekutukan Tuhannya. Dan mereka yang bersedekah dengan hati penuh rasa takut (karena tahu) bahwa mereka akan kembali kepada Tuhannya. Mereka itu bersegera dalam kebaikan-kebaikan, dan merekalah orang orang pertama menempuhnya". (QS.AlMukminun: 57-61).

'Aisyah suatu hari menanyakan ayat ini kepada Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam, "Apakah mereka itu para peminum khomer, para pezina, para pencuri?" Maka dijawab, "Bukan itu wahai putri As-Sidik. Akan tetapi mereka orang-orang yg senantiasa puasa, menegakkan sholat, bersedekah, dan khawatir amal mereka tidak diterima, dengan itu mereka terus menerus berlomba dan bersegera dalam kebajikan". (HR.Tirmidzy).

Orang yang senantiasa takut kepada Allah adalah orang yang paling kenal terhadap Tuhannya. Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Demi Allah sesungguhnya aku adalah manusia yang paling kenal kepada Allah dan paling khosyah(takut) kepada-Nya". (HR.Bukhary-Muslim).

Berkata Imam Syafi'i, "Sesungguhnya manusia yang 'alim adalah yang paling khosyah(takut) kepada Allah Azza wa Jalla. Kemudian membaca firman Allah: "Sesungguhnya hamba-hamba Allah yang takut kepada-Nya hanyalah para Ulama". (QS.Al-Fathir: 28)

Berkata 'Aisyah, bahwa Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam bila mendengar hembusan angin kencang dan berubahnya cuaca, beliau khawatir dan masuk-keluar kamar karena takut akan adzab Allah turun. (HR.Bukhary-Muslim).

Diceritakan bahwa Sahabat Abu Bakar radhiyallahu 'anhu bila berdiri sholat tak bergerak seolah bongkahan kayu, dikarenakan khosyah kepada Allah. Diceritakan bahwa Sahabat Umar radhiyallahu 'anhu tatkala berdiri sholat membaca surat At-Thuur beliau menangis hinga sakit dan dijengguk para sahabat. Diceritakan Bahwa Sahabat Utsman radhiyallahu 'anhu bila ia berdiri dalam acara penguburan beliau menangis hingga membasahi jengotnya.