BAHAYA KEZALIMAN DAN BURUKNYA AKIBATNYA
Khutbah Pertama
Segala puji bagi Allah yang telah mengharamkan kezaliman dan tindakan melampaui batas terhadap hamba-hamba-Nya. Allah mengancam orang-orang zalim dengan hukuman dan kerugian. Allah menjadikan doa orang yang dizalimi sebagai doa yang mustajab, demi menegakkan keadilan dan keseimbangan.
Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Aku juga bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Semoga Allah mencurahkan shalawat dan salam yang sebanyak-banyaknya kepada beliau, keluarga, dan para sahabatnya.
Amma ba'du:
Aku berwasiat kepada kalian dan kepada diriku sendiri agar senantiasa bertakwa kepada Allah Ta'ala. Sesungguhnya, ketakwaan merupakan wasiat Allah kepada orang-orang terdahulu maupun orang-orang yang datang kemudian.
Allah Ta'ala berfirman:
وَلَقَدْ وَصَّيْنَا الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَإِيَّاكُمْ أَنِ اتَّقُوا اللَّهَ
"Sungguh, Kami telah memerintahkan kepada orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan (juga) kepada kamu agar bertakwa kepada Allah." (QS. An-Nisa': 131).
Wahai hamba-hamba Allah!
Kezaliman merupakan bagian dari tabiat manusia dan karakter dasar yang ada pada diri manusia. Manusia sering kali kurang dalam menunaikan hak-hak Rabb-nya, banyak mengingkari nikmat-nikmat Allah, serta berani melakukan kemaksiatan kepada-Nya. Kecuali orang-orang yang Allah sucikan dengan keimanan, ketakwaan, ilmu, dan petunjuk.
Allah Ta'ala berfirman:
وَحَمَلَهَا الْإِنْسَانُ إِنَّهُ كَانَ ظَلُومًا جَهُولًا
"Dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sungguh, manusia itu sangat zalim dan sangat bodoh." (QS. Al-Ahzab: 72).
Allah juga berfirman:
إِنَّ الْإِنْسَانَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ
"Sesungguhnya manusia itu benar-benar sangat zalim lagi sangat mengingkari (nikmat Allah)." (QS. Ibrahim: 34).
Imam Al-Mawardi rahimahullah berkata:
"Faktor yang dapat mencegah seseorang dari melakukan kezaliman ada empat: akal yang menghalangi dan memperingatkan, agama yang membentengi, kekuasaan yang memberikan tindakan pencegahan, atau kelemahan yang membuat seseorang tidak mampu melakukan kezaliman."
Wahai hamba-hamba Allah!
Kezaliman merupakan akhlak yang sangat tercela dan dosa yang sangat besar. Kezaliman mengikis agama dan amal-amal kebaikan, mendatangkan berbagai bencana dan malapetaka, menghilangkan keberkahan, mewariskan kedengkian dan permusuhan, menyebabkan pemutusan hubungan serta kedurhakaan, dan mengubah kehidupan manusia menjadi kesengsaraan dan penderitaan.
Kezaliman adalah tindakan melampaui batas-batas yang telah ditetapkan oleh Allah Azza wa Jalla serta tindakan menyerobot hak-hak orang lain.
Karena buruknya kezaliman dan besarnya kerusakan yang ditimbulkannya, Allah menyucikan diri-Nya dari sifat tersebut.
Allah Ta'ala berfirman:
إِنَّ اللَّهَ لَا يَظْلِمُ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ
"Sesungguhnya Allah tidak menzalimi seseorang walaupun sebesar zarah." (QS. An-Nisa': 40).
Bahkan, Allah mengharamkan kezaliman atas diri-Nya sendiri karena kesempurnaan keadilan dan keagungan-Nya. Allah juga menjadikan kezaliman sebagai sesuatu yang diharamkan di antara para hamba-Nya.
Allah berfirman dalam hadis qudsi:
يَا عِبَادِي، إِنِّي حَرَّمْتُ الظُّلْمَ عَلَى نَفْسِي، وَجَعَلْتُهُ بَيْنَكُمْ مُحَرَّمًا، فَلَا تَظَالَمُوا
"Wahai hamba-hamba-Ku! Sesungguhnya Aku telah mengharamkan kezaliman atas diri-Ku sendiri dan Aku menjadikannya sebagai sesuatu yang diharamkan di antara kalian. Maka, janganlah kalian saling menzalimi."
(HR. Muslim).
Wahai hamba-hamba Allah!
Kezaliman yang paling besar dan paling berbahaya adalah mempersekutukan Allah Ta'ala. Itulah kezaliman yang tidak akan diampuni oleh Allah apabila pelakunya meninggal dunia tanpa bertobat darinya.
Allah Ta'ala berfirman:
إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ
"Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) benar-benar merupakan kezaliman yang besar." (QS. Luqman: 13).
Di antara bentuk kezaliman lainnya adalah seseorang menzalimi dirinya sendiri, yaitu dengan menjerumuskan dirinya kepada azab dan hukuman Allah melalui perbuatan-perbuatan yang diharamkan, melalaikan kewajiban dan berbagai perkara yang difardukan, serta melanggar batas-batas yang telah ditetapkan Allah.
Allah Ta'ala berfirman:
وَمَنْ يَتَعَدَّ حُدُودَ اللَّهِ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ
"Barang siapa melanggar hukum-hukum Allah, mereka itulah orang-orang yang zalim." (QS. Al-Baqarah: 229).
Di antara bentuk kezaliman lainnya adalah kezaliman yang dilakukan oleh sesama manusia terhadap satu sama lain, baik berkaitan dengan darah (jiwa), harta, kehormatan, maupun seluruh hak-hak lainnya.
Inilah bentuk kezaliman yang dimaksud ketika kata kezaliman disebutkan secara mutlak. Inilah perkara yang menjadi catatan hak-hak sesama manusia, yang tidak akan dibiarkan oleh Allah begitu saja dan tidak akan diampuni kecuali dengan mengembalikan hak-hak tersebut kepada pemiliknya serta meminta pembebasan atau kerelaan dari orang-orang yang telah dizalimi.
Wahai hamba-hamba Allah!
Kezaliman merupakan perbuatan yang akibatnya sangat buruk dan kesudahannya sangat menyakitkan. Allah telah mengancam para pelakunya dengan azab dan hukuman yang keras.
Allah Ta'ala berfirman:
وَلَا تَحْسَبَنَّ اللَّهَ غَافِلًا عَمَّا يَعْمَلُ الظَّالِمُونَ إِنَّمَا يُؤَخِّرُهُمْ لِيَوْمٍ تَشْخَصُ فِيهِ الْأَبْصَارُ
"Jangan sekali-kali engkau mengira bahwa Allah lengah terhadap apa yang diperbuat oleh orang-orang zalim. Sesungguhnya Allah hanya menangguhkan mereka sampai hari ketika mata (mereka) terbelalak." (QS. Ibrahim: 42).
Hukuman kezaliman terkadang disegerakan di dunia.
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَا مِنْ ذَنْبٍ أَجْدَرُ أَنْ يُعَجِّلَ اللَّهُ لِصَاحِبِهِ الْعُقُوبَةَ فِي الدُّنْيَا، مَعَ مَا يَدَّخِرُ لَهُ فِي الْآخِرَةِ، مِنَ الْبَغْيِ وَقَطِيعَةِ الرَّحِمِ
"Tidak ada suatu dosa pun yang lebih pantas untuk Allah segerakan hukumannya bagi pelakunya di dunia, di samping azab yang telah Allah persiapkan baginya di akhirat, selain perbuatan melampaui batas (kezaliman) dan memutuskan hubungan kekerabatan."
(HR. At-Tirmidzi dengan sanad sahih).
Orang-orang yang zalim akan terhalang dari mendapatkan kecintaan Allah, dijauhkan dari petunjuk, dihalangi dari keberuntungan, diancam dengan kesudahan yang buruk, dijauhkan dari rahmat Allah, serta berhak mendapatkan laknat dan kemurkaan Allah.
Allah Ta'ala berfirman:
أَلَا لَعْنَةُ اللَّهِ عَلَى الظَّالِمِينَ
"Ingatlah, laknat Allah (ditimpakan) kepada orang-orang yang zalim." (QS. Hud: 18).
Allah juga berfirman:
إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ
"Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim." (QS. Al-Ma'idah: 51).
Allah juga berfirman:
إِنَّهُ لَا يُفْلِحُ الظَّالِمُونَ
"Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu tidak akan beruntung." (QS. Al-An'am: 21).
Selain itu, orang zalim akan mengalami penyesalan dan kesedihan yang sangat mendalam pada hari Kiamat.
Allah Ta'ala berfirman:
وَيَوْمَ يَعَضُّ الظَّالِمُ عَلَىٰ يَدَيْهِ يَقُولُ يَا لَيْتَنِي اتَّخَذْتُ مَعَ الرَّسُولِ سَبِيلًا
"Dan (ingatlah) pada hari ketika orang yang zalim menggigit kedua tangannya seraya berkata, 'Aduhai, sekiranya dahulu aku mengambil jalan bersama Rasul.'" (QS. Al-Furqan: 27).
Wahai hamba-hamba Allah!
Di antara bentuk kezaliman adalah:
1\. Durhaka kepada kedua orang tua dan memutuskan hubungan kekerabatan.
Padahal, kedua orang tua dan kerabat merupakan orang-orang yang paling membutuhkan sikap lemah lembut, kasih sayang, dan keadilan.
2\. Kezaliman di antara suami dan istri.
Hal itu dapat terjadi melalui perlakuan buruk, tidak menunaikan hak dan kewajiban, atau mengingkari kebaikan serta jasa yang telah diberikan oleh pasangannya.
3\. Menzalimi orang lain melalui perkataan maupun perbuatan.
Hal ini dapat dilakukan dengan berbagai cara, di antaranya:
* Membunuh atau memukul orang lain.
* Mencela dan mencaci maki.
* Menggunjing dan mengadu domba.
* Memanggil orang lain dengan gelar-gelar yang buruk.
* Merendahkan dan menghina orang lain.
* Membongkar rahasia mereka dan mencari-cari aib mereka.
* Memotret atau merekam orang lain dengan melanggar privasi mereka.
* Sengaja melakukan kesalahan terhadap orang lain ketika berkendara dengan mobil.
* Tidak mematuhi antrean.
4\. Memakan harta orang lain dengan cara yang batil.
Di antaranya:
* Menunda-nunda pembayaran utang padahal mampu membayarnya.
* Melakukan kecurangan dalam jual beli.
* Memakan harta riba.
* Berbuat zalim terhadap para pembantu dan pekerja.
* Bersumpah palsu.
* Memberikan kesaksian palsu.
5\. Kezaliman yang dilakukan oleh pegawai atau pejabat dalam pekerjaannya.
Di antaranya adalah mengabaikan tugas dan kewajibannya, menyalahgunakan jabatan, serta menghambat kepentingan masyarakat.
Hal itu termasuk kezaliman terhadap diri sendiri karena memakan harta yang haram, sekaligus kezaliman terhadap orang lain karena menghambat urusan mereka dan menghalangi mereka memperoleh hak-haknya.
6\. Memutus hubungan dan saling menjauhi karena perkara-perkara sepele.
Di antara bentuk kezaliman lainnya adalah saling mendiamkan dan memutus hubungan di antara manusia hanya karena sebab-sebab yang sangat remeh, terutama di kalangan orang-orang yang melaksanakan salat.
Termasuk pula:
* Meninggikan suara di dalam masjid.
* Menguasai atau memesan tempat tertentu sehingga menghalangi orang lain.
* Meletakkan sepatu di depan pintu-pintu masjid sehingga mengganggu orang-orang lanjut usia dan orang-orang yang menggunakan kursi roda.
Wahai hamba-hamba Allah!
Sesungguhnya bentuk dan macam kezaliman sangat banyak, bahkan jumlahnya melampaui batas untuk dapat dihitung satu per satu.
Karena itu, hendaklah seorang muslim benar-benar waspada agar tidak melanggar hak-hak orang lain atau menyakiti mereka dalam bentuk apa pun.
Rasulullah ﷺ bersabda:
اتَّقُوا الظُّلْمَ، فَإِنَّ الظُّلْمَ ظُلُمَاتٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
"Jauhilah kezaliman, karena sesungguhnya kezaliman merupakan kegelapan-kegelapan pada hari Kiamat."
(HR. Muslim).
Semoga Allah memberkahi aku dan kalian dengan Al-Qur'an yang agung, serta memberikan manfaat kepadaku dan kepada kalian melalui ayat-ayat dan peringatan yang penuh hikmah di dalamnya.
Aku mengakhiri perkataanku ini, dan aku memohon ampun kepada Allah Yang Mahaagung untuk diriku, untuk kalian, dan untuk seluruh kaum muslimin dari setiap dosa.
Maka, mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Khutbah Kedua
Segala puji bagi Allah atas segala kebaikan dan karunia-Nya. Segala syukur hanya milik-Nya atas taufik dan anugerah-Nya.
Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Aku juga bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Semoga Allah mencurahkan shalawat dan salam yang sebanyak-banyaknya kepada beliau, keluarga, dan para sahabatnya.
Amma ba'du:
Wahai hamba-hamba Allah!
Kezaliman merupakan tindakan melampaui batas terhadap Sang Pencipta dan tindakan sewenang-wenang terhadap makhluk. Kezaliman bertentangan dengan fitrah dan tabiat yang lurus, menyelisihi syariat, menentang kebenaran, serta memberikan kekuasaan dan kemenangan kepada kebatilan.
Orang-orang yang melakukan kezaliman tidak akan selamat dari keburukan dan dampak buruknya. Demikian pula para pengikutnya tidak akan terbebas dari kehinaan dan akibat tercelanya.
Para pelakunya dilaknat, orang-orang yang memikulnya dihapus keberkahannya, dan para pengikutnya dibenci.
Sebab kezaliman adalah kebodohan terhadap Allah Ta'ala dan hari Akhir, serta kelalaian terhadap akibat-akibat buruk yang ditimbulkan oleh kezaliman.
Allah Ta'ala berfirman:
إِنَّا أَعْتَدْنَا لِلظَّالِمِينَ نَارًا أَحَاطَ بِهِمْ سُرَادِقُهَا وَإِنْ يَسْتَغِيثُوا يُغَاثُوا بِمَاءٍ كَالْمُهْلِ يَشْوِي الْوُجُوهَ بِئْسَ الشَّرَابُ وَسَاءَتْ مُرْتَفَقًا
"Sesungguhnya Kami telah menyediakan neraka bagi orang-orang zalim. Gejolaknya mengepung mereka. Jika mereka meminta pertolongan (minum), mereka akan diberi air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan wajah. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek." (QS. Al-Kahfi: 29).
Wahai hamba-hamba Allah!
Bagaimanapun lemahnya orang yang dizalimi, sesungguhnya Allah pasti akan menolongnya.
Allah Azza wa Jalla telah menjadikan doa orang yang dizalimi sebagai doa yang mustajab, bahkan sekalipun doa tersebut berasal dari orang kafir. Maka, bagaimana lagi jika yang dizalimi itu seorang muslim?
Hal tersebut karena orang yang dizalimi biasanya mengalami perasaan hina, patah hati, tertindas, dan tidak berdaya.
Rasulullah ﷺ bersabda:
دَعْوَةُ الْمَظْلُومِ تَحْمِلُ عَلَى الْغَمَامِ، وَتُفْتَحُ لَهَا أَبْوَابُ السَّمَاءِ، وَيَقُولُ الرَّبُّ تَبَارَكَ وَتَعَالَى: وَعِزَّتِي لَأَنْصُرَنَّكَ وَلَوْ بَعْدَ حِينٍ
"Doa orang yang dizalimi dibawa ke atas awan, dan pintu-pintu langit dibukakan untuknya. Kemudian Rabb Tabaraka wa Ta'ala berfirman, 'Demi kemuliaan-Ku, sungguh Aku pasti akan menolongmu, meskipun setelah beberapa waktu.'"
(HR. Ahmad dengan sanad sahih).
Janganlah seorang zalim tertipu oleh penangguhan hukuman yang diberikan Allah kepadanya. Sesungguhnya Allah memberikan tenggang waktu, tetapi tidak pernah melalaikan atau membiarkan kezaliman begitu saja tanpa perhitungan.
Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّ اللَّهَ لَيُمْلِي لِلظَّالِمِ، حَتَّى إِذَا أَخَذَهُ لَمْ يُفْلِتْهُ
"Sesungguhnya Allah benar-benar memberikan tenggang waktu kepada orang yang zalim. Namun, apabila Allah telah menghukumnya, Dia tidak akan melepaskannya."
Kemudian beliau membaca firman Allah:
وَكَذَٰلِكَ أَخْذُ رَبِّكَ إِذَا أَخَذَ الْقُرَىٰ وَهِيَ ظَالِمَةٌ إِنَّ أَخْذَهُ أَلِيمٌ شَدِيدٌ
"Demikianlah siksa Tuhanmu apabila Dia menyiksa penduduk negeri-negeri yang berbuat zalim. Sesungguhnya siksa-Nya sangat pedih lagi sangat keras." (QS. Hud: 102).
(HR. Al-Bukhari).
Wahai hamba-hamba Allah!
Barang siapa memiliki tanggungan kezaliman terhadap saudaranya, baik berupa hak-hak yang berkaitan dengan harta maupun hak-hak yang bersifat maknawi, hendaklah ia segera bertobat dan memohon ampun kepada Allah.
Hendaklah ia mengembalikan hak-hak tersebut kepada pemiliknya dan meminta kerelaan serta pembebasan dari orang-orang yang pernah dizaliminya.
Lakukanlah hal itu sekarang, selama masih ada kesempatan dan kelapangan waktu.
Hendaklah ia mengingat kematian beserta sakaratul mautnya, alam kubur beserta kegelapannya, timbangan amal beserta ketelitiannya, jembatan shirath beserta kemungkinan tergelincir darinya, serta peristiwa pengumpulan manusia dan berbagai keadaannya, juga kebangkitan dan segala kedahsyatannya.
Pada saat itu, ia akan mengetahui bahwa selama ini dirinya tidak lain hanyalah berada dalam tipuan dan kelalaian.
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ كَانَتْ لَهُ مَظْلَمَةٌ لِأَحَدٍ مِنْ عِرْضِهِ أَوْ شَيْءٍ، فَلْيَتَحَلَّلْهُ مِنْهُ الْيَوْمَ، قَبْلَ أَنْ لَا يَكُونَ دِينَارٌ وَلَا دِرْهَمٌ، إِنْ كَانَ لَهُ عَمَلٌ صَالِحٌ، أُخِذَ مِنْهُ بِقَدْرِ مَظْلَمَتِهِ، وَإِنْ لَمْ تَكُنْ لَهُ حَسَنَاتٌ، أُخِذَ مِنْ سَيِّئَاتِ صَاحِبِهِ فَحُمِلَ عَلَيْهِ
"Barang siapa memiliki kezaliman terhadap seseorang, baik yang berkaitan dengan kehormatannya maupun perkara lainnya, hendaklah ia meminta pembebasan dan kerelaan dari orang tersebut sekarang juga, sebelum datang suatu hari ketika tidak ada lagi dinar dan dirham.
Jika orang yang menzalimi itu memiliki amal saleh, maka akan diambil darinya sejumlah amal saleh sesuai dengan kadar kezalimannya. Namun, jika ia tidak memiliki amal kebaikan, akan diambil dosa-dosa orang yang dizaliminya, kemudian dosa-dosa tersebut dibebankan kepadanya."
(HR. Al-Bukhari).
Selanjutnya, bershalawat dan ucapkanlah salam kepada orang yang Allah perintahkan kepada kalian untuk bershalawat dan mengucapkan salam kepadanya.
Allah Ta'ala berfirman:
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bershalawatlah kalian untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya." (QS. Al-Ahzab: 56).
Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam kepada hamba dan utusan-Mu, Nabi kami Muhammad, beserta seluruh keluarga dan sahabat beliau.
Pelajaran penting dari khutbah:
* Kezaliman merupakan perkara yang diharamkan Allah, bahkan Allah mengharamkannya atas diri-Nya sendiri karena kesempurnaan keadilan-Nya.
* Syirik merupakan kezaliman terbesar, sedangkan kemaksiatan dan pelanggaran terhadap kewajiban termasuk kezaliman terhadap diri sendiri.
* Hak sesama manusia merupakan perkara yang sangat berat pertanggungjawabannya, sebab tidak cukup hanya dengan istigfar dan tobat, tetapi harus mengembalikan hak atau meminta kerelaan pemiliknya.
* Doa orang yang dizalimi sangat berbahaya bagi orang zalim, meskipun orang yang dizalimi itu lemah dan tidak memiliki kekuatan.
* Penangguhan hukuman bukan tanda bahwa Allah meridai kezaliman. Allah memberikan kesempatan, tetapi apabila hukuman-Nya datang, tidak ada yang mampu menghindarinya.
* Kezaliman tidak hanya berupa pembunuhan dan perampasan harta, tetapi juga mencakup perkataan, penghinaan, ghibah, fitnah, pelanggaran privasi, pengabaian tugas, serta tindakan menyusahkan orang lain.
* Penyelesaian kezaliman harus dilakukan sebelum kematian, karena pada hari Kiamat tidak ada lagi dinar dan dirham. Yang digunakan untuk membayar hak manusia adalah pahala dan dosa.
Inti peringatan khutbah: Jangan sampai seseorang datang menghadap Allah dengan membawa pahala salat, puasa, dan berbagai amal saleh, tetapi semuanya habis untuk membayar hak-hak orang yang pernah dizaliminya.
Semoga Allah melindungi kita dari segala bentuk kezaliman, menjadikan kita orang-orang yang menegakkan keadilan, dan memberikan taufik kepada kita untuk menunaikan hak-hak sesama manusia. Amin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar