Senin, 17 November 2025

KEUTAMAAN BERTASBIH DI DUNIA DAN AKHIRAT

 KEUTAMAAN BERTASBIH DI DUNIA DAN AKHIRAT 


"ثمرات التسبيح في الدنيا والآخرة"

oleh Syaikh Māhir bin Ḥamd al-Mu‘aiqilī


🕌 Khutbah Pertama

Segala puji bagi Allah, segala puji bagi Allah atas segala kebaikan-Nya; dan hanya bagi-Nya segala pujian atas taufik dan karunia-Nya.
Dialah yang berfirman:

“Guruh bertasbih memuji-Nya, demikian pula para malaikat karena takut kepada-Nya.” (QS. ar-Ra‘d: 13)
“Dan tidak ada sesuatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya.” (QS. al-Isrā’: 44)

Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Tidak ada kenikmatan yang lebih besar bagi seorang mukmin daripada kedekatan dengan-Nya, ketenangan hati dengan mengingat dan bertasbih memuji-Nya.
Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan Allah — manusia yang paling luas ilmunya tentang Allah, yang paling banyak bertasbih dan berdzikir kepada-Nya, serta yang paling takut dan paling bertakwa kepada-Nya.
Semoga shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada beliau, keluarga dan sahabat-sahabatnya yang suci lagi mulia, istri-istri beliau yang merupakan ummul mukminin, dan siapa pun yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari kiamat.


Wahai kaum muslimin, aku wasiatkan kepada kalian dan kepada diriku sendiri agar bertakwa kepada Allah.
Takwa kepada Allah adalah wasiat yang paling menyeluruh dan nasihat yang paling bermanfaat.
Allah berfirman:

“Barang siapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan memberinya jalan keluar, dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.” (QS. ath-Thalāq: 2–3)

Maka bertakwalah kepada Allah, ketahuilah bahwa kalian akan menemui-Nya; ingatlah Dia, bertasbihlah kepada-Nya, bersyukurlah atas nikmat-Nya, dan mohonlah ampun kepada-Nya:

“Maha Suci (Subḥān) Allah yang di tangan-Nya kekuasaan segala sesuatu, dan hanya kepada-Nya kalian akan dikembalikan.” (QS. Yāsīn: 83)


🌿 Makna dan Keutamaan Tasbih

Wahai umat Islam,
Tidak ada sesuatu yang lebih agung daripada Allah, dan tidak ada dzikir yang lebih utama daripada mengingat-Nya – Mahasuci Dia.
Oleh karena itu, dzikir kepada Allah lebih besar daripada segala sesuatu.
Perumpamaan orang yang mengingat Rabb-nya dengan orang yang tidak mengingat Rabb-nya adalah seperti orang hidup dan orang mati.

Bahkan keadaan orang-orang yang berdzikir begitu mulia hingga Allah membanggakan mereka di hadapan para malaikat-Nya.
Dzikir kepada Allah adalah teman sejati seorang mukmin dalam kehidupannya — di pagi dan petang hari, ketika tidur dan terjaga, dalam perjalanan dan ketika kembali, saat makan dan minum.

Orang yang benar dalam dzikirnya adalah orang yang mengerjakan ketaatan kepada Rabb-nya dan mengingat Allah dalam segala keadaan dan urusannya.
Said bin Jubair رحمه الله berkata:

“Setiap orang yang beramal karena Allah dalam ketaatan, maka ia termasuk orang yang berdzikir kepada Allah.”

Benarlah firman Allah Ta‘ālā:

“(Yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, atau berbaring, dan mereka memikirkan penciptaan langit dan bumi seraya berkata: ‘Ya Rabb kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Mahasuci Engkau, maka lindungilah kami dari siksa neraka.’” (QS. Āli ‘Imrān: 191)


🌸 Tasbih dalam Al-Qur’an

Tasbih termasuk dzikir yang paling agung.
Dalam Al-Qur’an, kata tasbih disebut lebih dari delapan puluh kali.
Bahkan, Allah membuka tujuh surah dalam kitab-Nya dengan lafaz tasbih.

Allah menegaskan bahwa Dia memiliki nama-nama yang indah (al-Asmā’ al-Ḥusnā) dan sifat-sifat yang luhur, dan Dia mengiringinya dengan perintah untuk bertasbih kepada-Nya:

“Dialah Allah, tidak ada ilah selain Dia, Raja, Yang Mahasuci, Yang Sejahtera, Yang Maha Beriman, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Maha Agung. Mahasuci Allah dari apa yang mereka persekutukan.” (QS. al-Ḥasyr: 23)

Tasbih berarti mensucikan Allah dari segala sesuatu yang tidak layak bagi kesempurnaan dan keagungan-Nya.
Allah, Mahasuci dan Mahatinggi nama-nama-Nya, memiliki kesempurnaan dalam dzat, nama, dan sifat-Nya.
Dia Mahasuci dari segala kekurangan, cacat, dan segala yang tidak layak bagi keagungan-Nya.
Dialah as-Subbūḥ al-Quddūs, Rabb para malaikat dan ar-Rūḥ (Jibril).
Allah mencintai hamba-hamba-Nya yang bertasbih kepada-Nya.

Para malaikat — dengan segala tugas mulia dan agung yang dibebankan kepada mereka — tetap tidak pernah berhenti bertasbih kepada Rabb mereka, sebagaimana firman-Nya:

“Mereka bertasbih malam dan siang tanpa henti.” (QS. al-Anbiyā’: 20)

Mereka berbangga dan merasa mulia dengan tasbih itu:

“Dan sesungguhnya kamilah yang bersaf-saf, dan sesungguhnya kamilah yang bertasbih.” (QS. ash-Shāffāt: 165–166)

Dalam Shahih Muslim, Rasulullah ﷺ bersabda:

“Apabila Allah menetapkan suatu urusan, maka para malaikat pembawa ‘Arsy bertasbih kepada-Nya, lalu diikuti oleh para malaikat di langit berikutnya hingga tasbih itu sampai ke langit dunia.”

Semua itu merupakan bentuk pengagungan dan ketundukan kepada Allah — Mahasuci dan Mahaagung nama-nama-Nya.



🌿 Tasbih Para Nabi

Adapun para rasul dan nabi Allah, tasbih merupakan dzikir mereka, dan menjadi sandaran mereka di saat-saat genting.
Nabi Musa عليه السلام memohon kepada Rabb-nya agar menjadikan saudaranya, Harun, sebagai penolong dalam dakwahnya, untuk membantunya memperbanyak tasbih. Ia berdoa:

“Dan jadikanlah untukku seorang pembantu dari keluargaku, yaitu Harun saudaraku. Teguhkanlah dengannya kekuatanku, dan jadikanlah dia sekutu dalam urusanku, supaya kami banyak bertasbih kepada-Mu dan banyak mengingat-Mu.”
(QS. Ṭāhā: 29–34)


🌸 Tasbih dalam Kehidupan Rasulullah ﷺ

Kehidupan Nabi kita Muhammad ﷺ seluruhnya adalah tasbih.
Apabila beliau membaca Al-Qur’an dan melewati ayat yang di dalamnya terdapat penyucian terhadap Allah, beliau pun bertasbih.
Ketika bangun malam untuk shalat, beliau memperbanyak tasbih dalam rukuk dan sujudnya.
Ketika menaiki kendaraannya, beliau mengucapkan:

“Subḥāna alladzī sakhkhara lanā hādzā...”
(“Maha Suci Allah yang telah menundukkan ini bagi kami.”)

Ketika melewati lembah, beliau bertasbih.
Ketika melihat sesuatu yang menakjubkan, beliau bertasbih.
Ketika hendak berbaring di tempat tidur, beliau bertasbih tiga puluh tiga kali.

