Sabtu, 27 Mei 2017

KEUTAMAAN BULAN RAMADAN



Samahatu Asy-Syaikh Abdullah bin Abdul Azis ibnu Baaz rahimahullah 

Alhamdulillah, wassholatu wassalamu ala Rosulillah, wa ba'du : 

Kaum muslimin, sesungguhnya kita sedang berada pada bulan yang agung yang penuh barokah, yaitu bulan Ramadhan, bulan puasa, sholat malam, tilawah Al-Qur'an, bulan ampunan dan pembebasan dari api neraka, bulan sedekah dan berbuat ihsan, bulan yang dibukakan pintu-pintu surga dan dilipat gandakan pahala, bulan dihapuskan dosa-dosa, bulan terkabulkan do'a - do'a, diangkatnya derajat - derajat, bulan yang Allah bermurah kepada para hamba dengan aneka kemuliaan, dan memberikan limpahan ganjaran kepada para kekasih Nya, bulan yang Allah Ta'ala jadikan puasa nya sebagai salah satu rukun islam, sehingga Nabi Sallallahu alaihi wa sallam berpuasa dan memerintahkan manusia agar berpuasa, dan Nabi Sallallahu alaihi wa sallam mengabarkan bahwa barangsiapa yang berpuasa dengan penuh iman dan semata-mata mencari pahala niscaya ia akan diampuni dosa-dosanya yang terdahulu, dan barangsiapa yang melakukan shalat malam dengan penuh iman dan semata-mata mencari pahala niscaya ia akan diampuni dosa-dosanya yang terdahulu, bulan yang terdapat pada salah satu malam nya lebih baik dari seribu bulan, dan barangsiapa yang tidak mendapatkan nya, sungguh ia terharamkan dari kebaikan yang sangat agung. 

Keutamaan dan kekhususan bulan Ramadhan sangat banyak, di antaranya adalah : 

Telah diriwayatkan oleh Al-Imam Ahmad dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu anhu, dari Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bahwasanya beliau bersabda :  "  Umat ku diberikan kekhususan lima perangai yang tidak dibenarkan oleh umat sebelum nya : aroma mulut orang yang berpuasa lebih wangi daripada aroma misik disisi Allah Ta'ala, para malaikat memintakan ampunan hingga ia berbuka, setan setan jahat di belenggu sehingga tidak bebas menggoda manusia seperti hari hari biasa, setiap hari Allah Ta'ala menghias surga Nya hingga hampir hampir hamba-Nya yang sholih rela menjumpai gangguan dan cobaan dan bersabar untuk meraih surga, dan Allah Ta'ala menurunkan ampunan di akhir malam. Kemudian ada yang bertanya, apakah itu malam Lailatul Qadr wahai Rasulullah ? , mak dijawab : bukan, namun setiap orang yang beramal ia mendapatkan pahala nya ketika ia telah menyelesaikan nya ". ( HR. Ahmad ) 

Nabi Sallallahu alaihi wa sallam bersabda :  

 إِذَا كَانَ أَوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ صُفِّدَتْ الشَّيَاطِينُ وَمَرَدَةُ الْجِنِّ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ فَلَمْ يُفْتَحْ مِنْهَا بَابٌ وَفُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ فَلَمْ يُغْلَقْ مِنْهَا بَابٌ وَيُنَادِي مُنَادٍ يَا بَاغِيَ الْخَيْرِ أَقْبِلْ وَيَا بَاغِيَ الشَّرِّ أَقْصِرْ وَلِلَّهِ عُتَقَاءُ مِنْ النَّارِ وَذَلكَ كُلُّ لَيْلَةٍ

“Jika telah datang malam pertama di bulan Ramadhan maka setan-setan dan jin yang jahat akan dirantai, pintu-pintu neraka akan ditutup dan tidak akan terbuka darinya satu pintupun, pintu-pintu surga akan dibuka dan tidak akan tertutup darinya satu pintupun, dan seorang penyeru akan menyerukan, “Wahai para pencari kebaikan, bersegeralah (menuju kebaikan), wahai para pencari keburukan, berhentilah (dari keburukan), Allah membebaskan (seorang hamba) dari api neraka pada setiap malam (di bulan Ramadhan).”
( HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah ) 

Nabi Sallallahu alaihi wa sallam bersabda :  " Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang Allah Ta'ala meliput dengan penuh barokah dan menurunkan rahmat serta menghapus dosa - dosa dan mengabulkan panjatan doa serta melihat ibadah kalian sehingga Allah berbangga dihadapan para malaikat maka Allah menurunkan segala kebaikan, dan sesungguhnya orang-orang yang celaka adalah orang-orang yang diharamkan dari mendapatkan rahmat Allah Ta'ala ". ( HR. Al Mundziry)

Nabi Sallallahu alaihi wa sallam bersabda : 

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

 “Barangsiapa berpuasa Ramadhan dengan keimanan (kepada Allah) dan mengharap pahala maka akan diampuni dosa-dosanya yang terdahulu, dan barangsiapa yang menegakkan Lailatul Qadr dengan keimanan (kepada Allah) dan mengharap pahala maka akan diampuni dosa-dosanya yang terdahulu.” ( HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Nabi Sallallahu alaihi wa sallam bersabda : 

 كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعمِائَة ضِعْفٍ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلَّا الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِي لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ وَلَخُلُوفُ فِيهِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ

 “Semua amalan anak Adam akan dilipatgandakan (pahalanya), sebuah kebaikan akan dilipatgandakan dengan sepuluh kali semisalnya hingga tujuh ratus kali lipat. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, “Kecuali puasa karena sesungguhnya puasa adalah untukKu dan Akulah yang akan membalasnya, karena ia telah meninggalkan syahwat dan makanannya karena Aku. Dan bagi orang yang berpuasa ada dua kegembiraan, kegembiraan ketika ia berbuka puasa dan kegembiraan ketika ia berjumpa dengan Rabbnya, bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada aroma misik.” ( HR. Muslim dan Ibnu Majah ) 

Hadits hadist tentang keutamaan bulan Ramadhan dan keutamaan puasa serta sholat malam dan sejenisnya sangat banyak sekali, maka seyogyanya setiap muslim hendaknya memanfaatkan kesempatan mulia ini dengan baik, dimana Allah Ta'ala masih berkenan kepada kita untuk melakukan ibadah di bulan puasa ini sehingga selayaknya kita berlomba-lomba dalam ketaatan dan menjauhi segala keburukan, dan berusaha maksimal mungkin untuk menjalankan kewajiban kewajiban yang di fardhukan. 

Dan jauhilah segala perbuatan yang mengurangi nilai berpuasa atau mengotori nya atau merusak nya atau mendatangkan murka Nya dari segala perbuatan maksiat seperti riba, zina, mencuri, membunuh nyawa tanpa hak, memakan harta anak yatim dan segala perbuatan dzalim terhadap jiwa, harta dan kehormatan orang lain, berbuat curang dalam muamalah, khianat terhadap amanat, durhaka kepada kedua orang tua, memutuskan tali silaturrahmi, perseteruan, pemutusan hubungan dengan orang muslim tanpa hak, minum minuman keras dan segala yang mengganggu akal seperti narkoba dan sejenisnya, berbuat ghibah, namimah, berdusta, saksi palsu,  sumpah palsu, tuduhan palsu, mencukur jenggot atau memendekkan nya, memanjangkan kumis, memanjangkan pakaian melewati batas mata kaki, takabur, mendengarkan musik, bermain alat musik, bersolek bagi kaum wanita, tidak berhijab, meniru gaya wanita kafir, berpakaian pendek tidak menutup aurat dan semisalnya dari perbuatan yang di haramkan oleh Allah Ta'ala dan Rasul-Nya. 

Perbuatan perbuatan ini semua nya haram di semua waktu dan tempat, dan di bulan ramadan menjadi lebih haram, dan lebih berdosa, dikarenakan waktu yang suci ini, dan bertakwalah kepada Allah Ta'ala dengan menjalankan segala perintah dan menjauhi segala larangan dan hendaklah tetap ber istiqomah diatas petunjuk baik bulan Ramadhan atau lainnya, dan saling berwasiat kebaikan kepada sesama kalian dan tolong menolong dalam kebajikan, saling mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran agar dapat meraih kebahagiaan dan ketentraman serta kemuliaan baik di dunia dan akhirat dan semoga Allah Ta'ala memberikan perlindungan kepada kita dan semuanya dari jalan keburukan, dan semoga menerima segala puasa dan sholat malam kita dan semoga Allah Ta'ala menujukan jalan kebenaran kepada para pemimpin kaum muslimin dan menolong agama mereka, dan mengalahkan musuh musuh mereka dan semoga diberikan pemahaman agama yang benar dan berpegang teguh diatas nya serta berhukum dengan nya, sesungguhnya Dia Dzat Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan semoga sholawat dan salam senantiasa tercurahkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar