Senin, 17 November 2025

Keutamaan dan Berkah Shalawat kepada Nabi ﷺ



🌿 Keutamaan dan Berkah Shalawat kepada Nabi ﷺ

Khutbah oleh: Syaikh Mahir bin Hamad Al-Mu‘aiqil
Tanggal disampaikan: 3 Rajab 1443 H / 4 Februari 2022 M


Khutbah Pertama

Segala puji bagi Allah — Zat yang Maha Esa dengan nama-nama yang indah dan sifat-sifat yang sempurna. Rahmat dan ilmu-Nya meliputi segala sesuatu. Dia telah melimpahkan kepada kita berbagai karunia, anugerah, dan nikmat.
Aku memuji-Nya sebanyak jumlah makhluk-Nya, sesuai dengan keridhaan-Nya, seberat ‘Arsy-Nya, dan sebanyak tinta kalimat-kalimat-Nya.
Aku bersaksi bahwa tiada tuhan yang berhak disembah selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya.
Dan aku bersaksi bahwa junjungan kita, Nabi Muhammad ﷺ adalah hamba dan utusan-Nya, manusia yang paling mulia kedudukannya.
Melalui beliau, Allah membuka mata-mata yang buta, telinga yang tuli, dan hati yang tertutup.
Semoga Allah melimpahkan shalawat, salam, dan keberkahan kepada beliau, keluarga, istri, sahabat beliau, dan kepada siapa pun yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari kiamat.

Amma ba‘du — wahai kaum beriman, aku wasiatkan kepada kalian dan diriku sendiri untuk bertakwa kepada Allah.
Ketahuilah bahwa takwa adalah bekal untuk hari pertemuan, dan perisai di hari seruan.
Orang yang cerdas adalah yang mampu menghisab dirinya dan beramal untuk kehidupan setelah mati, sedangkan orang yang lemah adalah yang mengikuti hawa nafsunya lalu berangan-angan kosong kepada Allah.
Allah Ta‘ala berfirman:

“Wahai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutlah akan suatu hari ketika seorang ayah tidak dapat menolong anaknya sedikit pun, dan seorang anak tidak dapat menolong ayahnya sedikit pun. Sungguh, janji Allah itu benar. Maka janganlah kehidupan dunia memperdayakan kalian, dan janganlah (pula) penipu (syaitan) memperdayakan kalian terhadap Allah.”
(Luqman: 33)

Nikmat Allah dengan Diutusnya Nabi Muhammad ﷺ

Wahai umat Islam,
Allah Ta‘ala telah mengutus Nabi Muhammad ﷺ sebagai rahmat bagi seluruh alam, dan sebagai keselamatan bagi siapa pun yang beriman kepadanya dari kalangan orang-orang bertakwa.
Beliau adalah hamba dan rasul Allah, kekasih dan sahabat dekat-Nya, pembawa amanah wahyu, dan manusia pilihan di antara seluruh ciptaan-Nya.
Beliau adalah Nabi yang penyayang, Rasul yang mulia, pemilik maqam terpuji, dan pemilik telaga yang dijanjikan.
Allah meninggikan derajat beliau, melapangkan dadanya, menghapuskan dosanya, dan mengangkat namanya.

Keutamaan beliau atas umat ini sungguh agung.
Melalui beliau, Allah menunjuki kita ke jalan yang lurus, dan menyelamatkan kita dari azab neraka.
Sebagaimana firman Allah:

“Sungguh, telah datang kepada kalian seorang rasul dari kalangan kalian sendiri; berat terasa olehnya penderitaan kalian; sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagi kalian; terhadap orang-orang mukmin sangat penyantun lagi penyayang.”
(At-Taubah: 128)

Makna Shalawat Allah dan Malaikat atas Nabi ﷺ

Karena kemuliaan beliau, Allah Ta‘ala telah mengkhususkan Nabi Muhammad ﷺ dengan shalawat dari Allah dan para malaikat, sesuatu yang tidak diberikan kepada nabi lain.

Allah berfirman:

“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada Nabi. Wahai orang-orang beriman, bershalawatlah kalian untuknya dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.”
(Al-Ahzab: 56)

Shalawat Allah kepada Nabi berarti pujian dan pengagungan-Nya kepada beliau di hadapan para malaikat, serta penegasan atas kecintaan dan kedudukan tinggi beliau di sisi-Nya.
Sedangkan shalawat para malaikat dan manusia adalah permohonan kepada Allah agar melimpahkan pujian dan rahmat kepada beliau.

Dalam Shahih Bukhari, Abu ‘Aliyah rahimahullah berkata:

“Shalawat Allah berarti pujian-Nya kepada Nabi di hadapan para malaikat, dan shalawat para malaikat berarti doa mereka untuknya.”

Maka shalawat kepada Nabi ﷺ adalah ibadah yang agung, amal saleh yang tinggi nilainya.
Allah sendiri memulainya, para malaikat meneruskannya, lalu Allah memerintahkan kita — para hamba-Nya — untuk melakukannya pula.
Sebagai bukti cinta-Nya kepada Nabi, Allah menjadikan ketaatan kepada beliau sepadan dengan ketaatan kepada-Nya, cinta kepada beliau sejalan dengan cinta kepada-Nya, dan zikir kepada beliau beriringan dengan zikir kepada-Nya.

Ibnu Abbas رضي الله عنهما berkata:

“Tidak ada makhluk yang Allah ciptakan dan Allah beri kehidupan yang lebih mulia di sisi-Nya daripada Muhammad ﷺ. Aku tidak mendengar Allah bersumpah atas kehidupan siapa pun selain beliau,”
merujuk kepada firman Allah:
“Demi umurmu (wahai Muhammad), sesungguhnya mereka itu benar-benar dalam kesesatan.” (Al-Hijr: 72)

Keutamaan dan Ganjaran Shalawat kepada Nabi ﷺ

Shalawat kepada Nabi ﷺ adalah bagian dari pemenuhan hak beliau, pengingat akan kewajiban mencintai dan mengikuti beliau, serta sebab bertambahnya pahala, terhapusnya dosa, dan terangkatnya derajat.

Ibnu Qayyim rahimahullah berkata:

“Shalawat kepada Nabi ﷺ adalah bentuk minimal dari rasa syukur atas nikmat besar yang Allah berikan melalui beliau. Hak beliau sebenarnya tidak dapat dihitung, tetapi karena kemurahan Allah, Dia ridha dengan amalan kecil dari hamba-Nya sebagai bentuk syukur.”

G Shalawat sebagai Bukti Cinta dan Jalan Meraih Rahmat

Wahai kaum beriman,
Sesungguhnya banyak bershalawat kepada Nabi ﷺ adalah tanda cinta kepadanya, tanda ingat akan jasanya, bukti iman yang benar terhadap risalahnya, dan kesungguhan dalam mengikuti sunnah serta meninggalkan larangannya.
Barang siapa mencintai sesuatu, ia akan sering menyebutnya dan memuji-mujinya.

Siapa yang bershalawat dan bersalam kepada Nabi ﷺ, maka Allah akan membalasnya dengan sepuluh kali lipat shalawat dan salam dari-Nya.
Betapa bahagianya seorang hamba yang dipuji dan dishalawati oleh Tuhannya sendiri!

Dalam Sunan an-Nasa’i, Abdullah bin Abi Thalhah meriwayatkan dari ayahnya bahwa Rasulullah ﷺ datang suatu hari dengan wajah berseri.
Para sahabat berkata, “Kami melihat kegembiraan di wajahmu, wahai Rasulullah.”
Beliau menjawab:

“Tadi datang malaikat Jibril kepadaku dan berkata: Wahai Muhammad, sesungguhnya Tuhanmu berfirman:
Tidakkah engkau ridha bahwa tidaklah seseorang bershalawat kepadamu, melainkan Aku bershalawat kepadanya sepuluh kali; dan tidaklah seseorang memberi salam kepadamu, melainkan Aku memberi salam kepadanya sepuluh kali?

Maka Allah melipatgandakan pahala orang yang bershalawat kepada Rasul-Nya, memuliakan mereka di dunia dan akhirat.

Shalawat, Jalan Meraih Syafaat Nabi ﷺ

Siapa yang ingin mendapatkan syafaat Nabi ﷺ pada hari kiamat, hendaklah memperbanyak shalawat kepadanya.
Sebab, orang yang paling berhak mendapatkan syafaat Nabi adalah yang paling banyak bershalawat kepadanya di dunia.

Dalam Shahih Muslim, Nabi ﷺ bersabda:

“Apabila kalian mendengar muazin, maka ucapkanlah seperti apa yang diucapkannya, kemudian bershalawatlah kepadaku. Karena siapa yang bershalawat kepadaku sekali, Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali.
Lalu mintalah kepada Allah al-wasilah untukku, yaitu suatu kedudukan di surga yang hanya pantas bagi seorang hamba Allah. Aku berharap aku yang mendapatkannya.
Barang siapa memintakan al-wasilah untukku, maka ia berhak mendapatkan syafaatku.”

Nabi ﷺ akan memberi syafaat kepada 70.000 umatnya yang masuk surga tanpa hisab dan azab, juga memberi syafaat bagi penghuni surga agar ditinggikan derajatnya, serta bagi para pendosa agar diselamatkan dari neraka.

Shalawat Menghapus Duka dan Dosa

Shalawat juga termasuk adab berdoa dan merupakan sebab dihilangkannya kesusahan serta datangnya kebahagiaan.
Banyak hati yang gundah, pikiran yang sempit, dan dada yang terasa sesak — semuanya dapat dilapangkan dengan memperbanyak shalawat.

Dalam kisah Ubay bin Ka‘b رضي الله عنه, ia berkata:

“Wahai Rasulullah, aku sering berdoa kepada Allah. Berapa bagian dari doaku yang sebaiknya aku peruntukkan untuk shalawat kepadamu?”
Beliau menjawab: “Terserah engkau.”
Ubay bertanya lagi: “Seperempat?” Beliau menjawab: “Terserah, tetapi jika engkau menambahnya, itu lebih baik.”
Ubay berkata: “Setengah?” Beliau menjawab: “Terserah, dan jika menambah, itu lebih baik.”
Ubay berkata: “Dua pertiga?” Beliau menjawab: “Terserah, dan jika menambah, itu lebih baik.”
Ubay pun berkata: “Kalau begitu, aku jadikan seluruh doaku sebagai shalawat kepadamu.”
Beliau ﷺ bersabda:
“Kalau begitu, Allah akan mencukupi segala keperluanmu dan mengampuni dosamu.”

Dalam Musnad Ahmad disebutkan versi lain:

“Maka Allah akan mencukupimu dari semua urusan dunia dan akhiratmu.”

Ibnu Taimiyah rahimahullah menjelaskan:

“Siapa yang bershalawat kepada Nabi sekali, Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali, dan barang siapa Allah bershalawat kepadanya, maka Allah akan mencukupi kebutuhannya dan mengampuni dosanya.”

Shalawat Membersihkan Majelis

Wahai hamba Allah,
Shalawat juga menjadi penyuci dari kelalaian dalam majelis.
Majelis yang tidak diisi dengan zikir kepada Allah dan shalawat kepada Nabi ﷺ akan menjadi penyesalan bagi para pesertanya.

Dalam Sunan at-Tirmidzi, Nabi ﷺ bersabda:

“Tidaklah suatu kaum duduk dalam suatu majelis tanpa mengingat Allah dan tanpa bershalawat kepada Nabi mereka, melainkan majelis itu akan menjadi penyesalan bagi mereka. Jika Allah berkehendak, Dia akan mengazab mereka, dan jika berkehendak, Dia akan mengampuni mereka.”

Maka, hiasilah majelis-majelis kalian dengan zikir kepada Tuhan kalian dan shalawat kepada Nabi kalian.
Ikutilah sunnah dan akhlaknya agar kalian memperoleh kehidupan yang baik di dunia dan kenikmatan abadi di akhirat.

“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada Nabi...” (Al-Ahzab: 56)

Semoga Allah memberkahi aku dan kalian dengan Al-Qur’an dan Sunnah, dan menjadikan kita semua orang yang mengambil pelajaran darinya. Aku berkata demikian, dan aku memohon ampun kepada Allah untukku dan kalian; maka mohonlah ampun kepada-Nya, sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Khutbah Kedua

Segala puji bagi Allah yang telah menganugerahkan kepada kita nikmat Islam, dan mengutus kepada kita Nabi yang paling mulia.
Aku memuji-Nya dan bersyukur kepada-Nya, aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah semata, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad ﷺ adalah hamba dan utusan-Nya, pemilik akhlak yang agung, penuh kasih terhadap kaum mukmin.
Semoga shalawat dan salam tercurah kepada beliau, keluarga, sahabat, dan pengikutnya hingga hari akhir.

Malaikat Penyampai Shalawat Umat kepada Nabi ﷺ

Wahai kaum beriman,
Di antara bukti kemuliaan Rasulullah ﷺ ialah bahwa Allah menugaskan para malaikat yang berkeliling di bumi, menyampaikan kepada Nabi setiap shalawat dan salam dari umatnya, walaupun mereka berada jauh dari Madinah, bahkan berabad-abad setelah wafatnya.

Dalam Musnad Ahmad, Nabi ﷺ bersabda:

“Sesungguhnya Allah memiliki malaikat yang berkeliling di bumi, yang menyampaikan kepadaku salam dari umatku.”

Dalam Sunan Abu Dawud, beliau bersabda:

“Bershalawatlah kalian kepadaku, karena sesungguhnya shalawat kalian sampai kepadaku di mana pun kalian berada.”

Anjuran Shalawat pada Hari Jumat

Sunnah juga menganjurkan memperbanyak shalawat kepada Nabi ﷺ pada hari Jumat dan malamnya, karena pahala amal saleh dilipatgandakan pada waktu yang mulia itu.

Dalam Sunan Abu Dawud, beliau bersabda:

“Sesungguhnya hari terbaik kalian adalah hari Jumat. Pada hari itu Adam diciptakan, pada hari itu ia wafat, pada hari itu terjadi tiupan sangkakala dan kehancuran. Maka perbanyaklah shalawat kepadaku pada hari itu, karena shalawat kalian akan disampaikan kepadaku.”
Para sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, bagaimana shalawat kami disampaikan kepadamu sedangkan engkau telah wafat?”
Beliau menjawab: “Sesungguhnya Allah mengharamkan bumi untuk memakan jasad para nabi.”

Shalawat sebagai Harta dan Benteng Iman

Hari Jumat adalah hari terbaik, dan Rasulullah ﷺ adalah manusia terbaik.
Maka, memperbanyak shalawat kepada beliau pada hari terbaik adalah ibadah yang paling agung.
Beliau adalah sebab persatuan umat dalam shalat Jumat dan perekat hati-hati mereka.

Wahai kaum Muslimin,
Shalawat kepada Nabi ﷺ adalah harta besar dari khazanah amal saleh dan pintu luas menuju kebaikan.
Waktu-waktu untuk bershalawat sangat banyak dan beragam, namun yang paling utama dan wajib adalah ketika nama beliau disebut.
Termasuk sikap kikir dan kurang menghormati beliau adalah ketika nama beliau disebut tetapi lidah enggan bershalawat.

Dalam Sunan at-Tirmidzi, Nabi ﷺ bersabda:

“Celakalah orang yang ketika disebut namaku di hadapannya, ia tidak bershalawat kepadaku.”

Dalam Shahih Ibnu Hibban, diriwayatkan dari Abu Hurairah رضي الله عنه bahwa Rasulullah ﷺ pernah naik mimbar dan mengucap, “Amin, amin, amin.”
Para sahabat bertanya sebabnya, dan beliau menjawab:

“Jibril berkata kepadaku: Celaka seseorang yang disebut namamu di hadapannya lalu ia tidak bershalawat kepadamu, kemudian ia mati dan masuk neraka; semoga Allah menjauhkannya. Maka aku pun berkata: Amin.

Bayangkan, betapa beratnya doa yang diucapkan malaikat Jibril dan diaminkan oleh Nabi ﷺ sendiri!

Cara Bershalawat yang Diajarkan Nabi ﷺ

Terdapat banyak bentuk shalawat yang shahih dari sunnah.
Di antaranya adalah yang diajarkan Nabi ﷺ kepada para sahabat, sebagaimana diriwayatkan dalam Shahih Bukhari dan Muslim dari Abu Humaid as-Sa‘idi رضي الله عنه, bahwa para sahabat bertanya:

“Wahai Rasulullah, bagaimana cara kami bershalawat kepadamu?”
Beliau bersabda:
“Ucapkanlah:
Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa azwajihi wa dzurriyyatihi, kama shallaita ‘ala Ali Ibrahim, wa barik ‘ala Muhammad wa azwajihi wa dzurriyyatihi, kama barakta ‘ala Ali Ibrahim, innaka hamidun majid.

Shalawat dapat diucapkan dengan berbagai lafaz yang benar, selama maknanya adalah mendoakan rahmat dan berkah kepada Nabi ﷺ, tanpa berlebih-lebihan (ghuluw).

Dalam Sunan Ibnu Majah, Nabi ﷺ bersabda:

“Wahai manusia, jauhilah sikap berlebih-lebihan dalam agama, karena sesungguhnya yang membinasakan umat sebelum kalian adalah sikap berlebih-lebihan dalam agama.”

Penutup: Keutamaan Abadi Shalawat

Ketahuilah — wahai kaum beriman — bahwa di antara zikir yang paling agung adalah memperbanyak shalawat dan salam kepada Nabi yang terpilih, pagi dan petang.
Ia adalah ibadah, kedekatan, dan teladan.
Keuntungannya banyak, biayanya ringan.
Beruntunglah orang yang menghidupkan hatinya dengan shalawat kepada Rasulnya, memanfaatkan waktunya untuk itu, sehingga Allah tambahkan baginya pahala, hapuskan dosanya, dan angkat derajatnya.

Doa Penutup Khutbah

Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam kepada Nabi kami Muhammad dan keluarga Muhammad,


Tidak ada komentar:

Posting Komentar