Dan ketika penderitaan kaum musyrikin semakin berat menimpa beliau, hingga dada beliau terasa sesak dan hati beliau terasa sempit, Allah memerintahkan beliau untuk memperbanyak tasbih agar dadanya menjadi lapang dan kesedihan hilang darinya.
Allah berfirman:

“Dan sesungguhnya Kami mengetahui bahwa dadamu menjadi sempit karena apa yang mereka katakan.
Maka bertasbihlah dengan memuji Rabbmu dan jadilah engkau termasuk orang-orang yang bersujud.”
(QS. al-Ḥijr: 97–98)

Dengan tasbih, hatimu menjadi tenang, pandanganmu sejuk, dadamu lapang, dan Rabb-mu akan memberimu pahala yang besar — baik di dunia maupun di akhirat — hingga engkau ridha.
Sebagaimana firman-Nya:

“Maka bersabarlah terhadap apa yang mereka katakan, dan bertasbihlah dengan memuji Rabbmu sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya, serta pada waktu-waktu malam; dan bertasbihlah pula pada waktu-waktu siang, agar engkau ridha.”
(QS. Ṭāhā: 130)


🌅 Tasbih Sebagai Penutup Kehidupan Rasulullah ﷺ

Karena begitu agungnya keutamaan tasbih, maka ketika Rasulullah ﷺ telah menyampaikan risalah dan menunaikan amanah, dan manusia mulai masuk Islam secara berbondong-bondong, Allah memberitahukan kepadanya tentang dekatnya ajal, serta memerintahkan untuk banyak banyak bertasbih sebagai mana firman-Nya dalam surat An-Nasr; 

“Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan,
dan engkau melihat manusia masuk agama Allah berbondong-bondong,
maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya.
Sesungguhnya Dia Maha Penerima tobat.”
(QS. an-Naṣr: 1–3)

Aisyah ash-Ṣiddīqah binti ash-Ṣiddīq رضي الله عنها berkata:

“Rasulullah ﷺ sering mengucapkan sebelum wafatnya:
Subḥānaka Allāhumma wa bi ḥamdika, astaghfiruka wa atūbu ilaik —
(Maha Suci Engkau, ya Allah, dan dengan memuji-Mu, aku memohon ampun dan bertobat kepada-Mu).”
(HR. Muslim)


🌍 Seluruh Makhluk Bertasbih

Sungguh, Allah سبحانه وتعالى telah menjadikan semua makhluk bertasbih kepada-Nya, mengakui kesempurnaan dan keagungan-Nya, tunduk di bawah kekuasaan dan kebesaran-Nya.

Allah berfirman:

“Tidakkah engkau tahu bahwa kepada Allah bertasbih siapa yang di langit dan di bumi, serta burung-burung yang mengembangkan sayapnya?
Masing-masing telah mengetahui salat dan tasbihnya.”
(QS. an-Nūr: 41)

Maka langit yang tujuh dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah; matahari dan bulan-Nya, bintang-bintang dan planet-planetnya, bumi dengan gunung-gunung, lautan, pasir, pepohonan, segala yang basah maupun kering, yang hidup maupun mati — seluruh alam semesta bergemuruh dalam tasbih kepada al-Kabīr al-Muta‘āl (Yang Maha Besar lagi Maha Tinggi), baik dengan ucapan maupun dengan keadaan.

“Langit yang tujuh, bumi, dan siapa pun yang ada di dalamnya bertasbih kepada-Nya.
Dan tidak ada sesuatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kalian tidak mengerti tasbih mereka.
Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.”
(QS. al-Isrā’: 44)


🪶 Keajaiban Tasbih dari Benda Mati

Allah bahkan memperdengarkan kepada sebagian sahabat Nabi ﷺ suara tasbih benda-benda mati:
dari batang pohon kurma yang merintih karena rindu kepada beliau ﷺ,
hingga batu kerikil yang bertasbih di tangan beliau.

Dalam Sunan at-Tirmiżī, dari Ibn Mas‘ūd رضي الله عنه berkata:

“Kami pernah makan bersama Nabi ﷺ, dan kami mendengar makanan itu bertasbih.”

Maka, Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya — sebanyak jumlah makhluk-Nya, sebesar ridha diri-Nya, seberat timbangan ‘Arsy-Nya, dan sebanyak tinta kalimat-kalimat-Nya.
Benda-benda yang tidak bernyawa saja bertasbih kepada Penciptanya — maka bagaimana dengan keadaan kita, wahai kaum mukminin?

“Wahai orang-orang yang beriman! Ingatlah Allah dengan dzikir yang banyak,
dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang.”
(QS. al-Aḥzāb: 41–42)


📖 Penutup Khutbah Pertama

Semoga Allah memberkahi aku dan kalian dengan Al-Qur’an dan Sunnah,
dan memberikan manfaat kepadaku dan kalian dengan ayat-ayat dan hikmah yang terkandung di dalamnya.
Aku berkata sebagaimana yang kalian dengar,
maka mohonlah ampun kepada Allah untukku dan untuk kalian —
sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.


🕌 Khutbah Kedua

Segala puji bagi Allah yang terpuji dengan lisan orang-orang beriman.
Aku bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak disembah selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya.
Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.
Semoga shalawat dan salam tercurah kepada beliau, keluarga, sahabat, dan para pengikutnya hingga hari akhir.


🌿 Buah-buah Tasbih di Dunia dan Akhirat

Wahai kaum mukminin,
Tasbih adalah ibadah yang agung dan ketaatan yang mulia.
Dengan tasbih, Allah menghidupkan hati, melipatgandakan pahala, menghapus dosa, mengampuni kesalahan dan bencana.
Tasbih adalah bekal akhirat, tanaman surga, sebaik-baik ucapan, dan ucapan yang paling dicintai oleh Allah Yang Maha Pengasih.
Dengan tasbih pula, timbangan amal menjadi berat, dan ia akan menjadi syafa‘at bagi pelakunya di sisi Rabb-nya.

Dalam Musnad Imam Ahmad, Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sesungguhnya kalimat-kalimat yang kalian sebutkan berupa pengagungan terhadap Allah, tasbih, tahmid, dan tahlil, semuanya berputar di sekitar ‘Arsy, mengeluarkan suara berdengung seperti suara lebah, dan menyebut nama orang yang mengucapkannya.
Maka tidakkah salah seorang dari kalian suka bahwa di sisi Allah selalu ada sesuatu yang menyebut dirinya?”


🐋 Kisah Nabi Yunus dan Keutamaan Tasbih

Nabi Yunus عليه السلام ketika berada dalam kegelapan malam, kegelapan lautan, dan kegelapan perut ikan, ia berdoa:

“Tidak ada ilah selain Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim.”
(QS. al-Anbiyā’: 87)

Maka Allah pun menyelamatkannya, sebagaimana firman-Nya:

“Kalau saja ia tidak termasuk orang-orang yang bertasbih,
niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari mereka dibangkitkan.”
(QS. ash-Shāffāt: 143–144)


🌺 Tasbih Adalah Kenikmatan Hati dan Dzikir Ahli Surga

Karena tasbih mengandung kenikmatan, kelapangan, dan kebahagiaan hati, maka ia tidak akan terputus dengan berakhirnya dunia.
Bahkan di surga, penduduknya senantiasa bertasbih kepada Allah tanpa lelah dan tanpa merasa berat, sebagaimana firman-Nya:

“Doa mereka di dalam surga ialah: ‘Subḥānaka Allāhumma’ (Maha Suci Engkau, ya Allah),
dan salam penghormatan mereka ialah ‘Salām’.”
(QS. Yūnus: 10)

Dalam Shahih Muslim, Nabi ﷺ bersabda:

“Sesungguhnya penduduk surga akan diilhamkan untuk bertasbih dan bertahmid sebagaimana kalian diilhamkan untuk bernafas.”


🤲 Doa Penutup Khutbah

Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang selalu mengingat-Mu,
selalu bersyukur kepada-Mu, selalu tunduk dan taat kepada-Mu.
Ya Allah, tolonglah kami untuk selalu mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan beribadah dengan baik kepada-Mu.

Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Nabi Muhammad, istri-istri, dan keturunannya,
sebagaimana Engkau telah melimpahkan shalawat kepada keluarga Ibrahim.
Dan berkahilah Muhammad beserta istri-istri dan keturunannya, sebagaimana Engkau memberkahi keluarga Ibrahim.
Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.

Ya Allah, ridhailah Khulafā’ ar-Rāsyidīn: Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali, serta seluruh sahabat, tabi‘in, dan siapa pun yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari kiamat.
Dan jadikanlah kami termasuk bersama mereka dengan ampunan, karunia, dan rahmat-Mu, wahai Dzat yang Maha Pengasih.


🌍 Doa untuk Kaum Muslimin

Ya Allah, muliakanlah Islam dan kaum muslimin.
Jadikan negeri ini aman dan tenteram, serta seluruh negeri kaum muslimin.
Ya Allah, perbaikilah keadaan saudara-saudara kami di Afghanistan; satukan hati mereka, himpunkan kalimat mereka, dan bimbing mereka menuju kemaslahatan, keamanan, serta kestabilan, dengan rahmat dan karunia-Mu, wahai Dzat yang Maha Pemurah.

Ya Allah, kami berlindung kepada-Mu dari kesusahan yang berat, kesengsaraan, buruknya takdir, dan ejekan musuh.
Ya Allah, kami memohon kepada-Mu segala kebaikan, yang segera maupun yang tertunda, yang kami ketahui maupun yang tidak kami ketahui.
Dan kami berlindung kepada-Mu dari segala keburukan, yang segera maupun yang tertunda, yang kami ketahui maupun yang tidak kami ketahui.
Ya Allah, kami memohon surga dan segala ucapan serta amalan yang mendekatkan kepadanya.
Kami berlindung kepada-Mu dari neraka dan segala ucapan serta amalan yang mendekatkan kepadanya.
Ya Allah, perbaikilah akhir urusan kami dalam segala hal, lindungilah kami dari kehinaan dunia dan azab akhirat.
Ya Allah, sembuhkan orang-orang yang sakit di antara kami, angkatlah cobaan dari orang-orang yang diuji, rahmatilah orang-orang yang telah meninggal, dan tolonglah orang-orang yang tertindas di antara kami, dengan rahmat dan kebaikan-Mu, wahai Dzat yang Maha Pengasih.


⚔️ Doa untuk Pemimpin dan Penjaga Negeri

Ya Allah, wahai Dzat yang memiliki keagungan dan kemuliaan, wahai Yang Hidup dan Yang Maha Berdiri Sendiri,
berilah taufik kepada Penjaga Dua Tanah Suci agar melakukan apa yang Engkau cintai dan ridhai, dan balaslah beliau dengan sebaik-baik balasan atas jasanya terhadap Islam dan kaum muslimin.
Ya Allah, berilah taufik pula kepada putra mahkota dan seluruh pemimpin kaum muslimin untuk melakukan hal-hal yang Engkau cintai dan ridhai.

Ya Allah, tolonglah para prajurit kami yang menjaga perbatasan negeri kami;
menangkanlah mereka dengan kemenangan yang nyata, cepat, dan penuh kemuliaan —
dengan rahmat-Mu, wahai Dzat yang Maha Pengasih.

Tiada ilah selain Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya kami termasuk orang-orang yang zalim.


🌤️ Penutup Doa

Ya Rabb kami, terimalah tobat kami, hapuskan kesalahan kami, kabulkan doa kami, teguhkan hujjah kami, tuntun hati kami, luruskan lisan kami, dan sucikan dada kami dari kedengkian.

“Ya Rabb kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri;
jika Engkau tidak mengampuni kami dan tidak merahmati kami,
niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi.” (QS. al-A‘rāf: 23)

“Ya Rabb kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah mendahului kami dalam iman,
dan janganlah Engkau jadikan di hati kami rasa dengki terhadap orang-orang beriman.
Ya Rabb kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.” (QS. al-Ḥasyr: 10)

“Ya Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan peliharalah kami dari siksa neraka.” (QS. al-Baqarah: 201)

“Maha Suci Rabb-mu, Rabb Yang Mahaagung, dari apa yang mereka sifatkan.
Dan kesejahteraan atas para rasul.
Dan segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam.” (QS. ash-Shāffāt: 180–182)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar