Jumat, 02 Juni 2017

ADAB ORANG YANG BERPUASA

Alhamdulillah, wassholatu wassalamu ala Rosulillah, wa ba'du : 

Bulan Ramadhan merupakan bulan yang paling utama dari seluruh bulan yang ada, karena Allah Ta'ala telah menjadikan bulan tersebut untuk berpuasa, yang menjadi rukun islam yang ke empat dari rukun rukun islam. 

عن أبي عبد الرحمن عبد الله بن عمر بن الخطاب رضي الله عنهما قال : سمعت النبي صلَّى الله عليه وسلَّم يقول : بُنِيَ الْإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ : شَهَادَةِ أَنْ لَا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ ، وَ إِقَامِ الصَّلَاةِ ، وَ إِيْتَاءِ الزَّكَاةِ ، وَ حَجِّ الْبَيْتِ ، وَ صَوْمِ رَمَضَانَ .رواه البخاري و مسلم .

Diriwayatkan dari sahabat Abu ‘Abdirrahman ‘Abdullah bin ‘Umar bin Al-Khaththab radhiyallahu ‘anhuma, Dia berkata: “Aku mendengar Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
" Islam dibangun di atas lima pondasi: Persaksian bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah dengan benar kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, naik haji, dan puasa Ramadhan". ( HR. Al-Bukhari dan Muslim ) 

Seyogyanya seorang muslim menggunakan kesempatan yang mulia ini dengan sebaik mungkin, dan bersemangat untuk mengerjakan ketaatan dan menjauhi kemaksiatan dan terlebih menunaikan apa yang telah Allah Ta'ala fardhukan kepada para hamba seperti sholat lima waktu yang menjadi tonggak agama setelah persaksian kalimat Tauhid, hendaknya menunaikan nya tepat pada waktunya dengan khusuk dan tumakninah. 

Dan dalam menunaikan sholat lima waktu, Allah Ta'ala telah memerintahkan kaum lelaki untuk mengerjakan nya dengan berjamaah di masjid, sebagaimana firman Allah Ta'ala : 

وَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَ وَٱرْكَعُوا۟ مَعَ ٱلرَّٰكِعِينَ ﴿٤٣﴾

"Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku'lah beserta orang-orang yang ruku'." (Q.S. Al-Baqorah :43)

Allah Ta'ala berfirman : 

حَٰفِظُوا۟ عَلَى ٱلصَّلَوَٰتِ وَٱلصَّلَوٰةِ ٱلْوُسْطَىٰ وَقُومُوا۟ لِلَّهِ قَٰنِتِينَ ﴿٢٣٨﴾

"Peliharalah semua shalat(mu), dan (peliharalah) shalat wusthaa. Berdirilah untuk Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu'." (Q.S. Al-Baqorah :238)

Allah Ta'ala berfirman : 

قَدْ أَفْلَحَ ٱلْمُؤْمِنُونَ ﴿١﴾  ٱلَّذِينَ هُمْ فِى صَلَاتِهِمْ خَٰشِعُونَ ﴿٢﴾

"Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman,"
"(yaitu) orang-orang yang khusyu' dalam sembahyangnya". (Q.S. Al- Mukminun :1-2)

Allah Ta'ala berfirman : 

وَٱلَّذِينَ هُمْ عَلَىٰ صَلَوَٰتِهِمْ يُحَافِظُونَ ﴿٩﴾  أُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْوَٰرِثُونَ ﴿١٠﴾  ٱلَّذِينَ يَرِثُونَ ٱلْفِرْدَوْسَ هُمْ فِيهَا خَٰلِدُونَ ﴿١١﴾

"Dan orang-orang yang memelihara sembahyangnya."
"Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi,"

"(yakni) yang akan mewarisi surga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya."
(Q.S. Al - Mukminun : 9 -11)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :  

العهد الذي بيننا و بينهم الصلاة فمن تركها فقد كفر

 " Perjanjian yang ada antara kita dan mereka adalah menegakkan sholat, dan barangsiapa yang meninggalkan nya sungguh ia telah kafir ". ( HR. Ahmad ) 

Sahabat Abdullah ibnu Mas'ud radhiyallahu anhu berkata : " Sungguh kami telah menyaksikan, tidak seorangpun yang sengaja meninggalkan sholat kecuali ia adalah orang munafik yang telah diketahui nifak nya, maka bertakwalah kepada Allah Ta'ala wahai kalian para hamba Allah, dan jagalah sholat dengan berjamaah, dan ajaklah manusia agar konsisten dalam hal ini di bulan ramadan atau diluar ramadan, niscaya kalian akan meraih ampunan dan pahala yang berlipat ganda dan selamat dari murka serta kemarahan Allah Ta'ala dan terbebas dari penyerupaan orang-orang munafik ". (HR. Muslim ) 

Faridhoh yang terpenting setelah sholat wajib adalah zakat, sebagaimana firman Allah Ta'ala : 

وَمَآ أُمِرُوٓا۟ إِلَّا لِيَعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ ٱلدِّينَ حُنَفَآءَ وَيُقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَيُؤْتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَ ۚ وَذَٰلِكَ دِينُ ٱلْقَيِّمَةِ ﴿٥﴾

"Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus."
(Q.S. Al-Bayyinah :5)

Allah Ta'ala berfirman : 

وَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَ وَأَطِيعُوا۟ ٱلرَّسُولَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ ﴿٥٦﴾

"Dan dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat, dan taatlah kepada rasul, supaya kamu diberi rahmat."
(Q.S. An-Nuur :56)

Zakat merupakan rukun islam yang ke tiga yang menjadi pendamping sholat, sebagaimana banyak disebutkan dalam ayat Al-Qur'an dan As-Sunnah, maka seyogyanya kita mengagungkan nya seperti perintah Allah Ta'ala dan Rasul-Nya, dan segera mengeluarkan zakat tersebut bila telah datang waktu nya dan menunaikan kepada orang-orang yang berhak menerimanya dengan penuh ikhlas  dan kerelaan yang dibarengi rasa syukur kepada Allah Ta'ala, dan ketahuilah bahwa zakat adalah pembersih harta dan jiwa pemilik nya,dan sebagai ungkapan syukur kepada Allah Ta'ala,  sebagaimana firman Allah Ta'ala : 

خُذْ مِنْ أَمْوَٰلِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِم بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ ۖ إِنَّ صَلَوٰتَكَ سَكَنٌ لَّهُمْ ۗ وَٱللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ ﴿١٠٣﴾

"Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (Q.S. At-Taubah :103)

Allah Ta'ala berfirman : 

 ٱعْمَلُوٓا۟ ءَالَ دَاوُۥدَ شُكْرًا ۚ وَقَلِيلٌ مِّنْ عِبَادِىَ ٱلشَّكُورُ ﴿١٣﴾

" Bekerjalah hai keluarga Daud untuk bersyukur (kepada Allah). Dan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang berterima kasih." (Q.S. Saba':13)

Nabi Sallallahu alaihi wa sallam berpesan lagi kepada sahabat Mu’adz radhiyallahu anhu sebagai berikut : 

اِنَّكَ سَتَأْتِى قَوْمًا مِنْ اَهْلِ اْلكِتَابِ، فَاِذَا جِئْتَهُمْ فَادْعُهُمْ اِلَى اَنْ يَشْهَدُوْا اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ، وَ اَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ، فَاِنْ هُمْ طَاعُوْا لَكَ بِذلِكَ فَاَخْبِرْهُمْ اَنَّ اللهَ قَدْ فَرَضَ عَلَيْهِمْ خَمْسَ صَلَوَاتٍ فِى كُلّ يَوْمٍ وَ لَيْلَةٍ، فَاِنْ هُمْ طَاعُوْا لَكَ بِذلِكَ فَاَخْبِرْهُمْ اَنَّ اللهَ قَدْ فَرَضَ عَلَيْكُمْ صَدَقَةً تُؤْخَذُ مِنْ اَغْنِيَائِهِمْ فَتُرَدُّ عَلَى فُقَرَائِهِمْ. فَاِنْ طَاعُوْا لَكَ بِذلِكَ فَاِيَّاكَ وَ كَرَائِمَ اَمْوَالِهِمْ. وَ اتَّقِ دَعْوَةَ اْلمَظْلُوْمِ، فَاِنَّهُ لَيْسَ بَيْنَهُ وَ بَيْنَ اللهِ حِجَابٌ. 

(Hai Mu’adz), bahwasanya kamu akan datang kepada orang-orang ahli kitab, maka apabila kamu telah sampai kepada mereka, ajaklah mereka kepada mengakui bahwa tidak ada tuhan selain Allah dan bahwasanya Muhammad itu utusan Allah. Maka jika mereka telah mematuhi kamu dengan yang demikian itu, maka beritahukanlah kepada mereka bahwa Allah telah mewajibkan kepada mereka shalat lima waktu sehari semalam. Lalu jika mereka telah mematuhi kamu dengan yang demikian itu, maka beritahukanlah kepada mereka bahwa Allah telah mewajibkan kepada kalian membayar zakat, yang diambil dari orang-orang kaya mereka, kemudian dikembalikan (dibagikan) kepada orang-orang miskin mereka. Lalu apabila mereka telah mematuhi kamu dengan yang demikian itu, maka jagalah kehormatan harta benda mereka. Dan takutlah kamu do’anya orang yang teraniaya, karena sesungguhnya tidak ada penghalang antara dia dengan Allah ". ( HR. Al-Bukhari dan Muslim ) 

Dan seyogyanya dalam bulan Ramadhan yang berkah ini kita memberikan kelonggaran dalam nafkah dan memberikan bantuan kepada orang-orang fakir dan yang membutuhkan agar mereka dapat menjalankan ibadah puasa dengan baik, meniru jejak Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dan mencari ridha Allah Ta'ala serta sebagai ungkapan rasa syukur kita kepada Allah Ta'ala. 

Allah Ta'ala berfirman : 

۞  وَمَا تُقَدِّمُوا۟ لِأَنفُسِكُم مِّنْ خَيْرٍ تَجِدُوهُ عِندَ ٱللَّهِ هُوَ خَيْرًا وَأَعْظَمَ أَجْرًا ۚ وَٱسْتَغْفِرُوا۟ ٱللَّهَ ۖ إِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌۢ ﴿٢٠﴾

" Dan kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan)nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya. Dan mohonlah ampunan kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (Q.S. Al - Muzammil :20)

Allah Ta'ala berfirman : 

قُلْ إِنَّ رَبِّى يَبْسُطُ ٱلرِّزْقَ لِمَن يَشَآءُ مِنْ عِبَادِهِۦ وَيَقْدِرُ لَهُۥ ۚ وَمَآ أَنفَقْتُم مِّن شَىْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُۥ ۖ وَهُوَ خَيْرُ ٱلرَّٰزِقِينَ ﴿٣٩﴾

"Katakanlah: "Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya)". Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya." (Q.S. Saba' : 39)

Perkara fardhu setelah sholat, zakat adalah ibadah puasa, sebagaimana hadist terdahulu dari Rosulillah Sallallahu alaihi wa sallam bersabda : 

" Islam dibangun di atas lima pondasi: Persaksian bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah dengan benar kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, naik haji, dan puasa Ramadhan". ( HR. Al-Bukhari dan Muslim ) 

Maka menjadi kewajiban setiap muslim untuk menunaikan puasa ini, dan menjauhi segala larangan yang diharamkan dari perkataan atau perbuatan, karena maksud dari berpuasa adalah mengerjakan ketaatan kepada Allah Ta'ala dan mengagungkan perkara yang diharamkan dan berjihad melawan hawa nafsu dan bersabar atas segala larangan, bukan sekedar menahan makan dan minum serta pembatal puasa lainnya, sebagaimana Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda :

 

وَالصِّيَامُ جُنَّةٌ وَإِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ فَلَا يَرْفُثْ وَلَا يَصْخَبْ فَإِنْ سَابَّهُ أَحَدٌ أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّي امْرُؤٌ صَائِمٌ

“Puasa adalah perisai, jika salah seorang dari kalian sedang berpuasa janganlah berkata keji dan berteriak-teriak, jika ada orang yang mencercanya atau memeranginya, maka ucapkanlah, ‘Aku sedang berpuasa” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Nabi Sallallahu alaihi wa sallam bersabda : 

مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِى أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ

“Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan amalan dusta, maka Allah tidak butuh dari rasa lapar dan haus yang dia tahan.” (HR. Al-Bukhari) 

Dengan demikian maka hindari segala yang dapat merusak ibadah puasa atau mengurangi pahala nya, dan semua amalan yang mendatangkan murka dan kemarahan Allah Ta'ala dari perbuatan perbuatan maksiat seperti riba, zina, mencuri, membunuh jiwa tanpa hak, memakan harta anak yatim dan segala jenis kezaliman terhadap jiwa, harta, harga diri seseorang, berbuat curang dan dusta dalam perdagangan, khianat,  tidak menjalankan amanah, durhaka kepada kedua orang tua, memutuskan tali silaturrahmi, saling diam tidak tegur sapa tanpa hak, meminum minuman keras , dan segala yang mengganggu akal, berbuat ghibah, namimah, berdusta, saksi palsu, sumpah palsu, mencukur jenggot, memberikan kumis, memanjangkan pakaian melewati batas mata kaki, merasa sombong, mendengarkan musik, bermain alat musik, berhias dan bersolek bagi para wanita dihadapan lelaki yang bukan mahrom, meniru gaya wanita kafir, memakai pakaian pendek tidak menutup aurat, menyaksikan film yang mengandung kemungkaran dan ucapan mungkar sebagai mana banyak tayangan di televisi, mendengarkan nyanyian dan musik yang menyebabkan kerasnya hati hingga penyakit hati, dan meremehkan syariat dan lalai dari agama seperti meninggalkan sholat jamaah, atau meninggalkan kewajiban dan terjerumus dalam lembah larangan, dan semua ini adalah bentuk kemaksiatan dilarang agama kapanpun dan dimanapun dan di bulan ramadan ini menjadi lebih terlarang dan dosa nya akan berlipat ganda. 

Maka marilah kita bertakwa kepada Allah Ta'ala menjalankan segala ketaatan dan menjauhi segala larangan dan istiqomah diatas ketaatan di bulan ramadan atau di luar bulan ramadan, dan hendaklah kita saling menasihati dan meluruskan hingga kita meraih kebahagiaan, ketenteraman, kesuksesan dunia dan akhirat mendapatkan ridho Allah Ta'ala, dan terhindar dari murka Nya, dan semoga segala amalan kita, puasa kita, sholat malam kita diterima oleh Allah Ta'ala , dan semoga sholawat dan salam terlimpahkan kepada Nabi kita Muhammad shallallahu alaihi wa sallam. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar