Sabtu, 20 Agustus 2016

KEAGUNGAN DIBALIK PENCIPTAAN MALAIKAT


khutbah jum'at , oleh : DR. KHOLID BIN ALI AL-GHOMIDY 

Makkah, 09 Dzul Qa’dah 1437 H.
12 Agustus 2016 M.

Dalam kesempatan Jum’at kali ini, Syaikh Khalid bin Ali Al Ghamidi menyampaikan khutbah dengan judul “Keagungan di Balik Penciptaan Malaikat”. Dalam khutbahnya, Syaikh Khalid bin Ali Al Ghamidi membahas tentang para malaikat yang mulia lagi baik dan hikmat di balik penciptaan mereka dan peran yang dilakukan mereka, seperti menjaga sistem alam semesta, sistem tata surya, dan langit, mencatat amal perbuatan manusia, dan peran lainnya. Selain itu, khathib juga menjelaskan bahwa beriman kepada malaikat dan tugas yang dilakukannya merupakan salah satu dasar akidah muslim. 

Khutbah Pertama :

إِنَّ الْحَمْدَ ِللهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، صَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ عَلَيْهِ، وَعَلَى آلِهِ الطَّيِّبِيْنَ الطَّاهِرِيْنَ، وَصَحَابَتِهِ الْغُرِّ الْمَيَامِيْنِ، وَالتَّابِعِيْنَ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، أَمَّا بَعْدُ:

فَاتَّقُوْا اللهَ -عِبَادَ اللهِ-، وَاعْلَمُوْا أَنَّ هَذِهِ الدُّنْيَا فِي حَقِيْقَتِهَا سَفَرٌ إِلَى اللهِ، وَمَرَاحِلُ تُطْوَى إِلَى يَوْمِ الْقَرَارِ وَالْمَعَادِ، وَالسَّعِيْدُ الْمُوَفَّقُ هُوَ الَّذِي جَعَلَ الدُّنْيَا جِسْرًا إِلَى الآخِرَةِ، وَلَمْ يَتَّخِذْهَا وَطَنًا وَقَرَارًا؛ بَلْ هُوَ فِيْهَا كَأَنَّهُ غَرِيْبٌ أَوْ عَابِرُ سَبِيْلٍ، أَوْ كَأَنَّهُ نَامَ تَحْتَ ظِلِّ شَجَرَةٍ ثُمَّ رَاحَ وَتَركَهَا، ﴿يَا قَوْمِ إِنَّمَا هَذِهِ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا مَتَاعٌ وَإِنَّ الْآخِرَةَ هِيَ دَارُ الْقَرَارِ﴾  [غافر: 39]. 

Sesungguhnya segala puji hanya bagi Allah. Kepada-Nya, kami memuji, meminta pertolongan, dan memohon ampun. Kami berlindung kepada Allah dari keburukan diri dan amal perbuatan kami. Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah semata tiada sekutu bagi-Nya. Aku juga bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Semoga Allah senantiasa melimpahkan shalawat, salam, dan keberkahan kepada beliau, keluarga beliau, para sahabat, tabiin, dan orang-orang yang mengikuti mereka dalam kebaikan hingga Hari Kiamat. _Amma ba'd_: 

Para hamba Allah! 
Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa dunia ini pada hakikatnya adalah perjalanan menuju Allah dan fase hidup yang berakhir pada Hari Kiamat. Hamba yang bahagia dan memperoleh taufik adalah yang menjadikan dunia sebagai jembatan menuju akhirat dan tidak menjadikannya sebagai tempat tinggal abadi, bahkan dia hidup dunia ini tak ubahnya orang asing atau pengembara atau pengelana yang sedang tidur di bawah rindangnya pohon lalu berangkat meninggalkannya. _“Hai kaumku, sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan (sementara) dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal.”_ (Qs. Ghaafir [40]: 39) 

Saudara-saudaraku kaum muslimin!  
Allah  Yang Maha Agung lagi Maha Mulia memiliki tanda kebesaran di semua ciptaan-Nya yang mengindikasikan bahwa Dia Maha Tunggal, Maha Memaksa, Maha Kuasa, Maha Agung, yang sangat baik dalam menciptakan segala sesuatu, dan mengkreasikan ciptaan-Nya. Dengan kemampuan-Nya yang menakjubkan itu, akal manusia tak mampu menalarnya dan imajinasi tak mampu mencapainya.  

Salah satu alam dan makhluk yang memperlihatkan secara gamblang kekuasaan dan keagungan Allah adalah malaiy. Oleh sebab itu, beriman kepada malaikat, mengenali serta mempercayai keberadaan dan tugasnya dijadikan sebagai rukun iman, yang jika seseorang tidak memenuhi hal tersebut, maka Allah  tidak akan menerima amal perbuatannya, baik yang wajib maupun yang sunah. Hal ini sebagaimana ditegaskan Allah  dalam firman-Nya, 

﴿وَمَن يَكْفُرْ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا بَعِيدًا﴾ [النساء: ١٣٦]  

_“Barangsiapa kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan Hari Kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya.”_ (Qs. An-Nisaa` [4]: 136) 

Membahas tentang malaikat lewat pemaparan dalil-dalil syar’i yang _shahih_ akan meningkatkan dan menguatkan keimanan serta mengokohkan keyakinan dalam hati, hingga seorang hamba merasa senang dengan Tuhannya, dipenuhi dengan pengagungan dan pemuliaan terhadap-Nya, mengetahui batas kelemahan dan ketidakberdayaan dirinya, dan menyadari bahwa ada makhluk Allah  yang lebih agung, lebih mampu, dan kuat. 

Malaikat adalah makhluk mulia yang mengisi alam semesta yang luas ini. Inilah makhluk yang bersih, tulus, dan suci, yang diciptakan Allah  dari cahaya, sebagaimana ditegaskan dalam hadits _shahih_ yang diriwayatkan dalam _Shahih Muslim_. Para malaikat adalah ciptaan Allah yang paling pertama dan paling agung. Allah  memberikan mereka kemampuan yang sangat besar untuk merubah wujudnya dalam berbagai macam bentuk. Allah  juga menciptakan sayap untuk mereka, yang jumlahnya dua, tiga, empat, dan lebih dari itu. Mereka pun tidak makan, tidak minum, dan tidak berkembang biak. Allah  menganugerahkan kekuatan, kemampuan, dan kecepatan menakjubkan kepada mereka agar bisa menunaikan perintah-Nya dengan baik. 

Gambaran tentang para malaikat dalam menjalankan perintah Allah  ditegaskan dalam firman-Nya, 

﴿لَّا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ﴾ [التحريم: ٦]  

_“Mereka tidak mendurhakai Allah atas apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”_ (Qs. At-Tahriim [66]: 6) 

Allah  menciptakan malaikat dengan bentuk yang mengagumkan dan indah. Bahkan, hal ini diakui sendiri oleh fithrah manusia, seperti yang pernah terjadi pada wanita-wanita yang menggambarkan ketampanan Yusuf , mereka berkata, 

﴿مَا هَذَا بَشَرًا إِنْ هَذَا إِلَّا مَلَكٌ كَرِيمٌ﴾ [يوسف: ٣١]  

_“Ini bukanlah manusia. Sesungguhnya ini tak lain adalah malaikat yang mulia.”_ (Qs. Yuusuf [12]: 31)  

Malaikat Jibril  pernah dilihat Nabi  dua kali dalam wujudnya yang asli. Satu kali beliau melihatnya saat menutupi ufuk, dan kali lainnya beliau melihat Jibril  dengan 600 sayap yang menjatuhkan serpihan berlian dan yaqut. 

Allah  mengizinkan Nabi  untuk menceritakan perihal malaikat pembawa Arasy kepada manusia, bahwa kedua kakinya berada di atas permukaan bumi yang paling rendah, sedangkan Arasy berada di atas kepalanya, jarak antara kedua daun telinganya dengan pundaknya sejauh perjalanan selama 700 tahun. Selama membawa Arasy, malaikat tersebut berucap, “Maha Suci Engkau dimana pun Engkau berada. Maha Suci Engkau dimana pun Engkau berada.” 

_Laa ilaaha illallaah!_ Sungguh agung dan besar ciptaan Allah . 

Saudara-saudaraku kaum muslimin! 
Malaikat adalah hamba yang dimuliakan dan juru tulis yang baik. Mereka sangat tekun beribadah kepada Allah , tidak pernah bosan bertasbih serta memuji-Nya, baik siang maupun malam, tidak pernah mendahului Allah dengan ucapan apa pun, serta mereka selalu berhati-hati dan khawatir lantaran takut dan sangat memuliakan Allah . Malaikat yang paling agung dan paling tinggi kedudukannya di sisi Allah adalah: Jibril , yang bertugas menyampaikan wahyu yang menjadi sumber kehidupan hati; Mikail  yang bertugas mengurusi hujan yang menjadi sumber kehidupan bagi bumi dan tubuh; dan Israfil  yang bertugas meniup sangkakala untuk menghidupkan manusia dan membangkitkan mereka dari kubur. 

Sejak diciptakan, malaikat Israfil  menempelkan mulutnya pada sangkakala, membungkukkan tubuhnya, dan membuka pendengarannya sambil menunggu kapan diperintahkan  untuk meniup sangkakala, sebagaimana informasi yang disebutkan dalam hadits. 

Malaikat senantiasa berbaris di hadapan Allah ,  serta merapatkan barisan dengan sempurna dan teratur. Tak sejengkal tempat pun di langit yang tidak diisi oleh malaikat yang bersujud atau berdiri. Tentunya, ini menunjukkan betapa banyak jumlah mereka dan yang mengetahui banyaknya jumlah mereka hanya Allah . Selain itu, malaikat yang memasuki Baitul Ma’mur ketujuh setiap hari berjumlah 70 ribu malaikat, kemudian mereka tidak pernah kembali lagi. Ketika dihadirkan pada Hari Kiamat, neraka Jahannam memiliki 70 ribu kendali dan di setiap kendali tersebut ada malaikat yang menariknya. Jadi, bisa dibayangkan betapa banyak jumlah malaikat?! 

_Laa ilaah illallaah._ Allah Maha Agung!

Saudara-saudaraku kaum muslimin! 
Malaikat-malaikat tersebut dibebani Allah  pekerjaan dan tugas yang beragam di alam semesta yang luas ini. Ada malaikat yang bertugas membawa Arasy Allah, yang lebih besar dari makhluk manapun; ada malaikat yang menjaga dan mengatur sistem alam dan rotasi planet-planet, serta menjaga langit dari syetan yang mencuri informasi; ada malaikat yang bertugas mengatur dan membagikan urusan; ada malaikat yang bertugas mengedarkan awan, menurunkan hujan, dan meniupkan angin; serta ada malaikat rahmat dan malaikat adzab. Itu semua telah dijelaskan Allah  di awal surah Ash-Shaaffaat, Adz-Dzaariyaat, Al Mursalaat, An-Naazi’aat, dan surah-surah lainnya. 

Ada juga malaikat yang dibebani tugas yang berkaitan dengan semua manusia secara umum, dan juga tugas lainnya yang berkaitan dengan orang-orang beriman secara khusus. Merekalah malaikat-malaikat yang telah memandikan jenazah Nabi Adam  dengan air, mengafani dan mengebumikan jasadnya dalam kubur sebagai pelajaran bagi anak keturunannya. Mereka juga malaikat yang melaksanakan tugas pembentukan manusia sesuai perintah Allah . Ketika bayi dalam rahim melewati fase pembentukan dari setetes mani, kemudian segumpal darah, lalu menjadi segumpal daging dalam rentang waktu yang telah ditentukan, Allah  mengirim seorang malaikat kemudian menetapkan bentuk bayi tersebut, memunculkan pendengaran dan penglihatannya, lalu malaikat tersebut bertanya kepada Allah  perihal jenis kelaminnya laki-laki atau perempuan, tentang kehidupannya bahagia atau sengsara, serta tentang rezeki dan ajalnya? Setelah itu malaikat tersebut menulis ketetapan Allah, kemudian ruh pun ditiupkan ke dalam tubuh bayi tersebut, lalu malaikat itu mencatat  semua amal perbuatan manusia itu semasa hidupnya dan mengawasi setiap kata yang terlontar dari mulutnya. 

Allah  berfirman,  

﴿مَّا يَلْفِظُ مِن قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ﴾  [ق: ١٨]  

_“Tiada satu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada malaikat pengawas di dekatnya yang selalu hadir.”_ (Qs. Qaaf [50]: 18) 

Allah  juga berfirman, 

﴿وَإِنَّ عَلَيْكُمْ لَحَافِظِينَ (10) كِرَامًا كَاتِبِينَ (11) يَعْلَمُونَ مَا تَفْعَلُونَ﴾  [الانفطار: ١٠ – ١٢]  

_“Dan sesungguhnya ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu), yang mulia (di sisi Allah) dan mencatat (pekerjaan-pekerjaanmu itu). Mereka juga mengetahui apa yang kamu kerjakan.”_ (Qs. Al Infithaar [82]: 10-12)  

Ada juga malaikat yang bertugas menjaga manusia, muslim maupun kafir, dari takdir yang tidak sepatutnya mengenai dirinya, sebagaimana ditegaskan Allah  dalam firman-Nya,  

﴿لَهُ مُعَقِّبَاتٌ مِّن بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ يَحْفَظُونَهُ مِنْ أَمْرِ اللَّهِ﴾ [الرعد: ١١]  

_“Manusia memiliki malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya secara bergiliran, di muka dan di belakangnya, untuk menjaganya atas perintah Allah.”_ (Qs. Ar-Ra’d [13]: 11) 

Mujahid  berkata, “Setiap manusia memiliki malaikat yang bertugas menjaga dirinya, saat tidur maupun terjaga, dari gangguan bangsa jin, manusia, dan binatang buas.” 

Saudara-saudaraku kaum muslimin!
Malaikat memiliki hubungan khusus dengan orang-orang beriman dan tidak semua manusia memiliki hubungan ini. Malaikat tersebut senantiasa memohon ampun kepada Allah bagi orang-orang beriman, meminta pertolongan dari-Nya untuk mereka, meminta ampunan dosa bagi penuntut ilmu dan meletakkan sayap-sayapnya untuk menaungi mereka lantaran ridha terhadap kegiatan menuntut ilmu, mendoakan orang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia, serta orang-orang yang berada di barisan terdepan. Apabila seorang mukmin berdoa maka malaikat pun mengaminkan dosanya dan berkata, “Engkau pun memperoleh hal yang sama.” 

Apabila Allah  mencintai seorang hamba, maka malaikat Jibril  pun mencintainya, kemudian diikuti oleh semua malaikat, lalu penerimaan dan cinta pun ditebarkan di muka bumi untuk hamba tersebut. Allah  mengirim malaikat-malaikat-Nya kepada hamba yang beriman, untuk menggerakkan hatinya melakukan kebaikan, menemaninya dalam semua keadaannya, membelanya, menguatkan dirinya dengan kebenaran, meluruskan ucapan dan perbuatannya, memunculkan hikmah dalam hatinya, serta mendorongnya melakukan kebaikan dan teguh melaksanakannya. 

Jika hamba tersebut adalah orang munafik dan suka berbuat dosa, maka Allah  mengirim syetan kepadanya untuk menggiringnya berbuat maksiat, memunculkan keraguan dan akidah menyimpang dalam hatinya, menggerakkan hatinya untuk melakukan kejahatan, sebagaimana dijelaskan Nabi , bahwa malaikat membisikkan pikiran baik dalam hati manusia dan syetan membisikkan pikiran buruk dalam hati manusia.  

Ali radhiyallahu anhu berkata, “Dulu, kami pernah membicarakan bahwa malaikat pernah berbicara lewat lisan dan hati Umar .” 

Malaikat juga hadir saat menjelang orang beriman meninggal dunia, untuk menyampaikan kabar gembira berupa surga dan keridhaan yang diperolehnya, serta menguatkan keteguhan dirinya, kemudian mengambil ruhnya dengan mudah dan penuh kasih sayang, lalu dibawa oleh malaikat maut ke langit. Bau yang terpancar dari ruh tersebut adalah bauh harum dan semerbak, lalu pintu-pintu langit pun dibuka untuk ruh tersebut. 

Malaikat pun ikut menyaksikan jenazah orang-orang shalih, seperti yang terjadi pada jenazah Sa’d bin Muadz  yang disaksikan oleh 70 ribu malaikat. Diriwayatkan secara _shahih_ bahwa jenazah Hanzhalah bin Amir  yang meninggal dunia dalam perang Uhud dalam kondisi junub dimandikan oleh malaikat. 

Allah  memiliki malaikat yang ikut menghadiri majelis dzikir dan ilmu di masjid dan di tempat lainnya, menaungi orang-orang yang hadir dalam majelis dzikir dan ilmu dengan sayapnya, sambil mendoakan dan memohon ampun bagi orang yang shalat selama masih berada di tempat shalatnya dan belum berhadats. Ada juga malaikat yang berdiri di pintu-pintu masjid pada Hari Jum’at untuk mencatat nama orang-orang yang datang ke masjid sesuai urutannya, dan ketika khathib telah naik di atas mimbar malaikat pun menutup buku catatannya lalu duduk menyimak khutbah. 

Malaikat juga senang mendengar lantunan ayat Al Qur`an. Ketika mereka mendengar seorang hamba membaca Al Qur`an dengan suara indah, mereka pun turun ke bumi untuk mendengarnya, seperti yang pernah terjadi pada Usaid bin Hudhair . 

Allah  menempatkan seorang malaikat di sisi kepala Nabi  di dalam kubur beliau untuk menyampaikan shalawat dan salam yang dibacakan umatnya dengan berkata, “Fulan bin fulan menyampaikan salam penghormatan kepada Anda.” 

Allah  juga memiliki malaikat yang hilir-mudik setiap shalat Shubuh dan Ashar secara bergantian untuk melaporkan amal perbuatan kepada Allah . 

Ada pula malaikat yang menjaga kota Makkah dan Madinah dari wabah penyakit dan dari Dajjal. Malaikat-malaikat tersebut membentangkan sayapnya di Syam dan mendukung serta meneguhkan hati orang-orang beriman saat berperang melawan musuh-musuh mereka. Terkadang malaikat ikut berperang bersama mereka, seperti yang pernah terjadi di perang Badar, Uhud, Hunain, dan lainnya. Mereka menebarkan rasa takut dan tak berdaya dalam hati orang-orang yang suka berbuat jahat, durhaka, dan zhalim; membinasakan mereka; serta menurunkan hukuman bagi mereka, seperti yang pernah dilakukan malaikat Jibril  kepada mata kaum Luth, kemudian mengangkat tempat tinggal mereka dengan sayapnya, lalu menghantamkannya ke bumi. Tak cukup itu saja, mereka pun dilaknat dan dimurkai Allah , serta _“dihujani batu dari tanah yang terbakar secara bertubi-tubi, yang diberi tanda oleh Tuhanmu. Siksaan itu tiadalah jauh dari orang-orang yang zhalim.”_ (Qs. Huud [11]: 82-83)  

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنَا بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ الْجَلِيْلَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ؛ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ. 

Semoga Allah memberkahi aku dan Anda dengan Al Qur`an yang agung. Semoga kita semuamemperoleh manfaat dari lantunan ayat dan nasihat yang bijak yang terkandung di dalamnya. Aku cukupkan khutbahku sampai di sini. Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung lagi Maha Mulia untuk diriku, Anda, dan seluruh kaum muslimin dari semua dosa, maka minta ampunlah kepada-Nya sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar