Jumat, 06 Mei 2016

KEDUDUKAN AHLI ILMU


As-Saikh Prof.DR Abdurrozak Al-Badr hafidhohullah Ta'ala. 

Alhamdulillah, was sholaatu was salaamu ala Rosulillah, wa ba'du; 

Tidak samar lagi bagi setiap muslim, bahwasanya para Ulama memiliki kedudukan yang tinggi dan agung, derajat yang mulia dan luhur, dikarenakan mereka merupakan pemimpin kebaikan, Imam yang di ikuti dalam pemikiran dan perbuatan, dimana para malaikat menurunkan sayap-sayap mereka sebagai penghormatan, dikarenakan ridho akan perbuatannya, dan segala makhluk darat dan laut memohonkan ampunan kepada mereka, termasuk ikan-ikan kecil di dasar laut, dimana ilmu yang mereka dapatkan menyetarai  kedudukan orang-orang yang baik dan derajat orang-orang yang bertakwa, sehingga sangat mulia dan agung kehormatan mereka. 

Allah Ta'ala berfirman : 

 يَرْفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمْ وَٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ دَرَجَٰتٍ ۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ ﴿١١﴾

" niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." (Q.S. Al Muja'dilah :11)

Allah Ta'ala berfirman : 

  قُلْ هَلْ يَسْتَوِى ٱلَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَٱلَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ ۗ إِنَّمَا يَتَذَكر أُو۟لُوا۟ ٱلْأَلْبَٰبِ

" Katakanlah: "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran." (Q.S. Az-Zumar :9)

Al-Imam Abu Bakar Al-Ajjurry rahimahullah berkata tentang Ulama dan kedudukan mereka : " Para Ulama memiliki kedudukan yang lebih jika dibandingkan dengan seluruh kaum mukminin di setiap waktu dan zaman, mereka dilebihkan dikarenakan ilmu yang bermanfaat dan di hiasi dengan lemah lembut, melalui mereka dapat diketahui sesuatu yang halal dari yang haram, sesuatu kebenaran dari kebathilan, perkara yang bermanfaat dari perkara yang mendatangkan mudhorot, perbuatan yang baik dari yang jelek, kedudukan mereka tinggi dan agung, mereka adalah pewaris para Nabi dan cahaya, pelita serta penyejuk para kekasih Allah, ikan-ikan kecil memanjatkan istigfar untuk mereka, para Malaikat meletakkan sayapnya sebagai penghormatan untuk mereka, dan para Ulama berdiri dibelakang para Nabi turut serta memberikan syafa’at kepada umat manusia, majalis mereka dipenuhi dengan hikmah, amalan mereka membangkitkan orang-orang yang lalai, mereka lebih utama daripada seseorang yang ahli ibadah dan orang-orang yang ahli zuhud, keberlangsungan hidup mereka adalah suatu keberuntungan, dan wafat nya mereka merupakan suatu musibah, senantiasa mengingatkan orang-orang yang lalai dan mengajari orang-orang yang jahil, tidak ternilai jasa-jasa mereka, tidak pernah takut kepada apapun, .....

hingga beliau rahimahullah berkata : 
" Mereka adalah pelita bagi para hamba dan tonggak bagi negara, pemimpin umat, penebar hikmah, musuh bagi para setan, melalui mereka hidup hati orang-orang yang mengenal kebenaran, penegak hujjah bagi hati orang-orang yang menyeleweng, perumpamaan mereka di bumi ibarat bintang yang berada di langit, senantiasa bercahaya dan dijadikan sebagai penentu arah di daratan atau di lautan, menerangi kegelapan malam sehingga orang-orang dapat melihat dengan jelas. ....

Dan ungkapan para Salaf yang semisal nya sangat banyak. 

Jika orang-orang yang berilmu memiliki kedudukan yang tinggi derajat yang mulia semacam ini, maka menjadi kewajiban bagi selain mereka agar senantiasa menjaga dan mengagungkan keberadaan mereka. 

Nabi Sallallahu alaihi wa sallam bersabda : 

((لَيْسَ مِنْ أُمَّتِي مَنْ لَمْ يُجِلَّ كَبِيرَنَا وَيَرْحَمْ صَغِيرَنَا وَيَعْرِفْ لِعَالِمِنَا حَقَّهُ))  

" Bukankah termasuk dari umatku orang-orang yang tidak bersikap hormat kepada yang lebih tua dan tidak sayang kepada yang lebih muda, serta tidak memberikan hak-hak kepada yang memiliki Ilmu ". ( HR. Ahmad ) 

Diantara hak-hak orang-orang yang memiliki Ilmu yang wajib untuk dijaga baik dalam kondisi masih hidup atau telah wafat, berada di hadapan kita atau tidak adalah wajib untuk di cintai dan di hormati dalam setiap hati dan diberikan pujian dan sanjungan secara lisan bersamaan dengan bersemangat untuk senantiasa menimba ilmu-ilmu nya, mengambil manfaat dari adab dan akhlaknya, dan menjauhi dari berbuat menggunjing, mencerca, mencela berbuat tidak sopan kepada mereka, dikarenakan perbuatan semacam ini merupakan dosa terbesar dan keburukan yang dahsyat, sebab,  para Ahli Ilmu adalah Nakhoda bahtera keselamatan, penyampai jalan keberuntungan dan penunjuk arah kebenaran dalam kegelapan malam. 

Allah Ta'ala berfirman : 

وَجَعَلْنَا مِنْهُمْ أَئِمَّةً يَهْدُونَ بِأَمْرِنَا لَمَّا صَبَرُوا۟ ۖ وَكَانُوا۟ بِـَٔايَٰتِنَا يُوقِنُونَ ﴿٢٤﴾

" Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar. Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami." (Q.S. As Sajadah :24)

Mereka para Ulama adalah hujjah Allah Ta'ala dimuka bumi dan mereka yang paling mengetahui apa yang terbaik bagi kaum muslimin dalam urusan dunia dan akhirat nya, dikarenakan mereka telah di anugerahi ilmu dan pemahaman sehingga mereka dengan bekal ilmu yang sangat luas memberikan fatwa untuk umat dan dengan pandangan yang dalam mereka menetapkan suatu maslahat bagi umat serta dengan bekal ilmu fikih yang matang mereka menentukan hukum. Tidak dengan sembarang mereka mengeluarkan hukum, dan tidak memecah belah barisan kaum muslimin tatkala menyodorkan suatu fatwa, dan tidak terburu buru dalam memutuskan perkara tanpa analisis dan kajian yang matang dan tidak menyembunyikan kebenaran sehingga Allah Ta'ala perintahkan agar merujuk kepada mereka tatkala dijumpai suatu perkara yang tidak diketahui hukumnya. 

Allah Ta'ala berfirman : 

وَمَآ أَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ إِلَّا رِجَالًا نُّوحِىٓ إِلَيْهِمْ ۚ فَسْـَٔلُوٓا۟ أَهْلَ ٱلذِّكْرِ إِن كُنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ ﴿٤٣﴾

" Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu, kecuali orang-orang lelaki yang Kami beri wahyu kepada mereka; maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui ". (Q.S. An Nahl :43)

Allah Ta'ala berfirman : 

وَإِذَا جَآءَهُمْ أَمْرٌ مِّنَ ٱلْأَمْنِ أَوِ ٱلْخَوْفِ أَذَاعُوا۟ بِهِۦ ۖ وَلَوْ رَدُّوهُ إِلَى ٱلرَّسُولِ وَإِلَىٰٓ أُو۟لِى ٱلْأَمْرِ مِنْهُمْ لَعَلِمَهُ ٱلَّذِينَ يَسْتَنۢبِطُونَهُۥ مِنْهُمْ ۗ وَلَوْلَا فَضْلُ ٱللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُۥ لَٱتَّبَعْتُمُ ٱلشَّيْطَٰنَ إِلَّا قَلِيلًا ﴿٨٣﴾

" Dan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan ataupun ketakutan, mereka lalu menyiarkannya. Dan kalau mereka menyerahkannya kepada Rasul dan Ulil Amri di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Rasul dan Ulil Amri). Kalau tidaklah karena karunia dan rahmat Allah kepada kamu, tentulah kamu mengikut syaitan, kecuali sebahagian kecil saja (di antaramu)." (Q.S. An Nisa' :83)

Didalam ayat ini terkandung pelajaran bagaimana seorang muslim beradab, jika suatu urusan yang penting dan berdampak pada maslahat secara umum yang berkaitan dengan keamanan atau marabahaya bagi umat mukminin maka seyogyanya melakukan pemantauan dan  memberitahukan peristiwa ini kepada Rasul yaitu kembali kepada As-Sunnah dan kepada Ulil Amri dari kalangan Ulama dan Ahli Ilmu yang mereka mengetahui perkara untuk menanggulangi nya dan menjauhi mudhorot yang akan timbul karenanya. 

Maka barangsiapa yang mengambil nasihat mereka niscaya akan selamat, dan barangsiapa yang menyelisihi nya akan terjungkal dan mendapatkan mudhorot. 

 يقول ابن مسعود رضي الله عنه " إنها ستكون أمورٌ مشتبهات فعليكم بالتؤَدة ؛ فإنك أن تكون تابعاً في الخير خير من أن تكون رأساً في الشر " .

Sahabat Mulia Abdullah ibnu Mas'ud radhiyallahu anhu berkata : " Sesungguhnya akan datang suatu masa yang disana terdapat perkara yang samar, maka hendaknya kalian berhati-hati, sekiranya kalian menjadi seorang pengikut dalam suatu kebenaran itu lebih baik dan mulia daripada engkau menjadi pemimpin dalam suatu keburukan ". 

Sesungguhnya merupakan tanda-tanda kesengsaraan bagi seorang hamba adalah ia menjauhkan diri dari Para Ulama dan meninggalkan nasihat dari fatwa Para Imam serta tidak mengikuti pemahaman Para Ahli Fikih. 

Dan tatkala umat ini kehilangan Ulama maka menjadilah umat ini seolah berada di tengah padang pasir yang tandus dan gersang berjalan tanpa pemimpin tanpa petunjuk arah sehingga ujungnya mengakibatkan kepada kesesatan dan kesengsaraan. 

Sesungguhnya Para Ulama mereka adalah orang yang pantas untuk melaksanakan tugas dakwah dan mengarahkan umat manusia dan menunjukkan kepada jalan kebenaran. 

Jika tidak demikian, niscaya para manusia menjadikan orang-orang bodoh sebagai pemimpin dan memberikan fatwa dengan tanpa ilmu dan pemahaman yang benar, maka tatkala itu kerusakan akan merajalela dan umat niscaya hancur. 

 يقول ابن مسعود رضي الله عنه " عليكم بالعلم قبل أن يُقبض وقبضه بذهاب أهله ، عليكم بالعلم فإن أحدكم لا يدري متى يُفتقر إلى ما عنده ، وستجدون أقواما يزعمون أنهم يدعون إلى كتاب الله وقد نبذوه وراء ظهورهم ، وإياكم والتبدُّع والتنطع والتعمق وعليكم بالعتيق " .

Sahabat Mulia Abdullah ibnu Mas'ud radhiyallahu anhu berkata : " Hendaknya kalian berpegang erat dengan Ilmu sebelum ilmu tersebut di cabut dan di cabut nya dengan cara di wafatkan pemilik nya. Hendaknya kalian berpegang teguh dengan Ilmu, sesungguhnya diantara kalian tidak mengetahui kapan membutuhkan nya, dan akan datang suatu masa terdapat suatu kaum mereka mengaku menyeru kepada Kitab Allah akan tetapi mereka melemparkannya ke belakang punggung punggung mereka, jauhilah mengada adakan suatu perkara, berlebih-lebihan dan bersikap terlalu mendalam dan hendaknya kalian berpegang teguh dengan yang terdahulu  (Al-Qur'an dan As-Sunnah) ". 

 نسأل الله بأسمائه الحسنى وصفاته العلا أن يبارك لنا في علمائنا وأن يوفقنا لحسن الاستفادة منهم وسلوك طريقهم وأن يهدينا جميعا سواء السبيل .

Kita memohon kepada Allah Ta'ala dengan Nama-Nama Nya yang Indah dan Sifat-Sifat Nya yang Mulia, agar kita diberikan taufiq untuk dapat istifadah dengan baik kepada Para Ulama kita, dan kita diberikan kekuatan untuk menyusuri jalan mereka dan semoga Allah memberikan hidayah kepada kita jalan yang lurus. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar