Minggu, 30 Juni 2013

LIQO' BERSAMA SYAIKH SAAD IBNU NA'SIR AS-SISTRY

Dalam kunjungan ke Trawas beliau menasehatkan agar senantiasa teguh menyusuri jalan ilmu, dikarenakan sangat butuhnya umat terhadap penuntut-penuntut ilmu. Hal itu dirasakan tidak lain dan bukan karena banyaknya penyeru-penyeru keburukan yang ada di tengah masyarakat, mereka mendakwahkan kebathilan dan kesesatan, sekiranya para masyarakat mengikutinya niscaya ia akan terjerumus ke lembah neraka Jahanam.

Demikian pula dikarenakan penyakit kebodohan melekat pada masyarakat, hingga dalam urusan agama mereka tidak mengetahuinya, terlebih urusan halal haram, sunnah dan bid'ah, hingga merancaukan pandangan mereka.

Di lain sisi pahala menebar aqidah dan manhaj yang lurus sangat besar di sisi Allah Ta'ala, bahkan ini merupakan sebaik-baik ucapan dan perkataan. Dikarenakan besar dan pentingnya menebar ilmu, maka Syaikh dalam wasiatnya menegaskan agar para penuntut ilmu dan da'i meluruskan niat-niat mereka dan menjaga hati dari berbagai kotoran dan penyakit serta memperhatikan Adab-adab penuntut ilmu, hingga mampu melaksanakan tugas mulia ini dengan baik.

Adab menuntut ilmu tidak terbatas hanya etika mengajar dan mendakwahkan ilmu saja. Akan tetapi adab-adab tersebut menyebar di segala aspek kehidupannya. Bagaimana etika penuntut ilmu tatkala berhadapan dengan masyarakat, dengan para pemimpin dan penguasa, dengan tokoh masyarakat, dengan orang bodoh, dengan keluarga, dengan saudara, kerabat, anak dan istri, tetangga, serta etika di saat berhadapan dengan pelaku mungkar, kejahatan, yang mana semua itu butuh pada ta'sil syar'i (kaidah2 syariat) yang hendaknya dikuasai dengan baik.

Memperbaiki diri pribadi dan hati merupakan pusat obyek perbaikan sebelum menata masyarakat sekitar. Hendaknya menyempurnakan ketaqwaan dan tawakal, roja, khouf, kepada Allah Ta'ala. Beliau mengambil contoh tawakal, dalamm firman Allah Ta'ala, "Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan menjadi pencukup baginya". Allah Ta'ala berfirman, "Bukankah Allah pencukup bagi hamba-hamba-Nya". Dalam ayat ini seorang hamba hendaknya yakin secara bulat bahwa Allah akan mencukupi hamba-hamba-Nya. Tidak membiasakan diri bergantung kepada makhluk, akan tetapi hanya bergantung secara bulat kepada Allah. Sebagaimana kisah nabi Zakariya dan juga Maryam yang dikisahkan dalam QS.Al Imron 36-40.

LIQO' MAFTUH BERSAMA FADHILATUSH SYAIKH MUSA AN -NASR


Nasehat Syaikh kepada kaum muslimin agar menjauhi perpecahan dan ikhtilaf yang menyebabkan kelemahan dan tamaknya musuh kepada islam dan muslimin. Allah Ta'ala berfirman, "Dan janganlah kalian menjadi kaum musyrikin. Yang mana mereka berpecah-belah dalam urusan agama mereka dan bergolong-golong, setiap dari mereka banga terhadap golongannya".

Keadaan semacam ini akan mengakibatkan kerugian bagi kaum muslimin sendiri, bagaimana tidak, musuh-musuh islam senantiasa mengunakan kesempatan ini untuk menjajah islam dan muslimin, sebagaimana yang terjadi di berbagai belahan negara muslimin.

Diantara sekian banyak sebab perpecahan kaum muslimin adalah hasad, yang mana dosa inilah yang pertama kali menyebabkan terteteskan darah di muka bumi, sebagaimana yang diisyaratkan dalam cerita dua anak Nabi Adam. Bahkan dengan hasad pula yang menyeret iblis utk bermaksiyat dari perintah sujud kepada Nabi Adam. Lantaran hasad pula yang menjerumuskan saudara-saudara Nabi Yusuf kepada perbuatan dusta dan aniaya.

Maka hendaknya kaum muslimin menjauhi sikap hasad dan senantiasa berlindung kepada Allah agar diselamatkan dari dosa ini. Islam hanya membolehkan Gibthoh, yaitu berkeinginan untukk menjadi semisalnya tanpa ada niat untuk melenyapkan apa yang ada pada saudaranya.

Termasuk pula penyebab perpecahan adala cinta popularitas dan ambisi yang berlebihan. Dikatakan dalam pepatah arab "Hubbu dhuhur yuqsimu dhuhur". Yang artinya: cinta popularitas akan mengakibatkan patahnya karir seseorang ".

PEMBUKAAN DAUROH KE 14 TRAWAS MOJOKERTO

Dalam sambutan pembukaan oleh Syaikh Aly Hasan beliau banyak berterimakasih kepada panitia terlebih khusus Al-Mukarom Kholid Bawazir dan ust Abu Auf Abdulkarim At-Tamimy yang telah menyerahkan komando kepemimpinan kepada ustadz Mubarok Bamu'alim, demikianlah manhaj para salaf yang estafet meneruskan panji dakwah kepada para pemuda hingga menjadi sebaik-baik tinggalan bagi para pendahulunya. Syaikh juga berterima kasih kepada ustadz Yazid Jawwas dan Ustadz Abdul Hakim Abdat, yang telah mendukung terselenggaranya dauroh ini, yang telah berjuang memdidik para pemuda hingga menjadi asatidz dan du'at yang senantiasa istiqomah dalam berdakwah.

Demikian pula dalam sambutan yang di sampaikan oleh Syaikh Musa An Nasr, bahwa Markaz ini yaitu "Aly bin Abi Tholib" adalah simbol pemuda yang pertama kali masuk islam di tangan Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam dia lah yang berkorban untuk tidur di pembaringan Nabi di saat kaum kafir Quraisy mengepung rumahnya di malam hijrah, dia lah pilihan Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam untuk putri terbaiknya untuk mendampingi hidup selamanya, dia lah yang menjadi kholifah Ar-Rosyid yang ke-4 setelah pendahulunya. Yang mana kita ahlussunnah lebih utama daripada kaum syiah yang hanya berkedok dalam naungan Ahlu Bait yang melecehkan segenap sahabat. Dan seyogyanya kita para penganut salaf agar lebih bisa menjaga Akhlak dan adab, dan senantiasa tawadhu' dalam bermuamalah terlebih kepada para penuntut ilmu.

Sebagaimana diisyaratkan luang lingkup ilmu ada 3 tahap: Bila memasuki tahap pertama, ia akan sombong , karena merasa ia adalah alim mengetahui ilmu. Tahap kedua ia mulai tawadhu'. Dan tahap ketiga ia sadar bahwa dirinya bodoh.