Kamis, 31 Desember 2015

MEMOHON KEPADA ALLAH TA'ALA SURGA & BERLINDUNG DARI NERAKA


Alhamdulillah, wassholatu wassalamu ala Rosulillah, wa ba'du; 

Diriwayatkan dari Nabi Sallallahu alaihi wa sallam , beliau bersabda, " 

" احتجت الجنةوالنار، فقالت النار : في الجبارون و المتكبرون. وقال الجنة : في ضعفاء الناس ومساكنيهم. فقضى الله بينهما؛  إنك الجنة رحمتي أرحم بك من اشاء، وأنك النار عذابي أعذب بك من اشاء،  ولكليكما على ملؤها ". 

" Surga dan neraka saling beradu hujjah, maka neraka berkata : Aku merupakan tempat bagi orang-orang yang merasa berkuasa dan sombong. Dan surga berkata : Aku merupakan tempat bagi orang-orang yang lemah dan miskin. Maka Allah Ta'ala memberikan putusan kedua-nya seraya berfirman, " Engkau wahai surga, merupakan rahmat - Ku, akan Aku berikan kepada orang-orang yang Aku kehendaki, dan engkau wahai neraka, merupakan siksa yang akan Aku timpakan kepada orang-orang yang Aku kehendaki, dan wahai surga dan neraka,  Aku yang akan menjadikan kalian berdua penuh ". ( HR. Muslim ) 

Surga merupakan tempat yang penuh kenikmatan-kenikmatan yang tidak pernah terlihat oleh mata, terdengar oleh telinga, terpikirkan oleh hati manusia, yang diperuntukkan bagi para hamba yang Mentauhidkan serta meng - esakan Allah Ta'ala. 

Neraka merupakan tempat yang penuh siksaan, adzab yang pedih yang tidak mengetahui dahsyatnya kecuali hanya Allah Ta'ala, yang dipersiapkan bagi orang-orang yang durhaka.

Suatu hari Rosulullah shalallahu alaihi wa sallam bercerita kepada para sahabat : 

عرضت علي الجنة والنار، فلم أرى كاليوم من الخير والشر، ولو تعلمون ما أعلم لضحكتم قليلا ولبكيتم كثيرا 

" Aku telah diperlihatkan surga dan neraka, dan aku tidak pernah melihat suatu keburukan dan kenikmatan seperti yang aku lihat hari ini, sekiranya kalian mengetahui apa yang telah aku ketahui, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan akan lebih banyak menangis ". ( HR. Al-Bukhari dan Muslim ) 

Allah Ta'ala berfirman, 

كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ ٱلْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ ۖ فَمَن زُحْزِحَ عَنِ ٱلنَّارِ وَأُدْخِلَ ٱلْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَآ إِلَّا مَتَٰعُ ٱلْغُرُورِ ﴿١٨٥﴾

" Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan." (Q.S. Ali Imran :185)

Allah Ta'ala berfirman, 

لَا يَسْتَوِىٓ أَصْحَٰبُ ٱلنَّارِ وَأَصْحَٰبُ ٱلْجَنَّةِ ۚ أَصْحَٰبُ ٱلْجَنَّةِ هُمُ ٱلْفَآئِزُونَ ﴿٢٠﴾

" Tidaklah sama penghuni-penghuni neraka dengan penghuni-penghuni jannah; penghuni-penghuni jannah itulah orang-orang yang beruntung." (Q.S . Al-Hasyr :20)

Seorang muslim yang berakal senantiasa berusaha di setiap waktu dan keadaannya untuk dapat selamat dari ancaman api neraka dan masuk ke dalam surga, berpegang teguh dengan iman dan akidah yang benar, beramal saleh dan memanjatkan doa. 

Ini yang menjadikan amalan keseharian para Sahabat Nabi Sallallahu alaihi wa sallam. 

 قال النبي صلى الله عليه وسلم لرجل : ما تقول في الصلاة ؟  قال : اتشهد ثم أسأل الله الجنة وأعوذ به من النار 

Suatu hari, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bertanya kepada salah seorang sahabat, " Apa yang engkau ucapan dalam sholat ? Ia menjawab, ” Aku membaca bacaan Tasyahud kemudian berdoa memohon kepada Allah Ta'ala agar diberikan surga dan terhindar dari neraka ". ( HR. Abu Dawud ) 

عن النبي صلى الله عليه وسلم قال : من سأل الله الجنة ثلاث مرات،  قالت الجنة : اللهم أدخله الجنة. ومن استجار من النار ثلاث مرات،  قالت النار : اللهم أجره من النار 

Diriwayatkan bahwasanya Nabi Sallallahu alaihi wa sallam bersabda, ” Barangsiapa yang meminta kepada Allah Ta'ala agar diberikan kepada nya surga dan ia mengulang ulang tiga kali, maka surga memohon kepada Allah Ta'ala, Ya Allah, masukkan ia kedalam surga. Dan barangsiapa yang berlindung kepada Allah Ta'ala dari siksa api neraka dan ia mengucapkan tiga kali, maka neraka berkata : Ya Allah, selamatkanlah ia dari siksa api neraka ". ( HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah ) 

عن النبي صلى الله عليه وسلم قال : ما استجار عبد من النار سبع مرات إلا قالت النار : يارب ! إن عبدك فلانا استجار مني فاجره. ولا يسأل عبد الجنة سبع مرات إلا قالت الجنة : يارب ! إن عبدك فلانا سالني،  فادخله الجنة 

Diriwayatkan dari Nabi Shallallahu alaihi wa sallam, beliau bersabda, " Tidaklah seorang hamba berlindung kepada Allah dari siksa neraka, dan mengulang-ulang ucapan nya tujuh kali, kecuali neraka memohon kepada Allah, Ya Allah, sesungguhnya hamba Mu  fulan telah berlindung kepada Mu dari neraka, maka aku mohon agar Engkau memberikan perlindungan kepada nya. Dan tidaklah seorang hamba memohon kepada Allah agar di masukkan ke dalam surga, dan ia mengulang-ulangi sejumlah tujuh kali, kecuali surga memohon kepada Allah, Ya Allah, sesungguhnya hamba-Mu fulan memohon kepada Mu surga, maka masukkan ia kedalam surga ".

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ لِلَّهِ مَلَائِكَةً يَطُوفُونَ فِي الطُّرُقِ يَلْتَمِسُونَ أَهْلَ الذِّكْرِ فَإِذَا وَجَدُوا قَوْمًا يَذْكُرُونَ اللَّهَ تَنَادَوْا هَلُمُّوا إِلَى حَاجَتِكُمْ قَالَ فَيَحُفُّونَهُمْ بِأَجْنِحَتِهِمْ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا قَالَ فَيَسْأَلُهُمْ رَبُّهُمْ وَهُوَ أَعْلَمُ مِنْهُمْ مَا يَقُولُ عِبَادِي قَالُوا يَقُولُونَ يُسَبِّحُونَكَ وَيُكَبِّرُونَكَ وَيَحْمَدُونَكَ وَيُمَجِّدُونَكَ قَالَ فَيَقُولُ هَلْ رَأَوْنِي قَالَ فَيَقُولُونَ لَا وَاللَّهِ مَا رَأَوْكَ قَالَ فَيَقُولُ وَكَيْفَ لَوْ رَأَوْنِي قَالَ يَقُولُونَ لَوْ رَأَوْكَ كَانُوا أَشَدَّ لَكَ عِبَادَةً وَأَشَدَّ لَكَ تَمْجِيدًا وَتَحْمِيدًا وَأَكْثَرَ لَكَ تَسْبِيحًا قَالَ يَقُولُ فَمَا يَسْأَلُونِي قَالَ يَسْأَلُونَكَ الْجَنَّةَ قَالَ يَقُولُ وَهَلْ رَأَوْهَا قَالَ يَقُولُونَ لَا وَاللَّهِ يَا رَبِّ مَا رَأَوْهَا قَالَ يَقُولُ فَكَيْفَ لَوْ أَنَّهُمْ رَأَوْهَا قَالَ يَقُولُونَ لَوْ أَنَّهُمْ رَأَوْهَا كَانُوا أَشَدَّ عَلَيْهَا حِرْصًا وَأَشَدَّ لَهَا طَلَبًا وَأَعْظَمَ فِيهَا رَغْبَةً قَالَ فَمِمَّ يَتَعَوَّذُونَ قَالَ يَقُولُونَ مِنَ النَّارِ قَالَ يَقُولُ وَهَلْ رَأَوْهَا قَالَ يَقُولُونَ لَا وَاللَّهِ يَا رَبِّ مَا رَأَوْهَا قَالَ يَقُولُ فَكَيْفَ لَوْ رَأَوْهَا قَالَ يَقُولُونَ لَوْ رَأَوْهَا كَانُوا أَشَدَّ مِنْهَا فِرَارًا وَأَشَدَّ لَهَا مَخَافَةً قَالَ فَيَقُولُ فَأُشْهِدُكُمْ أَنِّي قَدْ غَفَرْتُ لَهُمْ قَالَ يَقُولُ مَلَكٌ مِنَ الْمَلَائِكَةِ فِيهِمْ فُلَانٌ لَيْسَ مِنْهُمْ إِنَّمَا جَاءَ لِحَاجَةٍ قَالَ هُمُ الْجُلَسَاءُ لَا يَشْقَى بِهِمْ جَلِيسُهُمْ 

Dari Abu Hurairah, dia berkata: Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, ”Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta'ala memiliki malaikat-malaikat yang berkelana di jalan-jalan mencari Ahli Dzikir. Jika mereka telah mendapatkan sekelompok orang yang berdzikir kepada Allah,  mereka duduk bersama dengan orang-orang yang berdzikir. Mereka saling mengajak: "Kemarilah kepada hajat kamu". Maka para malaikat mengelilingi orang-orang yang berdzikir dengan sayap mereka sehingga sampai langit dunia. Kemudian Allah Azza wa Jalla bertanya kepada mereka, sedangkan Dia lebih mengetahui daripada mereka, "Apa yang diucapkan oleh hamba-hamba Ku?" Para malaikat menjawab, "Mereka mensucikan Mu, mereka membesarkan Mu, mereka memuji Mu,  mereka mengagungkan-Mu". Allah bertanya, "Apakah mereka melihat Ku?" Mereka menjawab, "Tidak, demi Alah, mereka tidak melihat Mu’. Allah berkata, "Bagaimana seandainya mereka melihat Ku?" Mereka menjawab, "Seandainya mereka melihat Mu, tentulah ibadah mereka menjadi lebih kuat kepada Mu, lebih mengagungkan kepada Mu, lebih mensucikan kepadaMu". Allah berkata, " Lalu, apakah yang mereka minta kepada Ku?" Mereka menjawab, "Mereka minta surga kepada Mu".

Allah bertanya, " Apakah mereka melihatnya?" Mereka menjawab, "Tidak, demi Allah, Wahai Rabb, mereka tidak melihatnya". Allah berkata, "Bagaimana seandainya mereka melihatnya?" Mereka menjawab, "Seandainya mereka melihatnya, tentulah mereka menjadi lebih semangat dan lebih banyak meminta serta lebih besar keinginan.”

Allah berkata: “Lalu, dari apakah mereka minta perlindungan kepadaKu?” Mereka menjawab, ”Mereka minta perlindungan dari neraka kepadaMu.” Allah bertanya, "Apakah mereka melihatnya?” Mereka menjawab, "Tidak, demi Allah, wahai Rabb. Mereka tidak melihatnya.” Allah berkata, ”Bagaimana seandainya mereka melihatnya?” Mereka menjawab, ”Seandainya mereka melihatnya, tentulah mereka menjadi lebih menjauhi dan lebih besar rasa takut (terhadap neraka).” Allah berkata, ”Aku mempersaksikan kamu, bahwa Aku telah mengampuni mereka.” Salah satu diantara para malaikat berkata,”Di antara mereka ada Si-Fulan. Dia tidak termasuk dari mereka. Sesungguhnya dia datang hanyalah karena satu keperluan.” Allah berkata, "Mereka orang-orang yang duduk, tidak akan memberikan celaka kepada teman duduk mereka ". ( HR. Al-Bukhari dan Muslim ) 

Diantara do'a-do'a yang diajarkan oleh Nabi Sallallahu alaihi wa sallam adalah sebagai berikut : 

اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ النَّارِ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ وَأَسْأَلُكَ أَنْ تَجْعَلَ كُلَّ قَضَاءٍ قَضَيْتَهُ لِى خَيْرًا

“Allahumma inni as-alukal-jannah, wa maa qorroba ilaihaa min qoulin aw ‘amal, wa a’udzu bika minan-naari wa maa qorroba ilaiha min qoulin aw ‘amal, wa as-aluka an taj’ala kulla qodho-in qodhoitahu lii khoiroo”

Artinya : " Ya Allah, aku meminta surga pada-Mu serta perkataan atau amal yang mengantarkan padanya. Ya Allah, aku berlindung pada-Mu dari neraka serta perkataan atau amal yang mengantarkan padanya. Ya Allah, jadikanlah setiap takdir yang Engkau peruntukkan untukku adalah baik ". (HR. Ibnu Majah dan Ahmad )

وعَنْ أَنَسٍ رَضي اللِه عَنْهُ، قَالَ : كَانَ أَكْثَرُ دُعَاءِِ النَبِيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم :

اللَّهُمَّ آتِنَا في الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ 

زَادَ مُسلِمٌ في رِوايتِهِ قَال :وكَانَ أَنَسٌ إِذا أَرَاد أَنْ يَدعُوَ بِدعوَةٍ دَعَا بها، وَإِذا أَرَادَ أَن يَدعُو بدُعَاءٍ دَعا بهَا فيه .

Dari Anas Radhiyallahu anhu berkata: Doa yang paling sering dibaca Nabi Sallallahu alaihi wa sallam adalah: 

" Rabbana a'tina fiddun-ya hasanah, wa fil-a'khirati hasanah, waqina 'adzabannar ".

Artinya : " Ya Allah Tuhan kami, berikanlah kebaikan kepada kami di dunia dan kebaikan di akhirat dan lindungilah kami dari siksa neraka ".

Muslim dalam riwayatnya menambahkan: berkata: Anas apabila ia akan berdoa dengan sesuatu doa, maka berdoa dengan doa tersebut. Juga apabila berkehendak memohonkan sesuatu permohonan yang lain, maka menyertakan doa tersebut juga ". (HR. Al-Bukhari, Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi dan  Ahmad )

وَعَن عَائِشَةَ رَضِيَ الله عَنْهَا، أَنَّ النَّبِيَّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم كَانَ يَدعو بهؤُلاءِ الكَلِمَاتِ :

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ النَّارِ، وَعَذَابِ النَّارِ، وَمِنْ شَرِّ الغِنَى وَالفَقْرِ 

Dari Aisyah Radhiyallahu anha, bahwa Nabi shollallahu alaihi wa sallam berdoa dengan kalimat-kalimat ini.

" Allahumma inni audzubika min fitnatin-naari, wa adzaban-naari, wa min syarril-ghinaa wal-fakri ".

Artinya : 

"Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari fitnah neraka dan siksa neraka, juga dari keburukan kekayaan dan kefakiran". ( HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi ) 

وَعَن ابْنِ مَسْعُودٍ، رَضِيَ الله عَنْهُ، قَالَ : كَانَ مِن دُعَاء رَسُولِ الله صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم :

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مُوجِبَاتِ رَحْمَتِكَ، وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ، والسَّلامَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ، والغَنِيمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍ، وَالفَوْزَ بِالجَنَّةِ، وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ 

Dari Ibnu  Mas'ud radhiyallahu anhu  berkata: " Diantara dari doa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam adalah doa berikut : 

" Allahumma inni as'aluka mujibaati rahmatika, wa azaaimu magfirotika was - salaamata min kulli itsmin wal-ghoniimata min kulli birrin wal-fauza bil-jannah wan-najaatan min-naar ".

Ya Allah, aku memohon kepada-Mu hal-hal yang mendatangkan rahmat-Mu, hal-hal yang mendatangkan ampunan-Mu, keselamatan dari setiap dosa, keuntungan dari setiap ketaatan, mendapatkan surga dan selamat dari neraka ". ( HR. Al-Hakim ) 

Dan dibawah ini terdapat petunjuk Nabi Sallallahu alaihi wa sallam tentang amalan amalan yang dapat memasukkan ke dalam surga dan menjauhkan diri dari ancaman api neraka : 

Dari Abu Hurairah, ia berkata,

سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَنْ أَكْثَرِ مَا يُدْخِلُ النَّاسَ الْجَنَّةَ فَقَالَ « تَقْوَى اللَّهِ وَحُسْنُ الْخُلُقِ ». وَسُئِلَ عَنْ أَكْثَرِ مَا يُدْخِلُ النَّاسَ النَّارَ فَقَالَ « الْفَمُ وَالْفَرْجُ »

" Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya mengenai perkara yang banyak memasukkan seseorang ke dalam surga, beliau menjawab, “Takwa kepada Allah dan berakhlak yang baik.” Beliau ditanya pula mengenai perkara yang banyak memasukkan orang dalam neraka, jawab beliau, “Perkara yang disebabkan karena mulut dan kemaluan.” (HR. At-Tirmidzi  dan Ibnu Majah) 

عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قُلْتُ يَا رَسُوْلَ اللهِ، أَخْبِرْنِي بِعَمَلٍ يُدْخِلُنِي الْجَنَّةَ وَيُبَاعِدُنِي عَنِ النَّارِ، قَالَ : لَقَدْ سَأَلْتَ عَنْ   عَظِيْمٍ، وَإِنَّهُ لَيَسِيْرٌ عَلىَ مَنْ يَسَّرَهُ اللهُ تَعَالَى عَلَيْهِ : تَعْبُدُ اللهَ لاَ تُشْرِكُ  بِهِ شَيْئاً، وَتُقِيْمُ الصَّلاَةَ، وَتُؤْتِيَ الزَّكَاةَ، وَتَصُوْمُ رَمَضَانَ، وَتَحُجُّ  الْبَيْتَ، ثُمَّ قَالَ : أَلاَ أَدُلُّكَ عَلَى أَبْوَابِ الْخَيْرِ ؟ الصَّوْمُ جُنَّةٌ، وَالصَّدَقَةُ تُطْفِئُ الْخَطِيْئَةَ كَمَا يُطْفِئُ الْمَاءُ النَّارَ، وَصَلاَةُ الرَّجُلِ فِي جَوْفِ   اللَّيْلِ، ثُمَّ قَالَ : } تَتَجَافَى جُنُوْبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ.. –حَتَّى بَلَغَ-  يَعْمَلُوْنَ{ُ ثمَّ قَالَ : أَلاَ أُخْبِرُكَ بِرَأْسِ الأَمْرِ وُعَمُوْدِهِ وَذِرْوَةِ سَنَامِهِ ؟ قُلْتُ بَلَى يَا رَسُوْلَ اللهِ قَالَ : رَأْسُ اْلأَمْرِ اْلإِسْلاَمُ وَعَمُوْدُهُ الصَّلاَةُ وَذِرْوَةُ سَنَامِهِ الْجِهَادُ. ثُمَّ قَالَ: أَلاَ أُخْبِرُكَ بِمَلاَكِ ذَلِكَ كُلِّهِ ؟ فَقُلْتُ : بَلىَ  يَا رَسُوْلَ اللهِ . فَأَخَذَ بِلِسَانِهِ وَقَالِ : كُفَّ  عَلَيْكَ هَذَا. قُلْتُ : يَا نَبِيَّ اللهِ، وَإِنَّا لَمُؤَاخَذُوْنَ بِمَا نَتَكَلَّمَ بِهِ ؟ فَقَالَ : ثَكِلَتْكَ أُمُّكَ، وَهَلْ   يَكُبَّ النَاسُ فِي النَّارِ عَلَى وُجُوْهِهِمْ –أَوْ قَالَ : عَلىَ مَنَاخِرِهِمْ – إِلاَّ حَصَائِدُ أَلْسِنَتِهِمْ . 

Dari Mu’adz bin Jabal radhiallahu ‘anhu, ia berkata : Aku berkata : “Ya Rasulullah, beritahukanlah kepadaku suatu amal yang dapat memasukkan aku ke dalam surga dan menjauhkan aku dari neraka”. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam menjawab, “Engkau telah bertanya tentang perkara yang besar, dan sesungguhnya itu adalah ringan bagi orang yang digampangkan oleh Allah ta’ala. Engkau menyembah Allah dan jangan menyekutukan sesuatu dengan-Nya, mengerjakan shalat, mengeluarkan zakat, berpuasa pada bulan Ramadhan, dan mengerjakan haji ke Baitullah”. Kemudian beliau bersabda : “Inginkah kuberi petunjuk kepadamu pintu-pintu kebaikan? Puasa itu adalah perisai, shadaqah itu menghapuskan kesalahan sebagaimana air memadamkan api, dan shalat seseorang di tengah malam”. Kemudian beliau membaca ayat. “Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya….” Hingga firman-Nya, “…sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan,” (As-Sajdah 16-17).. Kemudian beliau bersabda: “Maukah bila aku beritahukan kepadamu pokok amal tiang-tiangnya dan puncak-puncaknya?” Aku menjawab : “Ya, wahai Rasulullah”. Rasulullah bersabda : “Pokok amal adalah Islam, tiang-tiangnya adalah shalat, dan puncaknya adalah jihad”. Kemudian beliau bersabda : “Maukah kuberitahukan kepadamu tentang kunci semua perkara itu?” Jawabku : “Ya, wahai Rasulullah”. Maka beliau memegang lidahnya dan bersabda : “Jagalah ini”. Aku bertanya : “Wahai Rasulullah, apakah kami dituntut dan disiksakarena apa yang kami katakan?” Maka beliau bersabda : “Ibu mu akan menyesali mu wahai Mu'adz,  bukankah yang menjadikan orang menyungkurkan mukanya atau ada yang meriwayatkan batang hidungnya di dalam neraka, melainkan hasil dari ucapan lidah mereka?” (HR. At-Tirmidzi)

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ سَلَامٍ قَالَ: لَمَّا قَدِمَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَدِيْنَةَ ، اِنْجَفَلَ النَّاسُ إِلَيْهِ ، وَقِيْلَ : قَدِمَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، فَجِئْتُ فِي النَّاسِ لِأَنْظُرَ إِلَيْهِ ، فَلَمَّا اسْتَبَنْتُ وَجْهَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَرَفْتُ أَنَّ وَجْهَهُ لَيْسَ بِوَجْهٍ كَذَّابٍ ، فَكَانَ أَوَّلَ شَيْءٍ تَكَلَّمَ بِهِ أَنْ قَالَ: (( يَا أَيُّهَا النَّاسُ ، أَفْشُوْا السَّلَامَ ، وَأَطْعِمُوْا الطَّعَامَ ، وَصِلُوْا الْأَرْحَامَ ، وَصَلُّوْا بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ ، تَدْخُلُوْا الْجَنَّةَ بِسَلَامٍ )).

Dari ‘Abdullah bin Salâm radhiyallahu anhu ia berkata: “Ketika Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam datang ke Madinah, orang-orang segera pergi menuju beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ada yang mengatakan: Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah datang, lalu aku mendatanginya ditengah kerumunan banyak orang untuk melihatnya. Ketika aku melihat wajah Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam , aku mengetahui bahwa wajahnya bukanlah wajah pembohong. Dan yang pertama kali beliau ucapkan adalah, " Wahai sekalian manusia, sebarkanlah salam, berikan makan, sambunglah silaturrahim, shalatlah di waktu malam ketika orang-orang tertidur, niscaya kalian akan masuk Surga dengan selamat.” (HR. At-Tirmidzi, Ad-Dârimi, Ibnu Mâjah, Al-Hakim , dan Ahmad ) 

عَنْ أَبِي أَيُّوبَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، " أَنَّ رَجُلًا قَالَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَخْبِرْنِي بِعَمَلٍ يُدْخِلُنِي الْجَنَّةَ، قَالَ: مَا لَهُ، مَا لَهُ، وَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَنَّ  تَعْبُدُ اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا، وَتُقِيمُ الصَّلَاةَ، وَتُؤْتِي الزَّكَاةَ، وَتَصِلُ الرَّحِمَ "

Dari Abu Ayyuub radliyallaahu ‘anhu : Bahwasannya ada seorang laki-laki berkata kepada Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam : “Beritahukanlah kepadaku satu amalan yang dapat memasukkanku ke dalam surga”. Seseorang berkata : “Apa yang ia tanyakan, apa yang ia tanyakan. ..?”. Beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam menjawab : “ Amal yang dapat memasukkanmu ke dalam surga adalah engkau beribadah kepada Allah tanpa menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan menyambung silaturahim”. ( HR. Al-Bukhary dan Muslim ) 

عَنْ أَبِي مُوسَى أَنّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: " مَنْ صَلَّى الْبَرْدَيْنِ دَخَلَ الْجَنَّةَ "

Dari Abu Muusaa radhiyallahu anhu berkata, Bahwasannya Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda : “Barangsiapa yang shalat pada dua waktu dingin yaitu Shubuh dan ‘Ashar, niscaya Dia akan masuk surga ". ( HR. Al-Bukhari dan Muslim ) 

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: " إِنَّ لِلَّهِ تِسْعَةً وَتِسْعِينَ اسْمًا مِائَةً إِلَّا وَاحِدًا مَنْ أَحْصَاهَا دَخَلَ الْجَنَّةَ "

Dari Abu Hurairah radliyallaahu ‘anhu, Bahwasannya Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda : “Sesungguhnya Allah mempunyai sembilan puluh sembilan nama, seratus kurang satu. Barangsiapa yang menghitungnya dan beramal sesuai kandungan maknanya niscaya ia masuk surga”. ( HR. Al-Bukhari dan Muslim ) 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda,

مَنْ سَلَكَ طَرِيْقًا يَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللهُ لَهُ طَرِيْقًا إِلَى الْجَنَّةِ

“Barangsiapa menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR Muslim)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda,

مَنْ قَرَأَ آيَةَ الْكُرْسِي دُبُرَ كُلِّ صَلاَةٍ لَمْ يَمْنَعُهُ مِنْ دُخُوْلِ الْجَنَّةَ إِلاَّ أَنْ يَمُوْتَ

“Barangsiapa yang membaca Ayat Kursi setiap selesai shalat, maka tidak ada yang dapat menghalanginya untuk masuk surga kecuali jika dia mati.” (HR An-Nasa'i) 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda,

مَرَّ رَجُلٌ بِغُصْنِ شَجَرَةٍ عَلَي ظَهْرِ طَرِيقٍ فَقَالَ وَاللهِ لأُنَحِّيَنَّ هَذَا عَنْ المُسْلِمِينَ لَا يُؤذِيهِمْ فَأُدْخِلَ الجَنَّةَ

“Ada seorang lelaki berjalan melewati ranting pohon yang ada di tengah jalan, lalu dia berkata, ‘Demi Allah, sungguh aku akan singkirkan ranting ini dari kaum muslimin agar tidak menganggu mereka.’ Maka dia pun dimasukkan ke dalam surga.” ( HR Muslim )

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda,

مَنْ رَدَّ عَن عِرْضِ أَخِيهِ رَدَّ اللهُ عَن وَجْهِهِ النَّارَ يَوْمَ القِيَامَةِ

“Barangsiapa membela harga diri saudaranya, niscaya pada hari kiamat Allah akan memalingkan wajahnya dari api neraka.” ( HR. At-Tirmidzi ) 

 Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda,

مَنْ وَقَاهُ اللهُ شَرَّ مَا بَيْنَ لَحيَيْهِ وَ شَرَّ مَا بَيْنَ رِجْلَيْنِ دَخَلَ الجَنَّةَ

“Barangsiapa yang Allah lindungi dari keburukan apa yang ada di antara kedua rahangnya yaitu mulut dan keburukan yang ada di antara dua pahanya yaitu kemaluannya, niscaya dia akan masuk surga.” ( HR. At-Tirmidzi )

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda, 

أَنَا زَعِيمٌ بِبَيْتٍ فِي رَبَضِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْمِرَاءَ وَإِنْ كَانَ مُحِقًّا وَبِبَيْتٍ فِي وَسَطِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْكَذِبَ وَإِنْ كَانَ مَازِحًا وَبِبَيْتٍ فِي أَعْلَى الْجَنَّةِ لِمَنْ حَسَّنَ خُلُقَهُ

“Aku akan menjamin sebuah rumah di dasar surga bagi orang yang meninggalkan debat meskipun dia berada dalam pihak yang benar. Dan aku menjamin sebuah rumah di tengah surga bagi orang yang meninggalkan dusta meskipun dalam keadaan bercanda. Dan aku akan menjamin sebuah rumah di bagian teratas surga bagi orang yang membaguskan akhlaknya.” ( HR. Abu Dawud )

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda, 

يَا بِلاََلُ حَدِّثْنِي بِأَرْجَى عَمَلٍ عَمِلْتَهُ فِي الإِسْلاَمِ فَإِنِّي سَمِعْتُ دُفَّ نَعْلَيْكَ بَيْنَ يَدَيَّ فِي الْجَنَّةِ قَالَ مَا عَمِلْتُ عَمَلاً أَرْجَى عِنْدِي أَنِّي لَمْ أَتَطَهَّرْ طُهُوْرًا فِي سَاعَةِ لَيْلٍ أَوْ نَهَارٍ إِلاَّ صَلَّيْتُ بِذَلِكَ الطَّهُوْرِ مَا كُتِبَ لِي أَنْ أُصَلِّي

“Wahai Bilal, ceritakanlah kepadaku amalanmu dalam Islam yang paling sering engkau lakukan . Karena sesungguhnya aku mendengar suara terompahmu di hadapanku dalam surga.” Bilal berkata, ”Tidaklah aku mengamalkan suatu amalan yang lebih aku lakukan melainkan setiap kali aku bersuci pada malam atau siang hari aku selalu mengerjakan shalat yang bisa aku lakukan.” ( HR. Al-Bukhari dan Muslim )

عن أبي هريرة رضي الله عنه عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه و سلم قَالَ: وَ إِنَّ اْلعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِاْلكَلِمَةِ مِنْ سَخَطِ اللهِ تعالى لاَ يُلْقىِ َلهَا بَالاً يَهْوِى بِهَا فىِ جَهَنَّمَ

Dari Abu Hurairah radliyallahu anhu dari Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya seorang hamba mengatakan suatu kalimat yang mendatangkan murka Allah ta’ala yang ia tidak menaruh perhatian padanya namun mengakibatkannya dijerumuskan ke dalam neraka Jahannam”. ( HR. Al-Bukhari , At-Tirmidzi  dan Ibnu Majah )

عن أبي هريرة رضي الله عنه قَالَ: قِيْلَ لِلنَّبِيِّ صلى الله عليه و سلم يَا رَسُوْلَ اللهِ إِنَّ فُلاَنَةً تَقُوْمُ اللَّيْلَ وَ تَصُوْمُ النَّهَارَ وَ تَفْعَلُ وَ تَصَدَّقُ وَ تُؤْذِي جِيْرَانَهَا بِلِسَانِهَا ؟ فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه و سلم: لاَ خَيْرَ فِيْهَا هِيَ مِنْ أَهْلِ النَّارِ قَالُوْا: وَ فُلاَنَةً تُصَلِّى اْلمَكْتُوْبَةَ وَ تَصَدَّقُ بِأَثْوَارٍ وَ لاَ تُؤْذِي أَحَدًا؟ فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه و سلم: هِيَ مِنْ أَهْلِ اْلجَنَّةِ

Dari Abu Hurairah radliyallahu anhu berkata, pernah ditanyakan kepada Rosulullah Shallallahu alaihi wa sallam, “Wahai Rosulullah, sesungguhnya si Fulanah suka sholat malam, berpuasa  di siang hari, mengerjakan berbagai kebaikan dan bersedekah, hanyasaja ia suka mengganggu para tetangganya dengan lisannya?”. Bersabda Rosulullah Shallallahu alaihi wa sallam, “Tiada kebaikan padanya, dia termasuk penghuni neraka”. Mereka bertanya lagi, “Sesungguhnya si Fulanah yang lain mengerjakan hanya sholat wajib dan bersedekah dengan sepotong keju, namun tidak pernah mengganggu seorangpun?”. Bersabda Rosulullah Shallallahu alaihi wa sallam, “Dia termasuk penghuni surga”. ( HR Al-Bukhari fi al-Adab , Ahmad, Al-Hakim ) 

عن أبي هريرة رضي الله عنه أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه و سلم قَالَ: لاَ يَدْخُلُ اْلجَنَّةَ مَنْ لاَ يَأْمَنُ جَارُهُ بَوَائِقَهُ

Dari Abu Hurairah radliyallahu anhu bahwasanya Rosulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Tidak akan masuk ke dalam surga, seseorang yang tetangganya tidak merasa aman dari kejahatan-kejahatannya”. ( HR. Al-Bukhari, Muslim dan Al-Hakim ) 

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ يَقُوْلُ : إِنَّ اَوَّلَ النَّاسِ يُقْضَى يَوْمَ الْقِيَامَةِ عَلَيْهِ رَجُلٌ اسْتُشْهِدَ فَأُتِيَ بِهِ فَعَرَّفَهُ نِعَمَهُ فَعَرَفَعَهَا, قَالَ: فَمَا عَمِلْتَ فِيْهَا؟ قَالَ: قَاتَلْتُ فِيْكَ حَتَّى اسْتُشْهِدْتُ قَالَ: كَذَبْتَ وَلَكِنَّكَ قَاتَلْتَ ِلأَنْ يُقَالَ جَرِيْءٌ, فَقَدْ قِيْلَ ، ثُمَّ أُمِرَ بِهِ فَسُحِبَ عَلَى وَجْهِهِ حَتَّى اُلْقِيَ فيِ النَّارِ, وَرَجُلٌ تَعَلَّمَ الْعِلْمَ وَعَلَّمَهُ وَقَرَأََ اْلقُرْآنَ فَأُُتِيَ بِهِ فَعَرَّفَهُ نِعَمَهُ فَعَرَفَعَهَا, قَالَ: فَمَا عَمِلْتَ فِيْهَا؟ قَالَ: تَعَلَّمْتُ الْعِلْمَ وَعَلَّمْتُهُ وَقَرَأْتُ فِيْكَ اْلقُرْآنَ, قَالَ:كَذَبْتَ, وَلَكِنَّكَ تَعَلَّمْتَ الْعِلْمَ لِيُقَالَ: عَالِمٌ وَقَرَأْتَ اْلقُرْآنَ لِيُقَالَ هُوَ قَارِىءٌٌ ، فَقَدْ قِيْلَ ، ثُمَّ أُمِرَ بِهِ فَسُحِبَ عَلَى وَجْهِهِ حَتَّى اُلْقِيَ فيِ النَّارِ, وَرَجُلٌ وَسَّعَ اللهُ عَلَيْهِ وَاَعْطَاهُ مِنْ اَصْْنَافِ الْمَالِ كُلِّهِ فَأُتِيَ بِهِ فَعَرَّفَهُ نِعَمَهُ فَعَرَفَهَا, قَالَ: فَمَا عَمِلْتَ فِيْهَا؟ قَالَ: مَاتَرَكْتُ مِنْ سَبِيْلٍ تُحِبُّ أَنْ يُنْفَقَ فِيْهَا إِلاَّ أَنْفَقْتُ فِيْهَا لَكَ, قَالَ: كَذَبْتَ ، وَلَكِنَّكَ فَعَلْتَ لِيُقَالَ هُوَ جَوَادٌ فَقَدْ قِيْلَ, ثُمَّ أُمِرَ بِهِ فَسُحِبَ عَلَى وَجْهِهِ ثُمَّ أُلْقِيَ فِي النَّارِ.  

Dari Abi Hurairah Radhiyallahu 'anhu, ia berkata, aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : “Sesungguhnya manusia pertama yang diadili pada hari kiamat adalah orang yang mati syahid di jalan Allah. Dia didatangkan dan diperlihatkan kepadanya kenikmatan-kenikmatan  yang diberikan di dunia, lalu ia pun mengenalinya. Allah bertanya kepadanya : 'Amal apakah yang engkau lakukan dengan nikmat-nikmat itu?' Ia menjawab : 'Aku berperang semata-mata karena Engkau sehingga aku mati syahid.' Allah berfirman : 'Engkau dusta! Engkau berperang supaya dikatakan seorang yang gagah berani. Memang demikianlah yang telah dikatakan tentang dirimu.' Kemudian diperintahkan kepada  malaikat agar menyeret orang itu atas mukanya  dengan tertelungkup, lalu dilemparkan ke dalam neraka. Berikutnya orang yang diadili adalah seorang yang menuntut ilmu dan mengajarkannya serta membaca al Qur`an. Ia didatangkan dan diperlihatkan kepadanya kenikmatan-kenikmatannya, maka ia pun mengakuinya. Kemudian Allah menanyakannya: 'Amal apakah yang telah engkau lakukan dengan kenikmatan-kenikmatan itu?' Ia menjawab: 'Aku menuntut ilmu dan mengajarkannya, serta aku membaca al Qur`an hanyalah karena engkau.' Allah berkata : 'Engkau dusta! Engkau menuntut ilmu agar dikatakan seorang ‘alim yang berilmu dan engkau membaca al Qur`an supaya dikatakan sebagaiseorang qari' atau ahli pembaca al Qur`an yang baik. Memang begitulah yang dikatakan tentang dirimu.' Kemudian diperintahkan kepada malaikat agar menyeret atas mukanya dan melemparkannya ke dalam neraka. Berikutnya yang diadili adalah orang yang diberikan kelapangan rezeki dan berbagai macam harta benda. Ia didatangkan dan diperlihatkan kepadanya kenikmatan-kenikmatannya, maka ia pun mengenalinya dan mengakuinya. Allah Ta'ala bertanya : 'Apa yang engkau telah lakukan dengan nikmat-nikmat itu?' Dia menjawab : 'Aku tidak pernah meninggalkan shadaqah dan infaq pada jalan yang Engkau cintai, melainkan pasti aku melakukannya semata-mata karena Engkau.' Allah berfirman : 'Engkau dusta! Engkau berbuat yang demikian itu supaya dikatakan seorang dermawan atau murah hati dan memang begitulah yang dikatakan tentang dirimu.' Kemudian diperintahkan kepada malaikat agar menyeretnya atas mukanya dan melemparkannya ke dalam neraka ". (HR. Muslim dan An-Nasa'i )

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, 

"Dahulu di kalangan umat Bani Israil terdapat dua orang lelaki, salah seorangnya rajin beribadah, sedangkan yang lainnya zalim terhadap dirinya sendiri yakni ia ahli maksiat, keduanya sudah seperti saudara. Orang yang rajin ibadah selalu melihat saudaranya berbuat dosa dan mengatakan kepadanya, "Hai kamu, hentikanlah perbuatanmu." Tetapi saudaranya itu menjawab, "Biarlah aku dan Tuhanku, apakah kamu ditugaskan untuk terus mengawasiku?" Hingga pada suatu hari yang rajin beribadah melihat saudaranya ahli maksiat itu melakukan suatu perbuatan dosa yang menurut penilaiannya sangat besar. Maka dia berkata kepadanya, "Hai kamu, hentikanlah perbuatanmu." Dan orang yang ditegurnya menjawab, "Biarlah aku, ini urusan Tuhanku, apakah engkau diutuskan sebagai pengawasku?" Maka yang rajin beribadah berkata, "Demi Allah, semoga Allah tidak memberi ampunan kepadamu, atau semoga Allah tidak memasukkanmu ke syurga untuk selama-lamanya."

Abu Hurairah melanjutkan kisahnya, bahawa setelah itu Allah Ta'ala mengutus malaikat untuk mencabut nyawa kedua orang tersebut, dan keduanya berkumpul di hadapan Allah Ta'ala. Maka Allah Ta'ala berfirman kepada orang yang berdosa, "Pergilah, dan masuklah ke dalam syurga kerana rahmat-Ku." Sedangkan kepada yang lainnya Allah Ta'ala berfirman, "Apakah kamu merasa alim, apakah kamu mampu meraih apa yang ada di tangan kekuasaan-Ku? Bawalah dia ke dalam neraka!"

Nabi Sallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Demi Tuhan yang jiwa Abul Qasim berada di dalam genggaman kekuasaan-Nya, sesungguhnya orang tersebut (yang masuk neraka) benar-benar mengucapkan suatu kalimah yang menghancurkan dunia dan akhiratnya." (HR. Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Mubarak, dan Ibnu Abi Dunya, dan Al-Baghawi)

Ada tujuh puluh macam dosa besar yang disebut dalam kitab Al-Kabair oleh Al-Imam Adz-Dzahabi rahimahullah, yang wajib untuk dihindari dan ditinggalkan bagi setiap muslim agar terhindar dari ancaman neraka, ulasan secara ringkas sebagai berikut :

1. Menyekutukan Allah Ta'ala atau berbuat syirik
2. Membunuh manusia tanpa hak
3. Melakukan perbuatan sihir
4. Meninggalkan shalat
5. Tidak mengeluarkan zakat
6. Durhaka kepada kedua orang tua 
7. Memakan harta riba 
8. Memakan harta anak yatim 
9. Berdusta atas nama Nabi Sallallahu alaihi wa sallam 
10. Tidak puasa bulan ramadan tanpa udzur 
11. Lari dari medan perang 
12. Berzina 
13. Pemimpin yang khianat dan dzalim 
14. Minum khomer atau arak 
15. Sombong dan bangga diri 
16. Kesaksian palsu 
17. Melakukan homo seksual 
18. Menuduh wanita baik-baik melakukan zina 
19. Mengambil harta rampasan perang atau zakat atau baitul mal
20. Berbuat dzalim mengambil harta orang lain secara bathil 
21. Mencuri 
22. Merampok 
23. Bersumpah dengan dusta 
24. Gemar berbohong 
25. Bunuh diri 
26. Ber hukum dengan selain apa yang Allah turunkan 
27. Membiarkan terjadi perbuatan keji dan fahisyah terhadap para istri 
28. Wanita yang menyerupai kaum lelaki dan lelaki yang menyerupai kaum wanita 
29. Menjadi lelaki sewaan untuk menghalalkan mantan suami pertama 
30. Memakan bangkai, darah dan babi 
31. Tidak bersuci dari air kencing 
32. Melakukan pungutan liar 
33. Berbuat riya dan suka pamer 
34. Berkhianat 
35. Mencari ilmu karena dunia dan menyembunyikan ilmu 
36. Mengungkit ungkit pemberian 
37. Mendustakan takdir 
38. Mencuri pendengaran rahasia orang lain 
39. Melontarkan kalimat laknat kepada orang muslim lainnya 
40. Menjaga amanah dan tidak berkhianat 
41. Membenarkan ucapan dukun 
42. Wanita yang durhaka kepada suaminya 
43. Memutuskan silaturrahmi 
44. Menggambar makhluk hidup yang bernyawa 
45. Adu domba 
46. Meratapi musibah kematian 
47. Mencaci maki nasab keturunan 
48. Berbuat aniaya dan kerusakan di muka bumi 
49. Memberontak kepada penguasa 
50. Menggangu dan berbuat aniaya kepada orang muslim 
51. Berbuat aniaya kepada kekasih Allah Ta'ala 
52. Memanjangkan pakaian melewati mata kaki karena ini bentuk dari kesombongan 
53. Memakai sutera dan emas bagi lelaki 
54. Budak yang melarikan diri dari majikannya 
55. Menyembelih binatang untuk selain dari Allah Ta'ala 
56. Merubah batasan tanah 
57. Mencela para sahabat 
58. Membenci kaum Anshar 

59. Mengajak kepada kesesatan 
60. Menyambung rambut, ber tato, merubah alis dan gigi untuk kecantikan 
61. Mengacungkan senjata kepada orang muslim 
62. Menisbatkan nasab keturunan kepada yang bukan bapaknya 

63. Pesimis dan menggantungkan nasib kepada benda 
64. Minum dengan menggunakan bejana emas dan perak 
65. Berdebat kusir dan berbantah-bantahan tanpa ilmu kebenaran 
66. Mengebiri atau memotong anggota badan budak atau hewan 
67. Curang dalam timbangan dan takaran 

68. Merasa aman dari makar Allah Ta'ala 

69. Putus asa dari rahmat Allah Ta'ala 

70. Mengingkari kebaikan orang lain 

71. Bakhil terhadap air 

72. Menandai wajah hewan ternak dengan besi panas 

73. Berjudi 

74. Berbuat kufur dan aniaya di tanah haram 

75. Meninggalkan sholat jum'at secara sengaja 

76. Memata-matai kaum muslimin dan menyebarkan kelemahan mereka. 

         ...........☆☆☆☆☆...........

Tidak ada komentar:

Posting Komentar