Minggu, 28 Mei 2017

KEWAJIBAN PUASA

Alhamdulillah, wassholatu wassalamu ala Rosulillah, wa ba'du : 

Sesungguhnya kewajiban berpuasa dibebankan kepada mereka kaum muslimin yang telah mukalaf (dewasa dan sehat akal) baik dari kaum lelaki atau wanita, dan dianjurkan bagi anak-anak laki atau perempuan yang telah mampu dan telah berumur tujuh tahun keatas untuk mengerjakan puasa, dan para walinya diperintahkan untuk menyuruh nya sebagaimana menyuruh untuk mengerjakan sholat. 

Dasar perbuatan ini adalah firman Allah Ta'ala : 

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ ﴿١٨٣﴾ أَيَّامًا مَّعْدُودَٰتٍ ۚ فَمَن كَانَ مِنكُم مَّرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۚ وَعَلَى ٱلَّذِينَ يُطِيقُونَهُۥ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ ۖ فَمَن تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَّهُۥ ۚ وَأَن تَصُومُوا۟ خَيْرٌ لَّكُمْ ۖ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ ﴿١٨٤﴾ شَهْرُ رَمَضَانَ ٱلَّذِىٓ أُنزِلَ فِيهِ ٱلْقُرْءَانُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَٰتٍ مِّنَ ٱلْهُدَىٰ وَٱلْفُرْقَانِ ۚ فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ ٱلشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۖ وَمَن كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۗ يُرِيدُ ٱللَّهُ بِكُمُ ٱلْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ ٱلْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا۟ ٱلْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا۟ ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَىٰكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ ﴿١٨٥﴾

●"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa".
●"(yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui."
●"(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur." (Q.S. Al-Baqorah :183 - 185)
 
Rosulullah Sallallahu alaihi wa sallam bersabda :  

بُنِيَ الإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ ، وَإِقَامِ الصَّلاَةِ ، وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ ، وَالْحَجِّ ، وَصَوْمِ رَمَضَانَ

“Islam dibangun di atas lima pondasi: Syahadat Lâ Ilâha Illallâh wa Anna Muhammadan ‘Abduhu wa Rasûluhu, mendirikan shalat, me­ngeluarkan zakat, berhaji ke Rumah Allah, dan berpuasa Ramadhan.”

Dan asal kewajiban berpuasa adalah menyertakan niat ketika malam hari bagi setiap mukalaf dari kaum muslimin dan pagi nya berpuasa kecuali mereka yang mendapatkan keringanan dari orang-orang yang sakit dan orang-orang yang sedang bepergian dan semisalnya. 

Adapun orang-orang yang tidak mengetahui masuknya bulan Ramadhan kecuali setelah munculnya  fajar maka ia harus menahan makan dan minum pada siang hari tersebut karena berdasarkan keharaman makan dan minum siang ramadan, dan ia juga berkewajiban mengganti berpuasa di waktu lainnya karena ia tidak berniat puasa pada malam nya. 

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : 

مَنْ لَمْ يُبيت الصِّيَامَ قَبْلَ الْفَجْرِ فَلاَ صِيَامَ لَهُ

“Barangsiapa siapa yang tidak menyertakan niat puasa sebelum fajar, maka puasanya tidak sah.” ( HR. Ad-Daaruquthni )

Kewajiban menjalankan puasa ramadan ini hendaknya didasarkan semata-mata mencari pahala disisi Allah Ta'ala, bukan karena riya atau ingin dipandang manusia atau sum'ah yaitu didengar oleh manusia atau mencari pujian mereka, atau sekedar ikut manusia atau keluarga atau masyarakat yang sedang menunaikan ibadah puasa, namun hendaknya yang menjadi pendorong berpuasa adalah keimanan, yaitu Allah Ta'ala telah memfardhukan nya, demikian juga yang menjadi pendorong untuk mengerjakan sholat malam adalah keimanan dan semata mencari pahala Allah Ta'ala, bukan karena sebab lainnya. 

Nabi Sallallahu alaihi wa sallam bersabda:  

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ ومن قام رمضان إيمانا واحتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه وَمَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

 “Barangsiapa berpuasa Ramadhan dengan keimanan (kepada Allah) dan mengharap pahala maka akan diampuni dosa-dosanya yang terdahulu, dan barangsiapa yang mengerjakan sholat malam dengan keimanan dan mengharap pahala maka akan diampuni dosa-dosanya yang terdahulu,  dan barangsiapa yang menegakkan Lailatul Qadr dengan keimanan (kepada Allah) dan mengharap pahala maka akan diampuni dosa-dosanya yang terdahulu .” ( HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Maka seyogyanya kita semua bertakwa kepada Allah Ta'ala dan mengagungkan perintah-perintah dan larangan Nya, dan bersegera untuk bertaubat dari segala bentuk dosa, dan bersandar serta bertawakkal hanya kepada Allah Ta'ala, Dia adalah Dzat Yang Pencipta segala makhluk dan Dzat Pemberian rizki, seluruh makhluk dalam genggaman Allah Ta'ala, tidak ada yang memiliki manfaat atau mudhorot, kehidupan atau kematian kecuali hanya di Tangan Allah Ta'ala, tunaikan hak-hak Allah Ta'ala dan Rasul-Nya dan dahulukan atas hak-hak lainnya, dan tunaikanlah amar makruf nahi mungkar dan berprasangka baiklah kepada Allah Ta'ala dan perbanyak lah berdzikir dan beristighfar kepada Allah Ta'ala, tolong menolong lah dalam kebajikan dan ketakwaan dan jangan bekerjasama dalam keburukan dan dosa, dan ajarkan kebajikan kepada orang-orang yang tidak faham dan perintahkan untuk menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan Nya, jalinlah cinta kasih karena Allah dan benci karena Allah, cintailah kekasih Allah dan musuilah musuh-musuh Allah, dan hendaklah bersabar dan mewasiatkan untuk saling bersabar hingga berjumpa Allah Ta'ala di surga Nya, dan semoga Allah Ta'ala senantiasa melimpahkan taufiq dan hidayah kepada kita semua dan melindungi serta menjauhkan keburukan jiwa jiwa dan perbuatan kita, dan memberikan petunjuk kepada pemimpin pemimpin kita dan membawa kepada jalan keridhoan, sesungguhnya Dia adalah Dzat Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan semoga sholawat dan salam terlimpahkan kepada Nabi kita Muhammad shallallahu alaihi wa sallam. 

 

Sabtu, 27 Mei 2017

KEUTAMAAN BULAN RAMADAN

Samahatu Asy-Syaikh Abdullah bin Abdul Azis ibnu Baaz rahimahullah 

Alhamdulillah, wassholatu wassalamu ala Rosulillah, wa ba'du : 

Kaum muslimin, sesungguhnya kita sedang berada pada bulan yang agung yang penuh barokah, yaitu bulan Ramadhan, bulan puasa, sholat malam, tilawah Al-Qur'an, bulan ampunan dan pembebasan dari api neraka, bulan sedekah dan berbuat ihsan, bulan yang dibukakan pintu-pintu surga dan dilipat gandakan pahala, bulan dihapuskan dosa-dosa, bulan terkabulkan do'a - do'a, diangkatnya derajat - derajat, bulan yang Allah bermurah kepada para hamba dengan aneka kemuliaan, dan memberikan limpahan ganjaran kepada para kekasih Nya, bulan yang Allah Ta'ala jadikan puasa nya sebagai salah satu rukun islam, sehingga Nabi Sallallahu alaihi wa sallam berpuasa dan memerintahkan manusia agar berpuasa, dan Nabi Sallallahu alaihi wa sallam mengabarkan bahwa barangsiapa yang berpuasa dengan penuh iman dan semata-mata mencari pahala niscaya ia akan diampuni dosa-dosanya yang terdahulu, dan barangsiapa yang melakukan shalat malam dengan penuh iman dan semata-mata mencari pahala niscaya ia akan diampuni dosa-dosanya yang terdahulu, bulan yang terdapat pada salah satu malam nya lebih baik dari seribu bulan, dan barangsiapa yang tidak mendapatkan nya, sungguh ia terharamkan dari kebaikan yang sangat agung. 

Keutamaan dan kekhususan bulan Ramadhan sangat banyak, di antaranya adalah : 

Telah diriwayatkan oleh Al-Imam Ahmad dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu anhu, dari Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bahwasanya beliau bersabda :  "  Umat ku diberikan kekhususan lima perangai yang tidak dibenarkan oleh umat sebelum nya : aroma mulut orang yang berpuasa lebih wangi daripada aroma misik disisi Allah Ta'ala, para malaikat memintakan ampunan hingga ia berbuka, setan setan jahat di belenggu sehingga tidak bebas menggoda manusia seperti hari hari biasa, setiap hari Allah Ta'ala menghias surga Nya hingga hampir hampir hamba-Nya yang sholih rela menjumpai gangguan dan cobaan dan bersabar untuk meraih surga, dan Allah Ta'ala menurunkan ampunan di akhir malam. Kemudian ada yang bertanya, apakah itu malam Lailatul Qadr wahai Rasulullah ? , mak dijawab : bukan, namun setiap orang yang beramal ia mendapatkan pahala nya ketika ia telah menyelesaikan nya ". ( HR. Ahmad ) 

Nabi Sallallahu alaihi wa sallam bersabda :  

 إِذَا كَانَ أَوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ صُفِّدَتْ الشَّيَاطِينُ وَمَرَدَةُ الْجِنِّ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ فَلَمْ يُفْتَحْ مِنْهَا بَابٌ وَفُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ فَلَمْ يُغْلَقْ مِنْهَا بَابٌ وَيُنَادِي مُنَادٍ يَا بَاغِيَ الْخَيْرِ أَقْبِلْ وَيَا بَاغِيَ الشَّرِّ أَقْصِرْ وَلِلَّهِ عُتَقَاءُ مِنْ النَّارِ وَذَلكَ كُلُّ لَيْلَةٍ

“Jika telah datang malam pertama di bulan Ramadhan maka setan-setan dan jin yang jahat akan dirantai, pintu-pintu neraka akan ditutup dan tidak akan terbuka darinya satu pintupun, pintu-pintu surga akan dibuka dan tidak akan tertutup darinya satu pintupun, dan seorang penyeru akan menyerukan, “Wahai para pencari kebaikan, bersegeralah (menuju kebaikan), wahai para pencari keburukan, berhentilah (dari keburukan), Allah membebaskan (seorang hamba) dari api neraka pada setiap malam (di bulan Ramadhan).”
( HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah ) 

Nabi Sallallahu alaihi wa sallam bersabda :  " Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang Allah Ta'ala meliput dengan penuh barokah dan menurunkan rahmat serta menghapus dosa - dosa dan mengabulkan panjatan doa serta melihat ibadah kalian sehingga Allah berbangga dihadapan para malaikat maka Allah menurunkan segala kebaikan, dan sesungguhnya orang-orang yang celaka adalah orang-orang yang diharamkan dari mendapatkan rahmat Allah Ta'ala ". ( HR. Al Mundziry)

Nabi Sallallahu alaihi wa sallam bersabda : 

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

 “Barangsiapa berpuasa Ramadhan dengan keimanan (kepada Allah) dan mengharap pahala maka akan diampuni dosa-dosanya yang terdahulu, dan barangsiapa yang menegakkan Lailatul Qadr dengan keimanan (kepada Allah) dan mengharap pahala maka akan diampuni dosa-dosanya yang terdahulu.” ( HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Nabi Sallallahu alaihi wa sallam bersabda : 

 كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعمِائَة ضِعْفٍ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلَّا الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِي لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ وَلَخُلُوفُ فِيهِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ

 “Semua amalan anak Adam akan dilipatgandakan (pahalanya), sebuah kebaikan akan dilipatgandakan dengan sepuluh kali semisalnya hingga tujuh ratus kali lipat. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, “Kecuali puasa karena sesungguhnya puasa adalah untukKu dan Akulah yang akan membalasnya, karena ia telah meninggalkan syahwat dan makanannya karena Aku. Dan bagi orang yang berpuasa ada dua kegembiraan, kegembiraan ketika ia berbuka puasa dan kegembiraan ketika ia berjumpa dengan Rabbnya, bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada aroma misik.” ( HR. Muslim dan Ibnu Majah ) 

Hadits hadist tentang keutamaan bulan Ramadhan dan keutamaan puasa serta sholat malam dan sejenisnya sangat banyak sekali, maka seyogyanya setiap muslim hendaknya memanfaatkan kesempatan mulia ini dengan baik, dimana Allah Ta'ala masih berkenan kepada kita untuk melakukan ibadah di bulan puasa ini sehingga selayaknya kita berlomba-lomba dalam ketaatan dan menjauhi segala keburukan, dan berusaha maksimal mungkin untuk menjalankan kewajiban kewajiban yang di fardhukan. 

Dan jauhilah segala perbuatan yang mengurangi nilai berpuasa atau mengotori nya atau merusak nya atau mendatangkan murka Nya dari segala perbuatan maksiat seperti riba, zina, mencuri, membunuh nyawa tanpa hak, memakan harta anak yatim dan segala perbuatan dzalim terhadap jiwa, harta dan kehormatan orang lain, berbuat curang dalam muamalah, khianat terhadap amanat, durhaka kepada kedua orang tua, memutuskan tali silaturrahmi, perseteruan, pemutusan hubungan dengan orang muslim tanpa hak, minum minuman keras dan segala yang mengganggu akal seperti narkoba dan sejenisnya, berbuat ghibah, namimah, berdusta, saksi palsu,  sumpah palsu, tuduhan palsu, mencukur jenggot atau memendekkan nya, memanjangkan kumis, memanjangkan pakaian melewati batas mata kaki, takabur, mendengarkan musik, bermain alat musik, bersolek bagi kaum wanita, tidak berhijab, meniru gaya wanita kafir, berpakaian pendek tidak menutup aurat dan semisalnya dari perbuatan yang di haramkan oleh Allah Ta'ala dan Rasul-Nya. 

Perbuatan perbuatan ini semua nya haram di semua waktu dan tempat, dan di bulan ramadan menjadi lebih haram, dan lebih berdosa, dikarenakan waktu yang suci ini, dan bertakwalah kepada Allah Ta'ala dengan menjalankan segala perintah dan menjauhi segala larangan dan hendaklah tetap ber istiqomah diatas petunjuk baik bulan Ramadhan atau lainnya, dan saling berwasiat kebaikan kepada sesama kalian dan tolong menolong dalam kebajikan, saling mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran agar dapat meraih kebahagiaan dan ketentraman serta kemuliaan baik di dunia dan akhirat dan semoga Allah Ta'ala memberikan perlindungan kepada kita dan semuanya dari jalan keburukan, dan semoga menerima segala puasa dan sholat malam kita dan semoga Allah Ta'ala menujukan jalan kebenaran kepada para pemimpin kaum muslimin dan menolong agama mereka, dan mengalahkan musuh musuh mereka dan semoga diberikan pemahaman agama yang benar dan berpegang teguh diatas nya serta berhukum dengan nya, sesungguhnya Dia Dzat Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan semoga sholawat dan salam senantiasa tercurahkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam. 

Kamis, 25 Mei 2017

MENYAMBUT KEDATANGAN BULAN  RAMADHAN 



Oleh : Prof.DR. Umar ibnu Abdillah Al-Muqbil hafidhohullah Ta'ala. 


إنِ الْحَمْدَ لِله، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، ونَعُوذُ بِالله مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. ‪
‬(يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وأَنْتمْ مُسْلِمُونَ)‪
‬(يَاأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا)‪
‬(يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًايُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا).

Amma ba'du : 

Wahai kaum muslimin, sesungguhnya setiap hati orang-orang yang beriman senantiasa menanti kedatangan bulan yang agung ini, yaitu bulan Ramadhan yang menjadi tamu yang mulia, yang kita memandang ini merupakan nikmat yang besar dan hadiah yang sangat agung dari Allah Robb Yang Maha Pemurah, oleh karenanya para generasi Salaf terdahulu radhiyallahu anhum menjadikan masuk nya bulan Sya'ban untuk persiapan menyambut kedatangan bulan Ramadhan, dan telah melatih jiwa-jiwa mereka untuk berbuat ketaatan. 

Dan sungguh terdapat teladan dari Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam dalam amalan menyambut kedatangan Ramadhan, beliau Shallallahu Alaihi wa Sallam memperbanyak puasa pada bulan sya'ban, hingga Ummu Mukminin A'isyah radhiyallahu anha berkata : 

 وما رأيتُ رسول الله صلى الله عليه وسلم استكمل صيام شهر قط إلا رمضان، وما رأيته في شهر أكثر منه صيامًا في شعبان

" Aku tidak pernah melihat Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam berpuasa penuh satu bulan kecuali bulan ramadan, dan aku tidak pernah melihat  beliau banyak berpuasa dalam hari hari nya kecuali pada saat bulan Sya'ban ".

Dan dalam riwayat sunan An-Nasa'i dengan sanad yang dikuatkan oleh sebagian ahli Ilmu, terdapat penjelasan tentang sebab Nabi Sallallahu alaihi wa sallam banyak berpuasa dalam hari hari bulan Sya'ban, dengan Sabdanya :

 ذاك شهر يغفل عنه الناس

" Bulan tersebut, banyak manusia yang melalaikan nya ".

قال ابن رجب رحمه الله: "وفيه دليل على استحباب عمارة أوقات غفلة الناس بالطاعة، وأن ذلك محبوبٌ لله عز وجل...، ولذلك فُضّلَ القيامُ في وسط الليل لشمول الغفلة لأكثر الناس فيه عن الذِّكر"٠

Al-Imam Ibnu Rajab rahimahullah berkata : " Didalam hadist ini terdapat anjuran untuk memakmurkan waktu waktu yang manusia sedang dalam kondisi lalai dari perbuatan taat, dan ini merupakan perbuatan yang dicintai oleh Allah Ta'ala. ....

Oleh karenanya, menunaikan sholat di tengah malam ketika kebanyakan  manusia terlena memiliki keutamaan yang agung ".  

Wahai kaum muslimin. ..

Dikarenakan inilah dahulu para generasi Salaf terdahulu menjadikan bulan Sya'ban menjadi sarana untuk melatih diri sebelum masuk dalam medan perlombaan, pintu gerbang telah terbuka lebar untuk memasuki babak perjuangan, sebagaimana kuda kuda yang tidak terlatih, tidak akan pernah menyelesaikan perlombaan yang baik sebagaimana yang diharapkan, bahkan bisa jadi ia akan berhenti di tengah perjalanan. 

Dan yang demikian banyak di praktik kan oleh kebanyakan manusia, mereka semangat di permulaan bulan Ramadhan, namun terjadi kemunduran pada pertengahan bulan bahkan hingga akhir bulan Ramadhan....!

Demikian juga sebahagian manusia berhari hari pada permulaan bulan Ramadhan hingga tidak terasa telah melewati seperempat, bahkan sepertiga bulan, namun mereka masih dalam kondisi melatih membiasakan diri, hingga mereka kehilangan kebaikan yang sangat banyak. ...

Oleh karena itu, tatkala syariat sholat merupakan ibadah yang agung, maka Allah Ta'ala menjadikan amalan amalan tertentu sebagai pendamping dan pendahulu, seperti disyari’atkan  Adzan, disyari’atkan berjamaah di masjid, disyari’atkan sholat sunnah rowatib, baik sebelum atau sesudah nya, hinggaseorang hamba benar benar terkondisikan untuk mengerjakan ibadah agung ini, yang merupakan kewajiban fardhu yang  yang paling wajib, hingga meminimalkan dari segala dampak kekurangan yang sekiranya terjadi. 

Adapun orang-orang yang cerdik, ia dapat mengetahui nilai keagungan waktu dan nilai kemuliaan hidup nya, serta mengagungkan musim kebajikan untuk akhirat nya, dan mempersiapkan diri untuk nya dari sekarang dan mengkondisikan hati untuk menyambut kemuliaan dari Allah Ta'ala dengan hati yang bersih, meninggalkan ber sibuk dari kelezatan dunia untuk melakukan ketaatan ketaatan. 

Diantara perkara yang dapat membantu seseorang untuk merealisasikan anjuran diatas adalah : 

Senantiasa menyelesaikan urusan dan hajat yang sekiranya menyibukkan ketika bulan Ramadhan dari sekarang, diantaranya yang paling menonjol dari kaum lelaki dan perempuan adalah sibuk menyiapkan hari lebaran dan segala kebutuhannya, hingga di pertengahan bulan Ramadhan ia menyibukkan diri dari perkara ini, seolah olah hari lebaran datang sekonyong konyong.  

Diantara perkara yang dapat membantu memaksimalkan ketika bulan Ramadhan adalah : 

Melatih beramal dari mulai sekarang, seperti berpuasa pada bulan Sya'ban, mengerjakan sholat malam, memperbanyak tilawah Al-Qur'an dan sebagainya. 

Dan membiasakan berpuasa merupakan sarana untuk memudahkan perkara diatas, ketika seseorang bangun sebelum subuh, mengerjakan sholat witir, yang akan membawa perubahan pada hati dan melembutkan nya serta dapat menjauhkan dari segala perbuatan sia sia, demikian pula memudahkan untuk tilawah Al-Qur'an, dan seterusnya, bahwa tiga ibadah ini senantiasa membawa dampak kebaikan Yang lain, dan jika ia belum mampu berpuasa, maka janganlah meninggalkan yang lainnya. 

 

Dan diantara perkara yang membantu untuk mempersiapkan Ramadhan adalah mengingatkan keluarga tentang dekatnya kedatangan tamu yang agung ini, dan melatih keluarga untuk melakukan tiga ibadah diatas atau sebahagian nya.

Allah Ta'ala berfirman : 

﴿وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا لَا نَسْأَلُكَ رِزْقًا نَحْنُ نَرْزُقُكَ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَى﴾.

" Dan perintahkan keluargamu untuk senantiasa mendirikan shalat, dan ajaklah untuk bersabar diatas nya, sesungguhnya Kami  (Allah) tidak meminta kepada mereka rizki, bahkan Kami lah yang menurunkan rizki bagi mereka, dan sesungguhnya akibat yang baik hanyalah bagi orang-orang yang bertakwa ".

Jika engkau telah melakukan tahapan amalan diatas pada bulan Sya'ban ini, maka berusahalah untuk melakukan evaluasi dalam setiap hari nya, hingga mengetahui kekurangan yang masih tersisa, dari mana kekurangan ini datang. ..? 

Dan jika bulan Ramadhan datang maka niscaya engkau telah mengkondisikan diri secara maksimal, dan telah memperoleh jawaban dari mana kekurangan datang, hingga dapat memanfaatkan bulan mulia ini dengan baik. 

Diantara amalan yang hendaknya dipersiapkan menjelang kedatangan bulan suci ini, hendaknya kita memiliki waktu waktu khusus untuk berkholwah berdzikir kepada Allah Ta'ala, guna melembutkan hati dan mengingat perjumpaan dengan Allah Ta'ala, apa yang telah kita persiapkan dari amalan yang terdahulu. ..? Dan apakah perbuatan kita yang sekarang mampu mendatangkan ridho Allah Ta'ala. ..? 

Dengan sarana berdzikir dan ingat akan hal ini merupakan sarana untuk melembutkan hati dan membersihkan jiwa dan mampu membuahkan tetesan air mata, hingga ketika memasuki bulan suci ini hati kita telah Allah berikan kesiapan dan menggolongkan sebagai hamba yang diberikan naungan di hari yang tiada naungan kecuali mereka mereka yang Allah Ta'ala berikan naungan. 

Dan diantara persiapan untuk menyambut kedatangan bulan suci ini adalah tidak banyak berinteraksi dengan manusia kecuali secukupnya sesuai kebutuhan dan tidak banyak mengobrol, seperti ketika dalam pekerjaan atau menyelesaikan tugas tertentu, hendaknya meminimalkan interaktif kecuali yang mendatangkan maslahat, dikarenakan bisa jadi waktu akan terbuang sia sia, sebagaimana kenyataan hanya menimbulkan kerasnya hati, maka hendaknya jangan dilakukan hal tersebut diwaktu bulan kemuliaan telah datang. 

Diantara cara terbaik sebagaimana dilakukan oleh sebagian kita, meminta ijin untuk keluar dari semua bentuk koneksi seperti kumpulan WA atau FB atau Twitter akan bergabung kembali setelah usai lebaran yang penuh berkah.

Dan diantara perkara yang dilakukan untuk menyambut kedatangan bulan suci ini adalah banyak-banyak  memanjatkan do'a agar diberikan keberkahan dalam waktu dan umur nya dan senantiasa diberikan limpahan barokah di bulan Sya'ban dan Ramadhan, dan semoga di bulan Ramadhan ini ia tergolong menjadi orang orang yang bersegera dalam melakukan kebajikan. 

Karena seorang hamba bagaimana pun kondisinya, ia butuh kepada do'a, karena sekiranya tanpa taufiq dan hidayah dari Allah Ta'ala ia takkan mungkin berbuat sekecil apapun. 

Sehingga selain berusaha hendaknya dibarengi dengan iringan do'a, karena Allah Ta'ala Maha Karim dan tidak akan menyia nyiakan orang yang telah berusaha mengetuk pintu kemurahan Nya. 

Sebagai penutup, marilah kita dengarkan untaian nasehat dari Al-Imam Ibnu Rajab rahimahullah : 

" Wahai orang-orang yang telah menyia-nyiakan waktu waktu nya yang mulia - meninggalkan puing puing kenistaan  dan alangkah kejinya ".

" Bulan Rajab telah lewat sedangkan engkau tidak berbuat kebajikan dan ini bulan Sya'ban yang penuh berkah ".

" Wahai orang-orang yang berbuat kebodohan dengan menelantarkan waktunya, hendaklah bangun dari tidurmu dan berhati-hati lah menyambut kerugian mu ".

" Sesungguhnya engkau akan meninggalkan kelezatan dunia secara paksa, dan engkau akan diselimuti kematian dengan penuh kebencian menuju rumah abadi mu ".

" Oleh karena nya bersegeralah merubah hidup mu dengan berusaha menghapus segala kesalahan dengan taubat yang tulus ".

" Bercita citalah menggapai keselamatan dari neraka Jahim, karena sebaik-baik orang yang bersalah adalah berubah ".

اللهم بلغنا رمضان، ووفقنا للاستعداد له وتدارك ما انفرط من الأعمار، اللهم أصلح أحوال المسلمين، وبصّرهم بمواطن الضعف فيهم، اللهم بصّرهم بمكائد أعدائهم، اللهم واخذل أعداء الملة، واحم حوزة الدين، وانصر عبادك المجاهدين في كل مكان.

Ya Allah, sampaikanlah kami hingga bulan Ramadhan, dan berilah kami taufiq untuk memperbaiki segala kesalahan yang terdahulu, Ya Allah, perbaikilah keadaan kaum muslimin dan kuatkanlah segala kelemahan mereka, dan menangkanlah atas musuh-musuh mereka, Ya Allah, lenyapkanlah musuh agama ini, dan lindungilah para pembela agama, dan tolonglah para mujahidin di setiap tempat Ya Robbal Alamin. ..


الـلَّهمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّد، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إبراهيم وعلى آل إبْرَاهِيمَ إنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. وبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّد، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إبراهيم وعلى آل إبْرَاهِيمَ إنَّكَ حميد مجيد.