Jumat, 08 Agustus 2014

TAUHID & BAHAYA SYIRIK

Alhamdulillah, was sholatu was salamu ala Rosulillah, wa ba`du;

Dahulu manusia merupakan umat yang satu di atas al hak yaitu agama fitrah, islam yang lurus. Dengan berlalunya waktu terjadi perubahan dan muncul kesyirikan sehingga menyelewengkan peribadatan kepada selain Allah Ta`ala, hingga manusia bercerai berai dan berselisih di atas agama mereka.

Allah Ta`ala mengutus nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam sebagai penerang dan pembawa cahaya di atas kegelapan dan kejahiliahan, mengembalikan kepada agama yang lurus milah ibrahim yang suci.

Allah Ta`ala berfirman, " Dan (ingatlah), ketika Kami memberikan tempat kepada Ibrahim di tempat Baitullah (dengan mengatakan): "Janganlah kamu memperserikatkan sesuatupun dengan Aku dan sucikanlah rumah-Ku ini bagi orang-orang yang thawaf, dan orang-orang yang beribadat dan orang-orang yang ruku' dan sujud ".(QS. Al Hajj 26).

Allah Ta`ala berfirman, " Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata: "Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala. (QS. Ibrahim 35).

Allah Ta`ala berfirman, "Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya'qub. (Ibrahim berkata): "Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam". Adakah kamu hadir ketika Ya'qub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya: "Apa yang kamu sembah sepeninggalku?" Mereka menjawab: "Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail dan Ishaq, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya". (QS. Al Baqarah 132~133).

Allah Ta`ala berfirman," Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah". Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: "Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)". (QS. Ali Imran 64).

Allah Ta`ala berfirman, " Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa. Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezeki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui ". (QS. Al Baqarah 21~22).

Di riwayatkan dari sahabat Abdullah ibnu Mas`ud radhiyallahu`anhu berkata, aku bertanya kepada Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam tentang dosa apa yang paling besar?, beliau sallallahu alaihi wa sallam bersabda, " Engkau menjadikan sekutu bagi Allah sedangkan Dia Yang telah menciptakan dirimu ". (HR. Bukhari).

Tauhid merupakan sumber risalah samawiyah, asas dan pondasi agama seluruh para nabi dan rasul, kalimat mereka satu yaitu menyerukan tauhid pengesaan kepada Allah Ta`ala.

Allah Ta`ala berfirman, " Dan sungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu", maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu dimuka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul). (QS. An Nahl 36).

Tauhid dan syirik merupakan sesuatu yang berseberangan tidak akan pernah bersatu sebagai mana antara siang malam, kapan terjadi syirik maka iman akan sirna.

Agama islam telah memuliakan para manusia agar tidak merendahkan diri, bergantung hati, meminta hajat dan perlindungan,berdoa, sujud, bernadzar, bersumpah, berkorban dan menyembelih kepada selain Allah Ta`ala.

Allah Ta`ala berfirman, " Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah ". (QS.Al Kawtsar 2).

Nabi sallallahu alaihi wa sallam bersabda, " Barangsiapa yang bersumpah dengan selain Allah maka sungguh ia telah kafir atau menyekutukan ".

Nabi sallallahu alaihi wa sallam bersabda, " Barangsiapa yang mengikatkan tamimah (kalung penangkal penyakit) sungguh ia telah menyekutukan ". (HR. Ahmad).

Ancaman bagi pelaku syirik sangat berat, dosa dosa nya tidak akan terampuni, ia diharamkan masuk surga dan tempat nya adalah neraka.

Allah Ta`ala berfirman, "Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar ".(QS. An~ Nisa` 48).

Allah Ta`ala berfirman, "Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun ".(QS. Al Ma`idah 72).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar