Kamis, 13 Maret 2025

MENTADABURI AL-QUR'AN


Tentang Merenungi Al-Qur’an dan Peringatan dari Kelalaian

Segala puji bagi Allah yang janji-Nya benar bagi mereka yang takut akan-Nya. Dia mengancam dengan hukuman-Nya bagi orang yang melanggar perintah-Nya. Al-Qur’an adalah penjelas kebenaran dan pembeda antara yang hak dan yang batil. Ia membangkitkan ketakutan, menggetarkan hati, serta memberikan kebahagiaan dan kesedihan bagi mereka yang merenungkannya.

Al-Qur’an adalah cahaya bagi orang-orang yang berpegang teguh kepadanya. Ia merupakan obat bagi mereka yang hatinya terluka dan penolong bagi mereka yang lemah. Ampunan-Nya adalah pakaian yang menutupi aib hamba-Nya, dan kemurahan-Nya adalah anugerah bagi mereka yang memohon. Allah memuliakan orang yang taat kepada-Nya, menolong orang yang menjunjung tinggi perintah-Nya, dan membinasakan orang yang menentang kebesaran-Nya. Dia menjadikan Al-Qur’an sebagai tali yang menghubungkan hamba-Nya dengan-Nya, dengan hukum yang adil dan janji yang pasti.

Allah membagi makhluk-Nya menjadi dua kelompok: yang diterima dan yang ditolak. Tidak ada yang dapat menghalangi keputusan-Nya atau mengurangi kerajaan-Nya. Barang siapa menaati-Nya, Dia akan menambah anugerah kepadanya, dan barang siapa mendurhakai-Nya, Dia akan mencabut berkah darinya.

Mahasuci Allah yang menghidupkan hati dengan firman-Nya, namun sebagian orang justru mematikan hati mereka dengan meninggalkannya. Mereka tenggelam dalam dunia yang fana, berlomba-lomba dalam kesenangan sementara, hingga mereka tertipu oleh bayang-bayang harapan kosong. Mereka menganggap ketakutan akan akhirat sebagai kelemahan dan menjadikan sikap lalai sebagai kebanggaan. Akibatnya, mereka menertawakan orang yang menangis karena takut kepada Allah dan mencela orang yang memperingatkan mereka.

Mahasuci Allah, betapa banyak nikmat-Nya yang kita abaikan, betapa sering kita terlena dan lupa akan janji-Nya. Kita hidup seolah-olah tidak akan mati, dan mati seolah-olah tidak akan dihisab.

Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Dialah Tuhan yang menghidupkan dan mematikan. Kesaksian ini adalah yang menyelamatkan dari azab, menghindarkan dari neraka, dan mengangkat derajat di sisi-Nya. Aku juga bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, yang menyeru kepada keselamatan dan memperingatkan dari kehancuran.

Semoga Allah melimpahkan shalawat kepada Nabi Muhammad, keluarganya, dan para sahabatnya yang merupakan orang-orang yang memiliki keutamaan dan perbedaan yang mulia. Shalawat yang abadi hingga hari kiamat. Semoga keselamatan senantiasa tercurah kepada mereka.

Allah Ta'ala berfirman:

۞ أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ أَن تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ ٱللَّهِ وَمَا نَزَلَ مِنَ ٱلْحَقِّ وَلَا يَكُونُوا۟ كَٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْكِتَٰبَ مِن قَبْلُ فَطَالَ عَلَيْهِمُ ٱلْأَمَدُ فَقَسَتْ قُلُوبُهُمْ ۖ وَكَثِيرٌ مِّنْهُمْ فَٰسِقُونَ ﴿١٦﴾

"Belum tibakah waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk secara khusyuk mengingat Allah dan mematuhi kebenaran yang telah diwahyukan (kepada mereka), dan janganlah mereka (berlaku) seperti orang-orang yang telah menerima kitab sebelum itu, kemudian mereka melalui masa yang panjang sehingga hati mereka menjadi keras. Dan banyak di antara mereka menjadi orang-orang fasik." (QS. Al-Hadid: 16)

Tentang ayat ini, dikatakan bahwa ia menyeru kepada mereka untuk menundukkan hati, merasakan ketundukan, dan merendahkan diri di hadapan ayat-ayat-Nya.

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, ia berkata:

  "Sesungguhnya Allah telah menghidupkan hati orang-orang beriman dengan Al-Qur'an, setelah sebelumnya hati mereka mati selama dua puluh tahun sebelum turunnya Al-Qur'an."

Ketahuilah bahwa perkataan Tuhan seluruh alam dan dzikir yang penuh hikmah memiliki keagungan dalam tilawahnya dan kekuatan dalam pengaruhnya bagi siapa yang memperhatikannya dan menaatinya. Ia menjadi penyembuh dari kebingungan, penuntun kepada cahaya, dan menjadi jaminan keberhasilan di sisi Allah. Barang siapa yang mengamalkannya, ia akan bahagia dan selamat dari segala kebinasaan.

Ibnu Mas'ud berkata: 

"Janganlah kalian membaca Al-Qur'an dengan tergesa-gesa seperti membaca syair, dan jangan pula menyebarkannya seperti menaburkan pasir. Berhentilah pada keajaiban-keajaibannya dan gerakkan hati dengannya, jangan sampai tujuan kalian hanya sampai pada akhir surah."

Abdullah bin Mas'ud juga berkata: 

"Jika engkau mendengar Allah berfirman dalam Al-Qur'an, 'Wahai orang-orang yang beriman', maka perhatikanlah dengan baik, karena itu adalah suatu kebaikan yang diperintahkan atau suatu keburukan yang harus dihindari."

Sebagian ulama salaf berkata:

  "Al-Qur'an diturunkan untuk diamalkan, namun mereka malah menjadikan tilawahnya sebagai amal perbuatan tanpa mengamalkannya."

Nabi Muhammad ﷺ dahulu tidak melewati sepuluh ayat dalam satu surah sebelum beliau memahami maknanya, mengamalkan isinya, dan menyempurnakan pelaksanaannya.

Dzun Nun al-Mishri berkata tentang para penghafal Al-Qur'an: 

"Mereka adalah orang-orang yang hujan rahmat telah turun atas hati mereka. Mereka mengikat janji setia dengan Al-Qur'an, berpegang teguh pada ruku' dan sujud, serta menghiasi diri mereka dengan ketakwaan dan menjaga diri dari segala bentuk kelalaian. Mereka meminum dengan cawan keyakinan, dan mereka melatih diri mereka dengan kesungguhan dalam ibadah, seperti halnya para ahli ibadah yang dahulu."Mereka menundukkan pandangan mereka karena malu, menahan diri dari memandang, menjauhi kegaduhan, dan menghindari kesombongan serta pikiran yang buruk. Mereka berdiri untuk Allah dengan hati yang penuh khusyuk, air mata mereka mengalir deras, hingga kegelisahan tampak di wajah mereka, tubuh mereka gemetar, dan telinga mereka menjadi tuli terhadap kebisingan dunia. Mereka menjadikan Al-Qur'an sebagai pengikat bagi keimanan mereka, penyembuh bagi hati mereka, cahaya bagi pandangan mereka, dan pengobat bagi jiwa mereka. Ayat-ayat Al-Qur'an menjadi timbangan bagi orang-orang yang memiliki keyakinan yang lurus, mengungkap kunci-kunci hati yang tertutup, dan memadamkan api kebingungan yang membakar diri mereka. Kitabullah menghidupkan hati mereka, membangun pemuda mereka dalam keimanan, dan melindungi mereka dari kebinasaan. Seakan-akan suara gemuruh api berada di bawah kaki mereka, dan kesadaran mereka selalu menggema dengan ayat-ayat Al-Qur'an. Mereka menjadikannya sebagai jalan lurus yang mengantarkan mereka menuju kebahagiaan sejati dan kehidupan abadi.

Allah Ta'ala berfirman:

"Orang-orang yang telah diberikan hidayah oleh Allah, mereka itulah orang-orang yang memiliki akal pikiran yang lurus."

Wahai orang-orang yang berakal dan memiliki pemahaman! Renungkanlah, wahai para pembesar dan pemimpin!

Adalah suatu keharusan bagi pembaca Al-Qur'an untuk mengamalkan isinya, dan tidak layak bagi siapa pun yang membaca Al-Qur'an untuk menyelisihinya.

