Rabu, 11 November 2015

SEHARI MEMBAWA KEBERUNTUNGAN DUNIA DAN AKHIRAT


Alhamdulilah, wassholatu wassalamu ala Rosulillah, wa ba'du; 

Tidaklah seorang yang pada suatu hari ia tanpa sengaja mengambil gangguan yang melintang di tengah jalan mengira bahwa amalan tersebut merupakan suatu amalan yang sangat berharga sekali tatkala ia berada di akhirat, karena Allah Ta'ala telah mengampuni segala dosa-dosa nya lantaran amalan tersebut. 

Tidaklah seorang perempuan pezina mengira segala dosa-dosa nya terampuni tatkala ia memberikan seteguk air kepada se ekor anjing yang sangat kehausan hingga menyelamatkan nyawa anjing tersebut, hingga Allah Ta'ala bersyukur kepada nya, dan menjadikan hari tersebut merupakan hari yang paling membawa keberuntungan pada diri nya tatkala ia berada di akhirat. 

Dan hari yang paling berbahagia bagi Nabi Yusuf alaihissalam adalah hari yang ketika itu ia berhasil terbebas dari jeratan godaan sang istri raja seraya berkata, " Aku berlindung kepada Allah", hingga dengan ungkapan ini Allah Ta'ala berfirman, 

  إِنَّهُۥ مِنْ عِبَادِنَا ٱلْمُخْلَصِينَ 

Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba-hamba Kami yang terpilih."

(Q.S. Yusuf :24)

Para sahabat yang menyaksikan perang Badar, Allah Ta'ala berkata kepada mereka, 

اعملوا ما شئتم فقد غفرت لكم

" Berbuatlah sesuka kalian, sungguh Aku telah mengampuni kalian ".

Sahabat Muliya Talhah radhiyallahu anhu tatkala memberikan punggungnya kepada Nabi Sallallahu alaihi wa sallam untuk di injak dengan kaki beliau yang mulia Sallallahu alaihi wa sallam, maka Nabi bersabda, 

أوجب طلحة ، أي الجنة

" Sungguh ia, Talhah, mendapatkan surga ".

Sesungguhnya setiap jiwa mukmin bisa jadi memiliki suatu amalan yang istimewa, dan berharga untuk kehidupan dunia dan akhirat nya,  dengan nya ia menggapai ridho Allah Ta'ala dan mendapatkan ampunan-Nya, tatkala Allah Ta'ala melihat kepada catatan amalan nya, mendapati hati yang memiliki cahaya iman, hingga menyinari lembaran amal nya, di hari perhitungan amal.  

Adakah dirimu memiliki satu amalan yang istimewa, dengan nya menghapuskan dosa-dosa. ..? 

Atau belum datang kesempatan tersebut untuk diri mu...? 

Adakah tetesan air mata di waktu sunyi telah menghapus dosa-dosamu. ..? 

Pernah kah usapan tangan mu kepada kepala anak yatim yang membutuhkan belas dan iba telah menghantarkan kepada ridho Allah Ta'ala. ...? 

Sudahkah uluran tangan mu kepada seorang muslim membuat dosa-dosa terampuni dan Allah bersyukur kepada diri mu. ..? 

Apakah suatu perkataan yang hak yang engkau sampaikan ke khalayak umum membuat dosa-dosa mu terhapus dari catatan lembar amalan. ...? 

Tahukah bahwasanya engkau menutupi aurat dan kekurangan seorang muslim telah menjadikan Allah Ta'ala ridho akan perbuatan mu. ...? 

Sadarkah tatkala engkau memberikan makanan kepada fakir miskin telah menjadikan dirimu terbebas dari sentuhan api neraka. ..? 

Kita semua tidak mengetahui, apakah kita mendapatkan taufik dan inayah dari Allah Ta'ala sehingga melakukan amalan yang sederhana yang menghantarkan kepada ridho Allah Ta'ala atau belum datang waktunya. ...?

Wahai saudaraku yang semoga Allah memberikan limpahan Taufik. .....

Seyogyanya setiap hari engkau memiliki suatu amalan yang engkau niatkan dapat menghapus dosa-dosamu dan menghantarkan kepada keberuntungan kekal abadi dan menyelamatkan diri dari siksa api neraka.  

Jumat, 06 November 2015

ALLAH TA'ALA MAHA DEKAT


Alhamdulillah, wassholatu wassalamu ala Rosulillah, wa ba'du; 

Allah Ta'ala berfirman,

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِى عَنِّى فَإِنِّى قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ ٱلدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا۟ لِى وَلْيُؤْمِنُوا۟ بِى لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ ﴿١٨٦﴾

" Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran." (Q.S. Al-Baqarah:186)

Allah Ta'ala berfirman, 

۞ وَإِلَىٰ ثَمُودَ أَخَاهُمْ صَٰلِحًا ۚ قَالَ يَٰقَوْمِ ٱعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ مَا لَكُم مِّنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُۥ ۖ هُوَ أَنشَأَكُم مِّنَ ٱلْأَرْضِ وَٱسْتَعْمَرَكُمْ فِيهَا فَٱسْتَغْفِرُوهُ ثُمَّ تُوبُوٓا۟ إِلَيْهِ ۚ إِنَّ رَبِّى قَرِيبٌ مُّجِيبٌ ﴿٦١﴾

"Dan kepada Tsamud (Kami utus) saudara mereka Shaleh. Shaleh berkata: "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu Tuhan selain Dia. Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu pemakmurnya, karena itu mohonlah ampunan-Nya, kemudian bertobatlah kepada-Nya, Sesungguhnya Tuhanku amat dekat (rahmat-Nya) lagi memperkenankan (doa hamba-Nya)".
(Q.S . Huud :61)

Allah Ta'ala berfirman, 

قُلْ إِن ضَلَلْتُ فَإِنَّمَآ أَضِلُّ عَلَىٰ نَفْسِى ۖ وَإِنِ ٱهْتَدَيْتُ فَبِمَا يُوحِىٓ إِلَىَّ رَبِّىٓ ۚ إِنَّهُۥ سَمِيعٌ قَرِيبٌ ﴿٥٠﴾

" Katakanlah: "Jika aku sesat maka sesungguhnya aku sesat atas kemudharatan diriku sendiri; dan jika aku mendapat petunjuk maka itu adalah disebabkan apa yang diwahyukan Tuhanku kepadaku. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Dekat". (Q.S. Saba' :50)

Diriwayatkan oleh Sahabat Abu Musa Al-Asy’ari bahwasanya Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Sallam dalam suatu peperangan bersama para sahabat, tatkala menuruni atau menaiki suatu lembah kecuali para sahabat bertakbir dengan suara yang keras, kemudian Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, 

أيها الناس، اربعوا على أنفسكم، إنكم لا تدعون أصم ولا غائبا،  إنما تدعون سميعا بصيرا، إن الذي تدعون أقرب إلي أحدكم من راحلته
 
 " Wahai kalian semua, pelankanlah suara kalian, Sesungguhnya kalian tidak berdoa kepada yang tuli dan gaib, sesungguhnya kalian berdoa kepada Allah Ta'ala Dzat Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat, sesungguhnya Allah Ta'ala yang kalian seru lebih dekat kepada kalian dari leher binatang tunggangan kalian ". (HR Al-Bukhary dan Muslim)

Nabi Sallallahu alaihi wa sallam bersabda, 

أقرب ما يكون العبد من ربه وهو ساجد، فأكثروا الدعاء

" Keadaan yang paling dekat antara seorang hamba dengan Robb nya adalah ketika dalam keadaan sujud, maka perbanyaklah berdoa saat itu ". ( HR. Muslim ) 

Nabi Sallallahu alaihi wa sallam bersabda, 

أقرب ما يكون الرب من العبد في جوف الليل الاخر، فإن استطعت ان تكون ممن يذكر الله في تلك الساعة فكن

" Keadaan yang paling dekat antara Robb dan hamba Nya adalah ketika sepertiga malam terakhir, jika kalian mampu berdzikir kepada Allah pada saat tersebut, maka kerjakanlah ". (HR. At-Tirmidzi ) 

Nabi Sallallahu alaihi wa sallam bersabda, 

ينزل ربنا تبارك وتعالى كل ليلة الي السماء الدنيا حين يبقى ثلث الليل الآخر فيقول : من يدعوني فاستجيب له، ومن يسألني فاعطيه،  ومن يستغفرني فاغفر له

" Allah Ta'ala turun pada setiap malam menuju langit dunia ketika sepertiga malam terakhir, kemudian berfirman, " Barangsiapa berdoa kepada Ku niscaya akan Aku kabulkan, dan barangsiapa yang meminta kepada Ku niscaya akan Aku berikan, dan barangsiapa yang meminta ampun kepada Ku niscaya akan Aku berikan ampunan ". ( HR Al-Bukhary dan Muslim ) 

Kedekatan Allah Ta'ala kepada para hamba-Nya memiliki dua pengertian, yaitu : 

● Dekat secara umum yang mencakup ilmu dan pengetahuan serta meliput seluruh hamba-Nya, dimana kedekatan ini berhubungan dengan sifat Rububiyah Allah Ta'ala yang mencakup makna, menciptakan, memiliki, dan mengatur para makhluk dan gerakan mereka. 

● Dekat secara khusus kepada hamba-Nya yang beriman yang mengandung penjagaan, memberikan kemenangan dan pertolongan, mengabulkan permintaan dan doa serta limpahan taufik dan inayah kepada orang-orang yang beriman. 

Kedekatan Allah Ta'ala kepada hamba tidak di maknai bahwa Allah Ta'ala menyatu dengan para makhluk Nya, Sebagaimana ini merupakan pemahaman yang menyimpang dari ajaran Al-Qur'an Al-Karim dan As-Sunnah An-Nabawiyah. 

Allah Ta'ala berfirman, 

أَلَمْ تَرَ أَنَّ ٱللَّهَ يَعْلَمُ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ ۖ مَا يَكُونُ مِن نَّجْوَىٰ ثَلَٰثَةٍ إِلَّا هُوَ رَابِعُهُمْ وَلَا خَمْسَةٍ إِلَّا هُوَ سَادِسُهُمْ وَلَآ أَدْنَىٰ مِن ذَٰلِكَ وَلَآ أَكْثَرَ إِلَّا هُوَ مَعَهُمْ أَيْنَ مَا كَانُوا۟ ۖ ثُمَّ يُنَبِّئُهُم بِمَا عَمِلُوا۟ يَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمٌ ﴿٧﴾

 " Tidakkah kamu perhatikan, bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi? Tiada pembicaraan rahasia antara tiga orang, melainkan Dialah keempatnya. Dan tiada (pembicaraan antara) lima orang, melainkan Dialah keenamnya. Dan tiada (pula) pembicaraan antara jumlah yang kurang dari itu atau lebih banyak, melainkan Dia berada bersama mereka di manapun mereka berada. Kemudian Dia akan memberitahukan kepada mereka pada hari kiamat apa yang telah mereka kerjakan. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui segala sesuatu." (Q.S. Al-Mujadilah : 7)

Allah Ta'ala berfirman, 

هُوَ ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ فِى سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ ٱسْتَوَىٰ عَلَى ٱلْعَرْشِ ۚ يَعْلَمُ مَا يَلِجُ فِى ٱلْأَرْضِ وَمَا يَخْرُجُ مِنْهَا وَمَا يَنزِلُ مِنَ ٱلسَّمَآءِ وَمَا يَعْرُجُ فِيهَا ۖ وَهُوَ مَعَكُمْ أَيْنَ مَا كُنتُمْ ۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ ﴿٤﴾

" Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa: Kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy. Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar daripadanya dan apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepada-Nya. Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan". (Q.S. Al-Hadid : 4)

Selasa, 03 November 2015

HARI PEMBALASAN PASTI DATANG


Alhamdulillah , wassholatu wassalamu ala Rosulillah, wa ba'du;

Orang yang paling merugi dan menyesal adalah orang-orang yang pernah mendzalimi orang muslim atau mukmin serta menerjang hak-hak mereka, dan kelak ia akan dituntut untuk mengembalikan hak tersebut dan akan dihinakan pada hari kiamat.
Ia akan membayar hak-hak tersebut dengan amalan kebajikan, padahal hari kiamat setiap manusia butuh akan amalan kebaikan untuk menjadi bekal dihadapan Al-Ka'liq Subhaanahu Wa Ta'ala.

Diriwayatkan oleh sahabat Abu Hurairah radhiyallahu anhu, bahwasanya Rosulillah Sallallahu alaihiwa sallam bersabda, " Barang siapa yang memiliki tanggungan hak milik saudara nya, baik berupa suatu kehormatan yang ia tumpahkan atau selainnya, maka hendaknya ia meminta agar dihalalkan baginya pada hari ini, sebelum datang suatu hari nanti yang tidak akan bermanfaat lempengan dinar atau dirham, jika ia memiliki amalan saleh, maka akan diambil amalan saleh tersebut sebagai tebusannya, hingga seluruh amalan saleh nya habis tidak tersisa, maka akan diambil kejelekan orang-orang yang dahulu pernah didzalimi, dan dipikulkan kepada dirinya ". ( HR Muslim )

Nabi Sallallahu alaihi wa sallam bersabda, " Tahukah kalian siapa orang yang bangkrut ? Para sahabat menjawab, “ Orang yang bangkrut diantara kita adalah orang yang tidak lagi memiliki uang dinar atau dirham ". Kemudian Nabi Sallallahu alaihi wa sallam bersabda, " Orang-orang yang bangkrut dari umat ku dihari kiamat adalah orang yang ketika hari kiamat datang dengan membawa banyak pahala amal ibadah sholat, puasa dan zakat, akan tetapi ketika didunia ia pernah mencaci maki orang lain, menuduh orang lain, memakan harta orang lain, menerjang kehormatan orang lain, memukul orang lain,  menumpahkan darah orang lain, maka orang ini diberikan pahala kebaikan ini, dan orang itu diberikan pahala amal kebaikan itu, hingga apabila pahala amal kebaikan nya telah habis digunakan untuk tebusan, dan masih tersisa orang-orang yang belum terlunasi hak-hak mereka, maka kejelekan orang-orang yang di dzalimi akan diambil dan ditimpakan kepada nya, hingga akhirnya ia di masukkan ke dalam neraka ". ( HR Muslim )

Bayangkanlah, bagaimana pahala amal kebaikan anda diambil di depan mata, sedangkan diri anda tidak sanggup mencegahnya, dan pada hari tersebut anda sangat membutuhkan sekali pahala amal kebaikan guna menambah berat timbangan amalan anda.

Dan sebaliknya, anda membayangkan, bagaimana orang-orang melemparkan dosa amalan keburukan kepada anda di depan mata kepala anda, sedangkan anda tidak sanggup mencegahnya, dan anda tidak pernah melakukan keburukan tersebut, sementara anda juga sangat membutuhkan sesuatu untuk menghapus dosa-dosa anda dari catatan amal kejelekan anda, dalam kata lain, anda memerlukan orang lain yang mau memikul dosa-dosa anda.

Bentuk keadilan dan hak-hak manusia yang harus dikembalikan diantara nya adalah darah, atau melayangkan nyawa orang lain dengan tanpa hak.

Sahabat Abdullah ibnu Mas'ud radhiyallahu anhu berkata, bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, " Pertama kali yang akan diadili pada saat hari kiamat diantara sesama manusia adalah masalah darah ". ( HR Al-Bukhary )

Orang-orang yang terbunuh kelak hari kiamat akan mencari pembunuh nya dan berkata dihadapan Allah Ta'ala, "  Wahai Rabbku, ambilkanlah hak-ku dari orang yang telah membunuh ku ".

Diantara keadilan yang akan dituntut pada saat hari kiamat adalah urusan harta, walaupun satu dirham atau lebih kecil dari itu, orang yang memiliki hak akan menuntut dihadapan Allah Ta'ala tentang harta tersebut, dan tidak ada ganti tebusannya kecuali pahala amal kebaikan.

Kemudian diantara keadilan yang akan di tegakkan pada hari kiamat adalah tentang ucapan atau hasil dari buah lisan, yang berupa ghibah, namimah, fitnah, tuduhan, cacian, cercaan.

Betapa banyak orang memberikan cacian, tuduhan, fitnah, sedangkan orang yang dibicarakan tidak dihadapan nya dan tidak mengetahuinya. Sekiranya mengetahui niscaya akan memberikan hak jawab, konfirmasi, membela diri, atas tuduhan, fitnah, cacian atau makan tersebut.

Akan tetapi Allah Ta'ala Maha Mengetahui dan kelak hari kiamat akan membalaskan dan mengembalikan hak serta kehormatan atau harga diri orang yang terdzalimi. Maha Suci Allah yang tidak ada sedikitpun perbuatan atau ucapan terabaikan di sisi-Nya, Maha Suci Allah Yang Maha Mengetahui terhadap kedipan mata yang khianat dan apa yang tersembunyi di dalam setiap dada manusia.

Allah Ta'ala berfirman,

يَوْمَ يَبْعَثُهُمُ ٱللَّهُ جَمِيعًا فَيُنَبِّئُهُم بِمَا عَمِلُوٓا۟ ۚ أَحْصَىٰهُ ٱللَّهُ وَنَسُوهُ ۚ وَٱللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ شَهِيدٌ ﴿٦﴾

" Pada hari ketika mereka dibangkitkan Allah semuanya, lalu diberitakan-Nya kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Allah mengumpulkan (mencatat) amal perbuatan itu, padahal mereka telah melupakannya. Dan Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu." (Q.S  Al Mujadalah: 6)

Manusia niscaya akan terkejut tatkala mengetahui betapa detail nya timbangan dan hisab Allah Ta'ala di hari kiamat, bahkan sesuatu yang di anggap remeh atau tidak berharga akan tercatat secara rinci.

Allah Ta'ala berfirman,

وَوُضِعَ ٱلْكِتَٰبُ فَتَرَى ٱلْمُجْرِمِينَ مُشْفِقِينَ مِمَّا فِيهِ وَيَقُولُونَ يَٰوَيْلَتَنَا مَالِ هَٰذَا ٱلْكِتَٰبِ لَا يُغَادِرُ صَغِيرَةً وَلَا كَبِيرَةً إِلَّآ أَحْصَىٰهَا ۚ وَوَجَدُوا۟ مَا عَمِلُوا۟ حَاضِرًا ۗ وَلَا يَظْلِمُ رَبُّكَ أَحَدًا ﴿٤٩﴾

" Dan diletakkanlah kitab, lalu kamu akan melihat orang-orang bersalah ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata: "Aduhai celaka kami, kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya; dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada (tertulis). Dan Tuhanmu tidak menganiaya seorang juapun". (Q.S. Al-Kahfi :49)

Allah Ta'ala berfirman,

يَٰبُنَىَّ إِنَّهَآ إِن تَكُ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِّنْ خَرْدَلٍ فَتَكُن فِى صَخْرَةٍ أَوْ فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ أَوْ فِى ٱلْأَرْضِ يَأْتِ بِهَا ٱللَّهُ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ لَطِيفٌ خَبِيرٌ ﴿١٦﴾

" (Luqman berkata): "Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui." (Q.S. Luqman:16)

Demikianlah ditempat yang penuh keadilan ini yaitu hari kiamat, mahkamah keadilan akan mengambil setiap hak-hak dan akan ditunaikan atau dibayarkan, termasuk memindahkan kejelekan kepada lembaran catatan amal orang lain yang terdzalimi.

Dan Allah Ta'ala juga akan mendamaikan pihak yang bertikai hingga keadilan tegak dengan sempurna, hingga tidak ada lagi hak seseorang berada di tangan orang lain.