Imam Ibn Wahb meriwayatkan dari Ibnu Mahraan, rahimahullah, bahwa beliau berkata:

"Salah seorang dari mereka membaca Al-Qur'an, namun ia melaknat dirinya sendiri."
Ketika ditanya bagaimana hal itu bisa terjadi, ia menjawab:

"Ketika ia membaca firman Allah: 'Laknat Allah atas orang-orang yang berdusta,' padahal ia sendiri berdusta. Dan ketika ia membaca: 'Laknat Allah atas orang-orang yang zalim,' padahal ia sendiri berbuat zalim."

Telah disebutkan dalam riwayat bahwa Al-Qur'an adalah musuh bagi orang yang zalim. Barang siapa membaca Al-Qur'an, namun masih berbuat zalim, maka ia telah menjadikan Al-Qur'an sebagai saksi atas kejahatannya dan sebagai hujjah yang menentangnya.

Sebagian riwayat menyebutkan bahwa seorang pembaca Al-Qur'an yang melakukan maksiat, seakan-akan Al-Qur'an berseru kepadanya:

"Di mana aturan-aturanku? 

Di mana hukum-hukumku? 

Di mana nasihat-nasihatku?"

"Di antara adab seorang pembaca (Al-Qur'an) adalah berhati-hati agar tidak memutus bacaan orang yang sedang membaca Al-Qur'an.

Tidak selayaknya ia mengajak berbincang dengan temannya yang berada di sampingnya yang sedang tilawah. Hal ini termasuk sesuatu yang tidak seharusnya dilakukan, bahkan hukumnya makruh dan dianggap tidak baik, terutama jika dilakukan di masjid. Makna ini disebutkan dalam kitab-kitab nasihat keagamaan."

Ketahuilah bahwa para ahli Al-Qur’an adalah mereka yang membacanya dan mengamalkan isinya. Jika seseorang tidak mengamalkannya, maka ia tidak termasuk ahlinya, meskipun ia hafal Al-Qur’an di luar kepala. Huruf-hurufnya dijaga tetapi batasan-batasannya diabaikan.

Al-Qur’an berisi perintah dan larangan, janji dan ancaman, serta memberikan pencerahan dan penjelasan. Namun, orang yang lalai tidak akan mendapatkan manfaat dari kandungannya.

Firman-Nya adalah cahaya yang menerangi kegelapan, yang membimbing kepada keimanan dan hakikatnya. Ia adalah jalan menuju para malaikat yang mulia dan kitab-kitab suci terdahulu. Ia juga merupakan jalan bagi semua syuhada dan orang-orang yang benar.

Seandainya hati manusia benar-benar mendengarkan Al-Qur’an, maka iman mereka akan bertambah dan peringatan-peringatan di dalamnya akan membekas di dalam hati mereka. Namun, hati manusia terkadang seperti tertiup angin, hanyut dalam dunia dan godaan syahwat, hingga akhirnya tenggelam dalam penderitaan.

Mereka terbiasa dengan kebiasaan buruk dan menjadikan hawa nafsu sebagai pemimpin mereka. Akhirnya, mereka tertutup dari kebenaran dan tenggelam dalam kebatilan.

Namun, siapa pun yang menanamkan Al-Qur’an dalam hatinya dan mengamalkannya dengan baik, maka ia akan keluar dari kebingungan dan kegelapan menuju cahaya yang terang benderang.

Pasal ; 

Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّ ٱلْمُجْرِمِينَ فِى عَذَابِ جَهَنَّمَ خَٰلِدُونَ ﴿٧٤﴾

لَا يُفَتَّرُ عَنْهُمْ وَهُمْ فِيهِ مُبْلِسُونَ ﴿٧٥﴾

وَمَا ظَلَمْنَٰهُمْ وَلَٰكِن كَانُوا۟ هُمُ ٱلظَّٰلِمِينَ ﴿٧٦﴾

وَنَادَوْا۟ يَٰمَٰلِكُ لِيَقْضِ عَلَيْنَا رَبُّكَ ۖ قَالَ إِنَّكُم مَّٰكِثُونَ ﴿٧٧﴾

"Sungguh, orang-orang yang berdosa itu kekal di dalam azab neraka Jahanam."

"Tidak diringankan (azab) itu dari mereka, dan mereka berputus asa di dalamnya."

"Dan tidaklah Kami menzalimi mereka, tetapi merekalah yang menzalimi diri mereka sendiri."

"Dan mereka berseru, "Wahai (Malaikat) Malik! Biarlah Tuhanmu mematikan kami saja." Dia menjawab, "Sungguh, kamu akan tetap tinggal (di neraka ini )". (QS. Az-Zukhruf: 74).

Mereka tidak akan diringankan dari azabnya, dan mereka putus asa di dalamnya. Orang-orang kafir itulah yang termasuk dalam golongan yang zalim.

Allah juga berfirman:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ قُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا ٱلنَّاسُ وَٱلْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَٰٓئِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُونَ ٱللَّهَ مَآ أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ ﴿٦﴾

"Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan".(Q.S.66:6)

Allah Ta'ala memberitahukan tentang apa yang telah Dia siapkan bagi musuh-musuh-Nya, yaitu orang-orang yang celaka, para pendusta para rasul, serta pengikut mereka yang menentang perintah-Nya dan berpaling darinya. 

Bahwa sesungguhnya Dia telah menyediakan bagi mereka neraka Jahanam. Di dalamnya terdapat berbagai siksaan, kehinaan, dan azab yang berat, seperti rantai, belenggu, palu besi, serta berbagai alat siksaan lainnya. 

Neraka itu juga dipenuhi dengan kobaran api yang menyala-nyala, serta berbagai macam azab dan ketakutan.

Di dalamnya terdapat rantai dan belenggu, serta malaikat-malaikat yang keras dan kasar. 

Tidak ada satu pun yang mampu bersabar menghadapi siksaannya. Kita berlindung kepada Allah dari azab-Nya.

Diriwayatkan dari Samak bin Harb, bahwa Sumaamah bin Bisyr berkata: Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda;

 "Aku telah memperingatkan kalian tentang neraka! Aku telah memperingatkan kalian tentang neraka!" Hingga jika ada seseorang yang berada di pasar mendengarnya, niscaya ia pun bisa mendengar suaranya. Orang-orang yang berada di pasar pun bisa mendengarnya, hingga selendang yang ada di pundaknya jatuh ke kakinya." Hadis ini diriwayatkan oleh Ahmad.

Ketika turun ayat: 

"Wahai orang-orang yang beriman! Lindungilah diri dan keluargamu dari api neraka..." (QS. At-Tahrim: 6), Nabi ﷺ berdiri dan bersabda: "Selamatkan diri kalian dari neraka."

Dari Anas, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: 

"Neraka itu bahan bakarnya adalah manusia dan batu." (QS. Al-Baqarah: 24)

Beliau bersabda: "Neraka dinyalakan selama seribu tahun hingga memutih, lalu dinyalakan selama seribu tahun hingga memerah, kemudian dinyalakan selama seribu tahun lagi hingga menghitam. Maka ia sekarang hitam kelam, tidak ada cahayanya."
(Hadits diriwayatkan oleh At-Tirmidzi).

Ahmad meriwayatkan dari Anas bahwa Rasulullah ﷺ bersabda kepada Jibril:

"Mengapa aku tidak pernah melihat Mikail tersenyum?"
Jibril menjawab: "Sejak Allah menciptakan neraka, Mikail tidak pernah tersenyum."

Ath-Thabrani dan lainnya meriwayatkan bahwa para ahli zuhud menangis ketika mendengar nikmat surga disebutkan. Umar berkata:
"Menangislah, wahai Ka‘ab! Jika hatimu tidak menangis, maka paksa dirimu untuk menangis."
Ka‘ab pun menangis seraya berkata:
"Demi Allah! Sesungguhnya Jahannam pada hari kiamat akan menderu dengan suara keras hingga tidak ada seorang malaikat yang dekat maupun utusan yang diutus kecuali merasa gemetar ketakutan."
Hingga Nabi Ibrahim, kekasih Allah, berkata: "Ya Rabb, janganlah Engkau lupakan diriku!"
Hingga dikatakan kepadanya: "Jika engkau pernah melakukan satu amal shalih demi Aku, maka tidak akan Aku lupakan engkau."

Diriwayatkan bahwa Umar bin al-Khattab berkata suatu hari kepada Ka‘b, "Wahai Ka‘b, takutkanlah kami!" Maka Ka‘b berkata, "Wahai Amirul Mukminin, beramallah dengan penuh kesungguhan dan segera! Seandainya hari kiamat telah tiba, maka ia akan membawa tujuh puluh Nabi, sementara engkau pun akan melihat amal perbuatanmu!" Umar pun tertunduk lama, kemudian mengangkat kepala dan berkata, "Lanjutkan, wahai Ka‘b!"

Ka‘b berkata, "Wahai Amirul Mukminin! Seandainya bagian sekecil jarum dari neraka Jahannam dibuka, maka akan menyemburkan api yang dapat membakar timur dan barat. Seandainya seseorang dilemparkan ke dalamnya, maka otaknya akan meleleh hingga mengalir dari tumitnya." Umar pun kembali tertunduk lama, lalu mengangkat kepala dan berkata, "Lanjutkan, wahai Ka‘b!"

Ka‘b berkata, "Wahai Amirul Mukminin! Sesungguhnya neraka Jahannam pada hari kiamat akan mengeluarkan suara gemuruh yang dahsyat, sehingga tidak ada malaikat yang dekat dengan Allah, tidak ada nabi yang diutus, kecuali mereka semua berlutut sambil berkata, 'Diriku, diriku! Pada hari ini aku hanya memikirkan diriku sendiri!'"

Ibnu Mas‘ud meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, "Neraka Jahannam akan didatangkan pada hari kiamat dengan tujuh puluh ribu kendali. Setiap kendali akan ditarik oleh tujuh puluh ribu malaikat."

Al-Bazzar meriwayatkan dari Abu Hurairah tentang kisah Isra', hingga ia berkata:
“Kemudian beliau sampai di suatu lembah dan mendengar suara yang mengerikan. Maka beliau berkata, ‘Wahai Jibril, suara apakah ini?’
Jibril menjawab, ‘Ini adalah suara Jahannam yang berkata: Wahai Tuhanku, berikan kepadaku apa yang Engkau janjikan kepadaku. Sungguh, telah banyak rantai, belenggu, api panas, air mendidih, dan berbagai siksaan yang telah dipersiapkan untukku. Kini, aku semakin kuat dan semakin dahsyat dalam membakar. Maka, berikan kepadaku apa yang Engkau janjikan kepadaku.’
Lalu dikatakan kepadanya, ‘Untukmu setiap orang musyrik dan musyrikah, orang yang jahat dan keras kepala, serta setiap penguasa yang zalim dan tidak beriman pada hari perhitungan.’”

Diriwayatkan dari Anas bin Malik bahwa Nabi ﷺ bersabda:
“Sesungguhnya api yang kalian nyalakan ini adalah satu bagian dari api Jahannam. Jika saja ia tidak dipadamkan dengan air sebanyak dua kali, niscaya kalian tidak akan dapat memanfaatkannya. Dan sesungguhnya api itu berdoa kepada Allah agar tidak dikembalikan ke dalamnya.”
Diriwayatkan oleh Ibnu Majah.

Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari al-Muhallab bin ‘Amr, ia berkata:
“Jika Allah berfirman, ‘Tangkaplah dia,’ maka tujuh puluh ribu malaikat akan mengejarnya. Kemudian jika Allah berfirman, ‘Lemparkan dia ke dalam neraka,’ maka tujuh puluh ribu malaikat akan membuangnya ke dalam api.”

"Diriwayatkan bahwa para penjaga neraka Jahannam, dari antara para malaikat penyiksanya, memiliki jarak perjalanan setahun antara kedua bahunya. Lalu jika salah seorang dari penduduk neraka yang dekat dipukul, maka tubuhnya akan hancur dari pukulan itu hingga ke kakinya.

Diriwayatkan dari Al-Hasan bahwa Jibril berkata kepada Nabi ﷺ: 'Seandainya para penjaga Jahannam menampakkan diri kepada penduduk bumi, maka mereka akan mati karena melihat rupa mereka yang mengerikan.'

Diriwayatkan dari Abdurrahman bin Mush’ab: Ada seorang lelaki yang berada di tepi sungai Eufrat, lalu ia mendengar seseorang membaca firman Allah:

إِنَّ الْمُجْرِمِينَ فِي عَذَابِ جَهَنَّمَ خَالِدُونَ
'Sesungguhnya orang-orang yang berdosa kekal dalam azab Jahannam.' (QS. Az-Zukhruf: 74)

Maka ketika sampai pada ayat:

لَا يُفَتَّرُ عَنْهُمْ وَهُمْ فِيهِ مُبْلِسُونَ
'Tidak diringankan azab itu dari mereka dan mereka di dalamnya berputus asa.' (QS. Az-Zukhruf: 75)

Ia pun jatuh ke dalam air dan meninggal dunia, maka rahmat Allah turun kepadanya.

Diriwayatkan dari Luqman Al-Hakim, ia berkata: 'Rasulullah ﷺ pernah mendatangi seorang pemuda yang sedang sekarat di tengah malam dan beliau bersabda: "Wahai pemuda!" Ketika pemuda itu telah meninggal, beliau bersabda: "Sungguh, engkau telah memenuhi langit dengan banyaknya para malaikat."

Diriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

"Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu."

Pada suatu ketika, Rasulullah ﷺ bersama beberapa sahabat, di antara mereka ada seorang syekh (orang tua). Syekh itu bertanya, "Wahai Rasulullah, apakah batu neraka seperti batu di dunia?"

Rasulullah ﷺ bersabda, "Demi Dzat yang jiwaku berada dalam genggaman-Nya! Satu batu dari neraka Jahannam lebih besar dari seluruh gunung yang ada di dunia."

Maka syekh itu pun menangis tersedu-sedu. Rasulullah ﷺ meletakkan tangannya di atas bahu syekh tersebut untuk menenangkannya. Kemudian beliau bertanya, "Wahai Syekh, apakah engkau bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah?"

Syekh menjawab, "Ya, aku bersaksi."

Lalu Rasulullah ﷺ berkata, "Bergembiralah dengan kabar gembira surga."

Para sahabat yang hadir bertanya, "Wahai Rasulullah, apakah kami juga termasuk orang-orang yang mendapat kabar gembira itu?"

Beliau menjawab, "Ya, hal itu bagi siapa yang menaati perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya."

Saudara-saudaraku, tidakkah kalian merasa terkejut dengan keadaan ini? Tidakkah kalian takut akan api neraka dan segala bentuk siksaannya? Tidakkah kalian mengkhawatirkan rantai-rantai besi dan belenggunya? Sungguh mengherankan orang yang mendengar peringatan tentang neraka, namun tetap hidup dalam kelalaian seolah tidak akan menghadapinya!

Apakah kulitmu cukup kuat untuk menahan panasnya api neraka? Apakah tubuhmu bisa bertahan di atas bara Jahannam? Ataukah engkau rela menukar keselamatanmu dengan kerugian yang nyata?

Maka, di manakah tempatmu nanti? Apakah engkau akan berada di rumah yang bahan bakarnya manusia dan batu? Ketahuilah, ia adalah api yang dahsyat!

Disebutkan dalam Syair:

Neraka adalah tempat tinggal bagi orang-orang kafir,
Jahannam meliputi mereka dan di atasnya ada lapisan yang menghimpit,
Di bawahnya ada Jahanam, kemudian Hawiyah,
Di dalamnya terdapat rantai-rantai yang mengikat,
Malaikat yang kasar menjaga mereka,
Siap dengan cambuk untuk menyiksa mereka,
Gelap gulita, menyedihkan, menyeramkan,
Di dalamnya terdapat kalajengking dan ular berbisa yang dikumpulkan,
Ketika menyengat, sengatannya menusuk hingga ke tulang sumsum,
Tingkatnya bertingkat-tingkat, ada yang lebih tinggi dan ada yang lebih rendah,
Kulit mereka diganti dengan kulit baru seperti emas dan arak,
Tulang mereka lebih keras dari batu,
Setiap kali patah, tidak hancur berkeping-keping,
Otak mereka meleleh seperti cairan panas yang menggelegak.

Diriwayatkan bahwa seseorang bertanya kepada Labid bin Rabi’ah,
“Mengapa kami melihatmu menangis dan gemetar ketakutan?”
Ia menjawab, “Karena Allah mengancamku jika aku bermaksiat bahwa Ia akan menyiksaku di neraka.
Demi Allah, kalau saja Ia tidak mengancamku dengan siksa itu,
Aku tetap tidak akan melakukan maksiat sampai mati,
Karena aku mengambil pelajaran dari apa yang kulihat.”

Dikatakan kepada Yazid bin Mazyad:
"Apa yang membuatmu menangis dan tampak ketakutan?"
Dia menjawab:
"Sungguh, Allah telah menjanjikan kepada 'Ashitah bahwa Dia akan membalas dendam kepadanya di neraka. Demi Allah, jika Dia tidak menjanjikan hal itu, niscaya aku akan duduk di pemandian sampai kematianku, karena aku tidak menemukan penghiburan."

Mereka (penghuni neraka) adalah orang-orang kasar dan keras.
Tabiat mereka sangat bengis dan kejam, hati mereka telah dicabut dari belas kasihan seperti orang-orang kafir. Mereka dikumpulkan dalam kondisi yang sangat padat, tubuh mereka disusun dalam barisan yang penuh dengan kekerasan dan pemandangan yang mengerikan.
Wajah mereka hitam legam, gigi mereka menonjol seperti gading.
Kita memohon keselamatan kepada Allah.
Sungguh, Allah Maha Pemurah dan Maha Dermawan.

Dalam Syair dikatakan:

Dan ketika kebangkitan setelah kematian menebarkan kengerian,
Dan kegelisahan menyebar ke seluruh anak kecil karena dahsyatnya hari itu.

Dan api menjalar dengan nyalaannya seperti rantai yang berulang,
Yang dengannya orang-orang durhaka dibakar, lalu mereka dirantai.

Minuman mereka adalah nanah dari penghuni neraka,
Dan makanan mereka adalah pohon zaqqum yang menyala ketika dimakan.

Neraka Jahim dan air yang mendidih di dalamnya,
Panasnya api semakin membakar, dan menyebarkan nyalaannya.

Mereka dilemparkan dari satu kedalaman ke kedalaman lainnya,
Dari satu jurang ke jurang lainnya, tidak ada tempat berlindung.

Dan di dalam nerakanya, ia tetap tersiksa selamanya.

Di atasnya ada jembatan (Shirath) yang licin dan menggelincirkan.
Di dalamnya, rantai-rantai menggantung dengan api yang berkobar.

Maka, tidak ada seorang penjahat yang dapat menebus dirinya dengan sesuatu pun.
Inilah balasan bagi para pendosa yang memilih jalan kebinasaan.
Aku berlindung kepada Tuhanku dari siksa dan azabnya.
Dan dari keadaan orang yang tertawan dalam rantai dan belenggu, tersiksa dalam penderitaan.

Ya Allah, wahai Tuhan segala sebab, wahai yang menetapkan sebab-sebab, wahai yang Maha Pengasih kepada para pendosa ketika mereka bersimpuh di hadapan-Mu dengan penuh penyesalan dan taubat, wahai yang menyimpan pahala untuk para kekasih-Nya, kami memohon kepada-Mu agar Engkau menjauhkan kami dari kebinasaan dan dari tempat siksa serta tingkatan neraka, dan menjauhkan kami dari segala belenggu dan kesulitan, serta menjadikan kami termasuk orang-orang yang dimuliakan dalam taman-taman surga.

Ya Tuhan, kepada siapa kami bersandar jika Engkau menolak kami? Dan kepada siapa kami mengadu jika kami tidak bergantung pada-Mu? Tidaklah kami terbiasa dari-Mu kecuali dengan kebaikan, dan tidaklah hati kami berpaling dari keindahan-Mu. Maka kami tidak berlindung kecuali kepada kelembutan-Mu yang agung, dan kami tidak menggantungkan harapan kecuali kepada kemurahan anugerah-Mu yang luas.

Ya Allah, wahai Yang Maha Pemurah, wahai Yang Maha Pengampun, wahai Yang Maha Penyayang, wahai Yang Maha Menentukan, selamatkanlah kami dari siksa neraka, ringankanlah beban dosa kami, berikanlah kepada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta lindungilah kami dari azab neraka.

Ya Allah, ampunilah kami, kedua orang tua kami, dan seluruh kaum Muslimin, baik yang masih hidup maupun yang telah wafat, dengan rahmat-Mu, wahai Tuhan yang Maha Pengasih dari segala yang mengasihi.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar